Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 41 ( Jebakan! )


__ADS_3

Chapter 41 ( Jebakan! )


"Siapa yang paman maksud sempurna?" ( Tanya Leona )


"Tidak, bukan apa-apa" ( Senyum Galts )


"Baiklah kalau paman bilang begitu..." ( Leona kembali berlatih )


"Apa perlu paman membantu?" ( Galts mengambil sebuah busur panah yang kebetulan ada lebih dari satu )


"Tidak..." ( Jawab Leona singkat )


"Sekarang bagaimana?" ( Bisik Riksrel )


"Sepertinya dia fokus berlatih..., Biarkan dia menikmati waktunya" ( Balas Galts, dia lalu meletakkan kembali busurnya )


"Aku hanya mengikutimu" ( Lanjut Riksrel )


"Kalau paman tidak memiliki urusan lagi, biarkan aku sendiri" ( Ucap Leona, tidak memerhatikan Galts )


"Setidaknya dia baik-baik saja" ( Batin Galts )


"Baiklah, kalau begitu paman berangkat dulu. Jaga dirimu" ( Pamit Galts )


"Ya..., Jangan sampai paman menginjak perangkap hewan" ( Jawab Leona tetap melanjutkan latihannya )


"Eh? Darimana kau mendapat perkataan itu?" ( Galts kaget karena mendapat peringatan itu. Sewaktu ia masih menjadi murid Turgam, dia selalu diam-diam melatih dirinya sendiri di dalam hutan. Tapi karena dia tidak berhati-hati, dia seringkali terkena perangkap hewan )


"Ibu menceritakannya padaku" ( Jelas Leona )


"Oh..., Begitu" ( Ucap Galts singkat )


"Setidaknya hanya itu yang kutau tentang paman" ( Lanjut Leona )


"Haha, baiklah. Kalau begitu paman akan kembali menghadap ke raja Tirgas. Kalau ada apa-apa, panggil paman saja" ( Ucap Galts )


"Tidak perlu, aku sudah bisa menjaga diriku sendiri" ( Jawab Leona tanpa melihat Galts )


"Hahaha, kau benar juga. Kami pulang dulu, ayo Riksrel" ( Galts menarik Riksrel )


"Tunggu, jangan sampai menarikku juga!" ( Riksrel tidak bisa melepas tarikan Galts )


"Dia sedikit aneh" ( Ucap Leona yang melihat Galts telah jauh dari rumahnya )


"Apa dik Leona merasa tidak terlalu berlebihan ke paman Galts?" ( Tanya salah satu sahabat Leona, Youen. Umurnya setahun lebih tua dari Leona )


"Dia sudah tidak perlu mendapat perhatian. Dan juga bukannya kak Youen sudah berjanji ingin mengajakku ke kerajaan Malona?" ( Sebelum itu, raja Kurgosul telah mengetahui jika panglima Puvi mempunyai seorang anak yang dimana istrinya adalah adik dari panglima Galts, yaitu panglima yang paling dekat dengan raja Tirgas. Dengan begitu dia ingin memanggilnya dan berniat meminta maaf atas apa yang terjadi kepada ayah dan ibunya )


"Oh, kau benar juga. Baiklah, besok kita akan berangkat" ( Senyum Youen )


"Besok itu sangat lama, kenapa bukan sekarang saja" ( Leona merasa tidak sabar )


"Jangan dulu, kakak dengar kerajaan Malona sedang mengirimkan pasukan Turwel menuju kerajaan Timid, pasti saat ini mereka sangat sibuk. Besok pasukannya akan kembali, saat itu kita akan berangkat" ( Jelas Youen )


"Pasukan Turwel?" ( Leona merasa sedikit marah )


"Maaf, kakak lupa. Tapi, kau harus berusaha untuk memaafkan mereka. Dengan begitu kita akan tenang menuju ke Malona" ( Youen lupa jika pasukan Turwel yang telah membunuh ayah dari Leona )


"Karena mereka..., Ayah..." ( Leona mengepalkan tangannya )


"Baiklah, sekarang kakak akan ajarkan lagi teknik terbaru dari memanah. Kau siap bukan?" ( Youen berusaha mengganti suasana )


"Eh? Apa itu?" ( Tanya Leona )


"Kalau begitu, tenangkan dulu dirimu. Setelah itu kita akan mempelajarinya" ( Ucap Youen )


"Iya, iya. Aku tidak marah..." ( Leona berusaha meredakan amarahnya )


"Nah, itu baru Leona yang cantik..." ( Puji Youen, setelah itu latihan mereka berlanjut )


( Kita akan melihat kembali apa yang terjadi kepada pasukan Turwel yang ada di kerajaan Timid )


"Kalian boleh lebih lama lagi berada di sini..." ( Ucap Ginku )


"Misi kami telah selesai, kami akan kembali ke kerajaan Malona" ( Jawab Turva )


"Tapi..." ( Kinku dan Ginku merasa ingin lebih lama dengan pasukan Turwel )


"Tenang saja!" ( Sepurga memotong pembicaraan mereka )


"Tuan Sepurga?" ( Kinku dan Ginku melirik ke arahnya )


"Apa yang tuan maksud tenang saja?" ( Tanya Kinku )


"Kalian tidak perlu khawatir jika berpisah dariku. Karena aku akan kembali dalam waktu cepat" ( Balas Sepurga )


"Benarkah? Kapan?" ( Tanya Ginku )


"Sebulan lagi!" ( Jawab Sepurga )


"Sebulan?" ( Bola mata mereka membesar )


"Ya, bulan depan. Jadi tunggu aku saj-" ( Ucapan Sepurga membuat mereka sangat senang )


"Kalau begitu, kami akan membantu menyiapkan segalanya dalam sebulan ini. Bersiap-siaplah, tuan Sepurga!" ( Mereka berdua kembali bersemangat )


"Kalian..." ( Senyum Sepurga, ia merasa lebih bahagia dari sebelumnya karena merasa dibutuhkan oleh seseorang )


"Ya, tunggu aku. Aku akan berangkat sendiri bulan depan" ( Sepurga kembali mengatakannya )


"Hei, kau bilang apa. Kita punya banyak misi" ( Ucap Seberma )


"Biarkan saja, Seberma" ( Tahan Tigra )


"Tapi kita ada misi besar bulan depan" ( Ucap Seberma )


"Biarkan Sepurga menikmati kebahagiannya. Bukannya itu yang dilakukan seorang sahabat?" ( Balas Tigra )


"Sepertinya kau benar. Baiklah, kami akan pergi ke misi bulan depan tanpa Sepurga" ( Ucap Seberma )


"Sungguh? Kalian mengizinkanku untuk lebih lama lagi di sini bulan depan?" ( Tanya Sepurga ?


"Ya, tapi ingat jika kau hanya berada di sana selama dua Minggu. Jadi gunakan waktumu dengan baik" ( Balas Tigra )


"Ya, aku faham!" ( Ucap Sepurga, tak lama setelah itu mereka melakukan perjalanan kembali ke kerajaan Malona )


"Jangan lupakan kami, tuan Sepurga!" ( Ucap Kinku dan Ginku )


"Ya, aku sangat ingin bertemu kalian lagi!" ( Balas Sepurga )


"Haha, mereka sepertinya sudah saling akrab" ( Senyum Turva )


"Tuan Turva..." ( Turva melihat ke arah asal suara itu )


"Ada apa, panglima Idham?" ( Tanya Turva )


"Selain ingin berterima kasih karena telah menyelamatkan raja Rizieq, saya juga ingin meminta pertolongan anda" ( Ucap panglima Idham )


"Aku akan mendengarkannya" ( Balas Turva )


"Sebenarnya, aku mempunyai seorang anak yang hilang akibat peristiwa pada Elf di masa lampau" ( Ucap panglima Idham )


"Anak? Jika dia memang hilang, di mana dia? Apa dia masih kecil?" ( Tanya lagi Turva )


"Waktu aku terpisah darinya, dia masih baru lahir. Jika dihitung dari umurmu, mungkin dia lebih muda setahun. Saya memohon kepada anda agar dapat menemukan anakku yang telah hilang itu" ( Jawab panglima Idham )


"Kenapa anda meminta bantuan kepadaku?" ( Tanya Turva lagi )


"Seperti yang anda tahu, saat ini saya sedang mengemban tugas untuk menjadi panglima, dan anda sendiri tahu jika raja Rizieq memerlukan pengawalan yang ketat. Oleh karena itu saya tidak akan meninggalkannya" ( Jawab panglima Idham )


"Begitu..., Baiklah. Saya akan melakukannya sebaik mungkin" ( Turva menyanggupinya )


"Saya akan memercayai anda" ( Balas panglima Idham, setelah itu mereka melakukan perjalanan kembali ke kerajaan Malona )


( Di tengah perjalanan... )


"Apa yang kau lakukan?" ( Tanya Tigra yang melihat Turva sedang melakukan sesuatu )


"Turva?" ( Ucapan Tigra tidak dibalas oleh Turva, ia juga melihatnya menutup mata, selang beberapa saat... )


"Ini dia!" ( Mata Turva terbuka )


"Eh?" ( Tigra terkejut karena Turva tiba² berbicara, begitupun yang lainnya )


"Turva kenapa?" ( Ucap Sema )


"Aku juga tidak tahu" ( Balas Seberma )


"Apa dia sedang menguatkan sihirnya?" ( Lanjut Sepurga dengan mata yang bersinar )


"Diam dulu, dia sedang berkonsentrasi" ( Ucap Dunza )


"Iya, iya. Aku kan hanya bicara saja" ( Balas Sepurga )


"Lihat itu!" ( Tigra menunjuk ke arah Turva. Semuanya melihat Turva )


"Sihir angin, tingkat empat! Pengikat gravitasi!" ( Turva membuat lingkaran besar dari angin di tempat yang kosong yang membuat benda-benda yang ada dalam lingkaran angin Turva terhisap ke titik pusat lingkaran )


"Campurkan teknik! Angin pemecah!" ( Setelah semua benda telah terhisap ke titik pusat lingkaran, Turva memfokuskan kekuatan tepat di sana yang menyebabkan semua benda hancur menjadi beberapa pecahan yang sangat kecil )

__ADS_1


"Hebat..." ( Ucap Sepurga )


"Apa kau tidak terlalu menghabiskan tenaga sihirmu?" ( Tanya Tigra )


"Sebenarnya aku ingin membuat serangan baru yang tidak dapat ditiru oleh lawan. Jadi aku mencoba membuatnya lebih kuat dari sisi jangkauan maupun kerusakannya" ( Jelas Turva )


"Tapi..., Tenaga sihirmu akan banyak terkuras kau tahu" ( Ucap Tigra )


"Tenang saja, misi kita hari ini telah selesai. Dan juga besok kita diliburkan, hari ini kita akan menghadap raja Kurgosul dulu lalu kembali ke Burd" ( Jawab Turva )


"Sungguh? Besok kita memiliki waktu kosong?" ( Tanya Sepurga )


"Ya, itu benar. Jadi gunakan itu bukan untuk main-main" ( Balas Seberma )


"Iya, iya. Dan juga nanti kau bantu aku" ( Bantah Sepurga )


"Aku mengikutimu saja" ( Senyum Seberma )


"Kalau begitu, aku juga akan meningkatkan juga kekuatanku" ( Tigra tidak ingin kalah )


"Ya, aku setuju" ( Lanjut Dunza )


"Tapi..., Selain sihir, kita juga harus lebih meningkatkan fisik dan kemampuan kita untuk menggunakan pedang" ( Ucap Turva mengingatkan )


"Oh benar juga, aku melupakan itu. Karena waktu di kerajaan Timid kita menggunakan sihir saja" ( Lanjut Sema )


"Kalau aku hanya fokus menggunakan panahku saja" ( Ucap Emily )


"Kenapa? Bukannya bagus jika menggunakan pedang?" ( Tanya Turva )


"Memang bagus, tapi aku sudah tidak ingin lagi melihat wajah-wajah yang menakutkan itu dari jarak dekat" ( Yang Emily maksud yaitu para pasukan Barema pada saat raja Mesune masih berkuasa )


"Kau benar..., Wajah mereka dipenuhi dengan raut kekejaman" ( Balas Tigra. Dia juga mengingat bagaimana ia berhasil membunuh salah satu panglima Barema, yaitu Puvi )


"Menurutku tidak seburuk itu" ( Ucap Turva )


"Apa yang kau maksud?" ( Tanya Tigra )


"Mereka hanya diperintah oleh raja Mesune. Mereka bahkan tidak dalam kesadaran penuh, jadi menurutku tidak ada salahnya kita menggunakan pedang lagi" ( Jawab Turva )


"Menurutku kau benar, tidak ada salahnya menggunakan pedang lagi" ( Tigra menyetujuinya )


"Tapi..., Aku masih tetap ingin menggunakan teknik memanahku" ( Ucap Emily )


"Tenang saja Emily, kami mengerti. Kau dapat dipercaya untuk melindungi punggung kami" ( Ucap Turva menyemangatinya )


"Ya, itu benar. Tapi aku tetap ingin menggunakan pedang" ( Lanjut Sepurga )


"Oh..., Apa kau ingin mati duluan lagi seperti dulu?" ( Ejek Seberma. Baca Turva dan sahabatnya bagian 1 chapter 2 )


"Tidak, itu tidak akan terjadi. Apa yang kau katakan, hahahaha" ( Sepurga merasa malu karena dapat dikalahkan pertama )


"Ya, setidaknya kau hidup lagi" ( Ucap Turva )


"Itu benar. Jangan mengungkit kesedihan lagi, sekarang kita tidak akan berpisah. Jadi jangan merasa kalau aku akan pergi" ( Balas Sepurga )


"Iya, iya. Kau memang cerewet" ( Senyum Seberma )


"Aku benar kan? Nanti jika kita sudah sampai dan istirahat latihannya kita lanjutkan saja" ( Ucap Sepurga bersemangat )


"Tapi, bagaimana dengan Kinku dan Ginku?" ( Tanya Sema )


"Benar juga. Baiklah, setelah misi bulan depan nanti kita akan latihan dengan keras" ( Jawab Sepurga )


"Tapi bukannya kau akan ke kembali ke kerajaan Timid jika kami menjalankan misi?" ( Tanya Turva )


"Benar juga, aku ada di sana dua Minggu. Baiklah, setelah kalian pulang aku juga akan pulang" ( Jawab Sepurga )


"Kau bilang hanya dua Minggu? Kenapa waktunya menjadi dua kali lipat?" ( Tanya Tigra )


"Jika aku sendirian di sana, pasti sangat bosan. Sebaiknya aku menemani Kinku dan Ginku saja" ( Yang dimaksud Sepurga adalah kerajaan Malona )


"Terserah kau saja..." ( Ucap Seberma mempercayainya, ia selalu merasa tenang jika melihat sikap kekanakan Sepurga )


( Perjalanan pasukan Turwel berlanjut hingga malamnya mereka mendirikan sebuah tenda untuk beristirahat )


"Apa yang kau lakukan di sini?" ( Tanya Tigra yang melihat Turva hanya berdiri tanpa melakukan apapun )


"Tigra..." ( Turva membalasnya )


"Ya?" ( Tigra merasa penasaran )


"Apa menurutmu yang kulakukan sudah benar?" ( Tanya Turva, ia kembali melihat ke arah langit )


"Turva..." ( Tigra menyadarinya, selama ini Turva yang menanggung masalah mereka semua sepeninggal Turgam )


"Tenang saja..." ( Tigra menepuk pundaknya )


"Kau sudah benar..." ( Ucap Tigra )


"Begitu..., Terima kasih" ( Balas Turva )


"Ya..., Meskipun melepaskan musuh adalah kesalahan" ( Yang Tigra maksud Turva membiarkan Alya dan Reno untuk pergi )


"Diam kau..." ( Kesal Turva )


"Haha, maaf..., Tapi..." ( Tigra berjalan sedikit jauh ke depan Turva dan melihat ke langit serta membelakanginya )


"Menurutku, guru tidak akan menghukummu lagi" ( Alasan Tigra menyebutkan itu karena Turgam telah tidak ada di samping mereka )


"Karena yang akan menghukummu jika melakukan kesalahan sekarang adalah kami..." ( Tigra berbalik ke melihat ke arah Turva )


"Tigra..." ( Turva berusaha menahan tangisannya )


"Tapi ingat, nanti kau harus membagikan hasilnya kepada ka-" ( Saat Tigra bicara, Turva memeluknya )


"-tentu saja..., Aku sendiri yang akan menghitungnya" ( Ucap Turva )


"Aku berharap kepadamu..." ( Balas Tigra tersenyum, setelah itu mereka melanjutkan tidurnya )


( Keesokan harinya... )


"Baiklah..., Aku merasa bersemangat!" ( Ucap Leona )


"Tenanglah sedikit, Leona" ( Ucap Youen )


"Jika kita mempunyai hubungan dengan keluarga kerajaan pasti beban hidup kita akan sedikit berkurang dan bibi dapat mengatur waktunya dengan baik" ( Gumam Leona )


"Ya..., Aku faham. Ayo, kita berangkat" ( Youen berangkat bersama Leona dengan menggunakan seekor kuda )


"Kak, aku penasaran. Sebenarnya kerajaan Malona itu seperti apa" ( Ucap Leona )


"Kakak juga belum tahu. Tapi yang pasti saat ini raja Kurgosul sedang dalam keadaan yang tidak terbaik nya" ( Balas Youen )


"Ya, aku tau" ( Balas Leona lagi )


"Kita sangat beruntung karena sekarang raja Mesune sudah tidak berkuasa lagi" ( Ucap Youen )


"Ya, itu benar. Sekarang raja Tirgas yang menggantikannya. Terlebih lagi paman Galts dekat dengannya, aku merasa sedikit senang" ( Balas Leona )


"Senang?" ( Heran Youen )


"Maksudku, aku senang karena paman yang lemah itu ternyata mempunyai teman dan dia tidak sendirian" ( Jelas Leona )


"Bilang saja jika kau mengkhawatirkan pamanmu" ( Senyum Youen )


"Apa yang kau katakan? Dia sangat payah dan sudah tidak perlu mendapat perhatian" ( Tegas Leona )


"Iya, iya..., Terserah kau saja" ( Senyum Youen )


"Apa?" ( Leona melihatnya tersenyum )


"Bukan apa-apa" ( Jawab Youen kembali tersenyum )


"Ayolah..., Kenapa wajahmu begitu" ( Leona merasa kesal dan penasaran )


"Aku bilang tidak ada, hahahaha" ( Jawab Youen )


"Jangan sembunyikan apapun dari sahabatmu" ( Leona berusaha membuat Youen berbicara jujur )


"Sebenarnya kau tidak terlalu membenci pamanmu kan" ( Balas Youen )


"Apa maksud mu, tentu saja aku membencinya" ( Jawab Leona )


"Baiklah..., Terserah kau saja" ( Senyum Youen )


( Singkat cerita... )


"Jadi ini kerajaan Malona..." ( Batin Leona )


"Kita sudah sampai, apa kau masih belum juga turun dari situ?" ( Tanya Youen yang duluan turun dari kuda )


"Eh? Ya, tunggu" ( Leona turun )


"Hebat..." ( Ucap Leona )


"Ini kunjungan pertamamu, tentu saja kau sangat senang" ( Ucap Youen )


"Tapi, dimana kita akan menemuinya?" ( Yang dimaksud Leona yaitu raja Kurgosul )

__ADS_1


"Katanya dia akan menunggu kita di sebuah rumah" ( Jawab Youen )


"Ya, aku tau itu. Tapi rumahnya yang seperti apa" ( Tanya Leona lagi )


"Aku juga tidak tau, kita cari saja" ( Balas Youen )


"Tapi kita tidak tau yang mana raja Kurgosul" ( Ucap Leona )


"Tenang saja, aku sudah pernah bertemu dengannya. Kita akan langsung menghampirinya jika kakak sudah melihatnya" ( Balas Youen )


"Baiklah, kalau itu yang kak Youen katakan" ( Mereka kemudian berkeliling kerajaan Malona dan mencari-cari raja Kurgosul )


"Kak" ( Leona memanggilnya ditengah-tengah mencari )


"Kenapa?" ( Jawab Youen )


"Tadi..., Kita melewati sekolah sihir kan" ( Tanya Leona )


"Ya, itu benar. Apa ada yang mengganggumu?" ( Tanya balik Youen. Kota Burd menjadi batas antara kerajaan Malona dan kerajaan Barema, oleh karena itu mereka sempat melewati nya )


"Hmm, tidak. Bukan apa-apa" ( Jawab Leona )


"Kau kenapa?" ( Tanya Youen )


"Sudah ku bilang bukan apa-apa" ( Jawab Leona )


"Terserah kau saja, kita belum menemukan nya. Mungkin kita harus ke sana" ( Youen menunjuk ke rumah yang terlihat cukup tua )


"Tapi, apa seorang raja bisa menempati itu?" ( Tanya Leona )


"Sudahlah, kemungkinan dia ada di sana. Firasatku mengatakan itu" ( Jelas Youen )


"Baiklah, ayo kita ke sana" ( Mereka menghampiri rumah tua itu. Melihat empat prajurit yang seolah-olah bolak-balik membuat mereka bertambah yakin )


"Pasti itu dia" ( Batin Youen )


"Permisi, apa kalian mengetahui dimana raja Kurgosul?" ( Youen bertanya kepada salah satu prajurit )


"Apa anda memiliki urusan dengannya?" ( Tanya balik prajurit itu )


"Kami diperintahkan untuk menemui nya" ( Jawab Youen singkat )


"Berarti anda dari kerajaan Barema?" ( Tanya lagi prajurit itu )


"Ya, itu benar" ( Jawab Youen lagi )


"Baiklah, kami akan membawa anda" ( Para prajurit itu menuntun Youen dan Leona menemui raja Kurgosul )


"Apa ini benar?" ( Bisik Leona )


"Tenang saja, mereka tidak akan berbuat jahat" ( Balas Youen )


"Sepertinya mereka terlihat mencurigakan" ( Batin Leona )


"Raja kami sudah menunggu di dalam" ( Setelah ucapan prajurit itu, mereka berdua masuk ke dalam rumah tua tersebut )


"Tidak ada orang?" ( Batin Leona )


"Kami dari kerajaan Barema, apa raja Kurgosul ada di sini?" ( Ucap Youen )


"Kemana tadi prajurit itu?" ( Batin Leona, ia baru menyadari jika prajurit yang tadi telah tidak ada )


"Leona, awas!" ( Youen mendorong nya dari tempatnya berdiri )


"Apa yang kakak maksud?" ( Leona melihat ke arah tadi ia berdiri )


"Itu, panah?" ( Leona mengambilnya )


"Jangan memegangnya" ( Ucap Youen )


"Apa masalahnya?" ( Tanya Leona )


"Kemungkinan itu beracun dan akan melukai kulitmu" ( Jawab Youen )


"Baiklah" ( Leona menurutinya )


"Ada apa ini? Kenapa tiba-tiba ruangannya menjadi lebih gelap?" ( Ucap Youen )


"Kita harus segera keluar!" ( Ucap Leona )


"Kau benar" ( Mereka menuju ke pintu keluar )


"Apa?" ( Ucap Leona )


"Ada apa?" ( Tanya Youen sambil menghindari dirinya dari serangan acak serta melindungi Leona )


"Pintunya terkunci..." ( Jawab Leona )


"Kita harus bagaimana?" ( Ucap Leona )


"Tunggu dulu, kakak akan menghancurkan pintu nya. Cobalah untuk menjauh" ( Leona mengikuti perintah Youen )


"Sihir air, tingkat dua, ledakan air!" ( Youen mengumpulkan tenaga tepat di dekat pintu itu dan meledakkan nya dengan harapan pintu nya ikut hancur )


"Apa berhasil?" ( Mereka melihat pintu nya mulai retak )


"Apa?" ( Youen terkejut melihat pintu itu kembali ke bentuk asalnya )


"Tidak mempan" ( Ucap Leona )


"Kita harus meminta pertolongan!" ( Ucap Youen )


"Tapi, bagaimana caranya?" ( Tanya Leona )


"Lepaskan saja sihir sebanyak-banyaknya, kemungkinan ada orang yang melihat dan membantu kita" ( Jawab Youen )


"Apa itu tidak terlalu beresiko? Kemungkinan tenaga sihir kita akan habis" ( Tanya Leona lagi )


"Kau benar, kita harus memikirkan cara lain" ( Balas Youen. Saat mereka kehabisan cara, Youen melihat sesuatu )


"Apa itu?" ( Youen menunjuk ke pintu yang tadi )


"Sihir pintu nya mulai melemah" ( Ucap Leona )


"Sepertinya ada yang membantu kita dari luar" ( Jelas Youen )


"Lihat itu kak!" ( Leona melihat sesuatu seperti sihir es yang dari tengah-tengah pintu itu kemudian melebar hingga menutupi seluruh pintu nya )


"Hebat....." ( Gumam Leona )


"Sepertinya kita harus menjauh sedikit" ( Ucap Youen )


"Kakak benar" ( Mereka menjauh dan melihat yang selanjutnya saja )


"Siapa yang mampu menggunakan sihir es sekuat ini?" ( Batin Leona )


"Ah, pintu nya hancur" ( Ucap Youen )


"Ayo keluar cepat" ( Lanjut Youen )


"Ya!" ( Mereka akhirnya berhasil keluar )


"Siapapun itu, terima kasih kepada kalian..." ( Ucap Leona tanpa melihat mereka )


"Ya, itu bukan apa-apa" ( Ucap orang itu )


"Apa anda baik-baik saja?" ( Tanya orang yang bersama penyelamat mereka )


"Ya, kami berhasil selamat berkat kalian" ( Balas Youen )


"Baguslah jika begitu..." ( Setelah asap mulai menghilang, mereka melihat orang yang telah menyelamatkan mereka )


"Jadi, kalian yang sudah menyelamatkan kami" ( Ucap Leona, ia melihat ada 7 orang laki-laki )


"Apa yang kalian lakukan di sini? Sepertinya aku tidak pernah melihat kalian" ( Tanya salah satu laki-laki itu )


"Kami dari kerajaan Barema dan ingin menemui raja Kurgosul" ( Jelas Youen )


"Kalau begitu, kalian bisa bersama kami. Kami juga akan menghadap kepada nya" ( Balas salah satu laki-laki tersebut )


"Benar juga, kalian bisa memanggilku Youen" ( Youen berusaha menjabat tangan )


"Ya, kami akan mengingat itu" ( Balas salah satu laki-laki yang menjabat tangan Youen )


"Kalau begitu kalian bisa memanggil Leona" ( Leona mengikuti gerakan Youen )


"Oh, kalau begitu anda bisa memanggilku Tigra..." ( Balas laki-laki yang menjabat tangan Leona )


"Tigra...?" ( Leona terkejut, laki-laki yang berada di depannya sekarang adalah salah satu pasukan Turwel, yaitu Tigra. Dapat dikatakan jika dia adalah orang yang membunuh langsung ayahnya )


"Gawat..." ( Batin Youen, apa yang ditakutinya terjadi. Leona bertemu dengan pasukan Turwel )


"Tigra ya..., nama yang bagus. Senang bertemu dengan anda" ( Youen terkejut melihat Leona membalas ucapan Tigra dengan tersenyum )


"Oh..., sepertinya anda sangat bersemangat bertemu dengan raja Kurgosul" ( Senyum Tigra )


"Ya, selain itu saya juga ingin bertemu dengan pembunuh ayahku..." ( Tigra sedikit heran karena ucapan Leona yang disertai senyum itu )


"Apa yang anda maksud?"

__ADS_1


< Berlanjut ke chapter 42! >


__ADS_2