
Chapter 34 ( Murid baru )
( Para pasukan Turwel telah sampai di kerajaan Malona )
"Kerja bagus pasukan Turwel" ( Puji raja Kurgosul )
"Terima kasih untuk penyambutannya, raja Kurgosul" ( Ucap Turva )
"Oh..., Kau juga sudah kembali. Haka?" ( Raja Kurgosul melirik ke arah putri bungsunya itu )
"Iya, ayah" ( Jawab nya singkat )
"Sebenarnya..., Kami datang ke sini dengan cepat untuk menanyakan kepada anda mengenai seseorang" ( Sanvu membuka inti pembicaraan )
"Apa yang ingin kau bicarakan, murid Turgam?" ( Raja Kurgosul bersiap menerima pertanyaannya )
"Begini..., Maaf jika saya berkata lancang. Apa ayah anda mempunyai teman seperguruan yang sering menggunakan topeng?" ( Raja Kurgosul terdiam beberapa saat mendengar pertanyaan Sanvu itu )
"Maaf jika saya berkata seperti itu, sepertinya memang saya terlalu kelewatan" ( Sanvu berusaha tidak membuat raja Kurgosul mengingat raja Jevin )
"Tidak, teruskan saja. Jadi, kau ingin mengetahui tentang teman seperguruan dari raja Jevin ya...?" ( Raja Kurgosul menegaskannya )
"Itu benar, apa ada hal yang harus dicurigai dari nya atau tidak?" ( Kali ini Turva yang menanyakannya )
"Memangnya ada apa dengan teman dari raja Jevin itu?" ( Raja Kurgosul ingin mengetahui nya terlebih dahulu )
"Ada seseorang yang menyerang kerajaan Jotigva, dan raja Sonun mengatakan bahwa ciri fisiknya sama dengan teman seperguruan dari raja Jevin" ( Jelas Turva )
"Begitu ya..., Sepertinya dia masih terus melakukannya" ( Gumam raja Kurgosul )
"Apa maksud anda?" ( Tanya Seberma )
"Dia adalah pemimpin dari kota Burd tempat kalian tinggal. Dia memerintah sebelum Tarlor, ditambah dia juga dia memiliki guru yang sama dengan raja Jevin" ( Jawab raja Kurgosul )
"Kalau anda berkenan, boleh anda memberitahukan tentang identitas nya?" ( Tanya Limzy )
"Untuk pertama-tama, saya akan memberitahukan nama dari teman raja Jevin itu" ( Mereka memasang telinga baik-baik )
"Baiklah, kami akan mendengarkannya" ( Ucap Tigra )
"Saya dengar dia lahir di salah satu rumah di desa Kara. Desa Kara juga merupakan salah satu wilayah kekuasaan Kerajaan Arba yang sekarang sudah tidak ada lagi karena penyerangan beberapa puluh tahun yang lalu. Dan namanya adalah, tuan Rafly" ( Jelas raja Kurgosul )
"Turgam memberitahuku, sewaktu masih menjadi pangeran, raja Jevin selalu menceritakan bahwa dia memiliki seorang teman misterius yang super hebat dan bisa diandalkan kepada raja Vizcara. Orang itu ternyata tinggal dekat dengan kerajaan Malona, yaitu di desa Kara, kerajaan Arba. Yang saya ketahui hanyalah itu" ( Raja Kurgosul memberitahu apa yang ia tahu untuk membantu mereka )
"Baiklah, sepertinya kita sepenuhnya sudah percaya bahwa orang itu bukanlah Tarlor, tapi Rafly. Pemimpin kota Burd sebelumnya" ( Ucap Tigra )
"Itu benar, syukurlah..." ( Delta tersenyum canggung )
"Tapi..., Jika dia memang penduduk kerajaan Arba, kenapa dia bisa menjadi pemimpin di salah satu kota yang berada dalam kekuasaan kerajaan Malona?" ( Sepurga kembali membuat mereka berfikir )
"Benar juga katamu, Sepurga. Apa anda mengetahui mengapa orang yang bernama Rafly ini bisa menjadi pemimpin kota Burd, raja Kurgosul?" ( Seberma mengajukan pertanyaannya )
"Maaf, saya tidak mengetahuinya. Jika kalian ingin mendapatkan informasi lebih banyak mengenai tuan Rafly, tanyakanlah kepada gurunya..." ( Seketika mereka mengangkat kan kepala nya )
"Itu dia! Kita hanya harus menemui guru nya" ( Ucap Enka bersemangat )
"Tapi..., Kita tidak tahu keberadaan dari orang itu. Bagaimana cara nya kita bertemu dengan nya?" ( Pertanyaan Emily membuat mereka berfikir lebih lama )
"Tenang saja, saya pernah mendengar bahwa guru dari raja Jevin dan tuan Rafly adalah salah satu panglima terhebat yang berasal dari kerajaan Bazhul" ( Jelas raja Kurgosul )
"Tunggu, kerajaan Bazhul? Yakin mau ke sana?" ( Biarpun Sepurga tidak bertanya seperti itu, mereka sama sekali tidak akan pergi ke sana )
"Baiklah. Kita tidak akan menuju ke sana. Selain karena jaraknya yang jauh dan melelahkan, saat kita sampai kita juga tidak akan dengan cepat menemui guru dari raja Jevin, bahkan wajahnya pun kita tidak mengetahui nya" ( Setelah mendengar penjelasan Turva, akhirnya mereka mengurungkan rencana untuk mencari guru dari raja Jevin )
"Satu pertanyaan terakhir, apa anda mengetahui siapa nama dari panglima Bazhul yang dijadikan guru oleh raja Jevin itu?" ( Dunza mengangkat tangan nya )
"Mengenai namanya..., Maaf, saya juga tidak mengetahuinya" ( Jawab raja Kurgosul )
"Tidak, tidak apa-apa. Baiklah karena kita sudah mengalahkan orang yang bernama Rafly itu, kita makan saja dulu bagaimana? Lagipula perjalanan dari Jotigva ke sini jaraknya juga jauh" ( Sepurga berusaha mengatasi ketegangan di dalam ruangan )
"Oh..., Itu benar juga. Baiklah, kalau begitu sampai jumpa raja Kurgosul. Kami akan pergi ke kota Burd untuk mengisi tenaga sekaligus berlatih untuk menjadi lebih kuat" ( Ucap Turva )
"Baiklah, kalian ku izinkan untuk pergi ke kota Burd" ( Mereka pun berangkat )
"Oh..., Saya hampir lupa. Ambil ini" ( Raja Kurgosul melemparkan sebuah kaca berbentuk kecil kepada mereka )
"Apa ini?" ( Turva yang menangkap kaca kecil berbentuk bulat itu merasa bingung )
"Alat itu biasa digunakan oleh orang-orang atas seperti raja ataupun bangsawan untuk saling memberi kabar jika mereka berjauhan. Alat ini berguna jika kalian tidak ingin pergi terlalu jauh hanya untuk berbicara dengan teman kalian. Sekarang alat itu punya kalian" ( Raja Kurgosul mempercayai mereka untuk menggunakan alat itu )
"Dan kalian boleh menyebut benda itu kaca komunikasi..." ( Lanjut nya )
"Hebat..., Benda seperti ini sangat berguna untuk berbicara dengan teman-teman kami yang jauh" ( Batin Turva )
"Apa itu benar? Kalau begitu biarkan aku menghubungi seorang putri dari kerajaan yang belum kita ketahui. Mungkin dia tertarik kepada kita" ( Sepurga mengambil benda itu dari Turva )
"Ayolah, jangan bermain-main. Ini Turva" ( Sanvu mengambilnya )
"Terima kasih. Tapi..., Jika yang dimaksud raja Kurgosul hanya bisa digunakan oleh orang-orang atas berarti pemakaiannya harus..." ( Turva tidak mengira bahwa untuk menggunakan kaca komunikasi segampang itu )
"Tepat sekali. Kaca komunikasi itu hanya bisa digunakan jika di dalamnya terdapat tenaga sihir. Dan juga, untuk memasukkan tenaga sihir ke dalam kaca itu, sentuh saja bagian belakang yang itu" ( Terdapat sebuah gambar kecil di belakang kaca itu. Mereka dapat mengisi nya dengan tenaga sihir hanya dengan menyentuh nya saja )
"Bagaimana kami dapat mengetahui berapa sisa sihir yang ada di kaca komunikasi ini?" ( Tanya Dunza )
"Mudah saja, perhatikan warna di sekitar gambar kecil yang ada di belakang kaca itu. Jika dia berwarna hitam, maka tenaga sihir nya tidak ada dan harus segera kalian isi" ( Jelas raja Kurgosul )
"Jika berwarna merah, maka sihir yang ada di dalamnya tersisa sekitar satu sampai dua puluh lima persen" ( Untuk merah )
"Jika berwarna kuning, maka sihir yang ada di dalamnya tersisa sekitar dua puluh enam sampai lima puluh persen" ( Untuk kuning )
"Jika berwarna jingga, maka sihir yang ada di dalamnya tersisa sekitar lima puluh satu sampai tujuh puluh lima persen" ( Untuk jingga )
"Jika berwarna hijau, maka sihir yang ada di dalamnya tersisa sekitar tujuh puluh enam sampai sembilan puluh sembilan persen" ( Untuk hijau )
"Dan jika sihir nya sudah penuh atau seratus persen, maka warnanya akan berubah menjadi warna biru" ( Untuk biru )
__ADS_1
"Kalian sudah memahami nya kan?" ( Tanya raja Kurgosul )
"Dubas?" ( Turva berbicara seolah-oleh memberikan perintah )
"Siap!" ( Ternyata Dubas hanya menulis semua perkataan raja Kurgosul tadi jikalau mereka melupakannya )
"Baiklah, semoga perjalanan kalian lancar" ( Ucap Pangeran Goslancart )
"Ya! Dan kau juga, tingkatkan magra mu dengan cepat ya..." ( Senyum Turva )
"Jangan pedulikan aku! Berlatih saja sana!" ( Kesal putri Dian Haka )
"Kalau kau bersikap seperti itu, jangan harap bisa menjadi rekan ku nanti!" ( Balas Turva )
"Siapa juga yang mau menjadi rekan mu! Sudah pergi saja sana!" ( Putri Dian Haka memalingkan wajahnya )
( Singkat cerita, pasukan Turwel pun sampai di kota Burd. Untuk lebih jelasnya, kota Burd terletak di luar kerajaan Malona. Tapi secara resmi wilayah mereka termasuk ke dalam kerajaan Malona sehingga mereka pun dilindungi karena hal itu )
"Raja Bagru, apa perlu kita mengungsi kan penduduk terlebih dahulu sampai pembangunan nya selesai?" ( Sekarang berpindah ke kerajaan Jotigva, panglima Dabroger mengajukan permintaan nya )
"Itu benar, jika ada dari mereka yang bisa membantu pembangunan maka dia akan tetap bersama kita" ( Lanjut panglima Kulswa )
"Para penduduk tetap di sini saja. Tempat ini aman, yang melakukan pembangunan kita saja. Saya tidak ingin menempatkan mereka ke dalam keadaan yang lebih bahaya lagi" ( Balas raja Bagru )
"Baiklah, jika itu yang raja inginkan. Kami akan mengikuti anda selalu" ( Ucap panglima Dabroger )
"Baiklah, peringatan kepada seluruh penduduk! Tetaplah berada di sini sampai kami membangun kembali seluruh bangunan. Jika ada yang cukup ahli membangun rumah, ikutlah dengan kami" ( Tegas panglima Hitler )
"Kalau begitu, saya akan membantu kalian!" ( Salah satu penduduk mengangkat tangannya )
"Saya juga, saya cukup ahli dalam menggali sumur dan menemukan air" ( Ucap salah satu penduduk )
"Baiklah, yang ingin membantu kami, silahkan maju!" ( Dari sekitar 30.000 penduduk, 1.500 orang ikut serta membantu mereka. Sementara itu, 300 wanita ditugaskan untuk membuatkan mereka makanan )
"Baiklah, sekarang mulai pembangunannya!" ( Perintah panglima Hitler )
"Baik!" ( Pembangunan mereka pun dimulai. Putri Maryam saat itu tidak diizinkan keluar )
"Enak!" ( Kembali ke kota Burd, setelah sampai mereka menuju ke sekolah sihir Burd dan makan di sana )
"Daging sapi nya benar-benar enak!" ( Ucap Sepurga )
"Jangan daging nya saja yang dimakan, sayur nya juga" ( Ucap Yunus )
"Tidak, sayur tidak enak!" ( Balas Sepurga )
"Apa kau bilang!" ( Yunus memasang wajah senyum iblis )
"Tunggu, biar aku saja yang memakannya" ( Turva mengambil sayur nya )
"Berbicara mengenai makanan, apa kak Yunus makan dengan baik? Bagaimana dengan tugasnya menjadi pemimpin kota Burd menggantikan Tarlor? Apa tidak susah? Jika ada yang sulit, panggil saya saja" ( Delta khawatir jika Yunus mengalami kesulitan yang sama dengan Tarlor )
"Tenang saja Delta. Kau jangan melihatku seperti kau melihat Tarlor. Saya baik-baik saja, sekarang makanlah. Pasti melelahkan melakukan pertarungan dan perjalanan jauh kan" ( Yunus berusaha membuat Delta tenang )
"Baiklah, kalau itu yang kak Yunus inginkan" ( Delta tidak ingin membuat nya khawatir lebih jauh )
"Rafly? Sepertinya saya pernah mendengarnya" ( Yunus berusaha mengingatnya )
"Benarkah?" ( Kaget Turva )
"Oh..., Tuan Rafly. Dia adalah pemimpin kota Burd sebelumku dan Tarlor. Kudengar dia melakukan semacam pemberontakan dan karena itulah dia diusir oleh penduduknya sendiri. Mungkin dia melakukan kesalahan yang sangat buruk. Tapi, yah..., Hanya itu yang kutahu mengenai dia. Sebaiknya kalian jangan membicarakan dia ya. Kemungkinan salah satu penduduk di sini ada yang mengenalnya. Bisa menjadi gawat nantinya" ( Jelas Yunus )
"Begitu ternyata..., Baiklah, kita tidak akan mencari informasi apapun mengenai Rafly ini. Kita harus fokus kepada raja Mahfard saja" ( Ucap Turva menyemangati mereka )
"Kau benar. Sudah ini, apa kau mau berlatih?" ( Sanvu mengajaknya )
"Emily..., Baiklah. Tapi, sudah makan langsung latihan sepertinya kurang baik. Kita akan melakukannya di malam hari saja" ( Saran Turva )
"Baiklah, terserah kau saja" ( Senyum Emily )
"Mereka sama sekali tidak merasakan beban di pundak mereka. Apa hanya aku yang merasa terlalu berat berfikir? Kalau bukan karena mereka, pasti aku sudah menyerah dari awal. Sangat beruntung aku mempunyai sahabat seperti mereka" ( Batin Turva sambil tersenyum )
"Ada apa?" ( Tanya Tigra )
"Tidak, bukan apa-apa" ( Turva kembali tersenyum )
"Ya..., Kuharap kau tidak menjadi gila setelah minum terlalu banyak" ( Ucap Tigra )
"Apa yang kau katakan, nikmati saja untuk hari ini. Besok kita semua akan kembali ke kerajaan Malona dan mengambil misi yang lebih menantang lagi" ( Turva merangkul Tigra )
"Ya..., Saya tidak masalah dengan itu. Baiklah! Kalau itu yang kau bilang, ayo kita bersenang-senang!" ( Semangat Tigra )
"Oh..., Kalian sudah memulainya tanpa ku" ( Ucap salah satu murid sekolah sihir Burd di situ, Rahz. Rahz juga merupakan junior yang paling akrab dengan mereka. Rahz juga pernah membantu mereka melakukan penyerangan ke kerajaan Barema semasa pemerintahan raja Mesune. Saat itu ia memimpin para murid yang menggunakan elemen tanah )
"Ternyata kau, Rahz. Kemarilah, ikut bersama kami. Ajak jugalah beberapa teman mu. Kami senior mu akan menghibur kalian sebisa kami" ( Senyum Sepurga )
"Baiklah. Teman-teman, kemarilah!" ( Sekitar 15 teman Rahz ikut bersama mereka )
"Hari ini sangat menyenangkan, kak Turva" ( Ucap Rahz )
"Kau benar, saya harap hari-hari seperti ini tidak akan berakhir..." ( Turva memandang langit yang cerah )
"Kak Limzy..." ( Salah satu junior mereka yang perempuan memanggilnya )
"Hmm, ada apa denganmu?" ( Limzy berusaha bersikap selayaknya orang yang patut dihormati )
"Kalau diizinkan, apa boleh jika saya berlatih dengan kak Limzy..., Tentu saja, jika kak Limzy tidak ingin, saya tidak akan memaksa" ( Ternyata junior mereka yang perempuan ini pemalu )
"Tenang saja, saya akan membantu mu. Jika kau mengajakku, berarti kau menggunakan elemen petir ya?" ( Tanya Limzy )
"Benar sekali, apa kak Limzy boleh membantu ku besok?" ( Tanya perempuan itu )
"Sudah saya bilang kan, kamu akan kubantu untuk menggunakan elemen petir dengan baik" ( Jawab Limzy )
"Apa itu benar? Terima kasih kak!" ( Perempuan itu menjulurkan tangannya seakan ingin berjabat tangan )
__ADS_1
"Oh..." ( Limzy faham, dia berfikir bahwa berjabat tangan adalah hal yang sangat keren )
"Ngomong-ngomong, namamu siapa? Jika kau tidak memberitahukannya, saya tidak tau harus memanggil mu apa kan" ( Ucap Limzy sambil menjabat tangannya )
"Namaku..., Mikomi" ( Jawabnya singkat )
"Baiklah, senang mengenalmu. Mikomi" ( Senyum Limzy, setelah itu Limzy berusaha melepaskan tangannya )
"Ada apa?" ( Tanya Limzy )
"Hmm?" ( Heran Mikomi )
"Itu..., Tanganmu" ( Mikomi yang sadar belum melepaskan tangannya segera melakukannya )
"Apa kau benar-benar tidak apa-apa hari ini? Kau memikirkan apa?" ( Tanya Limzy )
"Tidak, kak Limzy tenang saja. Saya sehat. Mohon kerja samanya besok" ( Senyum Mikomi )
"Oh..., Ya. Sampai jumpa" ( Setelah itu, Rahz, Mikomi dan yang lainnya pun pergi )
"Dia kenapa? Kuharap dia tidak dalam keadaan terburuk nya" ( Ucap Limzy )
"Dia..., Sangat hebat!" ( Batin Mikomi sambil meninggalkan tempat mereka )
"Baiklah, besok kita harus menuju ke kerajaan Malona. Tapi, sebaiknya besok malam saja. Karena Limzy ada janji" ( Ucap Sepurga )
"Janji?" ( Tanya Turva )
"Benar kan, Limzy?" ( Tanya Sepurga )
"Ya, itu benar. Salah satu junior kita meminta ku untuk mengajari nya menggunakan elemen petir, mungkin ini bisa jadi aku mendapatkan murid setelah Turva!" ( Limzy bersemangat karena ada seseorang yang ingin mendapatkan pelajaran darinya )
"Ayolah, saya juga ingin mendapatkan orang yang ingin mendapatkan pelajaran dariku" ( Keluh Sepurga )
"Haha, sepertinya setelah Turva, aku yang kedua dari kita yang mendapatkan murid" ( Limzy kegirangan karena dia berfikir akan mendapatkan murid yang sama seperti Turva. Tapi... )
"Buruk sekali..." ( Keesokan harinya, Limzy berlatih dengan Mikomi. Tapi sepertinya Mikomi jauh lebih buruk dari perkiraannya )
"Ini buruk! Jika seperti ini, aku tidak akan bisa menandingi Turva" ( Batin Limzy. Madini yang menjadi murid Turva dari awal sudah menguasai teknik memanah. Setidaknya ada yang bisa dibanggakan olehnya. Tapi, Mikomi yang dia ajari, sangat buruk di bagian ini )
"Maaf, kak Limzy" ( Mikomi terlihat seperti tidak bisa mengeluarkan kemampuan terbaiknya )
"Jangan cepat jatuh begitu, Mikomi! Percaya pada dirimu sendiri saja, dan jangan menahan dirimu! Serang aku semampumu!" ( Limzy berusaha menyemangatinya )
"Ya..., Biarpun kau menyemangatinya, dia terlihat tidak berkembang sama sekali" ( Ucap Rahz )
"Maafkan aku, kak Limzy" ( Mikomi menutup kedua wajahnya )
"Tenang saja. Benar juga, cobalah ikuti pergerakan ku" ( Limzy menunjuk dengan mata nya yang tajam ke arah langit )
"Seperti ini?" ( Mikomi mengikutinya )
"Ya, seperti itu. Sekarang ikuti aku. Hancurkan kegelapan, tembuslah kejahatan, bergerak secepat cahaya. Sihir petir, sambaran kilat!" ( Seketika petir yang sangat tipis namun mematikan keluar dari telunjuk Limzy, dan membuat langit lebih terang dari sebelumnya untuk sesaat )
"Sekarang peragakanlah seperti itu" ( Ucap Limzy )
"Baiklah! Hancurkan kegelapan, tembuslah kejahatan, bergerak secepat cahaya. Sihir petir, sambaran kilat!" ( Petir keluar dari telunjuk Mikomi, namun petir tersebut tidak mampu mencapai langit yang sangat tinggi )
"Maafkan saya, kak Limzy. Saya benar-benar tidak berguna" ( Sedih Mikomi )
"Itu tidak benar, Mikomi. Kau sudah melakukan yang terbaik. Itu tadi sudah bisa dibilang dapat mengalahkan satu sampai empat lawan. Tapi bedanya kau mengarahkannya ke langit" ( Balas Limzy )
"Begitu ya..., Kalau begitu, apa dengan serangan tadi aku sudah bisa menggunakannya dengan baik?" ( Tanya Mikomi )
"Ya, tentu saja. Tapi, kau harus mengendalikannya saja dan fokus mu harus tinggi. Kerja bagus, Mikomi" ( Senyum Limzy )
"Kak Limzy..., Eh?" ( Mikomi tiba-tiba tumbang )
"Hampir saja" ( Limzy menangkapnya )
"Sepertinya kau terlalu banyak menggunakan mantra, kemungkinan tenaga sihir mu terkuras banyak. Istirahatlah terlebih dahulu. Lain kali, jika kau ingin menggunakannya, jangan terlalu banyak mengucapkan mantra ya..m" ( Ucap Limzy )
"Kak Limzy..., Baik. Aku mengerti" ( Balas Mikomi )
"Jadi, apa kau sudah tidak merasa pusing?" ( Tanya Limzy )
"Ya..., Terima kasih kak" ( Mikomi berusaha tidak membuat Limzy khawatir )
"Sepertinya kalian bersenang-senang ya" ( Ucap Sepurga )
"Apa maksudmu?" ( Tanya Limzy )
"Lihat tanganmu" ( Jawab Sepurga )
"Hmm?" ( Tanpa disadari, Limzy secara tak langsung merangkul Mikomi )
"Memangnya kenapa? Jika tidak begini, dia akan rubuh" ( Ucap nya )
"Tidak perlu, saya sudah lebih baik. Kak Limzy..." ( Mikomi melepaskan tangannya. Dia menutup kedua wajahnya )
"Ayolah..., Biarkan aku juga melatihmu. Apa kau hanya bisa menggunakan petir?" ( Tanya Sepurga )
"Ya, kak Sepurga. Selain elemen yang lain saya hanya bisa mengendalikan petir saja" ( Jawab Mikomi )
"Baiklah, aku mengerti. Sekarang kami akan bersiap-siap. Saat malam kami akan kembali ke kerajaan Malona" ( Jelas Sepurga )
"Eh, sudah mau kembali?" ( Tanya Mikomi )
"Itu benar, kami tidak boleh lengah. Kami akan mengambil misi ke kerajaan yang lain lagi. Dan kemungkinan kami akan menemukan orang yang menggunakan berlian. Tersisa empat orang lagi. Kami tidak akan membiarkan mereka lolos" ( Ucap Limzy )
"Begitu..., Saya harap kak Limzy baik-baik saja..." ( Ucapan dan raut wajah Mikomi terlihat berbeda, dan itu disadari oleh Limzy )
"Mikomi..., Apa kau..." ( Limzy memegang kedua pundak nya )
"Ingin ikut bersama kami?" ( Limzy mengajaknya untuk mengembara bersama )
__ADS_1
"Eh?"
< Berlanjut ke chapter 35! >