Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 31 ( Baju Sihir Dan Tenaga Sihir )


__ADS_3

Chapter 31 ( Baju Sihir Dan Tenaga Sihir )


( Dua tahun kemudian....... )


"Belahan angin!" ( Turva menggunakan kekuatannya yang sudah bertambah kuat sejak berlatih selama dua tahun bersama panglima Kagaz )


"Bagus, sekarang kau sudah mengerti bagaimana cara menggunakan kemampuan angin mu dengan baik" ( Puji panglima Kagaz )


"Terima kasih, Kagaz. Sekarang saya sudah siap untuk melindungi apapun!" ( Semangat Turva )


"Dinding tanah!" ( Sanvu menggunakan kemampuan nya untuk menggagalkan serangan Turva yang mengarah ke sebuah batu sebelumnya )


"Oi! Jangan seenaknya menggagalkan angin ku!" ( Kesal Turva )


"Serangan itu bisa saja membuat batu nya terbelah dua dan bisa saja mengenai hewan di bawah" ( Jelas Sanvu, batu yang diserang Turva berukuran sangat besar dan terletak tepat di ujung tebing sehingga dapat membahayakan hewan di bawah nya )


"Berisik, tanpa memberitahu nya pun saya sudah mengetahui nya!" ( Turva berusaha mempertahankan harga diri nya )


"Api Naga kepala dua!" ( Sepurga dan Seberma yang mempunyai kekuatan yang sama membuat naga dengan dua kepala dari api kemudian menyemburkan nya ke atas langit hingga sangat tinggi )


"Apa yang kalian fikirkan? Cepat batalkan sihir nya!" ( Ucap panglima Kagaz. Dia khawatir akibat serangan mereka burung yang kebetulan lewat akan terbakar terkenang api mereka )


"Sudah, jangan khawatir. Saya tidak melihat satupun hewan yang melintas di jalur api yang kami buat" ( Balas Sepurga )


"Sudah, batalkan segera!" ( Mereka tidak mengindahkan perkataannya )


"Perangkap air!" ( Dunza menggunakan kekuatannya untuk menutupi seluruh jalur api dari luar dengan air nya )


"Bukan nya tuan Kagaz sudah mengatakannya. Cepat batalkan sihir nya!" ( Dunza memberikan arahannya )


"Tunggu beberapa saat lagi, Dunza. Api nya sudah menuju bentuk sempurna nya!" ( Balas Sepurga )


"Penyerapan elemen!" ( Enka dengan kemampuan penggabungannya menyerap kedua kekuatan air dari Dunza dan kekuatan api dari Sepurga dan Seberma )


"Jangan mengganggu, Enka. Bentuk nya akan menjadi sempurna beberapa saat lagi!" ( Sepurga berusaha mencegahnya, yang dimaksud oleh Sepurga adalah bentuk sempurna dari bentuk naga api kepala dua. Yaitu naga api kepala sepuluh )


"Kalian belum sanggup untuk menahannya, sebaiknya batalkan saja!" ( Enka masih berusaha menyerap elemen mereka )


"Bagus Enka. Tapi, jangan terlalu banyak menyerap nya ya. Batas tampungan energi sihir mu tidak akan mampu menyerap semuanya!" ( Dunza berusaha mengingatkannya )


"Baiklah, jangan khawatir!" ( Enka memberikan jempol nya )


"Ayolah, kami hanya berusaha melihat bagaimana itu naga api kepala sepuluh" ( Sepurga berusaha menggampangkannya )


"Pelepasan kekuatan!" ( Seberma ternyata tidak memihak ke Sepurga sehingga naga api kepala sepuluh tidak berhasil ia capai )


"Apa yang kau lakukan Seberma, padahal sedikit lagi!" ( Sepurga menyayangkan perbuatan Seberma, bentuk naga api kepala dua mereka sempat menjadi naga api kepala empat untuk beberapa waktu )


"Kau tidak dengar? Enka sudah mengatakannya! Kita masih belum bisa mengendalikan naga api kepala sepuluh itu. Perlu tenaga sihir yang cukup untuk mengendalikannya. Jika tenaga sihir kita habis untuk mengendalikannya naga api itu akan membuat kehancuran di sekitar Kerajaan!" ( Balas Seberma )


( Sepurga terdiam sejenak. Ia berfikir perkataan Seberma ada benarnya juga, dengan berat hati ia membatalkan pembentukan naga api kepala sepuluh nya )


"Baguslah. Kalau tidak dihentikan, pasti ada yang terkena akibatnya selain kita" ( Batin Turva )


"Ayolah, jangan bodoh begitu. Kau fikir dengan tenaga sihir yang sedikit dan lemah itu bisa membantumu?" ( Ejek Putri Dian Haka )


"Jika datang untuk mengejek, sebaiknya kau melihat diri mu sendiri. Bagaimana? Apa di sana sudah baik-baik saja?" ( Yang dimaksud Sepurga adalah Kerajaan Malona yang sudah mengalami kemajuan dalam pembangunan sejak diserang Kerajaan Jotigva dua tahun yang lalu )


"Keadaan di sana sudah terlihat lebih baik dari penyerangan dua tahun lalu. Dan Raja Tirgas sudah kembali ke Barema untuk membangun kembali Kerajaannya" ( Jelas Putri Dian Haka )


"Bagaimana dengan Raja Kurgosul? Apa pengganti tangan kiri nya sudah ditemukan?" ( Turva kembali mengingat insiden yang menyebabkan tangan kiri Raja Kurgosul hilang )


"Untuk saat ini, belum satupun ditemukan orang yang memiliki tenaga sihir yang cukup besar untuk menyalurkan kemampuannya ke ayah" ( Maksudnya, Putri Dian Haka ingin mencari orang dengan tenaga sihir yang sangat besar untuk menyalurkannya ke Raja Kurgosul dan membuat beberapa tenaga sihir yang disalurkannya membentuk kembali tangan kiri nya )


"Begitu ya..., Baiklah. Setidaknya dia dalam keadaan yang terbaiknya" ( Lega Turva )

__ADS_1


"Sudah, kau tidak punya hak untuk mengkhawatirkan nya. Yang harus kau lakukan itu teruslah menjadi kuat dan bantu aku menghadapai Raja Mahfard. Jika kau tidak bisa melakukannya, mati saja sana" ( Putri Dian Haka merendahkannya )


"Sudah kubilang jangan mengejek ku, sekarang ayo lawan aku!" ( Turva merasa tidak terima direndahkan oleh nya, meskipun dia adalah putri dari Raja Kurgosul )


"Baiklah, saya terima permintaanmu. Jangan salahkan aku jika kau mendapat luka yang serius" ( Turva dan Putri Dian Haka menghunuskan pedang nya masing-masing serta mempersiapkan sihir mereka )


"Sudah cukup!" ( Panglima Kagaz menahan pergerakan mereka berdua dengan kemampuan pedang sihir nya dan mengikat kaki dan tangan mereka )


"Aaaakkhhh!!!" ( Turva merasa kesakitan akibat beberapa bagian dari perangkap pedang panglima Kagaz yang sangat panas )


"Apa kau merasa kepanasan? Tuan penyelamat berlian?" ( Tanya Putri Dian Haka dengan nada mengejek )


( Turva tidak dapat membalasnya dan terus merasakan panas yang terus bertambah seiring waktu )


"Ini terlalu panas, bagaimana ini? Dia seperti tidak merasakannya panas yang diberikan Kagaz..." ( Batin Turva )


"Apa kau heran mengapa aku tidak dapat merasakan panas nya?" ( Turva tertarik dengan perkataannya )


"Tidak usah beritahu, kau itu orang yang tidak tau bersikap baik dengan orang lain!" ( Balas Turva )


"Jadi begitu pandanganmu terhadapku? Baiklah, saya akan meluruskannya. Saya tidak merasakan panas nya karena saya menggunakan pelindung yang dinamakan baju penetral" ( Jelas Putri Dian Haka )


"Baju penetral?" ( Turva baru mendengarnya )


"Benar" ( Jawab Putri Dian Haka )


"Apa aku bisa menggunakannya?" ( Tanya lagi Turva )


"Tentu saja, terserah apapun kemampuan sihir yang kau dapat kendalikan, kau tetap akan bisa menggunakan baju penetral selagi kau memiliki tenaga sihir" ( Jelas panglima Kagaz )


"Kalau boleh tau, apa saja yang bisa dilakukan baju penetral?" ( Turva semakin ingin mengetahui nya )


"Baju penetral adalah salah satu dari tiga baju sihir yang bisa digunakan oleh beberapa orang yang memiliki tenaga sihir yang cukup berkualitas dan cukup untuk membuat nya" ( Jawab panglima Kagaz )


"Anda bilang ada tiga. Selain baju penetral, dua baju yang lainnya mempunyai kemampuan apa?" ( Turva tidak berhenti bertanya )


"Ada apa denganmu? Saya cuman ingin mengetahuinya" ( Turva merasa kesal karena Putri Dian Haka selalu menghalangnya berinteraksi dengan panglima Kagaz )


"Tidak apa-apa, putri. Sepertinya orang yang satu ini terlihat menarik untuk kita ajak berbincang-bincang" ( Balas panglima Kagaz )


"Baiklah kalau itu yang kau katakan. Dan juga panggil aku Haka saja. Panggilan Putri terlalu canggung untukku" ( Dengan mudahnya Putri Dian Haka mengiyakannya )


"Permintaan dari adik Goslancart akan saya kabulkan" ( Senyum panglima Kagaz kemudian langsung menjelaskan tiga baju sihir kuat kepada Turva )


"Baju sihir yang pertama adalah baju penetral. Baju ini menggunakan satu per empat dari tenaga sihir kita. Untuk itu, kita harus menyiapkan tenaga sihir yang banyak sebelum melakukannya. Jika seseorang menyerang kita dengan sihir, maka baju penetral itulah yang akan menghilangkan efek sihirnya sehingga kita akan merasa seperti tidak merasakan apa-apa" ( Panglima Kagaz menerangkannya kepada Turva )


"Yang kedua adalah baju pemantul. Untuk baju ini diperlukan satu per tiga dari tenaga sihir di dalam tubuh kita untuk menggunakannya sehingga lebih sulit dari mengeluarkan baju penetral. Fungsi dari baju pemantul ini adalah untuk membalikkan kembali sihir yang mengarah kepada kita. Keunggulan dari baju pemantul ini yaitu sihir yang dipantulkan itu akan menjadi dua kali lebih kuat dari serangan sebelumnya" ( Jelas panglima Kagaz )


"Dan baju yang paling kuat dari tiga baju sihir yaitu baju pengubah. Baju ini membutuhkan sekitar tujuh puluh lima persen dari tenaga sihir kita. Hampir tidak ada yang bisa menggunakannya. Yang aku ketahui bisa menggunakan nya yaitu pasukan tiga cahaya pada tiga puluh delapan tahun yang lalu. Untuk mengaktifkan baju ini, setelah menggunakan tujuh puluh lima persen tenaga sihir kita, sihir yang menyerang ke arah kita akan langsung diserap oleh baju tersebut. Dan pengguna baju itu akan bisa membentuk apapun berdasarkan sihir apa yang menyerangnya" ( Lanjut panglima Kagaz )


"Untuk bisa menggunakan baju pengubah, aku harus menggunakan tujuh puluh lima persen dar seluruh tenaga sihir ku. Jadi untuk itu, aku harus bisa memiliki tenaga sihir yang melebihi pasukan tiga cahaya di tiga puluh delapan tahun yang lalu..." ( Batin Turva )


"Apa kau sudah faham?" ( Tanya Putri Dian Haka )


"Ya, sepertinya ini tidak akan mudah..." ( Jawab Turva )


"Tenang saja, kita akan dapat memiliki tenaga sihir yang banyak itu" ( Sepurga berusaha membuat sahabat-sahabat nya bersemangat )


"Itu benar, jika kita tidak bisa memilikinya. Pasti tidak akan bisa melawan Raja Mahfard yang kuat itu ( Lanjut Tigra )


"Kau mengerti juga Tigra. Baiklah, sekarang cepat keluarkan naga api lagi Seberma!" ( Sepurga kembali berulah )


"Oi..., Bukannya Enka sudah memperingatkan kita untuk tidak menggunakan itu sebelum tenaga sihir kita sudah cukup?" ( Seberma menolaknya )


( Sepurga terdiam )

__ADS_1


"Saya ingin bertanya satu hal" ( Limzy mengangkat tangannya )


"Apa yang ingin anda ketahui wahai sahabat Turva?" ( Balas panglima Kagaz )


"Bagaimana kita bisa mengetahui besar kecilnya tenaga sihir kita. Dan juga bagaimana untuk membuat tenaga sihir itu sendiri bertambah di dalam diri kita?" ( Balas Limzy lagi )


"Pertanyaan yang bagus. Saya belum memberitahu kalian tentang ini. Sejak lahir tiap manusia memiliki jumlah tenaga sihir sebanyak sebesar buah semangka. Setiap tahun, jumlah tenaga sihir mereka bertambah sendiri sebesar satu buah semangka. Dan jika beruntung, jumlah tenaga sihir yang bertambah bisa sebesar dua ataupun tiga buah semangka. Kita bertarung menggunakan sihir. Setiap sihir yang kita keluarkan, menggunakan tenaga sihir sebesar satu biji semangka" ( Panglima Kagaz memberitahu mereka tentang darimana mereka mendapatkan tenaga sihir )


"Dan jika itu masih belum cukup membuat kalian puas, kalian masih bisa menambah tenaga sihir kalian dengan tiga cara" ( Lanjut nya )


"Bagaimana cara kami mendapatkannya?" ( Tanya Emily )


"Pertama, jika kalian melatih fisik kalian semakin kuat, maka tenaga sihir yang dihasilkan tubuh kalian akan meningkat dari awalnya setahun sebesar satu buah semangka menjadi sebesar lima buah semangka setiap satu bulan" ( Jawab panglima Kagaz )


"Apa yang kedua?" ( Tanya Sema )


"Yang kedua adalah, dengan memakan atau meminum sesuatu yang mengandung sihir" ( Jawab nya )


"Makanan dan minuman yang dimaksud itu seperti apa?" ( Tanya Delta )


"Makanan yang bisa membuat tenaga sihir kalian bertambah adalah daging rusa yang berada di hutan. Hutan menjadi tempat yang paling sering digunakan oleh para orang-orang yang menggunakan sihir di masa lalu. Serangan sihir mereka selalu mengenai makanan yang dimakan oleh para rusa. Karena itulah, di dalam tubuh para rusa terdapat tenaga sihir yang sangat kuat karena berasal dari tenaga sihir para orang-orang terdahulu" ( Jawab panglima Kagaz )


"Dan juga, minuman seperti apa yang boleh di minum untuk menghasilkan tenaga sihir di dalam tubuh kita?" ( Tanya Tigra )


"Mudah saja. Kalian hanya perlu meminum air dari sumber yang terbaik. Air juga bisa menghasilkan tenaga sihir yang baik dan jika beruntung mengandung tenaga sihir dalam jumlah yang banyak. Dan yang kedua adalah darah dari orang-orang yang bisa menggunakan sihir di tingkat baju penetral" ( Jawab panglima Kagaz )


"Tapi, siapa yang bisa menggunakan itu?" ( Yang dimaksud Limzy adalah orang yang bisa menggunakan satu per empat dari tenaga sihir nya untuk menggunakan baju penetral)


"Hampir seluruh orang bisa menggunakannya. Putri Dian Haka bisa menggunakannya begitu pun dengan para saudara nya. Pada baju pemantul, orang-orang yang bisa menggunakannya adalah mereka yang setingkat dengan para raja ataupun pemimpin dari kelompok sihir" ( Balas pangeran Kagaz yang membuat Putri Dian Haka menundukkan kepala nya )


"Sementara itu, seperti yang sudah saya katakan. Baju pengubah itu sangat sulit digunakan karena harus mengeluarkan tenaga sihir yang banyak. Hanya mereka dari pasukan tiga cahaya pada tiga puluh delapan tahun yang lalu yang bisa menggunakan nya sepengetahuan ku" ( Lanjut Panglima Kagaz )


"Kemudian? Apa yang ketiga?" ( Ucap Turva )


"Apa maksudmu?" ( Balas panglima Kagaz )


"Cara untuk membuat tenaga sihir bertambah" ( Turva membuat mereka kembali ke topik utama nya )


"Baiklah. Cara ketiga untuk mendapatkannya yaitu dengan membunuh penyihir yang lain dan segera mengambil tenaga sihir nya dengan cara menempelkan masing-masing salah satu telinga mereka. Tenaga sihir dapat mengalir melalui telinga jika salah satu dari mereka terbunuh oleh yang lainnya" ( Jawaban panglima Kagaz membuat mereka terdiam )


"Sepertinya cara ketiga ini tidak perlu saya sarankan kepada kalian karena kalian sudah tahu resiko nya" ( Panglima Kagaz memberitahu mereka )


"Tentu saja, tidak mungkin kami membunuh orang lain hanya untuk mendapatkan tenaga sihir mereka" ( Jawab dengan tegas Turva )


"Haha. Bagus, bagus, kalian adalah murid yang hebat dan baik. Teruslah gunakan ini untuk menyebarkan kebaikan ke seluruh dunia seperti apa yang dilakukan Turgam, guru kalian dahulu" ( Jelas panglima Kagaz )


"Baik, kami mengerti!"


( Madini kemudian datang kepada mereka dengan wajah yang berlumuran darah )


"Ada apa, Madini? Siapa yang melakukan ini?" ( Geram Turva )


"Kerajaan Jotigva diserang oleh orang yang misterius. Dia memiliki sesuatu yang bersinar dan benda itu dikalungkan di kaki nya" ( Jawab Madini )


( Mereka terkejut mendengar penjelasan Madini )


"Bersinar? Apa yang kau maksud berlian?" ( Tanya Turva )


"Kemungkinan begitu. Ia mengeluarkan besi yang sangat tajam dalam jumlah banyak menyerang para rakyat di sana. Ayo kita membantu mereka!" ( Madini terlihat tergesa-gesa )


"Baiklah, kita akhiri untuk sekarang latihannya. Sekarang, pergi ke kerajaan Jotigva dan bantu Raja Bagru!" ( Setelah dua tahun, keadaan menjadi sangat makmur. Raja Bagru, Raja Kurgosul, Tirgas dan Raja Sonun kembali ke kerajaan mereka masing-masing dan memperbaiki kehidupan di sana )


"Baik!" ( Seusai mempersiapkan semuanya, mereka pun bergerak menuju ke kerajaan Jotigva. Saat itu mereka berlatih di sekitar reruntuhan kerajaan Arba. Turva yang merasa sangat geram melihat muridnya terluka parah dengan cepat menuju ke kerajaan Jotigva )


"Kemarilah kau, pengguna berlian sialan! Jangan kau lari sebelum membayar apa yang kau lakukan. Berlian yang berada pada mu akan segera ku hancurkan dan kau pasti tidak akan mengingatnya. Tapi aku akan tetap menghukummu. Tunggu saja Raja Jalhaq, aku akan menyadarkanmu dan membuat guruku bangga!"

__ADS_1


< Berlanjut ke chapter 32! >


__ADS_2