
Dia kan anak baru itu ya
Cantik banget dia ya
Kok gue kayak pernah liat ya
Begitulah suasana pagi ini. Siswa maupun siswi sibuk membicarakan Echa. Echa hanya mengacuhkan saja dia berjalan lurus menuju kelasnya. Echa hari ini semangat karena jam pertama adalah pelajaran kesukaannya yaitu bahasa Inggris. Sampai di depan pintu kelasnya dia segera masuk dan dia langsung duduk tepat di samping Nanda.
"Hay...Nanda!" Echa menyapa Nanda dengan setengah teriak dan itu membuat Nanda kaget seketika.
"Eh...mati lo induk katak" refleks Nanda mengumpat kesal. Dia menoleh kesamping ternyata Echa yang mengejutkannya. Bagaimana tidak terkejut dia sedang menulis dengan serius dan Echa mengejutkannya tanpa perasaan.
"Ihhh...Nanda enak aja ngatain Echa kayak induk katak. Echa cantik gini di katain induk katak" ucap Echa kesal pada Nanda. Nanda mengerutkan kening bingung harus nya dia yang marah.
"Kok lo yang marah sih. Aturannya itu gue yang marah cak" ucap Nanda sambil menjitak kening Echa.
"Awww....Nanda kok Echa di jitak sih" ucap Echa semakin kesal pada Nanda. Dan itu membuat Nanda tertawa. Saat Nanda ingin berbicara lagi. Tiba tiba guru masuk yang tak lain adalah mis Vira yang mengajar mata pelajaran bahasa Inggris.
"Hello student" sapa mis Vira kepada murid murid nya.
"Hello mis" sapa balik para murid kepada mis Vira.
"Siapkan kelas nya" ucap mis Vira ramah.
"Okay mis" ucap Vino. Vino adalah ketua kelas XI IPA 1. Setelah mereka berdoa dan mengucap kan selamat pagi kepada mis Vira pelajaran pun di mulai.
"Oh ya...mis lupa disini ada murid baru kan? Kalau mis gak salah namanya Mersya ya?" Ucap mis Vira ragu.
"Saya mis" Echa mengacung kan tangannya.
"Oh..jadi kamu Mersya itu ya. Kalau gitu mis mau kamu perkenalan diri dan cerita sedikit pengalaman kamu di London dalam bahasa Inggris. Kamu bisa Mersya?" Ucap mis Vira kepada echa. Dan itu membuat Echa sedikit gugup.
"Bisa mis" ucap Echa kepada mis Vira.
__ADS_1
"Ya sudah silahkan kamu maju kedepan" ucap mis Vira ramah kepada echa. Dan Echa menuruti perkataan mis Vira Echa maju dengan sedikit gugup. Bagaimana tidak gugup Echa baru dua hari di sini dia belum terlalu kenal dengan teman teman sekelas nya. Setelah Echa sampai di depan kelas Echa menarik nafas supaya dia tidak gugup saat perkenalan diri nanti.
"Hi friends, i Will introduce my self and tell a little of my experience during my school in london. My name is mersya aurenia putri. You can call me Echa. During my school in london i often took part in an English language olympics and won several, trophies and certificates. While i was in london i felt happy. Maybe this is all i can say, hopefully we can be closer friends." Echa mengucapkan bahasa Inggris itu dengan fasih tanpa salah kata sedikit pun. Membuat seluruh kelas melongo melihat Echa yang fasih bahasa Inggris tak terkecuali mis Vira pun bangga pada Echa. Tak lama kemudian mereka bertepuk tangan untuk Echa. Membuat Echa menjadi terharu.
"Oh my God, so wonderful. Kamu hebat sekali Echa mis bangga pada kamu. Baiklah terima kasih Echa kamu bisa kembali duduk." Ucap mis Vira kepada echa. Echa hanya mengangguk sambil tersenyum dan dia segera duduk kembali. Pelajaran pun di mulai tak terasa bel keluar main berbunyi.
Kringg...kringg...kring...
Semua murid berhamburan keluar kelas. Termasuk Echa dan Nanda mereka juga sedang memasukan buku pelajaran mereka ke dalam tas. Setelah itu mereka keluar kelas menuju kantin.
****
"Cak lo pesan apa biar gue aja yang pesenin?" Nanda bertanya kepada Echa.
"Hemm...gak ngerepotin kan nan?" Tanya Echa balik kepada Nanda. Dan itu membuat Nanda menggeleng.
"Gak kok cak santai aja sama gue" ucap nanda. Dan itu membuat Echa mangut mangut.
"Okee....gue pesen dulu ya lo tunggu sini" ucap Nanda kepada Echa.
"Iya nan Echa nunggu sini kok" ucap Echa kepada Nanda. Setelah itu Nanda pergi memesan makanan nya. Tak lama Nanda datang membawa pesanan Echa dan juga dirinya.
"Ni pesenan lo cak." Ucap Nanda. Dan kemudian Echa mengambil pesanannya dan mereka mulai duduk di kursi kantin.
"Cak sumpah lo keren banget tadi cak" ucap Nanda antusias kepada Echa. Echa hanya tersenyum malu malu.
"Gak kok nan biasa aja tadi tu.." ucap Echa. Echa tidak mau menyombongkan dirinya. Dan itu membuat Nanda heran.
"Apa nya yang biasa aja. Jelas jelas lo itu hebat tadi ca. Mungkin kalau gue gak bisa tu" ucap Nanda kepada Echa.
"Nanda kalau belajar pasti juga bisa kayak Echa" ucap Echa kepada Nanda. Membuat Nanda menggeleng.
"Gak lah gue gak ada bakat ke sana" ucap Nanda kepada Echa. Echa hanya mangut mangut saja. Saat mereka sedang makan terdengar sorakan murid murid dengan keras. Kebanyakan itu murid cewek yang bersorak keras. Membuat Echa dan Nanda menoleh ke pintu kantin.
__ADS_1
"Mereka siapa nan? Kok pada teriak gitu sih?" Ucap Echa kepada Nanda. Echa heran mengapa murid murid bersorak seperti itu.
"Mereka itu cak most wanted di sekolah ini. Yang ditengah itu julukannya ice prince bermulut pedas. Dia itu kebanggan sekolah ini sangat genius. Tapi dia itu kasar sama cewek cak" ucap Nanda menceritakan para most wanted itu kepada Echa. Dan itu membuat Echa penasaran.
"Kok Echa penasaran ya nan? Echa kayak familiar sama yang di tengah itu nan. Oh iya Echa ingat dia itu yang nabrak Echa semalam. Tapi dia gak ada minta maaf sama Echa nan." Ucap echa kepada Nanda. Dan itu membuat Nanda terkejut hampir saja dia menyemburkan es lemon nya. Dan untung saja Nanda bisa menahannya. Dan itu membuat Echa heran dengan Nanda.
"Lo seriusan cak? Gue saranin lo jangan deket deket sama dia. Dia itu kasar juga ya kalau udah ngomong tu pedes. Gue gak rela kalau lo di sakitin sama dia." Nanda memperingati echa. Dan itu semakin membuat Echa penasaran.
"Kok gak boleh nan?" Tanya Echa heran kepada Nanda.
"Cak gue kan dah bilang dia itu kasar cak" ucap Nanda gemes kepada Echa. Detik selanjut nya perkataan Echa membuat Nanda melongo.
"Echa jadi tertarik bikin dia jatuh cinta sama Echa" ucap Echa tersenyum senang. Dan itu membuat Nanda melongo tidak percaya kepada Echa.
"Udahlah cak lo gak usah mikir-mikir buat dia jatuh cinta sama lo" ucap Nanda kepada Echa.
"Gak papa nan Echa jadi dapat tantangan baru tau nan" ucap Echa masih tersenyum kepada Nanda. Nanda hanya menghela nafas pasrah akan kelakuan Echa.
"Terserah lo cak..gue ikutin tapi kalau dia sampai buat lo nangis gue patahin tu kepalanya!." Ucap Nanda tegas kepada Echa. Dan Echa bergidik ngeri mendengar nya.
"Iya Nanda. Makasih udah khawatirin Echa nan. Echa makin sayang sama Nanda" ucap Echa sambil memeluk Nanda.
"Iya sama sama cak" ucap Nanda membalas pelukan Echa.
"Oh iya...nan namanya siapa?" Tanya Echa kepada Nanda.
"Namanya Kelano Argantara Putra" ucap Nanda dan itu membuat Echa senang. Dan detik berikut nya bel masuk berbunyi. Echa dan Nanda bangkit dari tempat duduk nya menuju kelas nya.
****
Sampai sini dulu yaa:)
Jangan lupa dukungan and coment yaa:)
__ADS_1