Turva (Pedang Dan Angin)

Turva (Pedang Dan Angin)
Chapter 43 ( Informasi Yang Berguna )


__ADS_3

Chapter 43 ( Informasi yang berguna )


"Apa yang anda lakukan raja Hartlin?" ( Tanya Sanvu )


"Saya hanya ingin melihat kalian lagi..." ( Jawab raja Hartlin )


"Oh.., benar juga. Kemari, Madini" ( Ternyata raja Hartlin tidak sendirian )


"Kenapa kau ikut juga?" ( Tanya Turva )


"Katanya dia kesepian karena kau jarang menemuinya" ( Jelas raja Hartlin )


"Apa yang anda katakan? Saya sama sekali mengelaknya" ( Balas Madini )


"Begitu..., Kau benar raja Hartlin. Padahal dia murid pertamaku, tapi aku tidak memperhatikannya" ( Ucap Turva )


"Lupakan itu, guru. Dan juga, guru harus membuka kertas itu secepatnya" ( Madini menunjuk ke arah gulungan kertas Turgam )


"Kau benar juga. Semuanya tolong sedikit menjauh" ( Perintah Turva )


"Pindahkan kekuatan!" ( Setelah pedang Turva telah menyerap sedikit sihir anginnya, dia lalu menggoreskan nya sedikit ke tali yang paling tengah di gulungan itu )


"Oh..., Terbuka" ( Ucap Sepurga )


"Kukira akan lebih sulit..." ( Lanjut Seberma )


"Ya.., kau benar" ( Balas Turva )


"Sekarang coba kau membacanya..." ( Ucap Sanvu )


"Baiklah..." ( Turva kemudian membuka gulungan yang pertama )


"Kertas nya terbuat dari bahan yang sama dengan yang dibuat raja Hartlin" ( Batin Turva )


"Apa isi surat pertama, Turva?" ( Dunza merasa penasaran )


"Ini bohong kan..." ( Turva terkejut melihat isi surat pertama )


"Ada apa, Turva?" ( Limzy menghampirinya dan melihat surat itu juga )


"Apa yang kau lihat, Limzy?" ( Tanya Tigra )


"Ini..., Semuanya, kita mempunyai kabar baik yang pertama!" ( Balas Limzy bersemangat )


"Apa yang kau maksud?" ( Tanya Sepurga )


"Bacakan cepat Turva" ( Limzy mempersilahkannya )


"Oh, ya..., Di surat pertama guru memberitahukan kita jika sebenarnya kita bisa memiliki kemampuan untuk menguasai lima elemen dasar sihir..." ( Ucapan Turva membuat mereka sedikit senang )


"Dan juga, guru mengatakan jika kita akan mendapatkan kekuatan yang dimana kita bisa mengetahui tempat tujuh berlian itu" ( Lanjut Turva )


"Kalau begitu, aku bisa menguasai elemen yang lain selain api?" ( Sepurga bersemangat )


"Bukannya itu bagus? Itu artinya kau tidak boleh mengandalkan api mu yang mengganggu itu" ( Ucap Seberma )


"Diam kau..., Aku tahu mengendalikannya" ( Balas Sepurga )


"Dan..., Surat kedua isinya apa, Turva?" ( Tanya Sanvu )


"Oh.., ya. Kau benar" ( Turva kemudian membuka surat kedua )


"Di surat kedua, guru menulis di sini jika sebenarnya raja Jalhaq hanya memiliki salah satu dari enam berlian yang diberikan oleh seseorang yang dia tidak ketahui" ( Ucap Turva saat membaca surat kedua )


"Oh..., Ada lanjutannya" ( Turva melihat ada tulisan lagi di bagian bawah dari surat kedua )


"Apa itu?" ( Limzy menyuruhnya untuk segera membaca )


"Maaf muridku, guru baru mengingat jika sebenarnya raja Jalhaq bukanlah raja Iblis yang guru maksud. Karena seingat guru raja iblis tidaklah mempunyai hati, sementara raja Jalhaq berusaha untuk membebaskan berlian itu juga. Guru baru mengingat itu saat guru menulis ini. Apa yang guru katakan saat raja Mesune terbunuh itu guru hanya menduga-duga nya..." ( Jelas Turva yang membacanya )


"Jadi..., Sebenarnya raja iblis itu bukan raja Jalhaq?" ( Sepurga ingin memastikannya )


"Ya, kau benar. Berarti raja Iblis ini pastilah lebih kuat dari raja Jalhaq" ( Jawab Turva )


"Tapi..., Apa menurutmu raja iblis yang sebenarnya ini akan kita dapatkan dengan mudah?" ( Tanya Dunza )


"Kemungkinan nya sangatlah kecil, tapi kita harus menangkap dulu sisa berlian nya dengan menggunakan kekuatan yang guru sebutkan di surat pertama tadi" ( Yang dimaksud Delta yaitu kekuatan yang dimana mereka bisa mengetahui letak ketujuh berlian itu )


"Ya.., kekuatan itu sangat membantu. Tapi bagaimana kita bisa mendapatkannya?" ( Tanya Enka )


"Kemungkinan jawabannya ada di surat berikutnya" ( Jawab Sanvu )


"Baiklah..., Kalau begitu aku akan membuka surat ketiga nya" ( Turva kemudian membaca nya )


"Disini guru menulis bahwa kemungkinan jika raja iblis itu tidak berada di negara Rakiyah. Dan juga dua dari enam pengguna berlian yang dibagikan itu ada dalam negara Rakiyah" ( Jelas Turva )


"Jika satunya raja Jalhaq, siapa lagi satunya?" ( Ucap Sepurga )


"Aku juga tidak tahu, tapi yang pasti orang itu ada di negara Rakiyah" ( Balas Turva )


"Ini surat keempat nya guru" ( Madini memberikannya surat berikutnya )


"Oh..., Terima kasih" ( Setelah itu Turva membukanya )


"Baiklah..., Isi surat keempat, guru menulis disini bahwa jika tongkat sihirnya mengeluarkan cahaya merah itu berarti pemegang berlian nya ada dalam jarak 1.000 kaki" ( Jelas Turva )


"Jika itu yang dikatakan guru, berarti kita harus selalu membawa tongkatnya" ( Ucap Emily langsung mengambil kesimpulan )


"Aku sependapat denganmu. Dan juga, sebelum membaca surat kelima saya ingin bertanya sedikit kepada anda..." ( Balas Turva )


"Apa itu?" ( Raja Hartlin mempersilahkannya )


"Begini..., Mengapa anda membuat surat palsu itu?" ( Turva dari awal penasaran akan hal itu )


"Pertanyaanmu memang harus dipertimbangkan" ( Ucap raja Hartlin )


"Saya hanya tidak ingin kalian terlalu dilelahkan setelah melawan raja Bagru yang membuas dan saya membuat surat itu hanya untuk membuat kalian sedikit tenang" ( Jelas raja Hartlin )


"Tapi, bagaimana anda tau dengan berliannya?" ( Tanya Turva lagi )


"Tentu saja, karena saat itu kerajaanku memihak anda saat perang besar itu" ( Yang dimaksud raja Hartlin adalah kerajaan Selaon memihak kepada kerajaan kerajaan Malona untuk melawan kerajaan Barema saat raja Mesune masih memimpin )


"Begitu..., Maaf, saya meragukan anda" ( Ucap Turva )


"Tidak apa, itu hal yang wajar melihatku muncul tiba-tiba seperti mengikuti kalian" ( Balas raja Hartlin )


"Baiklah, aku akan membuka surat kelimanya..." ( Kemudian Turva bersiap membaca nya )


"Baiklah..., Disini guru menulis bahwa sebenarnya berlian itu selain berjumlah 7 berlian utama raja iblis juga membuat sebanyak 12 berlian bawahan yang dimana 4 diantaranya berada di negara Rakiyah" ( Jelas Turva )


"Jika begitu, berarti kita sudah mengalahkan dua dari empat berlian bawahannya. Yaitu raja Mesune dan raja Bagru" ( Ucap Tigra )


"Benar juga, anda pernah menulis di surat buatan anda jika seseorang yang diberikan berlian dan jika berlian itu hancur maka orang itu akan bebas dari kendali raja iblis, apa maksudnya itu berlian bawahan?" ( Turva kembali bertanya )

__ADS_1


"Ya, itu benar. Sebenarnya pengetahuan saya hanya sampai berlian bawahan. Tapi setelah kau membaca suratnya ternyata ada yang namanya berlian utama dan salah satunya yaitu berlian berharga" ( Ternyata raja Hartlin baru mengetahui nya juga )


"Berarti selama ini anda sudah mengetahui mengenai berliannya" ( Ucap Sanvu )


"Ya, itu benar. Tapi saya berkata sungguh-sungguh. Yang saya tahu hanyalah berlian bawahan" ( Balas raja Hartlin )


"Tentu saja, kami percaya dengan anda. Tenang saja, Hartlin..." ( Turva mengingat jika raja Hartlin pernah menyuruhnya untuk memanggilnya dengan nama saja )


"Ya, saya juga percaya dengan kalian..." ( Balas raja Hartlin )


"Baiklah..., Ini surat keenam" ( Turva mulai membukanya )


"Disurat keenam ini guru menulis bahwa dapat dipastikan jika semua pemilik berlian ini adalah orang yang sangat kuat. Bahkan sebelum mereka memiliki berlian itu" ( Jelas Turva )


"Dan juga, tidak semua pemilik berlian itu adalah seorang raja. Itu hanya pemikiran guru" ( Lanjut nya )


"Jika bukan seorang raja, terus siapa yang akan kita dapatkan jika mencari orang itu keluar dari negara Rakiyah?" ( Ucap Sepurga )


"Apa kau sudah lupa ada tongkat dari guru?" ( Balas Seberma )


"Oh.., kau benar juga" ( Setelah itu Sepurga terdiam )


"Apa kau menahan malu?" ( Tanya Seberma )


"Tidak! Aku hanya sedikit lelah karena berbicara" ( Balas Sepurga )


"Hahahaha, terserah kau saja" ( Senyum Seberma )


"Baiklah, ini surat terakhir..." ( Turva kemudian membukanya perlahan )


"Eh?" ( Turva kembali terkejut )


"Ada apa Turva?" ( Tanya Dubas )


"Aku tidak tahu kenapa, tapi sepertinya guru menulis surat terakhir ini secara tidak lengkap" ( Mendengar perkataan Turva, semuanya melihat surat itu )


"Kau benar Turva, suratnya tidak lengkap!" ( Ucap Emily )


"Disini tertulis jika kalian harus menuju ke desa Kara yang berada di kerajaan Arba. Disana kalian akan menemui seseorang yang akan berguna untuk dapat membantu kalian mendapat kekuatan yang guru sebutkan di surat pertama" ( Jelas Turva )


"Dan guru ingin memberitahu kalian jika kalian mendapatkan berlian milik raja iblis itu jangan kalian hancurkan itu. Cukup dengan berlian utama dan berlian bawahan saja yang dihancurkan, kalian cukup menyimpan berlian berharga itu dan menggunakannya di saat yang tepat. Dan jika kalian tidak bisa mengendalikan kekuatan berlian itu dan tidak ada satupun yang mampu melakukannya, maka kalian harus meng-" ( Disitulah isi surat Turgam selesai saat Turva membacanya )


"Tapi..., Apa yang guru maksud di akhir itu?" ( Tanya Tigra )


"Aku juga tidak tahu..., Tapi disini katanya kita harus menghancurkan semua berlian utama dan berlian bawahannya" ( Balas Turva )


"Itu berarti, kita tidak akan kesulitan lagi kan?" ( Ucap Sepurga )


"Apa yang kau maksud, bukannya 15 bulan lagi penyerang pemimpin iblis itu akan segera datang?" ( Seberma mengingatkannya )


"Kau benar! Aku melupakannya!" ( Sepurga kembali panik )


"Baiklah, sebelum itu kita harus menuju ke desa Kara seperti yang guru perintahkan..." ( Ucap Turva )


"Kau benar, ini sebuah petunjuk yang bagus. Terima kasih, Dubas" ( Balas Sanvu )


"Tentu saja. Dan juga, sekarang kita akan berangkat bersama tidak seperti saat ke kerajaan Timid" ( Jelas Dubas )


"Hahahahaha, kau benar. Ini pasti sangat menegangkan!" ( Ucap Sanvu )


"Kalau begitu, aku akan memberitahukan hal ini kepada raja Kurgosul terlebih dahulu" ( Setelah itu, Tigra pergi ke hadapan raja Kurgosul )


"Baiklah, kami menunggu mu!" ( Ucap Limzy )


"Siapa yang dia maksud?" ( Tanya raja Hartlin )


"Oh..., Dia sepertinya ingin memanggil adik seperguruannya" ( Jawab Turva )


"Oh..., Apa dia sangat dekat Limzy?" ( Tanya raja Hartlin lagi )


"Tentu saja, sekarang dia menjadi muridnya" ( Jawab Seberma )


"Dan juga, dia sangat cantik!" ( Ucap Sepurga )


"Oh, ternyata kau pintar memuji juga" ( Balas Madini )


"Terima kasih, murid Turva" ( Ucap Sepurga membungkukkan badannya )


"Kau masih menggodaku?" ( Madini berusaha menendangnya )


"Tidak, bukan begitu yang kumaksud. Maafkan aku!" ( Sepurga bertekuk lutut dan menyatukan dua telapak tangannya )


"Terserah kau saja!" ( Setelah itu, keadaan kembali normal )


"Raja telah memberikan izinnya!" ( Ucap Tigra yang baru datang )


"Apa benar? Itu sangat bagus" ( Balas Sepurga )


"Tapi, kita hanya diperbolehkan kesana jika kita telah beristirahat selama 3 hari" ( Jelas Tigra )


"Oh..., Seperti raja kalian memerhatikan kalian. Kalau begitu kalian harus mengumpulkan tenaga dalam waktu itu sebelum berangkat ke desa Kara" ( Ucap raja Hartlin )


"Anda benar, akhir-akhir ini kami selalu bepergian tanpa memikirkan kesehatan kami. Meskipun itu yang kami lakukan sebagai tugas wajib kami" ( Tugas utama pasukan Turwel yaitu melakukan pengamanan dari luar kerajaan dan menghancurkan berlian-berlian raja iblis sebagai alasan pasukan Turwel dibentuk )


"Oh..., Kau sudah datang Tigra" ( Limzy datang bersama Mikomi )


"Oh..., Ya. Kita diizinkan untuk ke desa Kara setelah memulihkan tubuh selama tiga hari" ( Balas Tigra )


"Begitu ya..., Baiklah kalau begitu. Mikomi, tidurlah disini" ( Ucap Limzy )


"Eh!!!!!" ( Mikomi sedikit merasa kaget )


"Apa yang kau katakan! Ini kamarku!" ( Dubas memukul tengkuk Limzy )


"Bukan begitu, maksudku. Karena sewaktu misi kerajaan Timid kita tidak memiliki waktu maka kita akan menghabiskan malam kita di kamar Sepurga" ( Limzy menjelaskan alasannya )


"Kenapa kamarku!" ( Tanya Sepurga )


"Karena kamarmu yang paling luas dan kau suka membersihkan, jadi tidak masalah kan?" ( Balas Limzy )


"Ya, itu benar. Tapi, jangan di kamarku!" ( Ucap Sepurga melarang )


"Ayolah, sekali-kali kita melakukan ini. Bukannya menyenangkan?" ( Seberma menyarankan Sepurga agar mengizinkan yang lainnya tidur di kamarnya )


"Jika itu yang kau katakan, aku akan menuruti nya saja" ( Sepurga pun mengizinkan mereka )


"Dan juga, Madini. Kau temanilah Mikomi. Kau tidak mempunyai teman cerita kan?" ( Ucap Turva )


"Eh? Baiklah..., Jika guru menyarankanku" ( Madini mengiyakan saran Turva )


"Baiklah kalau begitu. Karena sudah gelap kita akan beristirahat" ( Ucap Sanvu )


"Ayo! Kita akan menikmati malam kita di kamar Sepurga!" ( Ucap Limzy bersemangat )

__ADS_1


"Sangat mudah mulutmu untuk berbicara itu!" ( Balas Sepurga )


"Sabar Sepurga, hahahaha" ( Seberma menahannya )


"Pesta, ya..." ( Gumam Turva )


"Ada apa Turva?" ( Tanya Sanvu yang melihatnya terdiam )


"Aku hanya ingin memastikan, kita berpesta tanpa minuman kan?" ( Turva hanya tidak ingin meminum yang akan membuatnya mual )


"Tentu saja, kita tidak akan meminum itu. Karena guru melarang nya" ( Balas Sanvu )


"Begitu..., Untung saja" ( Turva merasa lega )


"Oh..., Kau sepertinya takut dengan minuman keras" ( Sanvu bercanda sedikit dengannya )


"Apa yang kau katakan? Aku sudah pernah mencobanya, dan aku tidak muntah" ( Balas Turva )


"Apa itu benar? Bukannya terakhir kau mencoba itu saat kecil dan kau muntah sangat banyak dan setelah guru melarang mu kau tidak pernah lagi meminumnya?" ( Tanya Sanvu )


"Diamlah, aku hanya bilang suka minum" ( Jawab Turva )


"Hmmm, apa itu benar?" ( Sanvu berusaha bercanda dengan Turva karena dia tahu bahwa saat ini yang ada di dalam fikiran sahabatnya itu dipenuhi beban yang sangat beban dan ia berusaha untuk menenangkannya )


"Oh..., Kebetulan sekali aku bertemu dengan anda" ( Tigra melihat Leona dan Youen sedang berjalan-jalan untuk melihat-lihat )


"Apa yang kau lakukan disini?" ( Tanya Leona )


"Benar juga, aku ingin ke kamar temanku untuk merayakan pesta" ( Jelas Tigra )


"Pesta!" ( Tiba-tiba ucapan Leona sedikit terlihat bersemangat )


"Tunggu dulu, putri panglima Puvi. Ini pesta hanya untuk para laki-laki, jadi anda tidak diperkenankan untuk bergabung" ( Jelas Sepurga )


"Oh...., Begitu." ( Tiba-tiba Leona terlihat murung )


"Sudahlah, Leona. Kita akan melihat-lihat lagi. Kita biarkan saja mereka" ( Ucap Youen )


"Iya, kak..." ( Setelah itu Leona dan Youen kembali berjalan )


"Leona! Kau bisa bergabung dengan para perempuan yang ada di kamar sahabatku!" ( Tigra memberinya saran )


"Tapi..., Kamar sahabatmu yang mana?" ( Tanya Leona )


"Dubas, tunjukkan dia!" ( Ucap Tigra )


"Baiklah, baiklah. Aku sedikit merasa tidak enak karena kamarku sekarang ada 4 perempuan..." ( Balas Dubas )


"Hahaha, seharusnya kau merasa beruntung" ( Ucap Enka, setelah Dubas selesai mengantar mereka berdua ia lalu kembali ke Turva dan mereka semua berpesta di kamar Sepurga )


"Ini kamar salah satu teman Tigra?" ( Batin Leona )


"Baiklah, ayo kita buka. Setidaknya yang punya kamar telah mengizinkan kita" ( Ucap Youen )


"Eh? Ya..., Tapi masuk ke kamar laki-laki itu sangat...." ( Leona sedikit merasa canggung dan malu )


"Aku mengerti yang kau katakan, tapi Tigra mengatakan jika ada lagi dua perempuan dan kita akan berempat. Kita bisa membuat pesta kita sendiri" ( Ucap Youen )


"Sepertinya kak Youen benar" ( Setelah itu mereka membuka pintunya )


"Eh?" ( Leona dan Youen terkejut melihat yang ada di dalam )


"Kenapa ada tiga?" ( Mereka berdua melihat ada Madini, Mikomi dan putri Dian Haka )


"Kalian siapa?" ( Tanya putri Dian Haka )


"Kami dari kerajaan Barema" ( Jawab Leona )


"Oh..., Berarti kalian berdua yang dikatakan oleh ayahku" ( Ucap putri Dian Haka )


"Ayah?" ( Leona tidak mengetahui nya )


"Benar juga, aku tidak memberitahu mu. Aku adalah putri Dian Haka, dari kerajaan Malona dan anak dari raja Kurgosul. Senang bertemu dengan anda" ( Putri Dian Haka memperkenalkan dirinya dengan senyum yang ramah )


"Oh..., Aku Leona" ( Balas Leona )


"Dan yang ini yaitu pemanah hebat sekaligus murid Turva, dia dari kerajaan Selaon. Namanya adalah Madini" ( Putri Dian Haka memperkenalkannya )


"Senang bertemu dengan kalian" ( Madini juga tersenyum ke mereka berdua )


"Oh..., Aku adalah teman seperguruan dari Leona. Namaku Youen, saya harap bisa mengenal kalian lebih baik" ( Youen juga meniru sikap Madini. Sebelum itu, Leona dan Youen telah mengetahui Turva yang sudah banyak orang mengenalnya )


"A..., Aku..., Mikomi! Dari sekolah sihir Burd. Dan aku juga murid dari kak Limzy!" ( Mikomi sedikit gugup )


"Limzy?" ( Leona berbisik )


"Mungkin itu nama salah satu dari sahabat Tigra" ( Balas Youen )


"Oh..., Ternyata begitu" ( Ucap Leona )


"Apa yang putri lakukan di kamar Dubas?" ( Tanya Leona )


"Oh..., Tadi disini Turva membacakan surat aslinya dan saat aku sampai hanya tinggal mereka berdua" ( Jelas putri Dian Haka )


"Begitu.., kami mendengar dari Tigra jika mereka akan berpesta di salah satu kamar teman mereka" ( Ucap Leona )


"Apa itu benar?!" ( Tanya putri Dian Haka dengan nada sedikit naik )


"Ya, itu benar. Apa ada yang mengganggu putri?" ( Tanya Leona )


"Tidak, tidak ada apa-apa..." ( Putri Dian Haka tidak menjawab pertanyaan mereka )


"Aku ingin bergabung..." ( Batin putri Dian Haka )


"Oh..., Dan kata Tigra itu hanya pesta untuk laki-laki" ( Lanjut Leona )


"Begitu..." ( Seketika putri Dian Haka terlihat murung )


"Aku tahu apa yang putri rasakan, tapi kita tidak boleh mengganggu mereka" ( Ucap Youen )


"Aku tahu!" ( Madini berdiri dengan cepat )


"Ada apa, Madini?" ( Tanya putri Dian Haka )


"Begini saja, kita buat pesta untuk perempuan saja. Bagus bukan? Dengan begitu kita tidak akan kesepian dan kita juga akan mendapat kesempatan untuk lebih mengenal satu sama lain" ( Jawab Madini )


"Bagaimana, murid Limzy?" ( Tanya Madini )


"Aku..., Rasa, itu id..de yang bag...gus!" ( Jawab Mikomi )


"Baiklah, kalau begitu kita akan melakukan pesta yang sama serunya dengan pesta para pasukan Turwel!" ( Dimalam itu, para perempuan berpesta di kamar Dubas dan para pasukan Turwel berpesta di kamar Sepurga )


"Sudah tiba saatnya, untuk memajukan serangan!"

__ADS_1


< Berlanjut ke chapter 44! >


__ADS_2