Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
{Chapter 15} = {Tujuh Surat}


__ADS_3

{Chapter 15} \= {Tujuh Surat}


*"Memangnya ada apa dengan Raja Iblis yang anda sebut itu"?* ```Tanya Raja Bagru```


*"Saya merasa cukup heran bagaimana bisa mereka mengalahkan Raja Mesune yang hebat itu. Apa mereka menggunakan sesuatu yang tidak kita ketahui"?* ```Ucap Raja Hartlin```


*"Tunggu sebentar, apa anda tidak percaya dengan kekuatan kami"?* ```Tanya Turva yang merasa direndahkan```


*"Saya percaya dengan kalian. Tapi, apa anda bisa memberitahu bagaimana cara membunuh Raja Mesune? Saya cuman ingin tahu itu saja"* ```Jawabnya```


*"Kalau tentang Raja Mesune, yang bunuh dia itu kau kan Turva"?* ```Tanya Enka```


*"Yah, memangnya kenapa Enka"?* ```Tanya balik Turva```


*"Sebelum kau membunuh Raja Mesune, kami semua sudah lebih dahulu terbunuh. Artinya kami tidak melihat bagaimana kamu membunuh nya"* ```Jawab Enka```


*"Yah. Bagaimana cara menjelaskannya ya...., intinya cuman pakai cara licik sedikit"* ```Ucap Turva```


*"Dengan cara"?* ```Dunza ikut bertanya```


*"Ya...., guru memintaku untuk berpura-pura menghianati Raja Kurgosul sampai di saat terakhir. Yaitu di mana saat pertempuran terakhir hanya tersisa aku, guru, Raja Mesune, Raja Kurgosul dan semuanya saat itu termasuk Yunus dan Tirgas telah gugur. Sewaktu Raja Mesune berhasil menjatuhkan Raja Kurgosul dan bersiap membunuhnya, di saat itu saya tepat berada di belakangnya dan segera menusuk nya. Tapi dia belum bisa terbunuh dan berada di keadaan yang sekarat, kemudian guru menyerangnya menggunakan panah tapi istrinya memasang badan agar Raja Mesune tetap selamat yang mengakibatkan guru secara tidak sengaja membunuhnya. Kemudian Raja Mesune menyuruh kepada seluruh pasukannya agar membuat pertahanan disekelilingnya agar saya dan seluruh pasukan Malona tidak bisa menembusnya. Dan setelah bersusah payah, akhirnya saya bisa menembus hingga ke pertahanan terakhir. Di situ saya memegang sebuah tombak kemudian melompat dan meluncurkannya ke arah jantung Raja Mesune. Seranganku saat itu ternyata berhasil dan akhirnya membuatnya tidak bisa lagi melawan kemudian tewas"* ```Turva menjelaskan apa yang dilakukannya saat itu dengan sangat mudah dipahami oleh semuanya```


*"Saat peperangan mereda, anda melihat ada sebuah berlian yang keluar dari dada nya kan"?* ```Tanya Raja Hartlin```


*"Ya. Awalnya sewaktu benda itu keluar dan melayang di atas tubuh Raja Mesune, saya tidak mengetahui apa itu. Namun guru saya menjelaskan bahwa itu adalah berlian yang sangat berbahaya yang bisa membuat siapapun yang menyentuhnya akan berubah menjadi orang yang sangat kejam bahkan kepada orang yang disayanginya selama hidupnya."* ```Jawab Turva```


*"Dan dari kertas ini, saya membaca bahwa ada 6 berlian yang disebarkan oleh Raja Iblis bukan"?* ```Tanya Raja Hartlin sambil memperlihatkan 7 buah kertas yang sempat ia ambil dari rumah Turgam```


*"Kertas itu..."* ```Turva kaget melihat kertas pemberian Turgam berada di tangan Raja Hartlin```


*"Benar, saya mengambilnya tanpa meminta izin dari anda. Sejujurnya, saya sangat ingin tahu lebih banyak mengenai berlian ini. Saya ingin segera mendapatkan penggunanya dan segera mengeluarkannya dari dalam tubuh mereka"* ```Jelasnya```


*"Lagipula, ini untuk membayar jasa ku yang mengizinkan kalian menginap di sini"* ```Lanjutnya```

__ADS_1


*"Kembalikan kertas itu. Bagiku, kertas itu sangat berharga yang diberikan oleh guruku sebelum dia meninggalkan kami"* ```Turva merasa sedikit marah kepada Raja Hartlin karena mengambil kertas itu tanpa izin darinya```


*"Boleh, tangkap kertas nya"* ```Raja Hartlin memberikan kertas nya kembali kepada Turva tanpa perlawanan```


*"Eh? Apa anda tidak berniat melawan kami"?* ```Tanya Turva```


*"Tentu saja tidak. Pertama, saya ingin meminta maaf karena mengambil kertas dari gurumu tanpa izin. Kedua, saya tidak ingin membuat kalian repot kembali ke Malona untuk mengambil kertasnya. Ketiga, kalian tengah sibuk menyadarkan Raja Bagru yang sedang mengamuk dan itu membuat saya merasa belum tepat waktunya memberi tahu kalian. Dan yang terakhir, mana mungkin saya berbuat jahat kepada orang yang sudah menolong ponakan kesayangan saya"* ```Jawab Raja Hartlin tersenyum```


*"Ternyata cuman begitu, jangan buat kami tegang Raja Hartlin"* ```Ucap Turva ikut tersenyum```


*"Ya..., kami juga merasa tegang Raja Hartlin"* ```Ucap yang lainnya```


*"Hahahaha, maaf, maaf. Sebagai permintaan maaf, kalian boleh memanggilku dengan Hartlin saja. Rasanya cukup aneh jika kita sudah saling akrab tapi kalian memanggilku dengan sebutan Raja"* ```Ucap Raja Hartlin```


*"Apa tidak masalah kami memanggilmu seperti itu"?* ```Tanya Sepurga```


*"Ya, kalian bebas mau memanggilku Hartlin ataupun Raja Hartlin. Tapi, kalian harus menjaga sikap kalian agar menjadi contoh bagi rakyat ku saja"* ```Jawabnya sambil senyum```


*"Baiklah. Saya akan mencobanya, Hartlin..."* ```Sanvu mencoba terbiasa memanggil Raja Hartlin dengan namanya saja```


*"Baik, saya akan usahakan agar terbiasa"* ```Ucap Sanvu```


*"Guru, apa sudah selesai dengan urusan guru dengan Raja Bagru? Kalau sudah, cepat ke halaman istana untuk latihan lagi"* ```Ucap Madini yang baru saja datang setelah selesai beristirahat```


*"Tapi, saya sedang kelelahan Madini, bagaimana kalau besok saja"* ```Ucap Turva```


*"Tidak boleh, guru harus ajarkan saya cara menggunakan pedang dengan baik. Oh iya, saya juga ingin belajar menggunakan sihir angin seperti yang guru kuasai. Tolong bingung saya guru"* ```Madini kemudian memeluk Turva```


*"Oi..., kalau mau berduaan pergi saja sana, kalian juga tidak ajak kami"* ```Ucap Sepurga merasa iri dengan keberuntungan Turva```


*"Iya, iya. Kalau begitu, ayo ke halaman istana. Kalian juga, ikut aku."* ```Turva juga mengajak sahabatnya```


*"Yakin nih, Turva. Wah kamu memang sahabat terbaik ku"* ```Sepurga menepuk punggung Turva```

__ADS_1


*"Kenapa mereka juga ikut guru? Kan guru yang paling kuat di antara mereka"* ```Madini merasa kesal```


*"Tidak Madini, kami semua sama kuat. Kami juga saling membantu. Saat mengajarimu, guru merasa kalau kau juga butuh beberapa ilmu dari sahabat guru"* ```Turva menjelaskannya kepada Madini```


*"Apa itu benar? Mereka bisa mengajari ku apa"?* ```Tanya Madini```


*" Kalau aku, bisa menggunakan elemen api".* ```Jawab Sepurga menyombongkan diri```


*"Kalau saya, bisa menggunakan elemen tanah"* ```Ucap Sanvu```


*"Saya bisa menggunakan elemen petir"* ```Ucap Limzy```


*"Kalau saya, bisa menggunakan elemen kayu"* ```Delta juga ikut dengan mereka```


*"Ternyata kalian bisa menggunakan elemen yang berbeda-beda ya. Baiklah, kalian boleh melatihku, tentu saja, guruku masih lebih terbaik"* ```Madini merasa sangat percaya dengan Turva```


*"Terserah kau saja, kami akan menggunakan apa yang selama ini guru kami ajarkan"* ```Ucap mereka bersemangat```


*"Kalian semua, saya ingin meminta sesuatu..."* ```Putri Maryam kembali bersama dengan Dunza setelah pembicaraan sebelumnya```


*"Kamu ingin meminta apa Putri"?* ```Tanya Sanvu```


*"Apa kalian bisa mengajariku juga menggunakan elemen yang kalian kuasai? Kalau tentang mempelajari pedang, saya pikir untuk mempelajarinya lain kali"* ```Jawab Putri Maryam```


*"Tentu boleh, setidaknya putri harus menguasai satu elemen agar bisa melindungi diri. Bukannya begitu, Madini"?* ```Ucap Turva```


*"Ya, itu benar Putri. Ayo kita belajar bersama dengan mereka."* ```Madini menarik tangannya```


*"Hei..., tunggu Madini..."* ```Putri Maryam merasa Madini menariknya terlalu keras```


*"Dan, kalau putri mau tau, Dunza juga boleh mengajarkan Putri satu elemen yang ayahmu kuasai lho".* ```Ucap Sanvu```


*"Apa itu benar"?* ```Putri Maryam melihat ke arah Dunza```

__ADS_1


*"Eh? Ya..., itu benar. Saya juga bisa menggunakan elemen air seperti ayah anda"* ```Dan akhirnya Dunza mengajarkan elemen air tersebut kepada Putri Maryam```


_(Berlanjut ke chapter 16!)_


__ADS_2