Tumber Line

Tumber Line
Chapter 18


__ADS_3

"KAK KELAN" teriak echa sambil berlarian kearah Kelan.


"Hm? " ucap Kelan sambil menaikan satu alisnya ke atas. Echa sempat terpesona melihat Kelan sebelum akhirnya dia sadar tujuannya hanya untuk mengembalikan jaket Kelan.


"Kak ini jaket kakak kemaren aku lupa balikin" ucap Echa sambil menyerahkan jaket itu ke tangan Kelan. Kelan mengambil jaket itu tanpa banyak bertanya.


"Makasih ya kak" ucap Echa sambil tersenyum.


"Ya sama-sama" ucap Kelan. Kemudian dia segera berjalan menuju kelasnya. Echa hanya menghela nafas melihat Kelan meninggalkannya. Kemudian dia pun berjalan menuju kelasnya.


****


Kring... Kring... Kring...


Bel keluar main telah berbunyi para murid pun segera keluar dari kelas mereka masing-masing.


"Nan lo ke kantin? " tanya Echa sambil memasukan buku paket fisika kedalam tas nya.


"Iya dong, gue dah lapar banget soalnya" ucap Nanda. Echa hanya tersenyum melihat Nanda.


"Emang lo gak ke kantin cak? " tanya Nanda.


"Gue lagi mager ke kantin,lagian gue bawak bekal juga Nan. " ucap Echa.


"Ohh gitu" Ucap Nanda.


"Iya gak papa kan lo ke kantin sendiri dulu? " tanya Echa kepada Nanda.


"Yaudah deh cak gak papa kok" ucap Nanda tersenyum.


"Aaaa.... Makaciii Nanda cuu" ucap Echa sambil memeluk Nanda.


"Iya cak, santai aja kali kalau sama gue" Ucap Nanda dengan tertawa, Echa pun ikut tertawa.

__ADS_1


"Bye cak"  ucap Nanda sambil melambaikan tangannya. Echa balas melambaikan tangannya kepada Nanda. Setelah Nanda pergi Echa pun segera membuka bekalnya.


****


Sementara itu...


"Lan minggu depan kan SMA kita tanding basket segala perlengkapan udah di siapin kan Lan?" tanya Bara.


"Udah" ucap kelan.


"Bagus deh" Ucap Bara. Terjadi keheningan diantara mereka. Kemudian Kelan tidak sengaja menatap ke arah Nanda namun, dia heran melihat Nanda yang makan seorang diri. Aldo memperhatikan Kelan dengan heran dia pun melihat ke arah mana Kelan melihat. Dia pun tersenyum penuh arti.


"Ciee lo suka sama Nanda ya Lan? " tanya Aldo dengan tersenyum meledek Kelan. Kelan menatap Aldo dengan tatapan tak suka.


"Apaan sih lo" ucap Kelan.


"Hah serius lo suka sama Nanda? " Kini giliran Juni yang bertanya sambil mengunyah cemilannya.


"Lo berdua itu salah paham" Ucap Kelan tegas.


"Kelan lagi nyariin Echa kali" ucap Bara dengan santainya. Tetapi perkataannya tersebut membuat mereka semua kaget.


"Makin ngaco lo! " ucap Kelan kesal. Tetapi ada sedikit rasa senang di hatinya. Mereka pun tertawa melihat Kelan sang ice prince kesal.


"Kenapa gue jadi senang gini" gumam Kelan. Dia menggelengkan kepala nya menepis semua rasa senang di hatinya.


"Ngapa lo geleng-geleng gitu? " tanya Bara.


"Gak ada" ucap Kelan singkat. Kemudian dia beranjak dari kursinya meninggalkan teman-temannya.


"Kebiasaan banget si Kelan main tinggal aje" ucap Aldo.


"Lo tau lah Kelan orang nya gimana" ucap Bara.

__ADS_1


"Ni orang makan mulu" ucap Aldo sambil menepuk pelan jidat Juni. Sang empu yang di tepuk pun menjadi kesal.


"Suka-suka gue lah orang gue yang makan kok" ucap Juni dengan tatapan kesalnya. Membuat Aldo dan Bara tertawa. Mereka pun segera beranjak dari kursi mereka masing-masing kemudian berjalan ke arah kelas mereka karena bel masuk sudah berbunyi.


****


"Eh cak lo tau gak sih tadi kak kelan liat-liat ke arah gue, terus gue liat dia perhatiin kursi yang biasa lo duduki di kantin gitu cak, kayak nya dia nyariin lo deh" ucap Nanda sambil berbisik-bisik. Echa yang mendengar itu pun merasa senang namun dia menepis sejauh mungkin rasa senang itu.


"Masak sih Nan? " tanya Echa sambil berbisik juga.


"Iya cak, gue gak bohong sumpah" ucap nanda sambil membentuk peace.


"Paling dia liatin kak Livia kali" ucap Echa.


"Iya juga sih cak soalnya si Livia itu makan dekat samping meja yang biasa kita tempat kita makan" ucap Nanda ragu. Echa merasa sedikit sedih namun dia menutupi rasa sedihnya.


"Yaudah lah Nan gak usah dipikirin" ucap Echa. Kemudian mereka pun fokus dengan guru yang sedang menerangkan pelajaran kepada mereka.


****


Kring... Kring... Kring...


Bel pulang pun sudah berbunyi semua murid pun bersorak gembira. Echa dan Nanda pun tak kalah gembira nya karena bosan mendengar penjelasan guru tersebut.


"Nan yuk pulang" ajak Echa.


"Yuk cak" sahut Nanda. Kemudian mereka pun berjalan keluar kelas menuju gerbang sekolah.


****


Sampai sini dulu yaa


Jangan lupa dukungan and coment nya:)

__ADS_1


Jangan lupa follow juga hehe


__ADS_2