Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 33 ( Empat Panglima )


__ADS_3

Chapter 33 ( Empat Panglima )


"Istirahatlah untuk sementara, kemampuan ku ini tidak akan berguna jika tidak terpakai untuk ini kan?" ( Senyum Galts ke arah mereka )


"Hmm..., Ternyata muncul lagi satu makhluk yang menjengkelkan. Sepertinya kau juga tidak asing, bisakah kau memperlihatkan wajah asli mu?" ( Dengan sikap tetap tenang orang itu berbicara dengannya )


"Sebaliknya, kaulah yang harus membuka penutup menyebalkan itu!" ( Balas Galts )


"Dasar menjengkelkan. Tapi aku harus mundur, tenaga sihir ku hampir habis!" ( Batin orang itu )


"Kalian beruntung hari ini, aku akan datang ke kalian dalam waktu yang singkat. Sampai jumpa!" ( Orang itu kemudian pergi dengan cepat meninggalkan mereka )


"Eh?" ( Heran Galts )


"Hahahaha, sepertinya dia takut hanya dengan melihat kita saja. Apa orang seperti dia tadi dapat membuatmu kewalahan?" ( Ejek Riskrel )


"Diam kau! Atau mau ku jadikan tangkapan seperti hari itu?" ( Yang dimaksud Limzy saat pertemuan pertama mereka )


( Riksrel terdiam )


"Bagaimana kalian bisa menjadi satu tim?" ( Tanya Turva )


"Entah bagaimana, secara tidak terduga kami bertemu di salah satu tempat di kerajaan Jotigva. Kami kemudian saling berkenalan dan akhirnya memutuskan menjadi tim" ( Balas Riksrel )


"Yah..., Meskipun sebagian besar aku yang tangani" ( Galts melihat ke atas sambil memegang pinggang nya dengan salah satu tangan )


"Apa maksudmu! Waktu saya sudah hampir sampai di tempat, kau sudah menghabiskan jatah musuh ku!" ( Bantah Riksrel )


"Dan juga, selama kami menjadi tim, salah satu panglima Jotigva menjadi pembimbing kami" ( Lanjut Galts )


"Pembimbing?" ( Tanya Sanvu )


"Kalau tidak salah, kerajaan Jotigva mempunyai 4 panglima yang memimpin pasukan di masing-masing tempat" ( Ucap Pangeran Goslancart )


"Hebat..., Seingatku kerajaan Malona tidak mempunyai panglima seperti itu" ( Balas Turva )


"Apa yang kau katakan? Kerajaan Malona juga mempunyai empat panglima utama" ( Lanjut putri Dian Haka )


"Apa maksudmu?" ( Tanya Turva lagi )


"Kakakku, Goslancart. Sanvu, Tigra dan juga kau" ( Jawab putri Dian Haka )


"Tunggu, sejak kapan..." ( Turva membatu )


"Yang benar saja, kau tidak mengetahuinya? Padahal sudah dua tahun kau menjadi panglima nya" ( Jawab putri Dian Haka lagi )


"Apa yang dia katakan itu benar, Tigra?" ( Turva masih bertanya )


"Hmm? Dia memang benar, hanya saja saat itu kau terlalu bersemangat dan tidak menghadiri pengangkatan panglima itu" ( Jawab Tigra menoleh ke arah Turva. Saat itu Tigra melihat-lihat keadaan di sekitar Kerajaan Jotigva )


"Kau dengar itu Madini? Aku, menjadi panglima! Setidaknya ini bisa membuat guruku bangga jika dia melihatnya!" ( Turva memegang kedua pundak nya )


"Ya..., Sepertinya itu cukup bagus guru. Tapi jangan menyentuhku terlalu lama..." ( Wajah Madini kembali memerah )


"Maaf, guru lupa kalau kau sedang terluka" ( Perbuatan Turva dan Madini membuat Sepurga merasa ingin mengubur dirinya hidup-hidup )


"Untuk sekarang, kita harus mencari Maryam terlebih dahulu" ( Ucap Dunza )


"Kau benar, Raja Bagru juga masih belum terlihat sampai saat ini" ( Lanjut Pangeran Nalpezid )


"Kalau soal itu, tenang saja. Kami sudah mengevakuasi para penduduk termasuk tuan Bagru dan putri Maryam ke tempat yang aman sebelum kami mendengar suara yang keras dari sini" ( Balas Riksrel )


"Betul, dan kebanyakan dari mereka aku yang menemukannya" ( Ucap Galts )


"Begini-begini, saya juga menyelamatkan dua dari empat panglima Jotigva kau tahu?" ( Kesal Riksrel )


"Itu memang benar, tapi setidaknya bawa mereka dengan baik. Latih tubuhmu sehingga tidak merepotkan ku" ( Saat Riskrel menemukan dua panglima Jotigva dia berusaha mengangkatnya sendirian. Tapi karena tidak terlalu kuat, Galts membantunya. Dan meskipun sudah dibantu mengangkat salah satunya, Riksrel masih kesulitan membawanya dan akhirnya Galts yang membawa keduanya melalui sihirnya )


"Berisik! Saya nantinya akan menjadi lebih kuat dari suatu saat nanti!" ( Jawab Riskrel )


"Ya itu benar, suatu saat yang tidak mungkin terjadi" ( Ejek Galts )


"Apa katamu!" ( Mereka memang sudah sering seperti itu sejak menjadi sebuah tim )


"Apa mereka akan baik-baik saja..." ( Batin Turva sambil tersenyum )


"Benar juga, apa kau baik-baik saja Madini?" ( Galts menoleh ke arahnya )


"Tenang saja. Karena magra ku, mungkin besok sudah pulih kembali lagi" ( Madini berusaha senyum )


"Begitu ya..., Baguslah kalau begitu" ( Lega Galts )


"Dan juga, dia akan tetap menjadi muridku" ( Turva melindungi Madini karena dia adalah murid pertama nya )


"Baiklah, dan sekarang untuk membuktikannya" ( Balas Galts )


"Benar juga, apa tidak masalah kalau nantinya kau menjadi muridku? Riksrel akan sendirian nantinya. Dan juga, pembimbing kalian juga akan tidak membiarkan hal ini terjadi begitu saja ( Turva berusaha membuat Galts ragu )


"Haha. Kalau masalah yang itu, kau tidak perlu sungkan. Sejak awal aku bersama dengan Riskrel hanya untuk menjadi lebih pantas untuk Madini. Dan untuk pembimbingku, sebenarnya dia tidak masalah dengan apapun pilihanku selama aku tidak membahayakan kerajaan Jotigva" ( Balas Galts )


( Turva terdiam )


"Sudah, saya akan tetap menjadi murid dari guru saja" ( Madini melerai mereka )


"Tapi, jika orang yang melindungi mu tidak cukup kuat bagaimana?" ( Khawatir Galts )


"Tenang saja, guruku mempunyai teman-teman yang sangat banyak dan mereka saling melindungi. Selama mereka ada, saya tidak akan menjadi lebih parah dari yang ini" ( Madini meyakinkannya )


"Apa kau yak-" ( Saat Galts bertanya kembali, dia melihat mata Madini yang terlihat sangat jujur dan yakin akan Turva )


"Baiklah, sepertinya aku akan menyerahkan Madini kepadamu, Turva. Jaga dia baik-baik, atau terima akibatnya" ( Galts memberi peringatan nya )


"Tenang saja, lagipula kenapa kau sampai ingin melindungi nya sejauh itu? Apa hubunganmu dengan Madini?" ( Turva merasa ada yang tidak beres )


"Saya tidak bisa memberitahu mu tentang itu" ( Balas Galts singkat )


"Tenang saja sobatku, tetap berjuang untuk mendapatkan-" ( Sepurga menepuk pundak nya dan tiba-tiba )


"Kalau kau melihatku sebagai orang yang begitu, jangan harap kau bisa melihat diri mu lagi di cermin besok!" ( Galts menatapnya tajam )


"Gihk..." ( Gumam Sepurga )


"Baiklah, sepertinya kau bukanlah orang yang jahat. Tapi jangan sekali-kali mendekati muridku lagi. Biarpun aku sudah mengenalmu, tapi aku tidak akan segan-segan berbuat hal yang tidak pantas untukmu" ( Ucap Turva )


"Tenang saja, saya akan bersikap selayaknya di hadapan kalian" ( Galts yakin dengan perkataannya )


"Baiklah. Karena di sini sudah selesai, kita harus menuju ke tempat raja Bagru" ( Perintah pangeran Goslancart )


"Itu benar, ini sama sekali sudah lama semenjak kita meninggalkan Baginda" ( Ucap Riskrel )


"Kalian pergilah, biar aku yang menjaga di bagian luar" ( Galts menoleh ke arah Riksrel )


"Kalau begitu, saya juga akan menemani mu" ( Kata Limzy )


"Kalau diperbolehkan, saya juga akan membantu anda" ( Ikut Sepurga )


"Boleh saja, asalkan jangan menjadi beban buatku" ( Galts hanya melirik ke arah Sepurga )


"Jadi begitu, saya akan tunjukkan kalau saya juga berguna" ( Balas Sepurga )


"Orang ini, bekerja sama dengan orang yang pernah ku kalahkan dulu. Dan juga, dia ini adalah saingan Turva. Apa yang membuatnya ingin mengambil Madini? Aku harus mengawasinya agar tidak berbuat hal yang berakibat buruk..." ( Batin Limzy )


"Hei kau" ( Panggil Galts )


"Hmm? Ada apa memanggil ku?" ( Balas Limzy )


"Aku dengar kau pernah mengalahkan Riksrel, apa kau sehebat itu?" ( Tanya Galts )

__ADS_1


"Dia memang kuat, tapi sangatlah ceroboh. Selain itu aku sudah tidak bisa mengatakan apapun lagi tentangnya" ( Jawab Limzy singkat )


( Riskrel hanya terdiam saja. Dia tidak ingin ada masalah yang berkepanjangan )


"Sepertinya kau lebih kuat dari orang ini" ( Yang dimaksud Galts itu Sepurga )


"Apa katamu!" ( Sepurga merasa direndahkan )


"Sudah, tutup mulutmu. Cepat berangkat sana!" ( Ucap Seberma )


"Baiklah, baiklah. Sampai jumpa, jangan tersesat ya" ( Sepurga melambaikan tangannya. Mereka kemudian berpisah menuju dua tempat )


( Sementara itu di tempat Raja Bagru... )


"Ayah, apa tidak ada yang dapat membantu kita saat ini?" ( Tanya putri Maryam )


"Tenang saja, putriku. Galts dan Riksrel pasti akan berusaha mencari cara mereka sendiri" ( Balas Raja Bagru )


"Tuan, apa boleh saya pergi lebih jauh untuk mengamati keadaan sekitar?" ( Tanya salah satu panglima Jotigva, Krolna )


"Saya mengizinkanmu. Tapi, apa kau bisa menanganinya?" ( Tanya raja Bagru )


"Kalau memang anda mengkhawatirkan nya, biarkan aku yang membantu nya" ( Ucap salah satu panglima yang lainnya, Dabroger )


"Tapi kau baru saja terluka karena kejadian barusan, apa kau yakin?" ( Tanya Raja Bagru )


"Betul sekali, tapi berkat bantuan dari muridnya, kita dapat selamat. Benar kan?" ( Tanya panglima Dabroger )


"Benar sekali, dia sangat hebat. Kau beruntung menjadi pembimbing nya" ( Ucap salah satu panglima Jotigva yang lainnya, Kulswa )


"Apa maksudmu, dia itu sangat merepotkan untuk ku. Menjaga mereka berdua itu membuatku tidak fokus bahkan menjadi terburuk di antara kita berempat" ( Balas panglima Jotigva yang lainnya sekaligus pembimbing dari Galts dan Riksrel, Hitler )


"Baiklah. Krolna, Dabroger, pergilah untuk mencari Riksrel dan Galts. Sementara itu Kulswa dan Hitler akan berada di sini untuk menjaga para rakyat" ( Perintah Raja Bagru )


"Baik!" ( Ternyata, jalan yang panglima Krolna dan Dabroger pilih sangat berlainan dari jalan yang diambil Riksrel. Sehingga mereka pun tidak bertemu dan malah berjumpa dengan Galts, Limzy dan Sepurga )


"Kalian, sedang apa di sini?" ( Galts terkejut melihat mereka )


"Justru kami yang bertanya, apa yang kau lakukan. Dan juga, mana Riksrel, siapa orang yang bersama mu ini?" ( Tanya balik panglima Dabroger )


"Kami di sini untuk menjemput kalian. Apa yang membuat kalian lama?" ( Lanjut panglima Krolna )


"Kami memang bilang akan kembali secepatnya. Tapi ada masalah sedikit. Dan dua orang ini juga merupakan orang yang pernah mengalahkan Riksrel" ( Balas Galts )


"Begitu ya..., Sepertinya mereka menarik" ( Gumam panglima Dabroger )


"Baiklah, ikut kami. Raja Bagru menunggu kalian" ( Spontan Limzy dan Sepurga melirik ke arah nya )


"Eh, apa ini. Aura mereka berubah tiba-tiba" ( Batin panglima Dabroger )


"Dimana Raja Bagru? Dia baik-baik saja kan?" ( Tanya Sepurga )


"Tenang saja, beliau dalam keadaan terbaik bersama tuan putri" ( Balas panglima Krolna )


"Begitu ya, Maryam juga baik-baik saja..." ( Ucapan Sepurga membuat tatapan mereka menjadi tajam )


"Tunggu, kau menyebutkan nama putri begitu saja? Kau lancang juga ya, anak muda" ( Ucap panglima Dabroger )


"Tapi, Maryam sendiri yang mengizinkan ku" ( Jawab Sepurga )


"Bukannya khusus untuk Dunza saja" ( Ucap Limzy memegang dagu nya )


"Diam kau, aku juga temannya selain Madini. Bukannya kau juga?" ( Tanya balik Sepurga )


"Tapi, biarpun kita temannya, dia juga seorang putri. Kita tidak boleh melupakan itu" ( Jawab Limzy )


"Jadi, apa kalian mengenal putri Maryam?" ( Tanya panglima Krolna )


"Apa kalian tidak mengenali kami, dua tahun lalu kami menerima misi untuk mengawal putri Maryam menuju ke kerajaan Selaon" ( Jawab Limzy lagi )


"Itu benar, kalian harus punya hormat sedikit terhadap kami. Kami yang menyelamatkan kalian tahu" ( Sepurga berbicara seenaknya )


"Hei, apa yang kau-" ( Limzy mencegahnya, namun Sepurga malah menarik tangannya )


"Sudah, sepertinya menarik jika kita bermain dengan para paman ini" ( Bisik Sepurga )


"Oh iya, mereka ini dua dari empat panglima Jotigva. Yang sebelah kiri itu adalah salah satu dari dua panglima yang sudah Riksrel selamatkan sebelumnya" ( Jelas Galts )


"Jadi mereka yang Riksrel maksud. Mereka terlihat kuat ya, senang berkenalan dengan kalian" ( Limzy memberikan tangannya )


"Senang jika kalian mengetahui kami. Dan karena ini pembicaraan pertama kita, saya akan berusaha memberikan kesan yang baik. Untuk pertama-tama, biarkan kami menemani kalian untuk menemani Raja Bagru" ( Panglima Dabroger menjadi lebih ramah kepada mereka )


"Tapi, mereka kan baik-baik saja. Kita tidak haru-" ( Galts tidak ingin menemui mereka, tapi... )


"Tenang saja. Sebelum Dunza datang ke sana, kita akan mendahului mereka. Dunza tidak boleh mendekati Maryam sendiri saja" ( Ucap Sepurga tanpa ragu )


"Aku tidak begitu tertarik kepada Putri Maryam, tapi aku mengkhawatirkan murid Turva itu..." ( Jawab Galts )


"Ayolah, kau tidak bisa mendapatkanny-" ( Sepurga melihat mata Galts kembali tajam )


"Kau melihatku sebagai orang yang aneh lagi..." ( Ucap Galts tajam )


"Gihk. Baiklah, baiklah, kau tetaplah di sini sementara aku dan Limzy menuju ke raja Bagru" ( Ucap Sepurga )


"Baguslah kalau begitu, pergilah" ( Galts memberikan isyarat tangan yang seolah-oleh mengusir mereka. Kemudian mereka berdua pun pergi dari sana )


"Apa-apan dia itu? Kasar sekali" ( Gumam Sepurga )


"Sudah, yang penting lagi kita akan berkumpul bersama Turva di sana" ( Limzy menenangkannya )


"Kami ingin bertanya lebih banyak mengenai kalian. Apa diperbolehkan?" ( Panglima Krolna membuka pembicaraan )


"Tentu saja, rasanya canggung sekali jika kita tidak berinteraksi satu sama lain sepanjang perjalanan" ( Sepurga tersenyum canggung )


"Baiklah, apa kalian sudah membantu Galts dan Riksrel atau membebani mereka?" ( Tanya panglima Krolna )


"Tentu saja kami berguna. Pemberontak-pemberontak kecil yang ada di sekitaran luar kerajaan berhasil kami kalahkan dengan mudah" ( Balas Sepurga )


"Begitu ya, sepertinya kalian patut diperhitungkan. Dan juga, saat panglima Kulswa bersama ku kami tiba-tiba diserang dari arah buta kami. Saat kami mendapatinya, orang itu menggunakan topeng aneh. Apa kalian mengenalnya?" ( Tanya panglima Dabroger )


"Apa maksudnya orang yang tadi itu? Mungkin panglima Kulswa yang dia maksud itu panglima yang sudah Riksrel selamatkan" ( Batin Limzy )


"Dan juga, bagaimana bisa kalian sebegitu dekat dengan tuan putri? Dia begitu sangat anggun di hadapan kami. Dia bahkan hampir tidak pernah berbicara dengan kami, bagaimana kalian semudah itu berbicara dengan tuan putri?" ( Tanya panglima Krolna )


"Saya juga tidak mengetahuinya. Mungkin karena kami seumuran. Jadi dia bisa merasa nyaman bersama kami" ( Jawab Sepurga )


"Tunggu, bukan itu sebenarnya. Maryam dekat dengan kami karena hubungan kerajaan Malona dan Jotigva yang sangat erat. Dan juga kami sangat menghormati raja Bagru. Mungkin karena itu Maryam merasa nyaman dengan kami" ( Limzy membantahnya )


"Perkataan kalian ada benarnya juga, tidak mungkin dia bisa dekat dengan kalian hanya karena seumuruan" ( Gumam panglima Krolna )


"Baiklah, sepertinya kita tidak punya waktu. Cepat bergegas!" ( Setelah itu, mereka sekalipun tidak pernah saling berbicara sampai di tempat raja Bagru )


( Dan di rombongan Riksrel... )


"Di sana, mereka berada di dalam rumah itu" ( Riksrel menunjuk ke rumah yang cukup besar dan terlihat kosong. Mereka hampir sampai )


"Sepertinya di sana tidak ada tanda-tanda kehidupan" ( Batin Dunza )


"Apa ini benar tempatnya?" ( Tanya Delta )


"Tentu saja, jangan melihat luar nya saja. Cepat masuk!" ( Balas nya )


"Entah kenapa, menurutku ada orang yang tidak asing di dalam sana. Firasatku merasakan begitu" ( Ucap panglima Kagaz )


"Tentu saja kan? Raja Bagru dan Maryam ada di dalam. Tentunya ini pasti bukan pertama kalinya untuk mu" ( Balas putri Dian Haka. Mereka pun sampai di pintu depan )


"Baiklah, aku akan mengetuknya" ( Raja Bagru yang mendengarnya, menyuruh panglima Hitler untuk memeriksa siapa yang ada di luar )

__ADS_1


"Siapa itu?" ( Tanya panglima Hitler )


"Ini aku, pembimbing Hitler" ( Jawab Riksrel )


"Riksrel kembali dalam keadaan selamat, tuan Bagru" ( Ucap panglima Hitler )


"Baguslah kalau begitu, bukakanlah pintu untuknya" ( Balas raja Bagru )


"Itu tadi suara siapa?" ( Tanya Turva )


"Dia itu tadi pembimbingku dan Galts" ( Jawab Riksrel )


"Pembimbing, sepertinya ini bukan suara yang pernah aku dengar" ( Batin Turva )


"Selamat datang, Riksrel. Dan juga kalian..." ( Ucap orang yang ternyata tidak asing bagi mereka )


"Eh? Raja Sonun?" ( Kaget mereka )


"Sudah kuduga, dia pasti ada di sini..." ( Senyum panglima Kagaz )


"Ada urusan apa anda berada di sini, raja Sonun?" ( Tanya Turva )


"Aku diberitahu raja Bagru kalau Kagaz kembali berulah dan tidak menjalankan misi nya. Mungkin menjadi pengganti Turgam sebagai guru mereka sangat menyulitkannya" ( Senyum Raja Sonun )


"Tapi..., Saya membantu mereka tuan. Saya tidak bermain-main selama tidak berada di jangkauan kerajaan" ( Panglima Kagaz menundukkan kepala nya )


"Iya, aku mengerti. Kerja bagus" ( Ucap raja Sonun )


"Dan juga, saya juga mendengar dari salah satu panglima Jotigva ini. Katanya dia diserang oleh orang bertopeng. Dan ia mendengar kata Turgam dari orang itu" ( Jelas raja Sonun )


"Sebab itulah saya memanggilnya. Kemungkinan dia mengetahuinya" ( Lanjut raja Bagru )


"Apa itu benar? Kalau begitu, siapa orang yang menyerang panglima Dabroger dan panglima Kulswa?" ( Tanya Riksrel )


"Tenang saja, dia bukan orang yang kau duga" ( Raja Sonun melirik ke arah Turva )


"Apa maksudnya..." ( Turva mengira-ngira )


"Itu benar, dia bukanlah Tarlor" ( Jawab Raja Sonun )


"Kalau bukan Tarlor, dia siapa?" ( Tanya Turva )


"Dia juga teman seperguruan dengan raja Jevin. Anak dari raja Vizcara" ( Jawab Raja Sonun )


"Tunggu, teman seperguruan raja Jevin yang pernah menjadi pemimpin kota Burd. Sebenarnya dia itu siapa..." ( Tanya Sanvu )


"Saya juga tidak pernah melihatnya. Tapi pernah dimana sewaktu saya bertemu dengan raja Jevin dan ia selalu membicarakan mengenai temannya yang sangat ahli mengendalikan berlian. Dia juga mengatakan bahwa temannya itu selalu memakai topeng. Maka dari itu, tidak ada yang tahu seperti apa wajahnya, kecuali gurunya sendiri..." ( Jawab raja Sonun )


"Siapa gurunya?" ( Tanya Tigra )


"Saya juga tidak mengetahuinya. Mungkin raja Kurgosul mengetahuinya. Karena dia adalah anak dari raja Jevin" ( Balas raja Sonun lagi )


"Begitu, ya... Baiklah, sepertinya kita mendapatkan sebuah petunjuk. Setidaknya orang itu bukanlah Tarlor karena dia sudah tidak mungkin hidup lagi" ( Ucap Delta. Dia tahu dia sangat berat mengucapkan itu. Karena dia menyaksikan saat-saat terakhir Tarlor bersama Tigra dan Yunus )


"Kalian juga sudah datang, panglima Krolna..." ( Ucap panglima Kulswa, sontak mereka semua menoleh ke arah mereka )


"Sepurga?" ( Turva heran melihat nya bersama dengan dua panglima Jotigva )


"Yah..., Entah kenapa, akhirnya kami akhirnya menyusul kalian dalam keadaan begini" ( Senyum Sepurga )


"Benar juga, Galts mana?" ( Tanya panglima Hitler )


"Dia bilang sedang tidak ingin menuju ke sini. Saya juga heran kenapa dia menjadi begitu" ( Ucap Riksrel )


"Begitu ya. Biarkanlah dia, seperti nya dia ingin menikmati waktu sendiri nya" ( Balas panglima Hitler )


"Baiklah" ( Panglima Hitler melihat ke arah Limzy dan Sepurga )


"Mereka..." ( Panglima Hitler tidak mengenali mereka )


"Oh, mereka? Mereka ini termasuk ke dalam pasukan Turwel sama dengan mereka bersepuluh di sana" ( Jelas Riksrel )


"Begitu..., Baiklah. Sepertinya kalian sudah menghabiskan banyak tenaga saat melawan topeng misterius itu. Setidaknya beristirahat lah terlebih dahulu di sini" ( Panglima Hitler bersikap ramah juga kepada mereka. Sementara itu Dunza terlihat sedang melihat sekeliling sambil mencari-cari keberadaan seseorang )


"Dunza!" ( Putri Maryam dengan cepat menghampirinya dan segera memeluknya )


"Tunggu, Maryam..., Ini..." ( Dunza berusaha melepaskan nya )


"Apa kau tidak apa-apa? Dibagian mana yang terluka?" ( Putri Maryam mengkhawatirkan nya )


"Tidak perlu, Maryam. Saya tidak apa-apa" ( Dunza berusaha mendorongnya )


"Tidak boleh, kau harus mendapatkan perawatan secukupnya. Cepat ikut aku!" ( Putri Maryam menariknya )


"Ayah?" ( Dunza melirik ke arah raja Bagru )


"Silahkan saja" ( Ucap raja Bagru dengan mudah )


"Yang benar saja..." ( Kepala Dunza memandang ke atas dengan pasrah )


"Enak ya..., Dunza" ( Ucap Sepurga )


"Benar, mungkin ini hari nya..." ( Lanjut Limzy )


"Baiklah, kami akan menerima tawaran anda. Tapi keesokan harinya kami harus menuju ke kerajaan Malona agar kami bisa mengetahui siapa orang yang menyerang kami itu" ( Ucap Turva )


"Baiklah, cepat siapkan untuk mereka tempat yang layak!" ( Perintah raja Bagru )


"Baik, Baginda!" ( Ucap prajurit. Kemudian mereka tertidur pulas sementara Dunza masih saja belum kembali dari tempat putri Maryam )


"Sakit!" ( Gumam Dunza )


"Jangan melawan, ini agar kau cepat sembuh!" ( Putri Maryam mengobati nya )


"Pelan-pelan sedikit, Maryam" ( Ucap Dunza )


"Sudah, jangan cengeng. Aku melakukannya karena khawatir kau tau" ( Balas putri Maryam )


"Dan juga, memanggil ayahku dengan sebutan ayah. Apa maksudmu?" ( Tanya putri Maryam )


"Itu..., Karena kita sudah dekat seperti sahabat. Dan memanggil ayah dari sahabat kita dengan panggilan ayah sepertinya tidak buruk..." ( Dunza membuat alasan )


"Terserah saja kepadamu. Tapi ingat, jangan memanggilnya seperti itu disaat banyak orang penting di sana. Bisa-bisa kau dianggap orang yang mencurigakan" ( Jelas putri Maryam )


"Tentu saja, saya akan memanggilnya ayah saat kami berduaan saja!" ( Jawab Dunza )


"Bukan begitu maksudku!" ( Tanpa sengaja Dunza merasakan sakit yang lebih lagi )


"Ahh..., Maaf" ( Putri Maryam mengobatinya kembali )


"Tidak apa-apa" ( Dunza menahannya )


"Baiklah, aku harus tidur dan anda juga tidurlah agar tidak sakit" ( Ucap Dunza )


"Baiklah kalau itu yang kau bilang. Tapi, jangan sampai melukai dirimu sendiri lagi ya..." ( Balas putri Maryam )


"Tenang saja, Maryam" ( Setelah itu, semuanya tertidur dengan nyenyak hingga keesokan harinya... )


( Dan keesokan harinya, mereka berangkat ke kerajaan Malona )


"Kembali kapanpun kau mau, Dunza!" ( Ucap putri Maryam )


"Tentu saja!" ( Dunza memberikan jempol nya )


( Mereka terus melambaikan tangannya hingga tidak terlihat terhalang bukit )


< Berlanjut ke chapter 34! >

__ADS_1


__ADS_2