Tumber Line

Tumber Line
Chapter 25


__ADS_3

Hari ini adalah hari pertandingan akan di laksanakan semua mata pelajaran di liburkan ada yang senang ada juga yang tidak bagi anak yang suka belajar mereka tidak suka jika jam mata pelajaran di kosongkan.


"Nanda mana sih katanya cuman dua hari izin kok hari ini belum datang juga" ucap Echa. Hari ini Echa tampak tidak bersemangat. Saat akan berjalan Echa merasa ada seseorang yang manarik tas nya. Echa pun menoleh ke belakang dan dia terkejut sekaligus senang.


"Hai Echa" ucap seseorang itu yang tidak lain adalah Nanda.


"Ya ampun nan, gue kangen banget sama lo tau" ucap Echa sembari memeluk Nanda erat. Nanda pun membalas pelukan Echa tak kalah erat.


"Gue juga cak sehari tanpa sahabat kek lo ini sepi tau gak" ucap Nanda mendramatisir.


"Lebay lo, tapi emang iya sih hehe" ucap Echa terkekeh.


"Yaudah yuk ke kelas" ajak Nanda.


"Kok ke kelas nan kan kita gak belajar hari ini" ucap Echa menatap Nanda heran.


"Ya ampun cak jadi lo mau sandang tas lo terus-terusan? " tanya Nanda. Echa pun refleks melihat ke arah belakang dan dia baru tersadar bahwa dia sedang menyandang tas nya.


"Hehe iya ya gue lupa, tapi gak kerasa sih nan soalnya gue cuman bawa satu buku doang" ucap Echa.


"Yaudah yuk ke kelas habis itu kita kelapangan" ucap Nanda.


"Yuk" ucap Echa. Mereka berdua pun berjalan menuju kelas mereka.


****


"Ingat jangan ada yang gak fokus,pertandingan kali ini kita harus menang" ucap Kelan tegas. Mereka semua menganggukkan kepalanya mengerti.


"Oke lan" ucap mereka bersamaan.


"Bagus, yaudah kita siap-siap" ucap Kelan, mereka semua pun bersiap-siap. Setelah semua selesai bersiap- siap mereka semua pun berjalan menuju lapangan siswa siswi pun bersorak untuk menyemangati sekolah mereka.


"Kalian semua ingat kan strategi yang udah gue atur?" tanya Kelan memastikan.


"Pasti ingat dong" ucap mereka.


"Oke, pertandingan sebentar lagi akan di mulai kita harus semangat" ucap Kelan.

__ADS_1


"Semangat" ucap mereka bersamaan. Mereka pun sampai di lapangan yang akan di gunakan untuk pertandingan basket tahun ini. Panitia pun segera memberikan pengumuman bahwa pertandingan akan segera di mulai. Namun sebelum pertandingan di mulai di haruskan adanya kata sambutan dari kepala sekolah.


"SELAMAT PAGI SEMUA BERDIRINYA SAYA DI SINI SELAKU KEPALA SEKOLAH SMA GARUDA JAYA INGIN MENYAMPAIKAN BAHWA PERTANDINGAN BASKET AKAN KITA MULAI. PERTAMA-TAMA SAYA UCAPKAN SELAMAT DATANG SMA JAYA BANGSA DI SEKOLAH KAMI. YA PERTANDINGAN KALI INI SMA GARUDA JAYA MELAWAN SMA JAYA BANGSA. DENGAN RESMI SAYA MULAI PERTANDINGAN INI." ucap kepala sekolah tersebut. Semua siswa siswi bertepuk tangan dengan keras.


"Baik Pak kepala sekolah terimakasih atas kata sambutannya. Baiklah saya selaku panitia yang akan memperhatikan pertandingan, mari ketua tim saling berjabat tangan sebelum pertandingan di mulai." Ucap panitia. Kemudian ketua tim dari masing-masing tim saling berjabat tangan.


"Lo liat aja kali ini lo bakal kalah" ucap Jeki selaku ketua tim dari SMA JAYA BANGSA. Kelan hanya tersenyum sinis mendengar nya.


"Kita lihat aja nanti, gue pastiin lo bakal kalah" ucap Kelan selaku ketua tim dari SMA GARUDA JAYA. Mereka berdua pun kembali pada posisi mereka masing-masing.


"Baik sudah selesai, saya hitung mulai dari" ucap panitia memberi jeda.


"SATU"


"DUA"


"TIGA"


"Pertandingan resmi di mulai" ucap pantia sambil mengibarkan bendera. Para tim pun segera menyebar siswa siswi tampak memberi semangat. Ada yang merasa tegang ada yang juga yang biasa-biasa saja.


"Nan kira-kira kak Kelan menang gak ya? " tanya Echa was-was.


"Semoga aja ya nan" ucap Echa masih dengan nada khawatir nya.


"Iya aamiin semoga aja menang" ucap Nanda. Kemudian mereka berdua pun fokus pada pertandingan itu.


"Kali ini skor pertandingan satu sama" ucap pantia.


Para penonton pun semakin deg-deg kan mereka semua tak henti-hentinya menyemangati. Pertandingan pun masih berlanjut suasana semakin tegang.


"Skor kali ini 2 dan 1 dimana SMA JAYA BANGSA memiliki 2 skor 1 skor yang dimiliki SMA GARUDA JAYA" ucap pantia. Para penonton pun semakin cemas. Kali ini Kelan yang memegang ahli bola basket, Jeki yang melihat itu pun tak tinggal diam dia melakukan segala cara agar Kelan tidak dapat memasukan bola itu ke dalam Ring. Namun Kelan dapat mengelak dari serangan lawannya hingga bola pun masuk ke dalam Ring. Para penonton bersorak gembira.


"Hebat lan" ucap Bara sambil menepuk bahu Kelan. Kelan hanya menjawab dengan tersenyum tipis.


"Skor kali ini 2 sama" ucap panitia. Pertandingan pun masih terus berlanjut. Hingga tak terasa skor pun sudah 5 sama. Tidak ada yang pantang menyerah di antara kedua tim.


"Skor saat ini masih sama, semangat untuk kedua tim" ucap panitia.

__ADS_1


"Ya ampun cowok berkeringat itu memang keren ya apa lagi kak Kelan ganteng banget" ucap salah satu siswi penggemar Kelan.


"Kak Kelan itu punya gue" ucap salah satu siswi lain penggemar Kelan.


"Enak aja, kak Kelan itu punya gue" ucapnya. Kedua siswi itu masih saja bertengkar.


"Eitss lo berdua jangan mimpi karena sampai kapan pun Kelan itu cuman milik Livia seorang" ucap Livia dengan tersenyum sinis. Kedua siswi itu pun terdiam mereka tidak berani melawan Livia.


"Pertandingan menuju detik-detik terakhir kita lihat siapa yang akan memenangkan pertandingan tahun ini apakah masih SMA GARUDA JAYA atau SMA JAYA BANGSA kita lihat hasil nya nanti" ucap panitia. Ucapan panitia tersebut semakin membuat para penonton was-was mereka terus berdoa agar SMA GARUDA JAYA lah yang menang. Detik-detik berakhir nya pertandingan kedua tim pun semakin fokus.


"Aldo lempar ke Bara" ucap Kelan setengah berteriak. Aldo yang mengerti pun segera melempar bola itu ke arah Bara. Bara dengan sigap menangkap nya. Bara mendribel bola itu ke arah ring namun saat dua langkah lagi menuju ring bola itu di rebut oleh tim lawan. Kelan yang melihat itu tak tinggal diam dia segera mengejar langkah lawannya. Dan bola berhasil di rebut kembali.


"Detik-detik Kemenangan sudah terlihat" ucap panitia semakin membuat suasana menjadi tegang.


"Lo akan kalah" ucap Jeki membuyarkan konsentrasi Kelan. Namun Kelan tetap fokus tidak mendengarkan sama sekali perkataan Jeki. Satu langkah lagi menuju kemenangan dan ya Kelan berhasil memasukan bola basket itu ke ring.


"Ya pemenangnya adalah" ucap panitia memberi jeda. Para penonton menunggu ucapan selanjutnya.


"SMA GARUDA JAYA" ucap panitia. Semua bersorak bahagia ada yang melempar bunga bahkan ada yang meniup terompet.


"Sial" Jeki mengumpat kesal. Kelan yang melihat itu hanya tersenyum sinis. Sedangkan tim Kelan saling berpelukan atas kemenangan mereka.


"Usaha kita tidak mengkhianati hasil" ucap Juni dengan nafas terengah-engah.


"Iya gue bangga punya tim seperti kalian" ucap Kelan dengan tersenyum tulus. Mereka semua pun senang mendengar ucapan Kelan. Setelah itu mereka semua pun di perbolehkan beristirahat. Kelan mengelap keringatnya dengan handuk yang sudah di siapkan oleh panitia.


"Eh liat lan itu kan Echa sama Livia" ucap Bara. Kelan menoleh ke arah yang di tunjuk Bara dan benar saja tampak Echa dan Livia datang menemuinya.


"Beib ini minuman dingin buat kamu, aku tau kamu pasti haus kan? " tanya Livia, Livia sampai lebih dulu dari pada Echa. Echa yang melihat itu pun melangkah pergi namun Kelan menghentikan langkah Echa.


"Tunggu" panggil Kelan. Echa pun memberhentikan langkah nya. Kelan mendekat ke arah Echa dan langsung mengambil minuman yang ada ditangan Echa.


"Makasih minumannya" ucap Kelan. Dia pun segera pergi dari sana. Echa yang melihat itu pun melongo.


"Perubahan suasana hatinya buat gue bingung" Gumam Echa di dalam hati nya.


****

__ADS_1


Sampai sini dulu ya


Jangan lupa dukungan and coment:)


__ADS_2