Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 36 ( Kutukan )


__ADS_3

Chapter 36 ( Kutukan )


( Kelompok Turva sedang menjalankan misi menuju ke kerajaan Timid. Sementara itu, Limzy mengajari Mikomi mengendalikan elemen petir nya dan Delta bersama dengan mereka )


"Sihir petir, sambaran kilat!" ( Mikomi melakukannya sesuai arahan Limzy )


"Bagus!" ( Limzy menggunakan perisai biasa yang diberikan Delta kemudian ia menggunakannya untuk menahan serangan Mikomi )


"Hebat, serangannya dapat membuat langkah ku sedikit mundur. Meskipun tidak ada kerusakan di perisai nya" ( Ucap nya )


"Terima kasih, kak lim-, guru" ( Mikomi hampir lupa )


"Saya ingin bertanya satu hal" ( Limzy melepas perisai nya )


"Eh? Kenapa tiba-tiba..." ( Batin Mikomi )


"Apa boleh?" ( Ucap Limzy sekali lagi. Dia mengira Mikomi tidak mendengar nya )


"Tentu saja boleh, kak lim-, Guru" ( Balas Mikomi )


"Apa ada hal yang mengganggumu saat ingin melepaskan kekuatanmu?" ( Tanya Limzy )


"Kenapa tiba-tiba kak-, guru bertanya seperti itu?" ( Mikomi merasa bingung )


"Sewaktu kau mengarahkan seranganmu kepadaku, matamu terlihat sangat melebar dan tanganmu sedikit bergetar. Apa ada yang mengganggumu?" ( Ternyata Limzy memperhatikan pergerakannya )


"Kak Limzy tau pergerakan ku" ( Batin Mikomi )


"Mikomi, saya ingin bertanya sekali lagi. Apa ada yang mengganggumu?" ( Limzy terus menanyakannya. Dia tidak ingin membiarkan murid pertama nya menjadi lebih buruk dari Madini )


"Bukan apa-apa, kak lim-, guru. Mungkin guru salah melihatnya" ( Terlihat Mikomi menyembunyikan sesuatu )


"Apa itu benar? Apa kau tidak sedang sakit?" ( Sikap peduli Limzy dipengaruhi oleh Turgam )


"Tenang saja, kak-lim, guru. Saya sepenuhnya dalam keadaan yang sangat baik!" ( Mikomi berlompat beberapa kali untuk memastikan dirinya baik-baik saja )


"Ternyata benar, ada yang dia sembunyikan..." ( Batin Limzy. Ia kemudian mencoba mendekati nya, tapi saat itu... )


"Ayolah, kau terlalu khawatir dengan Mikomi. Murid dari sekolah kita tidak selemah itu, kau tau kan Limzy?" ( Delta berusaha membuat Limzy tidak terlalu menekan Mikomi )


"Itu benar, tapi..." ( Limzy merasa perkataan Delta ada benarnya juga )


"Sepertinya kalian bersenang-senang" ( Pangeran Goslancart datang untuk melihat mereka )


"Oh, pangeran. Apa tidak apa-apa jika keluar sendirian?" ( Tanya Delta )


"Tenang saja. Saat ini saya bersama kalian, tidak ada yang perlu dikhawatirkan" ( Ucap pangeran Goslancart tersenyum )


"Haha, benar juga" ( Delta yang terlihat tidak dapat mencari bahan pembicaraan yang lain pun hanya ikut tersenyum )


"Baiklah..., Apa yang sedang kalian lakukan ( Tanya Pangeran Goslancart sambil duduk di sebelah Delta )


"Oh..., Begini. Saya sedang mengajarkan junior saya mengendalikan elemen petir. Namun sepertinya dia terlihat ragu" ( Jawab Limzy )


"Saya tidak ragu, cuman itu..." ( Mikomi ingin membantah nya )


"Kalau begitu, biarkan saya membantu mu" ( Pangeran Goslancart berdiri dan berjalan ke samping Limzy )


"Tunggu. Apa tidak masalah jika pangeran di sini, yang menjaga raja Kurgosul di sana siapa?" ( Tanya Limzy )


"Tenang saja, putri Dian ada di sana. Dan pangeran Nalpezid sedang keluar istana menuju ke wilayah para rakyat untuk mengawasi pergerakan yang mencurigakan" ( Jawab pangeran Goslancart )


"Begitu..., Kalau pangeran begitu ingin membantu kami, saya akan mempersilahkan anda" ( Ucap Limzy )


"Tidak perlu formal begitu. Rekan kalian yang namanya Sepurga itu bahkan bisa dengan cepat akrab dengan semuanya" ( Balas pangeran Goslancart )


"Mungkin karena dia itu tidak kenal malu..." ( Gumam Limzy )


"Hmm, ada apa?" ( Tanya pangeran Goslancart )


"Tidak, bukan apa-apa. Sekarang, apa yang bisa dilakukan muridku untuk bisa mengendalikan kekuatannya?" ( Tanya balik Limzy )


"Siapa namanya?" ( Pangeran Goslancart bertanya balik )


"Mikomi..." ( Jawab Limzy singkat )


"Baiklah. Mikomi, kemari" ( Ucap pangeran Goslancart )


"Eh?" ( Mikomi merasa ragu dan melihat ke arah Limzy. Limzy menganggukkan kepala nya )


"Baiklah!" ( Mikomi mendekati pangeran Goslancart. Dan pangeran Goslancart meletakkan tangan kanan nya di atas kepala Mikomi )


"Masuk!" ( Seusai pangeran Goslancart berkata seperti itu, kesadaran Mikomi perlahan-lahan menghilang dan tidak dapat berdiri )


"Tunggu, apa yang anda lakukan pangeran?" ( Tanya Limzy sambil menangkap Mikomi yang terlihat tidak sadar )


"Tenang saja, dia tidak apa-apa. Saya hanya memasuki fikirannya dan melihat ingatannya" ( Jawab pangeran Goslancart dengan mata tertutup )


"Dia kelihatan sangat lemas. Cepat lakukan pangeran, kemungkinan Mikomi... ( Delta juga ikut menangkap Mikomi )


( Pangeran Goslancart tidak menjawabnya )


"Mikomi, bangun!" ( Limzy menggerakkan tubuh Mikomi )


"Percuma saja, dia akan sadar setelah melepas kemampuanku" ( Jawab pangeran Goslancart tetap menutup mata nya )


"Jadi begitu..., Sepertinya cukup buruk" ( Ucapan pangeran Goslancart sepertinya membuat mereka berfikir yang tidak-tidak )


"Apa yang terjadi?" ( Tanya Delta )


"Sepertinya dia mengalami hal yang membuat nya tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya. Dan itu dipengaruhi oleh masa lalu nya..." ( Jawab pangeran Goslancart dan kini dia membuka mata nya )


"Masa lalu?" ( Ucap Limzy )


"Itu benar. Yang saya lihat dari ingatan murid mu adalah seseorang yang sudah tidak hidup lagi. Saya tidak dapat menerangkannya dengan jelas. Kemungkinan dia memiliki trauma yang sangat dalam yang berkaitan dengan orang itu" ( Balas pangeran Goslancart )


"Trauma?" ( Batin Limzy )


"Untuk sekarang, cepatlah sadarkan terlebih dahulu Mikomi" ( Ucap Delta )


"Baiklah. Lepas!" ( Perlahan-lahan kesadaran Mikomi kembali )


"Mikomi?" ( Limzy melihat mata Mikomi sedikit terbuka )


"Kak Limzy?" ( Mikomi melihat Limzy dan Delta yang berada di dekatnya )


"Apa yang terjadi?" ( Tanya Mikomi )


"Kalau kau tanya begitu..." ( Limzy melihat ke arah pangeran Goslancart. Pangeran Goslancart mengangguk seakan memberi isyarat kepadanya untuk merahasiakan apa yang dia katakan kepada mereka )


"Kak Limzy?" ( Mikomi masih bingung )


"Tenang saja, pangeran Goslancart hanya menguji ketahanan tubuh mu" ( Jawab Limzy )

__ADS_1


"Begitu..." ( Gumam Mikomi )


"Syukurlah kau baik-baik saja. Jangan takut, Mikomi. Guru akan melindungi mu" ( Mata Mikomi terbuka lebar mendengar perkataan Limzy )


"Eh? Tunggu..., Jika yang di atasku ini kak Delta dan kak Limzy. Berarti..." ( Batin Mikomi. Wajahnya memerah )


"Hmm? Ada apa Mikomi?" ( Tanya Limzy )


"Wajahnya terlalu dekat!" ( Mikomi akhirnya sadar sepenuhnya. Dan ia melihat Limzy berada di atas nya dan kepalanya ditahan oleh tangan Limzy )


"Tidak, bukan apa-apa!" ( Dengan cepat Mikomi berdiri dan segera menjaga jarak dari Limzy )


"Benarkah? Apa kau benar-benar tidak sedang sakit?" ( Tanya Limzy )


"Jangan khawatir, kak lim-, guru. Ini sama sekali bukan masalah. Sekarang lanjutkan saja latihannya!" ( Jawab Mikomi berusaha tenang )


"Hmm..." ( Delta tersenyum lebar seakan mengerti apa yang terjadi )


"Ada apa?" ( Tanya Mikomi )


"Tidak, bukan apa-apa. Jangan cepat menyerah ya" ( Ucap Limzy )


"Apa maksud kak Delta, tentu saja saya tidak akan cepat menyerah begitu saja!" ( Balas Mikomi )


"Sudah, Delta. Baiklah Mikomi, karena kau baru saja sadar kita akan istirahat sebentar. Setelah istirahat sebentar, pangeran Goslancart akan membantu kita lagi" ( Jelas Limzy )


"Baiklah..., Kalau itu yang kak lim-, guru inginkan" ( Sebenarnya Mikomi belum terbiasa memanggil Limzy dengan sebutan guru. Limzy pun mengerti dengan hal itu, maka dari itu dia tidak menegurnya )


"Oh..., Kalian sedang beristirahat? Jadi, bagaimana dengan latihannya?" ( Ucap Enka yang baru saja datang setelah selesai mandi )


"Untuk saat ini, Mikomi sudah sedikit berkembang. Kemungkinan ia akan menguasai teknik sambaran kilat dalam waktu tiga minggu lagi" ( Balas Limzy


"Sepertinya masih lama. Baiklah, apa kalian mau mencoba ini. Kudengar ini bisa membuat kalian bisa kembali bersemangat" ( Enka memberikan beberapa pisang kepada mereka )


"Kami bukan monyet, kau tahu?" ( Ucap Limzy )


"Haha, jangan begitu Limzy. Pisang sangat bagus bagi kita. Kalau begitu, saya ambil satu" ( Ucap pangeran Goslancart mengambil satu buah pisang )


"Kalau begitu, saya juga" ( Delta mengikuti nya )


"Kau tidak mau?" ( Enka menawarkannya sekali lagi )


"Ya..., Saya ingin mengambilnya. Tapi jangan memberikanku seperti itu!" ( Enka memberikan Limzy pisang seperti orang memberikan seekor monyet sebuah pisang )


"Haha. Maaf, maaf. Ini dia" ( Enka meletakkan pisang nya di sebuah piring dan meletakkannya di samping Limzy )


"Baiklah, terima kasih" ( Limzy mengambil satu buah dan memakannya )


"Berbicara mengenai latihan, apa panglima Kagaz sudah tidak berlatih dengan kita?" ( Tanya Delta )


"Panglima Kagaz mungkin tidak langsung kembali ke kerajaan Selaon dan ikut membantu dalam membangun kembali kerajaan Jotigva" ( Jelas pangeran Goslancart )


"Begitu..., Sudah lama kita tidak berlatih bersama dengan panglima Kagaz" ( Ucap Limzy )


"Itu benar..., Sepurga waktu itu ingin membuat naga api atau apalah itu" ( Balas Enka )


"Tapi akhirnya kau yang membatalkannya" ( Ucap Delta )


"Itu benar, hahahaha" ( Enka tersenyum dan melihat ke atas )


"Memangnya apa yang dilakukan kak Enka hingga dapat membatalkan kekuatan kak Sepurga" ( Tanya Mikomi )


"Oh..., Enka memiliki kemampuan dimana bisa menyerap dua elemen yang berbeda sekaligus dan melepaskannya bersamaan sehingga menjadi kekuatan yang baru dan tentu saja lebih kuat" ( Jawab Limzy )


"Ada apa, Mikomi?" ( Tanya Limzy )


"Haha. Bukan apa-apa. Baiklah! Sekarang waktunya kembali latihan. Sepertinya kemampuan tubuhku sudah kembali. Dan sekarang, pangeran Goslancart juga akan membantuku kan?" ( Mikomi segera berdiri )


"Yah..., Kau benar. Baiklah, ayo pangeran" ( Ucap Limzy )


"Kalau begitu, kami akan melihat saja" ( Ucap Enka )


"Semangat, Mikomi!" ( Lanjut Delta )


"Ya!" ( Latihan mereka bertiga berlanjut. Pangeran Goslancart membantu Mikomi untuk mengatasi trauma nya dan Limzy merasa terbantu oleh itu )


( Di lain tempat, akhirnya kelompok Turva tiba di gerbang kerajaan Timid... )


"Jadi seperti ini kerajaan Timid..." ( Batin Turva. Meskipun kerajaan Timid lebih kecil dari kerajaan Malona, namun kerajaan ini menjadi tempat banyak lahirnya penyihir-penyihir terbaik sebelum adanya pasukan tiga cahaya. Karena banyaknya murid di sana, maka sekolah nya pun dibangun melebihi jumlah sekolah sihir yang ada di kerajaan-kerajaan lain )


"Apa sekarang kita boleh memasukinya?" ( Tanya Sepurga )


"Tunggu. Jangan dulu" ( Seberma menahannya )


"Kita harus menunggu para prajurit Timid datang dan kita harus mengenalkan diri kita agar tidak terjadi kesalahpahaman" ( Jelas Tigra )


"Baiklah, baiklah" ( Sepurga menurut saja agar tidak terjadi masalah )


"Oh..., Itu dia" ( Ucap Dunza menunjuk ke arah dua prajurit yang sedang berjaga )


"Kami prajurit yang menjaga di sini, apa kalian mempunyai urusan?" ( Tanya salah satu prajurit penjaga )


"Kami membawa surat ini kepada raja kalian" ( Turva memberikan surat nya )


"Siapa yang memerintahkan kalian?" ( Tanya prajurit penjaga itu )


"Raja Kurgosul dari kerajaan Malona" ( Jawab Turva )


"Baiklah, saya akan membaca nya terlebih dahulu" ( Setelah membaca surat nya, akhirnya mereka mempercayai Turva dan yang lainnya )


"Baiklah, kalau begitu ikuti kami" ( Tanpa menolak, mereka pun mengikuti prajurit itu )


"Banyak sekali sekolah di sini..." ( Batin Turva )


"Maaf jika saya bertanya..." ( Sepurga membuka percakapan )


"Sepurga!" ( Seberma ingin menahannya, tapi ia merasa harus berhati-hati dengan mereka )


"Apa yang ingin anda katakan?" ( Balas prajurit itu )


"Jangan gegabah berbicara, Sepurga!" ( Batin Seberma, ia ingin mengatakannya. Tapi sulit )


"Sekolah nya sangat banyak dan bagus. Murid-murid di sini juga sangat banyak. Saya mendengar banyak penyihir terbaik lahir di sini. Saya sangat terhormat jika bisa memasuki kerajaan Timid ini..." ( Ucap Sepurga )


( Prajurit tidak membalas perkataan nya. Itu membuat mereka sedikit waspada )


"Anda mengerti juga dengan kehebatan kerajaan Timid. Terima kasih, tuan Sepurga!" ( Tidak diduga, dua prajurit penjaga itu memeluk Sepurga )


"Eh? Apa, apa yang terjadi?" ( Sepurga merasa bingung )


"Sebenarnya kerajaan kami sangat mewaspadai bahaya dari luar. Kerajaan Timid juga sangat tersembunyi dari banyak orang-orang. Maka dari itu hanya sedikit yang mengetahui tentang kami. Dan anda mengetahui itu dan mengucapkan pujian seperti itu dari dasar hati anda. Anda benar-benar orang yang baik!" ( Prajurit itu masih memeluk Sepurga )


"Tunggu, tuan?" ( Sepurga tidak bisa melepas pelukan mereka )

__ADS_1


"Maaf, sahabat kami terlihat kesulitan. Apa kalian bisa melepaskannya?" ( Ucap Seberma )


"Oh, tentu saja" ( Dua prajurit itu pun melepaskan pelukan mereka )


"Saya tidak bernafas tadi..., Dan juga, apa-apaan dengan kekuatan fisik mereka? Sangat kuat! ( Batin Sepurga )


"Maaf, kami hanya terharu karena pujian dari tuan Sepurga" ( Ucap salah satu prajurit )


"Tunggu, kalian tau namaku dari mana?" ( Tanya Sepurga )


"Nama pasukan Turwel sudah tersebar di negara Rakiyah. Siapa yang tidak mengetahui kalian?" ( Balas prajurit itu. Negara Rakiyah berada di benua bagian timur. Seluruh kerajaan yang disebutkan dari awal cerita ini semuanya berada di negara Rakiyah. Dan hampir seluruh kerajaan di negara Rakiyah kecuali kerajaan Malona, Warbun dan Bazhul telah ditaklukkan oleh kerajaan Barema dan dijajah oleh mereka. Dan karena jasa Turva dan sahabatnya yang berhasil mengalahkan raja Mesune dari kerajaan Barema, kerajaan-kerajaan yang di jajah sangat berterima kasih kepada pasukan Turwel. Untuk negara-negara yang lain, akan diceritakan di lain waktu )


"Begitu..., Senang jika kalian mengenal kami" ( Ucap Sepurga )


"Baiklah, sepertinya kami tidak perlu menahan diri. Biarkan kami membawa kalian dengan cepat menuju istana. Di sana raja kami sudah menunggu" ( Salah satu prajurit menggunakan sihir nya dan membuat kain yang lebar di bawah kaki mereka. Kemudian kain itu mengangkat mereka dengan cepat menuju ke istana Timid )


"Tunggu, tidak perlu dengan cara ini. Kami bisa berjalan sendiri" ( Ucap Turva )


"Biarkan kami berterima kasih kepada kalian. Setidaknya kami hanya bisa melakukan ini kepada kalian" ( Balas prajurit itu. Karena tidak ingin masalah berkepanjangan, mereka hanya bisa menuruti nya )


"Kalau begitu, beritahu aku nama kalian!" ( Sepurga berteriak dari atas )


"Tunggu, Sepurga. Jangan berisik di kerajaan orang lain" ( Ucap Seberma )


"Nama saya adalah Kinku!" ( Jawab prajurit yang berbadan besar )


"Kalau saya, kalian bisa memanggil ku Ginku!" ( Lanjut prajurit yang terlihat cukup kurus namun tinggi )


"Baiklah, saya akan mengingat kalian. Kinku, Ginku!" ( Balas Sepurga )


"Kami sangat terhormat, tuan Sepurga!" ( Sepertinya Kinku dan Ginku sangat menghormati pasukan Turwel. Singkat cerita, mereka akhirnya sampai di depan istana Timid )


"Lihat, mereka sangat banyak!" ( Sepurga menunjuk ke arah prajurit yang berkumpul sangat banyak )


"Kalian semua, kami membawa pasukan Turwel yang hebat itu!" ( Ucap Ginku )


"Apa itu benar?" ( Tanya salah satu prajurit yang tinggi dan berambut panjang )


"Kami akan menurunkannya!" ( Balas Kinku )


"Wah..., Sepertinya mereka akan menurunkan kita" ( Ucap Sema )


"Semuanya, bersiap!" ( Lanjut Turva. Setelah diturunkan, para prajurit melihat mereka. Setelah mereka memastikan dengan benar bahwa mereka pasukan Turwel, mereka dengan cepat segera menghampiri mereka )


"Selamat datang, para pasukan Turwel yang terhormat!" ( Ucap salah satu prajurit yang memiliki mata berwarna hijau )


"Ya..., Senang bertemu dengan kalia-" ( Turva berusaha bersikap baik dengan mereka )


"Saya juga, senang bertemu dengan kalian. Dengan senang hati saya akan membuat hari kalian menjadi hari yang paling baik dari seluruh hidup kalian!" ( Sepurga memotong perkataan Turva dan mengucapkannya dengan semangat )


"Oh..., Anda tuan Sepurga yang dapat menggunakan elemen api yang hebat. Senang dapat melihat anda secara langsung" ( Ucap salah satu prajurit yang tangannya memiliki bulu yang cukup lebat )


"Selamat datang, pasukan Turwel. Raja kami sudah menunggu kalian. Dan juga, berikan jalan bagi mereka. Lihatlah mereka kesulitan bergerak" ( Ucap seseorang yang sepertinya salah satu pemimpin mereka yang dihormati. Tubuhnya lebih tinggi dari seluruh prajurit, dan wajahnya terlihat sangat serius dan telinga nya runcing )


"Oh..., Terima kasih" ( Ucap Turva. Akhirnya mereka memberikan jalan kepada mereka )


"Kau ternyata mengikuti mereka, Dunah" ( Ucap orang bertelinga runcing itu kepada prajurit yang tinggi dan berambut panjang )


"Harsa yang mengajakku" ( Jawab Dunah menunjuk ke prajurit yang memiliki bulu yang cukup lebat )


"Tidak, Dunah yang mengajak duluan" ( Balas Harsa )


"Maaf jika para bawahanku merepotkan kalian" ( Ucap orang bertelinga runcing itu )


"Tidak, tidak perlu khawatirkan kami" ( Jawab Dunza )


"Baiklah. Kalau begitu, perkenalkan. Yang disana adalah panglima sebelah kanan kerajaan Timid, panglima Harsa" ( Ucap orang bertelinga runcing )


"Yang di sana adalah panglima sebelah kiri kerajaan Timid, panglima Harsa" ( Lanjut nya )


"Kalau diperbolehkan, apa anda bisa memperkenalkan diri anda?" ( Tanya Turva )


"Benar juga. Saya belum memperkenalkan diri. Saya adalah panglima bagian belakang kerajaan Timid, nama saya adalah Idham. Panglima Idham" ( Orang bertelinga runcing itu memperkenalkan diri kepada mereka. Dan ia adalah panglima bagian belakang kerajaan Timid, panglima Idham )


"Dan satu lagi, panglima bagian depan kerajaan Timid. Kenalkan lah cepat diri mu" ( Ucap panglima Idham )


"Baiklah, baiklah" ( Seseorang yang bermata hijau tadi maju dan mengenalkan dirinya )


"Perkenalkan, nama saya adalah panglima Isa" ( Orang bermata hijau tersebut ternyata panglima kerajaan Timid juga. Namanya adalah panglima Isa, pemimpin pasukan bagian depan )


"Baiklah, saya akan mengantar kalian kepada raja kami. Ikutlah denganku" ( Ucap panglima Idham )


"Kalian tetaplah menunggu di sini" ( Lanjut nya )


"Curang kau bisa bersama dengan mereka sendirian" ( Ucap panglima Dunah )


( Panglima Idham tidak menjawab nya )


"Dia memang dingin" ( Lanjut panglima Harsa )


"Baiklah. Kami berangkat dulu. Kinku, Ginku. Jaga diri kalian" ( Ucap Sepurga )


"Ya..., Jaga juga dirimu. Tuan Sepurga!" ( Kinku dan Ginku melambaikan tangan nya )


"Ternyata para prajurit nya sangat baik, panglima Idham" ( Ucap Turva )


"Kami sebenarnya sangat berhati-hati dengan orang-orang di luar. Tapi karena kalian adalah pasukan Turwel, maka kami tidak perlu mengawasi kalian. Baiklah, sebentar lagi kita akan sampai di hadapan raja" ( Balas panglima Idham )


"Begitu..." ( Ucap Turva. Setelah itu, mereka tidak saling berbicara sampai di hadapan raja mereka )


( Singkat cerita, mereka sampai di depan raja kerajaan Timid )


"Hormat raja, kami telah membawa pasukan Turwel" ( Panglima Idham menundukkan kepala nya )


"Selamat datang di kerajaan Timid" ( Sambut raja tersebut. Namun mereka terlihat sangat aneh dengan tubuh raja itu )


"Kau berfikiran sama dengan ku, Seberma?" ( Ucap Sepurga )


"Ya. Tentu saja" ( Keadaan raja tersebut sangat berbeda dari raja Sonun )


"Maaf jika saya sedikit lancang..." ( Ucap Dunza )


"Maaf, kami tidak memberitahu mengenai keadaan raja kami. Benar, dia dikutuk menjadi seekor rusa dan sekarang harimau yang sudah dijelaskan kepada kalian mengincar raja kami karena rusa mengandung kandungan tenaga sihir yang banyak dan kuat" ( Jelas panglima Idham )


"Begitu..., Tenang saja. Kami mengerti" ( Ucap Turva )


"Maaf jika saya membuat kalian terkejut. Kalau begitu saya akan memperkenalkan diri saya" ( Ucap raja itu )


"Baiklah, kami mempersilahkan anda" ( Balas Dunza )


"Senang bertemu dengan kalian. Saya akan jelaskan terlebih dahulu, saya adalah raja dari kerajaan Timid. Dan kalian juga sudah melihat saya yang dikutuk menjadi seekor rusa dan karena itu harimau dari kerajaan Bazhul akan mengincar ku. Maka dari itu saya meminta bantuan kalian. Dan juga, untuk dapat lebih mudah berkomunikasi. Saya akan memberitahu nama saya" ( Jelas raja itu )


"Perkenalkan, nama saya adalah raja Rizieq"

__ADS_1


< Berlanjut ke chapter 37! >


__ADS_2