
Saat ini Kelan sedang berada di taman kota jika sedang ada masalah Kelan selalu pergi ke taman kota untuk menenangkan diri nya. Terkadang Kelan merasa bahwa hidupnya sama sekali tidak ada warna warni, hanya ada warna hitam dan putih.
"Katanya hidup adalah anugrah terindah kenapa gue merasa hidup gue itu gak ada sama sekali indah nya yang ada itu cuma sepi dan hampa." Ucap Kelan dengan nada lirih dan tersenyum sinis. Sejenak memejamkan mata lalu Kelan pun bangkit dari duduknya menuju tempat parkiran motor nya. Setelah menyalakan motor nya dia pun pergi meninggalkan taman kota tersebut.
****
"Sayang, nanti kamu temani mama ya" ucap mama Indah. Echa yang mendengar itu pun mengernyitkan dahinya bingung. Saat ini Echa sedang bersantai di paha sang mama.
"Temani mama kemana?" Tanya Echa kepada mamanya sambil mendongakkan kepalanya ke atas.
"Mama lagi pengen ke RestoJapan lagi pengen makan sushi " ucap mama Indah sambil mengelus rambut anaknya.
"Ihh mama suka banget deh makan ikan mentah kayak gitu, kalau Echa mah ogah makan daging belum masak kayak gitu" ucap Echa sambil bergidik geli membayangkan ikan mentah itu.
"Kan mama yang makan bukan kamu, nanti kalau kamu gak mau sushi ya terserah kamu mau mesan apa" ucap mama nya.
"Hemm, iya deh ma aku temenin" ucap Echa setelah beberapa menit berfikir.
"Nah gitu dong, baru nama nya anak mama" ucap mama nya sambil mencubit pipi anaknya.
"Pergi jam berapa ma?" Tanya Echa kepada Mama nya.
"Gimana kalau sekarang aja" ucap mama Indah mengusulkan.
"Aku sih ngikut mama aja, kayak nya memang bagus berangkat sekarang sih ma takut nya ntar kemaleman pulang nya kalau kita lama lama" ucap Echa kepada mamanya.
"Yaudah kamu siap siap sana mama juga mau siap siap" ucap mamanya kepada Echa.
"Asiyap ma" ucap Echa sambil memberi hormat kepada mamanya. Melihat itu indah pun tertawa melihat kelakuan putri semata wayangnya.
"Kamu ni bisa aja, udah sana kamu siap siap" ucap mamanya.
"Hehe iya ma" ucap Echa dengan tertawa. Kemudian dia segera berlalu pergi dan menaiki tangga menuju kamarnya.
****
Saat ini Kelan sudah siap untuk pergi, dan berjalan terburu buru menuruni tangga. Karin yang melihat anak nya terburu buru segera menghampiri nya.
"Kelan, kamu mau kemana kok udah rapi gini?" Ucap Karin sambil memperhatikan anaknya dari bawah ke atas.
__ADS_1
"Iya kak mau kemana kok udah rapi gini?" Saut Nada dari belakang. Saat akan menuju tangga tadi Nada melihat sang kakak sudah berpakaian dengan rapi. Dan akhirnya memutuskan untuk menghampiri sang kakak.
"Aku mau pergi sama Livia ma" ucap Kelan dengan datar. Karin yang mendengar nya sangat bahagia akhirnya setelah sekian lama tidak pernah melihat anak nya pergi bersama wanita kini anak nya mau kencan dengan wanita. Sementara Nada yang mendengarnya merasa kesal.
"Kakak serius mau jalan sama cewek ganjen itu, aduh kak kayak gak ada cewek lain aja deh" ucap Nada sambil memutar bola matanya. Dia sangat kesal melihat kakak nya akan berjalan dengan wanita licik seperti itu.
"Nada, kamu gak boleh ngomong kayak gitu, ohh iya sayang Livia itu anak nya pak Darmawangsa rekan bisnis papa kan?" ucap Karin dengan tersenyum senang. Lagi lagi Nada memutar bola matanya malas.
"Iya ma" ucap Kelan dengan lembut. Sementara Nada sudah muak dengan situasi ini.
"Terserah Aja deh" ucap Nada kemudian dia segera berlalu dari sana dengan wajah cemberut. Karin menggeleng dengan kelakuan anak bungsunya itu.
"Ma Kelan pamit ya assalamualaikum" ucap Kelan sambil meraih tangan sang mama dan mencium nya.
"Waalaikumsalam, kamu hati hati ya sayang" ucap Karin dengan lembut kepada anaknya.
"Iya ma pasti" ucap Kelan, setelah itu dia berjalan menuju pintu rumahnya lalu berjalan menuju tempat motor nya berada.
****
30 menit kemudian Kelan dan Livia sudah sampai di Resto Japan segera saja Kelan memarkirkan motornya setelah selesai memarkirkan motornya dia pun berjalan ke arah Livia dengan wajah dingin sementara Livia segera mengaitkan tangannya di lengan Kelan dengan tersenyum senang.
"Ayo beib" ucap Livia dengan senyuman. Sementara Kelan hanya mengangguk malas. Lalu mereka memasuki restoran itu dan berjalan menuju meja nomor 25, tak lama kemudian waiters pun datang atau biasa di sebut pelayan restoran.
"Saya pesan pasta spesial kalau minuman nya saya pesan red Velvet trus kalau makanan penutup nya saya pesan pudding strawberry aja udah cukup itu aja" ucap Livia dengan dengan tersenyum.
"Mas nya gak mesan juga?" Tanya waiters tersebut. Mendengar itu Livia pun segera bertanya kepada Kelan.
"Beib kamu mau mesan apa?" Ucap Livia dengan lembut sambil memegang tangan Kelan. Kelan pun akhirnya memutuskan memesan minuman saja.
"Saya pesan coffe caramel hangat aja" ucap Kelan kepada waiters tersebut.
"Kamu mesan itu aja gak mau mesen makanan?" Tanya Livia kepada Kelan. Namun Kelan hanya menggeleng saja. Melihat respon seperti Livia pun mengerti.
"Udah mbak itu aja?" Tanya waiters tersebut memastikan.
"Iya mbak itu aja" ucap Livia dengan sopan.
"Baik mbak, saya ulangi ya pasta spesial 1, redvelvet 1, pudding strawberry 1, dan yang terakhir coffe caramel 1" ucap waiters tersebut.
__ADS_1
"Iya mbak" ucap Livia dengan sopan.
"Oke mbak kalau gitu silahkan di tunggu ya mbak" ucap waiters tersebut dan segera membungkuk kan badannya dan pergi berlalu dari sana. Waktu berlalu cukup lama tetapi dari tadi tidak ada percakapan antara keduanya. Hanya ada keheningan hingga Livia mulai muak dengan situasi ini.
"Kamu kenapa sih dari tadi diam aja, kamu gak senang jalan sama aku?" Ucap Livia dengan nada manja nya. Membuat Kelan jengah akan hal itu.
"Bukan itu, aku capek aja" ucap Kelan dengan datar.
"Iya tapi-" ucapan Livia terpotong akan dengan kedatangan waiters.
"Permisi Mbak ini pesanannya" ucap waiters tersebut dengan sopan.
"Ohh..iya mbak makasih ya" ucap Livia dengan tersenyum.
"Iya sama sama mbak, saya permisi dulu mbak" Ucap waiters itu dengan sopan dan segera berlalu dari sana. Setelah itu Livia pun memakan makanan nya sementara Kelan hanya minum beberapa teguk saja. Di saat Livia sedang asiknya makan.
"Aku ke toilet bentar" ucap Kelan dengan singkat.
"Iya, tapi jangan lama lama ya" ucap Livia dengan manja. Kelan hanya mengangguk saja kemudian dia segera pergi menuju toilet. Sesampainya di toilet dia segera masuk ke dalam dan membasuh mukanya. Setelah selesai membasuh mukanya Dia segera menuju pintu kamar mandi namun saat akan keluar dia bertabrakan dengan seseorang hingga orang tersebut hampir saja jatuh jika Kelan tidak menangkap nya orang tersebut yang tidak lain adalah Mersya. Bertatapan cukup lama hingga Kelan pun tersadar dan menjatuhkan Echa. Sementara Echa yang awalnya senang kini menjadi kesal.
"Gak ikhlas banget sih nolong nya" ucap Echa dengan kesal. Namun detik berikutnya dia merubah raut wajah nya menjadi ceria. Kelan yang melihat nya seperti itu pun merasa aneh.
"Makanya kalau jalan itu pakai mata bukan dengkul, makanya jatuh karna jalannya gak benar." ucap Kelan dengan datar.
"Ya kalau Echa jatuh kan ada kak Kelan yang nolongin Echa" ucap Echa dengan tersenyum senang. Membuat Kelan jengah.
"Ogah" ucap Kelan dengan singkat. Tapi itu tak membuat Echa berhenti tersenyum.
"Kalau ogah tadi kenapa nangkap Echa, kenapa gak biarin Echa jatuh aja" ucap Echa dengan tersenyum.
"Ya itu kebetulan aja Lo jatuh di depan gue" ucap Kelan dengan cuek.
"Yaudah kalau gitu Echa jatuh nya di depan kak Kelan aja biar sering di tangkap sama kak Kelan" ucap Echa dengan masih tersenyum.
"Ogah gue" ucap Kelan dengan singkat. Kemudian dia segera berlalu pergi dari sana berlama lama di sana dengan gadis aneh itu bisa membuat nya gila.
Sementara Echa masih di posisi yang sama. Segera saja dia sadar dan berjalan kembali menuju arah mamanya.
****
__ADS_1
Sampai sini dulu ya
Jangan lupa dukungan and coment