
{Chapter 5} \= {Seorang Putri}
*"Apa kalian sanggup melindungi putri ku selama perjalanan nya?"*```Tanya Raja Bagru disertai memasang wajah yang meremehkan```
*"Ya! Kami telah menguasai cara bertarung yang benar. Kami juga menguasai beberapa elemen sihir yang nantinya berguna melawan musuh"*```Ucap Turva berusaha meyakinkan Raja Bagru```
*"Hmm...., sihir ya. Baiklah saya mempercayai kalian. Namun ingat, jika putri ku mendapatkan satu luka kecil saja, saya tidak akan membiarkan kalian pulang dengan hidup-hidup"*```Ucap Raja Bagru dengan menunjukkan giginya dengan lebar```
*"Baik, kami berjanji akan melindungi putri anda dengan sangat baik hingga sampai tujuan!"*```Jawab pasukan Turwel```
```Raja Bagru kemudian mempersilahkan Maryam untuk ikut bersama mereka```
*"Ingat, putriku. Jika mereka sampai membiarkanmu mendapatkan luka sekecil apa pun, beritahu ayah. Agar mereka mendapat pelajaran yang setimpal"*```Ucap Raja Bagru```
*"Baik ayah, mereka sepertinya bisa dipercaya."*```Maryam tersenyum kepada mereka lalu melanjutkan perkataannya``` *"Saya harap kalian benar-benar melindungi ku"*
*"Baik, kami akan menyerahkan kemampuan terbaik kami!"*```Jawab mereka```
```Setelah itu, mereka pun melakukan perjalanan menuju ke tempat ibu dari Maryam lahir, Kerajaan Selaon.```
_______________________________________________________________________________________________________________________________________
{Chapter 6} \= {Trauma}
```Kini, Maryam yang disertai oleh pasukan Turwel telah berangkat menuju ke Kerajaan Selaon. Maryam adalah wanita yang tidak terlalu banyak bicara.```
__ADS_1
*"Putri Maryam, saya sudah lama memikirkan ini. Ayahmu selalu bersikap seperti itu kepada semua orang atau hanya dikhususkan kepada kami saja?"*```Enka bertanya kepada Putri Maryam. Ia merasa seperti diremehkan oleh Raja Bagru karena tidak dianggap bisa melindungi seseorang```
*"Ayahku tidak pernah bersikap seperti itu sebelumnya. Namun entah kenapa, semenjak dua hari yang lalu, sikap nya menjadi sangat buruk kepada semua orang. Ia tiba-tiba berubah menjadi ayah yang belum pernah kukenal selama hidupku"*```Jawab Putri Maryam. Ternyata alasan ia pergi ke Kerajaan Selaon agar bisa menghindari perilaku buruk dari ayahnya. Ibunya yang menyuruhnya agar segera menjauh dari ayahnya```
*"Tapi kenapa kamu harus dilindungi oleh kami? Bukannya kamu mempunyai banyak pengawal di sana?"*```Tanya Dunza```
*"Semua pengawal ku di sana, telah dibunuh..."*```Jawabnya singkat```
*"Dibunuh?!?!?!?!"*```Semuanya terkejut mendengar penjelasan Putri Maryam```
*"Ya, mereka dibunuh karena aku"*```Katanya sambil menunduk bersedih```
*"Memangnya apa hubungan kematian mereka denganmu"*```Dunza kembali bertanya```
*"Ternyata kamu punya masalah yang besar ya, putri. Terus, apa alasannya kami harus melindungi mu hingga tujuan?"*```Dunza belum berhenti dengan rasa penasarannya```
*"Beberapa penjahat serta pembunuh berada di jalur perjalanan kita. Dari yang saya dengar, katanya ada beberapa pemuda dari Kerajaan Malona yang berhasil mengalahkan Raja Mesune yang hebat itu dari Kerajaan Barema. Saya sempat tidak tidak percaya dengan berita itu, namun setelah melihat makam nya, ternyata benar. Ia telah meninggal dibunuh oleh beberapa pemuda. Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada mereka karena telah membunuh Raja yang membuat hidup rakyatnya serta kerajaan yang ia tundukkan menjadi sengsara. Dan waktu saya sudah siap ingin ke Kerajaan Selaon, saya ingin meminta kepada ayahku agar mengirimkan kalian untuk melindungi ku. Jangan khawatir, saya tidak akan membebani kalian. Saya juga ingin belajar lebih banyak dari kalian agar saya bisa melindungi diriku sendiri"*```Jawab Putri Maryam```
*"Ternyata begitu, saya cukup sedih mendengarnya"*```Ucap Dunza```
*"Terima kasih, dan juga. Agar kalian bisa dengan mudah berkenalan dengan ku, panggil saja aku Maryam."*```Ucap Putri Maryam sambil tersenyum```
*"Apa tidak masalah, Putri?"*```Tanya Dubas```
*"Ya, tidak masalah kalian memanggil ku Maryam. Saya sudah lama penasaran dengan kalian. Saya kagum dengan kalian, saya harap bisa mempelajari beberapa ilmu pedang dari kalian. Mulai sekarang, mohon bantuannya semua"*```Maryam tersenyum kecil```
__ADS_1
*"Hmm, gimana ya. Ya, kami memang hebat,terutama aku. Hahahaha"*```Turva berkata dengan sombongnya```
*"Apa?!?!?!"*```Seluruh sahabat merasa kesal```
*"Bercanda, hehe"*```Turva berusaha menenangkan mereka```
*"Awas saja kalau kita bertemu musuh dan kau ada di posisi paling belakang, saya bunuh nanti lho."*```Ancam Emily```
*"Iya iya, maaf. Ayo, kita lanjut bergerak. Gerbang Kerajaan Selaon sudah bisa dilihat dari sini."*```Turva menunjuk gerbang kerajaan Selaon.```
*"Benar juga katamu Turva. Rupanya,kita tidak bertemu dengan para penjahat dan pembunuh yang Maryam sebut. Mungkin mereka takut dengan kita"*```Kini,Emily yang merasa di atas Turva```
*"Ya terserah kau saja"*```Ucap singkat Turva```
*"Benar, kita adalah pasukan yang hebat. Kita pasti bisa melewati misi ini dengan mudah!"*```Ucap dalam hati Turva```
```Tak lama kemudian, mereka akhirnya telah sampai di gerbang Kerajaan Selaon, di saat mereka memasukinya, mereka tiba-tiba mendapat serangan kejutan entah dari mana. Untungnya tidak ada satupun yang kena serangan tersebut.```
*"Hampir saja"*```Ucap Sanvu```
*"Semuanya, cepat ke Maryam dan lindungi dia!"*```Dunza dengan cepat menyuruh sahabatnya untuk melindungi Maryam```
```Tak lama kemudian, muncul seseorang di atas gerbang kerajaan Selaon. Ia melihat mereka dengan tatapan membunuh yang sangat tinggi, siapakah orang tersebut?```
_(Berlanjut ke chapter 7!)_
__ADS_1