Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 35 ( Berburu )


__ADS_3

Chapter 35 ( Berburu )


"Apa tidak masalah jika saya mengikuti kalian?" ( Mikomi merasa dia hanya akan menjadi beban bagi mereka )


"Tentu saja, kau boleh berangkat bersama kami" ( Sepurga memberikan jempol nya )


"Tapi..., Bagaimana dengan sekolah sihir nya?" ( Mikomi juga tidak ingin berpisah dari teman-teman nya )


"Begitu ya..., Sepertinya sulit" ( Ucap Seberma )


"Begini saja, saya akan tetap di sini!" ( Semuanya terkejut mendengar perkataan Limzy )


"Tunggu, kau yakin?" ( Tanya Turva )


"Tentu saja. Saya akan menjadi guru yang lebih baik melebihi dirimu!" ( Limzy bersemangat )


"Aku tidak tau apa maksudmu, tapi jika kita tidak bersama akan repot nantinya. Kau tau kan kita dapat menang selama ini karena terus bersama?" ( Turva berusaha mengubah pandangan Limzy )


"Tenang saja, lagipula misi yang diberikan di sana tidak terlalu sulit kan? Kalau tidak salah seperti menemukan hewan saja" ( Limzy sempat mengetahuinya saat pembicaraan raja Kurgosul dengan pangeran Goslancart )


"Mencari hewan?" ( Sementara itu, Sepurga tidak mengetahui nya )


"Ya. Itu benar, misinya tidak terlalu sulit. Kalian pasti bisa mengatasinya, jadi aku akan mengajari Mikomi untuk sementara" ( Balas Limzy )


"Tenang dulu" ( Yunus datang untuk mengatasi masalah mereka )


"Ada apa ini?" ( Tanya Yunus )


"Limzy bilang dia tidak ingin ikut bersama kami dan akan mengajari Mikomi menggunakan elemen petir nya. Sebaiknya Mikomi ikut saja" ( Jawab Turva )


"Baiklah. Sepertinya itu masalahnya" ( Yunus pun memegang pundak Mikomi )


"Eh?" ( Kaget Mikomi )


"Mikomi, apa kau ingin menjadi kuat dan melindungi teman-teman mu?" ( Tanya Yunus )


"Ya, saya ingin menjadi lebih kuat!" ( Mikomi tidak bisa menyangkalnya )


"Baiklah, kalau begitu kenapa kau tidak ikut bersama mereka saja?" ( Balas Yunus )


"Tapi..., Bagaimana dengan teman-teman ku?" ( Mikomi payah dalam hal memilih )


"Tenang saja Mikomi!" ( Mikomi menoleh ke arah asal suara itu )


"Kau bilang ingin menjadi kuat kan? Kalau begitu pergi saja bersama mereka dan jika kau sudah pulang dan sudah mencapai tujuanmu, bertarung lah melawanku" ( Ucap teman Mikomi, Zalna )


"Itu benar Mikomi. Ikut saja dengan kak Limzy, bukannya itu lebih baik. Kau akan dengan mudah berubah jika bersama mereka. Lagipula mereka adalah pahlawan bagi kerajaan Malona. Pasti mereka sangat kuat" ( Ucap salah satu teman Mikomi yang lain, Nadzahra )


"Kau dengar mereka kan? Mikomi. Jangan khawatirkan kami, pergilah bersama kak Limzy. Itu yang terbaik" ( Senyum Rahz )


"Rahz..." ( Mikomi pun memutuskan untuk ikut bersama mereka )


"Maaf jika saya memilih ini kak Limzy" ( Ucap Mikomi )


"Tidak apa-apa, kalau memang itu yang kau inginkan" ( Balas Limzy )


"Kak Limzy..." ( Mikomi merasa lega )


"Dan juga. Karena sekarang kau akan kulatih, jangan memanggil ku dengan sebutan kak Limzy" ( Mikomi mengangkat kepalanya saat mendengar perkataan Limzy )


"Jika saya tidak memanggil mu kak Limzy, bagaimana aku harus memanggilmu? Dengan sebutan apa?" ( Tanya nya )


"Guru!" ( Limzy mengangkat salah satu tangannya dan meletakkannya di pundak Mikomi )


"Apa tidak masalah?" ( Tanya Mikomi )


"Tentu saja" ( Senyum Limzy. Kemudian dia menoleh ke arah Turva dengan senyum iblis nya )


"Ada apa?" ( Heran Turva )


"Haha. Aku akan menyusulmu, Turva" ( Ucap Limzy. Turva akhirnya mengerti )


"Oh..., Itu yang kau maksud. Baiklah, aku tidak akan kalah!" ( Turva melawan Limzy. Siapakah guru terbaik? )


"Baiklah. Masalah di sini sudah selesai, kita harus berangkat" ( Ucap Tigra )


"Benar juga. Ayo cepat!" ( Lanjut Delta )


"Hati-hati, Mikomi!" ( Zalna, Nadzahra dan Rahz melambaikan tangannya kepada Mikomi dan mereka pun melanjutkan perjalanan )


( Di sebuah tempat yang tak diketahui... )


"Ambil ini" ( Seseorang yang misterius memberikan sebuah pisau kepada salah satu rekan nya )


"Bagus. Sekarang, dimana target selanjutnya?" ( Tanya orang yang diberikan pisau itu )


"Orang-orang di luar berbicara mengenai pemimpin yang berasal dari kerajaan Malona" ( Ucap orang yang pertama )


"Kalau tidak salah, namanya raja Kurgosul. Untuk apa kau beritahukan aku tentang ini?" ( Tanya rekan nya lagi )


"Tuan kita pernah bercerita mengenai seseorang yang ia kagumi dan sudah mati. Ia juga berkata bahwa orang yang ia kagumi itu ayah dari raja kerajaan Malona tersebut" ( Jawab nya )


"Jadi? Apa kita akan menyerang nya?" ( Tanya nya lagi )


"Tidak, kita hanya akan mengincar satu orang saja di sana. Para penduduk nya kita biarkan saja" ( Ucap orang yang baru saja masuk ke ruangan mereka )


"Selamat datang, tuan Rafly!" ( Tuan yang mereka berdua maksud adalah Rafly, sahabat dari raja Jevin )


"Kerja bagus kalian berdua, dimana yang lainnya? Jarang melihat keadaan yang sepi begini" ( Tanya Rafly )


"Mereka semua sedang pergi menjalankan misi yang tuan berikan. Beberapa juga belum kembali beberapa hari dari misinya" ( Jawab orang yang kedua )


"Begitu. Ya..., Tidak perlu canggung begitu kepadaku. Yuhadzi, Thazim. Angkat kepala kalian" ( Mereka berdua sangat menghormati Rafly )


"Tidak mungkin tuan. Orang yang lemah seperti kami tidak berhak disetarakan derajat nya dengan anda" ( Ucap Yuhadzi )


"Sudahlah..., Kalian terlalu berlebihan. Setidaknya duduklah terlebih dahulu" ( Balas Rafly )


"Maaf, kami tidak bisa melakukannya tuan" ( Jawab Thazim )


"Hmm..., Menjadi orang kuat ternyata merepotkan" ( Batin Rafly )


"Baiklah. Begini, saya sempat mendengar kalian membicarakan anak dari Jeniv" ( Sewaktu masih bersahabat dulu, Rafly memanggil raja Jevin dengan panggilan Jeniv. Mungkin itu candaan mereka )

__ADS_1


"Benar sekali, tuan. Apa anda akan memberi kami misi mengenai orang itu?" ( Tanya Yuhadzi )


"Kalau tidak salah namanya..., Kurgosul. Ya, raja Kurgosul" ( Senyum Rafly )


"Benar tuan, apa anda akan memberikan kami perintah menyerang?" ( Tanya Yuhadzi lagi )


"Ya. Misi kalian yaitu membawa raja Kurgosul ke sini dalam keadaan hidup-hidup!" ( Jawab Rafly )


"Baik. Kami akan laksanakan tuan!" ( Ucap Thazim )


"Dan juga, sebaiknya kalian berhati-hati terhadap pasukan Turwel" ( Ucap Rafly. Pasukan Turwel saat ini dikenal oleh beberapa orang atas jasa mereka mengalahkan raja Mesune )


"Baik, tuan. Mereka memang tidak boleh diremehkan. Tapi mereka bukan tandingan tuan" ( Ucap Yuhadzi percaya kepada Rafly )


"Kalian jangan terlalu membanggakan tuan kalian. Saya saja kewalahan melawan mereka. Sekarang saya harus mengisi tenaga sihir terlebih dahulu. Apa daging rusa nya ada?" ( Balas Rafly )


"Ya, tuan. Persediaan daging nya cukup banyak untuk tiga bulan ini. Tuan boleh memakan sepuasnya" ( Jawab Yuhadzi )


"Terima kasih. Sekarang berangkatlah menuju kerajaan Malona dan kembali lah dengan selamat" ( Ucap Rafly )


"Baik tuan!" ( Mereka pun pergi melaksanakan misi mereka )


"Baiklah. Sekarang, waktunya makan" ( Rafly memakan daging rusa tersebut hanya sedikit dan menyisakan nya kepada seluruh pasukan nya )


( Kembali ke perjalanan Turva dan sahabatnya. Akhirnya mereka sampai di kerajaan Malona )


"Kami menghadap kepada raja Kurgosul" ( Ucap Turva. Dan mereka semua menunduk )


"Sudah. Jangan terlalu kaku begitu, selamat datang kalian semua. Syukurlah kalian datang dengan keadaan yang sangat baik" ( Raja Kurgosul bersikap ramah kepada mereka )


"Haha. Memang terlihat aneh jika kami tetap bersikap seolah-olah baru bertemu dengan anda. Kalau begitu, kami pulang" ( Senyum Turva )


"Bagus. Itu yang saya harapkan. Ini sudah seperti rumah kalian juga. Turgam memercayakan tanggung jawab mengenai keperluan kalian kepada ku. Jadi jangan sungkan untuk berbicara kepada ku" ( Sikap raja Kurgosul membuat mereka semakin percaya kepada nya )


"Terima kasih. Baiklah, kami akan menerima misi seperti apa, raja?" ( Tanya Turva )


"Saya akan jelaskan terlebih dahulu. Kalian semua sudah tahu kan jika kalian akan mencari hewan?" ( Tanya balik raja Kurgosul )


"Itu benar!" ( Jawab mereka, kecuali Sepurga. Ia tidak mendengar nya )


"Misi ini terdengar mudah, tapi sebenarnya tidak seperti yang kalian bayangkan" ( Ucap raja Kurgosul )


"Tidak mudah?" ( Gumam Turva )


"Hewan yang kalian harus dapatkan adalah dua ekor harimau yang ada di kerajaan Timid" ( Sebuah kerajaan yang baru mereka dengar )


"Kerajaan Timid?" ( Batin Turva )


"Karena kalian belum pernah mendengarnya saya akan menjelaskannya. Kerajaan Timid berada di dekat kerajaan Bazhul. Mereka hanya dipisahkan oleh sebuah hutan besar. Dua ekor harimau yang sempat saya bicarakan di awal sebenarnya berasal dari kerajaan Bazhul. Kami mendapatkan surat dari kerajaan Timid bahwa dua harimau itu berhasil dipukul mundur ke hutan oleh panglima kerajaan Bazhul. Dan entah kebetulan atau tidak, dua harimau itu akhirnya menemukan kerajaan Timid. Dan sampai sekarang, dua harimau itu terus memakan hewan ternak mereka yang seharusnya digunakan oleh mereka. Oleh karena itu, kita ditugaskan untuk membunuhnya dan membawanya" ( Perlu diketahui, kerajaan Malona dan kerajaan Timid belum melakukan kerja sama. Namun raja mereka mendengar tentang kehebatan pasukan Turwel dari kerajaan Malona. Dan dia tertarik untuk meminta bantuan kepada mereka dan melakukan perdamaian untuk sementara )


"Tapi..., Apa keamanan kami terjamin di sana?" ( Tanya Limzy )


"Tenang saja, kami sudah melakukan gencatan senjata. Dan untuk persyaratannya, hanya diperbolehkan tujuh orang saja yang boleh ke sana" ( Balas raja Kurgosul )


"Eh?" ( Mereka terkejut )


"Tapi, kenapa?" ( Tanya Sepurga )


"Raja mereka mengatakan bahwa terlalu beresiko jika kalian berangkat semua, mengingat posisi mereka berdekatan dengan kerajaan Bazhul. Dan juga hanya dua harimau yang akan kalian urus, berarti tidak perlu terlalu banyak yang ikut" ( Jawab raja Kurgosul )


"Bagaimana ini? Kalian setuju?" ( Sanvu berdiskusi dengan mereka )


"Tapi, yang kita hadapi hanyalah dua harimau. Kita tidak perlu terlalu banyak untuk menghadapi nya" ( Balas Emily )


"Tapi..., Kita seharusnya terus bersama. Bukan begitu?" ( Ucap Sema dengan wajah nya yang terlihat sedih )


"Sema, tenanglah. Siapapun yang ikut, tidak semestinya dikalahkan segampang itu kan? Percayalah kepada sahabat-sahabatmu" ( Turva meyakinkan nya )


"Tapi..., Bagaimanapun itu..., Baiklah, saya setuju" ( Sema setuju )


"Dan juga, bagaimana dengan kalian?" ( Tanya Turva )


"Tentu saja, kami setuju!" ( Ucap Sanvu )


"Baiklah, kalau begitu kita akan putuskan siapa yang akan pergi" ( Ucap Turva )


"Tapi..., Dengan cara apa?" ( Tanya Sanvu )


"Raja, kami membutuhkan dua belas batu" ( Ucap Turva )


"Baiklah..." ( Raja Kurgosul memerintahkan kepada pelayan nya untuk mengambilkan dua belas batu kecil )


"Baiklah, terima kasih raja. Selanjutnya, ini dia" ( Turva menggunakan sihir nya dan di setiap batu itu tertulis angka satu sampai dua belas )


"Baiklah, ambil ini!" ( Turva lalu memberikannya kepada seluruh sahabatnya masing-masing satu batu )


"Apa yang kau ingin lakukan, Turva?" ( Tanya Tigra )


"Mungkin permainan anak-anak yang bodoh" ( Ejek Putri Dian Haka )


"Bukan begitu, ini cara yang menurutku paling baik" ( Kesal Turva )


"Baiklah, sekarang sediakan sebuah sasaran untuk panah" ( Pelayan mengambilkannya sesuai keinginan Turva )


"Sekarang..., Begini" ( Turva membuat banyak garis dan membagi wilayah sasaran panah itu menjadi dua belas bagian kemudian menuliskan masing-masing di bagian sasaran panah itu sebuah angka dari satu sampai dua belas secara acak )


"Sekarang, ambil busur ini, putri Dian" ( Turva memberikan sebuah busur dan tujuh anak panah )


"Untuk apa ini?" ( Tanya putri Dian Haka )


"Sekarang, putarlah dengan kencang sasaran panah itu!" ( Seorang pelayan laki-laki memutar nya dengan kencang )


"Putri Dian, panah sekarang!" ( Perintah Turva )


"Eh? Tapi, untuk apa?" ( Putri Dian Haka belum mengerti )


"Sudahlah, panah saja" ( Putri Dian Haka pun memanahnya dan anak panah yang pertama mengenai bagian sasaran panah yang berangka tujuh )


"Baiklah, aku akan pergi ke kerajaan Timid!" ( Ternyata batu nomor tujuh adalah milik Turva )


"Sekarang putar dan panah lah lagi! ( Setelah memutar sasaran panah dan melepaskan anak panah yang kedua, ternyata mengenai angka tiga )


"Baiklah, siapa yang mempunyai batu angka tiga?" ( Tanya Turva )

__ADS_1


"Oh..., Itu aku" ( Tigra mengangkat tangan nya )


"Baiklah, kau ikut bersama ku Tigra" ( Setelah mendengar ucapan Turva itu, akhirnya mereka mengerti )


"Baiklah, putri Dian panah yang angka sepuluh itu!" ( Sepurga yang mendapatkan batu angka sepuluh sangat mengharapkan putri Dian mengenai angka sepuluh )


"Angka sepuluh? Itu sepertinya sulit. Sasaran panah nya berputar dengan kencang. Bahkan saya tidak mengetahui yang mana angka sepuluh!" ( Putri Dian Haka kesulitan menentukan pilihannya )


"Sudah, sekarang lakukan lagi!" ( Anak panah yang ketiga mengenai angka sebelas )


"Baiklah, saya berangkat juga ya. Sepurga" ( Batu angka sebelas adalah milik Seberma )


"Tunggu, sepuluh bersebelahan dengan sebelas. Kau tidak sengaja kan?" ( Ucap Sepurga )


"Berisik! Siapa juga yang dengan sengaja melakukannya. Ini panah yang ke empat nya!" ( Anak panah yang ke empat mengenai angka dua )


"Angka dua, itu ada di batu milikku!" ( Dunza mengangkat tangannya )


"Baiklah, ikut dengan kami juga. Dunza" ( Seberma menarik tangan nya )


"Panahlah lagi, putri Dian" ( Ucap Turva )


"Tidak diperintah pun, saya akan melakukannya. Saya hanya akan memanahnya kan" ( Anak panah ke lima, mengenai angka sembilan )


"Eh?" ( Sema terkejut karena ternyata batu yang dipegang nya angka sembilan )


"Baiklah, kau ikut Sema" ( Turva menjulurkan tangannya )


"Sepertinya kau akan bersenang-senang, Sema" ( Tigra menepuk pundak nya )


"Baiklah jika itu yang kalian semua inginkan. Saya akan berusaha lebih baik!" ( Ucap Sema bersemangat )


"Putri?" ( Sepurga melirik putri Dian Haka dengan curiga )


"Apa? Aku memanah nya dengan benar kan?" ( Ucap putri Dian Haka )


"Memang benar! Itu pasti disengaja! Sepuluh ada di tengah-tengah sembilan dan sebelas. Jangan bercanda, saya juga ingin ikut membantu mereka. Panahlah dengan baik!" ( Kesal Sepurga )


"Mau bagaimanapun, itu hasilnya. Bagaimana jika kau saja yang memanah nya?!" ( Putri Dian Haka juga merasa bahwa Sepurga terlalu berlebihan )


"Baiklah, serahkan busur nya!" ( Yang memanah sekarang adalah Sepurga )


"Baiklah, putar sekarang!" ( Setelah diputar, Sepurga akhirnya memahami perkataan putri Dian Haka, dia juga kesulitan melihat angka sepuluh yang mana )


"Bagaimana ini, sepuluh. Ayolah sepuluh!" ( Dengan sedikit ragu, Sepurga memanah nya. Dan anak panah yang ke enam mengenai angka empat )


"Aku angka empat!" ( Emily mengangkat tangan nya )


"Gawat, sisa satu anak panah" ( Batin Sepurga )


"Ayolah, cepat panah Sepurga. Sasaran nya sudah berputar" ( Perintah Turva )


"Ayolah, Sepuluh. Untuk kali ini saja, berpihaklah kepada ku, keberuntungan!" ( Dengan menutup mata nya, Sepurga melepaskan anak panah yang terakhir. Dan anak panah itu... )


"Sepurga, buka mata mu" ( Ucap Seberma )


"Tidak, itu pasti mengenai angka yang lain" ( Sepurga menutup nya dengan rapat )


"Ayolah, buka saja! Lihat panah itu!" ( Seberma memukul punggung nya dengan keras. Dan secara tak langsung, mata Sepurga terbuka )


"Itu..." ( Sepurga terkejut )


"Benar, kau ikut bersama kami. Sepurga" ( Senyum Seberma )


"Akhirnya! Terima kasih tuan anak panah! Kau sangat berjasa padaku!" ( Sepurga mencabut anak panah terakhir dan memeluknya seperti memeluk ibunya. Sepurga mencabut anak panah yang terakhir itu dari angka yang sama dengan batu yang Sepurga pegang. Yaitu angka sepuluh )


"Dengan begini, tujuh orang yang akan berangkat adalah Turva, Tigra, Seberma, Dunza, Sema, Emily dan Sepurga" ( Ucap raja Kurgosul )


"Dan lima orang yang akan tetap di sini yaitu Sanvu, Limzy, Enka, Delta dan Dubas" ( Lanjut nya )


"Sepertinya aku kurang beruntung. Untuk kalian, jangan kalah ya" ( Ucap Dubas memberikan semangat nya )


"Tenang saja, kami akan kembali dengan selamat!" ( Sepurga memberikan jempol nya )


"Kalau begitu, saya mau mandi terlebih dahulu. Saya pergi dulu" ( Ucap Enka )


"Saya akan mengajak Mikomi untuk berlatih kalau begitu" ( Ucap Limzy )


"Semoga kak Turva dan semuanya berhasil" ( Ucap Mikomi )


"Haha, tidak masalah" ( Senyum Sema )


"Kalau begitu aku ikut juga, Limzy" ( Ucap Delta )


"Baiklah, ayo Mikomi" ( Jawab Limzy )


"Ya!" ( Mereka bertiga pun pergi dan mencari tempat berlatih )


"Turva" ( Sanvu mengepalkan salah satu tangan nya dan mengarahkannya ke arah Turva )


"Ada apa?" ( Tanya Turva )


"Jangan kalah" ( Senyum Sanvu )


"Ya, aku mengerti!" ( Turva melakukan hal yang sama dengan Sanvu dan mempertemukan tangan mereka )


"Baiklah, kalau begitu kami berangkat Sanvu. Jangan nakal di sini" ( Ucap Turva )


"Jangan melihat ku seperti anak kecil" ( Balas Sanvu )


"Haha, bercanda. Baiklah, sampai jumpa!" ( Senyum Turva )


"Ya, kau juga" ( Balas Sanvu )


"Ayah..., Apa mereka seperti ini setiap waktu?" ( Tanya Putri Dian Haka )


"Kalau kau tanya begitu..., Ya. Mereka memang seperti ini sejak pertama kali ayah bertemu dengan mereka" ( Jawab raja Kurgosul )


"Apa ada yang mengganggumu, Haka?" ( Tanya Pangeran Nalpezid )


"Tidak, bukan apa-apa. Sepertinya menyenangkan mempunyai teman-teman seperti itu..." ( Balas putri Dian Haka melihat Turva dan yang lainnya sudah hampir menjauh menuju ke kerajaan Timid )


"Turva, ya. Nama nya tidak buruk, sikap nya juga tidak buruk. Dia sepertinya orang yang peduli dengan teman-temannya. Jangan sampai kalah, orang aneh" ( Batin putri Dian Haka, ia kemudian memandang ke arah Turva yang sudah sangat jauh dan tanpa sadar ia mengucapkannya sambil tersenyum )

__ADS_1


"Sepertinya, dia tidak terlalu buruk..."


< Berlanjut ke chapter 36! >


__ADS_2