
Chapter 37 ( Elf! )
( Raja Rizieq dikutuk menjadi seekor rusa oleh seseorang. Saat ini misi pasukan Turwel adalah untuk menangkap harimau yang mengincar raja Rizieq )
"Kami ingin tahu, kapan waktu yang paling sering didapati serangan harimau?" ( Tanya Sepurga )
"Waktu muncul nya tidak dapat diperkirakan. Namun setidaknya ada satu tanda dimana akan ada serangan selanjutnya" ( Jawab panglima Idham )
"Baiklah, saya faham" ( Balas Sepurga )
"Apa tanda nya?" ( Tanya Seberma )
"Jika sangat banyak asap yang keluar dari tubuh raja, maka dapat dipastikan bahwa harimau-harimau itu akan segera menyerang" ( Jawab panglima Idham lagi )
"Tapi..., Jika kalian mengetahui sejauh itu, artinya kalian sudah sering menghadapi mereka" ( Ucap Turva )
"Itu benar. Namun, sama sekali belum ada yang bisa mengalahkan mereka" ( Balas raja Rizieq )
"Kenapa?" ( Tanya Turva lagi )
"Yang kami lakukan selama ini hanyalah membuat penghalang antara kami dan harimau tersebut, serangan kami sama sekali tidak berpengaruh kepada hewan itu" ( Jelas panglima Idham )
"Tunggu, anda serius mengatakan nya?" ( Ucap Tigra )
"Tentu saja" ( Balas panglima Idham singkat )
"Jika penyihir kerajaan Timid kesulitan melawan harimau itu, maka sepertinya mereka tidak boleh diremehkan..." ( Batin Turva )
"Saya ingin mengetahui sesuatu" ( Sema mengangkat tangannya )
"Apa yang ingin anda katakan?" ( Balas panglima Idham )
"Apa benar jika jumlah mereka hanya dua? Dan juga bagaimana ukuran mereka? Jika tidak bisa dikalahkan oleh penyihir di sini, maka pasti ada yang membuat harimau itu tidak dapat diatasi" ( Jelas Sema )
"Tunggu, apa yang kau katakan?!" ( Panglima Idham merasa bahwa Sema meremehkan mereka )
"Tahan panglima Idham, seperti nya dia benar dengan perkataannya. Yang kita hadapi hanyalah dua ekor harimau. Jika semua penyihir di kerajaan Timid tidak dapat mengatasi mereka, pasti ada sesuatu yang salah" ( Raja Rizieq berusaha menenangkan nya )
"Sema, apa yang kau katakan? Cepat minta maaf" ( Turva menundukkan kepalanya )
"Eh? Tapi untuk apa?" ( Sema tidak merasa melakukan kesalahan apapun )
"Sudah, sudah. Cepat minta maaf saja" ( Balas Turva )
"Iya..., Saya minta maaf jika perkataan ku tadi menyinggung kalian" ( Sema mengalah dan mengikut perintah Turva )
"Angkat kepala anda. Mungkin hanya saya yang terlalu emosional" ( Ucap panglima Idham )
"Kembali ke pembicaraan, apa anda mengetahui sesuatu yang aneh di tubuh harimau itu?" ( Tanya Tigra )
"Sesuatu yang aneh, seperti apa yang anda maksud?" ( Tanya balik panglima Idham )
"Mungkin sesuatu seperti simbol aneh, atau bentuk tubuh mereka yang sangat berbeda dari harimau pada umumnya?" ( Balas Tigra )
"Tidak, sepertinya tidak ad-" ( Panglima Idham tidak mengetahui nya, namun... )
"Ada..." ( Raja Rizieq mengetahui nya! )
"Benarkah?!" ( Tigra dan yang lainnya bersemangat )
"Apa tuan raja mengetahuinya?" ( Tanya panglima Idham )
"Penglihatanku sangat baik walaupun dalam keadaan dikutuk seperti ini..." ( Jelas raja Rizieq )
"Baik, saya mengerti..." ( Balas panglima Idham )
"Baiklah..., Seperti yang kalian ketahui. Harimau hanya menyerang seperti biasa. Mirip dengan kebanyakan hewan lainnya. Namun, setelah saya amati harimau itu mempunyai enam tangan..." ( Jelas raja Rizieq )
"Tunggu..., Harimau mempunyai enam tangan?" ( Ucap Sepurga )
"Benar, dua tangan yang lainnya berada di bawah perut mereka. Dan ukurannya lebih kecil dari tangan asli harimau tersebut" ( Jawab raja Rizieq )
"Tapi, apa yang membuat anda curiga dengan kedua tangan yang tersembunyi itu?" ( Tanya panglima Idham )
"Sewaktu para penyihir menyerang mereka, kedua tangan misterius itu membuat gerakan aneh dan setelah itu muncul sebuah pelindung aneh juga yang berada di sekeliling mereka" ( Balas raja Rizieq )
"Pelindung aneh?" ( Batin Turva )
"Tapi..., jika anda bisa melihatnya, apa yang lainnya juga dapat melakukannya" ( Tanya Sepurga )
"Belum diketahui secara pasti. Tapi panglima Idham juga melihatnya, begitupun dengan tiga panglima lainnya" ( Jawab raja Rizieq )
"Berarti panglima Dunah, panglima Harsa dan panglima Isa juga dapat melihat pelindung aneh tersebut" ( Ucap Dunza )
"Benar sekali. Tapi selain kami berlima, tidak ada yang dapat melihatnya. Biarpun kami bisa melihatnya, kami tidak dapat menembus pertahanan nya" ( Balas panglima Idham )
"Kalau begitu, kami akan bergerak sekarang untuk mencari harimau itu" ( Lanjut Turva )
"Tentu saja. Kami akan berterima kasih" ( Balas raja Rizieq. Dan tanpa diduga, asap keluar dari tubuh nya dengan jumlah yang banyak )
"Itu..." ( Emily menyadari nya )
"Semuanya, cepatlah bersiap!" ( Perintah panglima Idham )
"Baik!" ( Pasukan Turwel bersiap untuk penyerangan. Mereka segera keluar dari istana dan melihat area sekitar )
"Panglima Harsa ambil posisi di sayap kiri!" ( Kata panglima Idham )
"Panglima Dunah jaga sayap kanan!" ( Lanjut nya )
"Panglima Isa, jagalah bagian depan! Kami bergantung kepada mu" ( Lanjut panglima Idham lagi )
"Tenang saja, kali ini saya akan pastikan harimau gila ini tunduk kepada kita!" ( Balas panglima Isa )
"Baiklah. Kalau begitu, saya akan menjaga bagian belakang sekaligus di sekitar raja Rizieq" ( Ucap panglima Idham )
"Kita juga harus berada di sana!" ( Ucap Sepurga )
"Kau benar. Dunza, halang mereka!" ( Perintah Turva )
"Serahkan padaku! Pelindung ampuh!" ( Dunza membuat dinding air yang dimana air nya memiliki suhu yang sangat panas, namun... )
"Apa?!" ( Dunza terkejut. Harimau itu bisa menembus nya?! )
"Jangan lengah. Emily, Sema, lakukan sekarang!" ( Turva tetap memberi mereka arahan )
"Giliran kita, Sema!" ( Ucap Emily, ia berlari ke pohon terdekat sebelah kiri )
"Ya!" ( Sema juga mencari pohon terdekat di sebelah kanan )
"Menyatulah!" ( Setelah dua pohon yang telah mereka temui dan sudah disentuh, mereka mengincar satu harimau terlebih dahulu. Mungkin itu dapat meringankan mereka, tapi... )
"Tangan kecil itu lagi!" ( Ucap Emily )
"Emily, awas!" ( Sema melihat harimau yang mereka incar seperti menyerap pohon tersebut. Dan mereka mendapatkan kejadian yang tidak sesuai rencana. Pohon yang mereka gunakan malah kembali ke mereka dengan jumlah tiga kali lipat lebih banyak )
"Tigra, ayo!" ( Turva melihat Sema sepertinya dapat menghindari serangan harimau nya, namun Emily tidak sempat )
"Sesuai perintah, sahabatku! Tameng es!" ( Dengan cepat, Tigra berhasil melindungi Emily. Sementara itu, Sema berhasil menghindari nya )
"Gawat, apa tidak ada cara lain?" ( Batin Turva )
"Seberma, sekarang!" ( Sepurga dan Seberma yang berdiri di titik buta harimau tersebut segera memberikan serangannya )
"Ini dia, kau siap Seberma?!" ( Ucap Sepurga )
"Sesuai aba-aba! Satu, dua..., Tiga!" ( Seberma juga sudah bersiap! )
__ADS_1
"Terima ini, harimau pengganggu! Naga api kepala tiga!" ( Waktu Sepurga dan Seberma tidak banyak untuk membuat banyak kepala, tapi sepertinya itu cukup )
"Apa berhasil?" ( Ucap Dunza )
"Tidak, lihat itu!" ( Turva menunjuk ke arah harimau itu. Dan serangan naga api kepala tiga dari Sepurga dan Seberma berhasil mereka hilangkan lagi )
"Gawat, apa tidak ada cara untuk menundukkan hewan sialan ini!" ( Kesal Sepurga )
"Sepurga, awas!" ( Harimau tersebut dengan cepat mengarah ke mereka )
"Jangan mengacaukannya!" ( Panglima Idham yang menyadari bahwa harimau tersebut hanya fokus menyerang pasukan Turwel dan tidak menyerang raja Rizieq segera membantu mereka )
"Jangan meremehkan kami!" ( Dengan kemampuan pedang nya, panglima Idham segera mengayunkan senjata nya itu )
"Lambat!" ( Tunggu...?! )
"Dia bisa bicara?!" ( Kaget panglima Idham )
"Jaga di kiri mu!" ( Ucap harimau itu )
"Sudah kuduga!" ( Panglima Isa datang membantu nya )
"Kau, kenapa di sin-" ( Panglima Idham sebelumnya menyuruh panglima Isa agar melindungi raja Rizieq sebelum ia membantu pasukan Turwel )
"Saya sudah menyuruh Kinku dan Ginku untuk melindungi mereka. Sekarang diamlah dan bantu aku!" ( Balas panglima Isa )
"Jangan mengambil bagianku!" ( Ucap panglima Idham )
"Kita selesaikan hal itu nanti, sekarang para pasukan Turwel bekerja sama dengan kita. Jangan kacaukan rencana nya!" ( Panglima Idham terdiam dan terlihat seakan mengerti. Rencana? )
"Gawat, pedang ku ketinggalan!" ( Batin Turva. Ia terlalu merendahkan harimau ini dan hanya mengandalkan sihir nya )
"Rasakan ini!" ( Emily yang sudah membawa panah nya segera melepaskan satu anak panah ke arah harimau tersebut )
"Jangan bercanda!" ( Sekali lagi harimau itu berbicara dan dengan mudah mematahkan anak panah nya )
"Dia cepat!" ( Batin Emily )
"Tidak salah lagi!" ( Ucap Turva )
"Apa maksudnya?" ( Tanya Sema )
"Dia manusia juga seperti kita. Kemungkinan dia dikutuk juga. Tapi, bagaimana bisa dia mengatasi serangan hebat seperti itu?" ( Balas Turva )
"Kemungkinan dia menggunakan baju penetral dan baju pemantul..." ( Ucap raja Rizieq yang sangat jauh dari Turva )
"Kita fikirkan itu lain kali, kita harus mengalahkannya sebelum tambah gawat keadaan nya!" ( Ucap Tigra )
"Magra tingkat dua, aktifkan!" ( Ucap harimau itu )
"Dia juga bisa menggunakan magra?" ( Batin Turva )
"Sepertinya kau tidak hebat seperti yang dikabarkan oleh raja Iblis kami..." ( Lanjut harimau itu )
"Apa yang dia maksud raja Jalhaq?" ( Gumam Turva )
"Saya tidak tahu kalian jenis apa, tapi sebaiknya kalian menyerah saja dan bekerja sama dengan kami!" ( Panglima Idham dengan cepat menyerang harimau itu dengan pedang nya )
"Tenanglah, kawan..." ( Dengan mudah, harimau itu membuat pedang panglima Idham patah )
"Tidak mungkin..." ( Batin panglima Idham )
"Jangan paksakan diri mu!" ( Panglima Isa menariknya agar tidak berada dalam bahaya )
"Sepertinya kami telah bersenang-senang dengan kalian. Sepertinya tidak ada gunanya jika kami dalam bentuk harimau seperti ini" ( Ucap salah satu dari mereka )
"Tunggu..., Apa yang kau bilang. Bentuk harimau? Berarti kalian mempunyai bentuk lain. Apa kalian manusia?" ( Ucap Turva )
"Sepertinya kau pemimpin dari para anak-anak ini. Baiklah, kami akan memberitahu bentuk kami!" ( Ucap salah satu harimau lainnya )
"Tetap bersiap-siaga!" ( Perintah panglima Isa )
"Kau bercanda kan?" ( Panglima Idham tidak mempercayainya, mereka mempunyai telinga yang sama dengannya. Telinga runcing! )
( Kita akan melihat terlebih dahulu bagaimana keadaan kerajaan Jotigva )
"Sepertinya bantuan dari para penduduk dapat mempercepat pekerjaan kita" ( Ucap panglima Kagaz )
"Kau benar, panglima Kagaz. Dengan begini, kita dapat pulang dengan cepat dan segera mengatasi masalah di kerajaan Khuma" ( Balas raja Sonun. Kerajaan Khuma terletak di bagian barat daya dalam negara Rakiyah )
"Ayah, apa Dunza baik-baik saja?" ( Ucap putri Maryam )
"Tenang saja putriku. Dia baik-baik saja..." ( Raja Bagru hanya bisa menenangkan nya dengan cara biasa tanpa menambahkan kata-kata yang lainnya )
"Kayu ini mau diberikan kepada siapa, Galts?" ( Tanya Riskrel )
"Berikan saja kepada anak laki-laki yang ada di sana" ( Jawab Galts )
"Biarkan aku membantumu" ( Galts terlihat kesulitan membawa sebuah batu besar, panglima Hitler membantu nya )
"Jangan menggangguku" ( Galts terlihat seperti ingin menyendiri )
"Ada apa denganmu? Sudah, jangan bersikap seperti anak-anak. Biarkan aku membantumu sebagai pembimbing" ( Balas panglima Hitler )
( Galts tidak membalasnya, dan dia hanya bisa menerima bantuan panglima Hitler )
"Dia terlihat kurang mampu bersikap baik kepada orang lain ya..." ( Ucap panglima Kulswa )
"Tapi dia sudah menolong kita. Setidaknya dia tidak berbahaya..." ( Lanjut panglima Dabroger )
"Kau benar..." ( Balas panglima Kulswa )
"Kalian, jangan diam saja di sana. Bantu penduduk yang lainnya" ( Teriak panglima Krolna dari kejauhan )
"Baik, baik" ( Karena bantuan dari para penduduk, pembangunan cepat diselesaikan )
"Apa ini?" ( Riksrel yang telah kembali dari memberikan kayu ke anak kecil tadi menemukan sebuah berlian )
"Berlian? Tapi, bentuk nya sedikit aneh" ( Batin nya, bentuk berlian nya menyerupai bintang dan warnanya merah )
"Apa yang kau pegang itu?" ( Tanya Galts yang telah kembali dari membawa batu besar bersama panglima Hitler )
"Kau tau ini?" ( Tanya balik Riskrel )
"Hmm?" ( Galts yang melihatnya terkejut dan segera menjauhi Riksrel )
"Tunggu, kau kenapa?" ( Heran nya )
"Darimana kau dapat itu?" ( Galts masih menjaga jarak darinya )
"Oh..., Ini? Ada di tanah begitu saja. Karena bentuk nya yang aneh maka saya ambil saja" ( Jawab Riksrel )
"Kau kenapa? Sepertinya kau tidak suka dengan berlian nya" ( Lanjut nya )
"Tidak, bukan tidak suka. Saya pergi dulu" ( Galts meninggalkan pekerjaan membangun )
"Tunggu, kau mau ke mana?" ( Tanya panglima Hitler )
"Saya cuman ingin mencari udara segar" ( Balas Galts tanpa membalikkan wajah nya )
"Ada apa dengan nya?" ( Batin Riksrel )
( Sementara itu, selama berjalan, Galts terus memikirkan berlian itu )
"Oh..., Ini? Ada di tanah begitu saja. Karena bentuk nya yang aneh maka saya ambil saja" ( Perkataan Riksrel masih Galts fikirkan )
"Apa itu berliannya?" ( Gumam nya )
__ADS_1
"Satu petunjuk sudah kudapatkan. Tunggu saja, akan kubalaskan dendam mu..., Leona" ( Galts mengucapkan nama seseorang. Leona? Siapa dia? )
( Kembali ke pertarungan Turva dan sahabatnya... )
"Siapa dia? Telinganya berbentuk sama dengan panglima Idham..." ( Batin Turva )
"Kenapa kalian terdiam? Serang bersamaku! Tusukan tombak berapi!" ( Sepurga menyerangnya di saat semuanya terdiam dan melihat wujud asli dari harimau itu )
"Jangan mengganggu" ( Si telinga runcing itu menggunakan baju penetral lagi )
"Apa sekarang saya boleh melakukannya, Reno?" ( Ucap salah satu si telinga runcing itu )
"Silahkan saja, lakukan apa yang kau inginkan selama ini" ( Jawab yang satu nya )
"Lakukan apa? Dan ke siapa? Apapun yang terjadi jangan sampai aku lengah!" ( Batin Turva )
"Baiklah!" ( Si telinga runcing yang pendek itu tiba-tiba berlari ke arah panglima Idham )
"Lindungi panglima Idham!" ( Perintah Turva )
"Serahkan padaku" ( Panglima Isa bersiap di depannya. Ia melihat ke arah panglima Idham yang sama sekali tak berekspresi )
"Panglima Idham, sadarlah! Apa yang terjadi? Serang dia bersamaku!" ( Ucap panglima Isa )
"Apa itu kau, Alya?" ( Panglima Idham berkata tanpa ekspresi )
"Ya. Ini aku...., kakak" ( Si telinga runcing yang dipanggil oleh panglima Idham dengan sebutan Alya itu memanggilnya kakak? )
"Tidak mungkin..., Alya sudah mati" ( Lagi-lagi panglima Idham tidak berekspresi )
"Reno yang menyelamatkan ku..." ( Jawab Alya )
"Reno? Apa itu kau?" ( Panglima Idham melihat ke arah Reno )
"Ya..., Ternyata kau masih hidup juga. Karena kau tidak ada, kami berdua mencari kehidupan kami sendiri. Dan kami mendapat pekerjaan di kerajaan Bazhul" ( Jawab Reno. Panglima Idham selalu menjaga dari belakang sehingga dia tidak pernah terlihat oleh Reno dan Alya )
"Tapi..., Apa kalian tidak tahu jika di sana ada raja Iblis?" ( Perlahan-lahan panglima Idham dapat menguasai dirinya )
"Tenang saja, dia sangat seram dan kekuatannya di luar akal. Tapi dia sangat baik kepada para prajurit dan penduduk nya. Yang berada di luar kekuasaannya dia sama sekali tidak akan memberi mereka ampun" ( Jawab Reno )
"Jadi..., Alya. Katakan sekali lagi kepadaku. Apa kau benar-benar Alya?" ( Tanya panglima Idham ingin memastikannya )
"Tentu saja. Kita kan suku Elf. Kita tidak mungkin mati semudah itu, Reno juga membantu menyembuhkan ku. Untuk para Elf yang lain, kita belum menemukannya. Tapi saya merasa lega, ternyata kakak masih hid-" ( Setelah mendengar penjelasan Alya, panglima Idham segera berlari ke arah nya )
"Syukurlah kau masih hidup..., Kau tahu kakak sangat khawatir denganmu. Dasar anak nakal..." ( Panglima Idham memeluk nya dan mengatakan kekesalannya dan kelegaannya sepuas-puasnya )
"Kakak..." ( Tak terasa air mata Alya tumpah )
"Aku kembali..." ( Orang-orang selain mereka hanya bisa terdiam dan menyaksikan pertemuan setelah sekian lama itu )
"Apa yang kau lakukan ke kerajaan Timid. Kau tahu kakak menjaga kerajaan ini dengan nyawa kakak" ( Panglima Idham berusaha menyembunyikan air mata nya yang ikut keluar juga )
"Raja Jalhaq memerintahkan kami agar menyerang kerajaan-kerajaan sekitar kami untuk dikuasai. Tapi sepertinya saya tidak bisa melakukannya jika kakak melindungi kerajaan ini..." ( Jelas Alya )
"Tidak hanya kerajaan Timid. Jangan menyerang kerajaan-kerajaan lain tanpa mengetahui kekuatan mereka. Bagaimana, apa kau pernah terluka?" ( Tanya panglima Idham yang terus mencari-cari luka di tubuh Alya )
"Ya..., Saya pernah mendapatkannya. Namun tidak terlalu serius..." ( Senyum canggung Alya )
"Syukurlah..., Sekarang ikutlah kakak untuk mengunjungi raja kami dengan Reno" ( Balas panglima Idham )
"Saya senang jika kakak menawarkan itu. Tapi..., Mereka" ( Alya melihat ke para penduduk dan panglima selain panglima Idham. Dia merasa ragu untuk melewati mereka )
"Apa dia boleh kubawa bersama ku? Dia adikku" ( Ucap panglima Idham ke seluruh pasukan )
"Usir dia!" ( Para pasukan menolaknya )
"Jangan segampang itu melupakan apa yang kalian lakukan kepada para keluarga kami!" ( Ucap salah satu penduduk. Mereka lalu melemparkan batu-batu kecil kepada Alya dan Reno )
"Sudah cukup" ( Sepurga yang awalnya ingin membantu kerajaan Timid malah membantu dua Elf yang bahkan belum diketahui bahaya atau tidak. Ditambah mereka pasukan dari kerajaan Bazhul )
"Setiap orang pernah membuat salah kan? Jika dia sudah berniat untuk menyesali perbuatannya dan menyerahkan diri kepada kalian seharusnya kalian maafkan saja" ( Ucap Sepurga )
"Tidak mungkin! Dia sudah membunuh banyak orang dan binatang kami" ( Para penduduk tidak memperdulikan Sepurga yang termasuk dalam pasukan Turwel. Ini membuktikan bahwa perbuatan Alya dan Reno sudah tidak bisa dimaafkan )
"Maaf kak. Mungkin hanya sebentar, tapi kami harus kembali ke raja Jalhaq dan meminta maaf atas gagalnya misi kami" ( Alya kemudian menggunakan sihir angin dan menerbangkan nya ke langit )
"Baiklah. Kalau begitu, sampai jumpa Idham. Biarkan aku yang menjaga adikmu dengan baik. Percayalah kepadaku" ( Reno memasang senyum nya yang berbeda )
"Reno..., Baiklah. Saya percayakan kepada mu" ( Balas panglima Idham )
"Pergi dari sini!" ( Karena para pasukan dan penduduk semakin ingin membunuh mereka. Akhirnya Reno dan Alya terpaksa kembali menuju ke kerajaan Bazhul dan mengagalkan misi mereka )
"Dia..., adik dari panglima Idham?" ( Batin Turva )
"Maaf jika saya bersikap membela musuh. Tapi bukankah begitu seharusnya kakak bersikap melindungi adiknya?" ( Ucap panglima Idham )
"Kami hanya tidak akan memaafkan adik anda panglima Idham. Kami akan selalu setia kepada raja Rizieq dan anda" ( Balas salah satu pasukan )
"Apa sudah selesai?" ( Tanya panglima Harsa )
"Oh..., Panglima Harsa. Apa kau tidak kesusahan menghalau barang yang berjatuhan?" ( Ejek panglima Isa. Sewaktu bertarung di udara, barang yang jatuh dan mengarah ke para penduduk dihancurkan dan disingkirkan oleh panglima Harsa )
"Berisik. Saya sudah mencoba sebaik mungkin" ( Jawab panglima Harsa )
"Haha, panglima Harsa benar-benar bisa diandalkan" ( Ucap panglima Dunah )
"Tidak usah memujiku. Dan juga, kau dari mana? Saya tidak melihatmu dari tadi" ( Tanya panglima Harsa )
"Oh..., Karena pertarungannya lama, saya makan dulu" ( Jawab panglima Dunah. Tugasnya sama dengan panglima Harsa )
"Yang benar saja..." ( Batin panglima Harsa )
"Baiklah..., Karena masalah di sini sudah selesai, kita akan kembali menuju ke kerajaan Malona" ( Ucap Turva )
"Tapi saya masih ingin bertemu Kinku dan Ginku" ( Balas Sepurga )
"Ayolah..., Ikut kami" ( Seberma menariknya )
"Bummmm!!!!!!" ( Serangan bola api besar menghantam mereka. Beberapa penduduk tewas )
"Apa yang terjadi?" ( Turva melihat ke sekeliling yang tertutup asap )
"Tolong..." ( Ucap seseorang yang tidak asing bagi mereka )
"Kau dimana?" ( Turva berusaha mencari asal suara itu )
"Tolong..." ( Suara nya semakin jelas, Turva akhirnya mendapatkannya. Dan yang dia dapatkan adalah si Elf tadi. Alya )
"Kau kenapa datang lagi?" ( Tanya Turva )
"Tolong aku..." ( Hanya itu yang bisa Alya katakan )
"Baiklah. Naik ke punggung ku" ( Turva membawa nya menuju ke dalam istana. Ia berusaha mengingat-ingat tempat nya. Ia berhasil menemukannya )
"Kalian semua sudah ada?" ( Turva melihat seluruh orang sudah ada di istana )
"Oh... Turva. Baguslah kalau kau masih hid-. Tunggu, itu adik panglima Idham?" ( Tigra terkejut melihat Alya ada di punggung nya )
"Oh... Saya melihatnya terluka. Jadi saya membawanya saja" ( Jawab Turva )
"Alya?" ( Panglima Idham segera menghampiri nya )
"Kakak..." ( Sementara itu, panglima Isa berusaha untuk menyembuhkannya )
"Apa yang terjadi, Alya? Apa ada sesuatu yang buruk di kerajaan Bazhul?" ( Tanya panglima Idham )
"Reno..., Telah dibunuh..." ( Penjelasan Alya membuat mereka bingung sekaligus terkejut )
__ADS_1
"Reno..., Dibunuh?"
< Berlanjut ke chapter 38! >