
"Selamat pagi anak-anak" ucap bu Mira yang merupakan wali kelas XI IPA 1. Semua murid pun yang tadinya ribut kini terdiam.
"Selamat pagi juga bu" ucap para murid yang ada di kelas XI IPA 1. Semua murid mulai penasaran karena tidak biasanya wali kelas mereka masuk ke kelas di saat jam pelajaran lain.
"Saya ingin menyampaikan bahwa kita kedatangan murid baru, ayo masuk perkenalkan dirimu" ucap guru tersebut. Kemudian masuk lah seorang pria yang bisa di bilang lumayan tampan. Dia berjalan sambil tersenyum kepada murid-murid yang ada di kelas tersebut. Para siswi perempuan tampak melongo melihat ketampanan anak baru tersebut. Sedangkan siswa laki-laki tampak biasa saja.
"Hay semua, perkenalkan nama saya Riko Andrean saya pindahan dari SMA Genius, senang bisa berkenalan dengan kalian semua. " ucap Riko yang merupakan anak baru tersebut.
"Apa ada pertanyaan? " ucap bu Mira.
"Saya bu" ucap salah satu murid perempuan yang bernama Tina.
"Iya Tina silahkan" ucap bu Mira mempersilahkan.
"No handphone lo berapa? " ucap Tina nyengir sementara Riko hanya tersenyum.
"Pertanyaan kamu itu tidak penting jika ingin menanyakan no handphone silahkan tanyakan nanti setelah jam pelajaran. " ucap bu Mira tegas. Tina hanya menundukkan kepalanya malu.
"Tau lo Tin dasar kecentilan lo" ucap Bagas.
"Bilang aja lo suka sama gue huuu" ucap Tina kesal.
"Idih amit-amit gue suka sama lo" ucap Bagas.
"Sudah-sudah diam kenapa malah jadi ribut!" ucap bu Mira tegas. Semua terdiam takut akan amukan wali kelas mereka.
"Riko silakan kamu duduk, semoga kelas ini nyaman untuk kamu" ucap bu Mira.
"Baik bu" ucap Riko. Riko mulai mencari tempat duduk dan dia pun duduk tepat di belakang Echa. Riko dari tadi memperhatikan Echa dia merasa bahwa Echa berbeda dari yang lain. Ketika yang para siswi perempuan heboh melihat nya namun berbeda dengan Echa yang tampak cuek saja.
"Baik anak-anak saya akhiri selamat pagi, tunggu guru kalian masuk ya" ucap bu Mira.
"Baik bu" ucap para murid. Setelah itu bu Mira keluar dari kelas tersebut. Bertepatan dengan itu guru yang mengajar pun masuk.
__ADS_1
****
"Hai" sapa Riko pada Echa.
"Iya? " ucap Echa.
"Gue pengen kenalan sama lo" ucap Riko sambil tersenyum. Echa pun mengernyit heran menatap Riko.
"Gue Riko lo bisa panggil gue sesuka lo aja" ucap Riko sambil menjulurkan tangannya kearah Echa. Echa pun membalas uluran tangan Riko.
"Gue Mersya lo bisa panggil gue Echa" ucap Echa. Kemudian dengan cepat Echa menarik tangannya kembali.
"Menarik ni cewek" ucap Riko di dalam hati nya sambil memandang Echa dengan tersenyum.
"Udah kan?" tanya Echa.
"Eh iya udah, btw lo mau kemana? " ucap Riko.
"Gue ikut ya, gue gak tau letak kantin dimana" ucap Riko. Echa hanya menganggukkan kepalanya. Kemudian mereka bertiga pun pergi berjalan ke arah kantin. Sesampainya di kantin semua siswa siswi memandang heran ke arah Echa dan Nanda.
"Nan kok mereka pada liatin kita sih? " Echa bertanya kepada Nanda sambil melihat sekelilingnya.
"Ya iyalah cak di liatin kita kan barengan sama si anak baru noh" ucap Nanda.
"Kok segitunya ya Nan" ucap Echa.
"Mana gue tau cak, lo tanya aja sama mereka" ucap Nanda.
"Yaudah deh gue pesan makanan buat kita dulu" ucap Echa.
"Lo mesen apa Nan? " tanya Echa kepada Nanda.
"Gue bakso sama lemon tea aja cak" ucap Nanda.
__ADS_1
"Lo mesen apa rik? " kini giliran Echa yang bertanya kepada Riko.
"Gue mesen siomay sama es teh aja" ucap Riko.
"Oke gue pesan dulu ya" ucap Echa. Kemudian Echa pun berlalu pergi dari sana menuju tempat makanan.
****
"Do itu anak baru kan? kok keliatan deket banget ya sama si Echa" tanya Bara kepada Aldo.
"Gue mikir juga gitu Bar kok bisa deket gitu ya" ucap Aldo merasa heran. Sementara kelan dan Juni hanya terdiam saja. Kelan melihat Riko dan Echa tertawa entah apa yang mereka tertawakan. Kelan merasakan aneh pada perasaannya saat ini tapi dia tidak tau perasaan aneh apa yang hinggap di hati nya.
"Ada perasaan aneh yang ada di hati gue saat ini" ucap Kelan di dalam hatinya.
"Lan lo ga penasaran sama tu anak baru? " tanya Aldo.
"Gak" seperti biasa Kelan hanya menjawab singkat.
"Kebiasaan lo jawab singkat mulu" ucap Bara.
"Tau tu Kelan" ucap Juni sambil memakan satu potong bakso bakar. Bagi Juni tiada hari tanpa makanan.
"Pulang sekolah kita latihan basket" ucap Kelan.
"Oke Lan" ucap Aldo, Bara dan Juni bersamaan. Kemudian mereka pun melanjutkan makan mereka hingga tak terasa bel masuk pun telah berbunyi. Para siswa siswi pun segera pergi dari kantin menuju kelas mereka.
****
Sampai sini dulu ya:)
Jangn lupa dukungan and coment
Okey:)
__ADS_1