Unattainable Woman

Unattainable Woman
MUATAN BENCI


__ADS_3

Sepertinya morin, letty sheka, maupun gisya sudah menjadi ancaman antar satu sama yang lain. dari sejauh ini mereka kerap menjatuhkan jika di nilai salah satu dari mereka mempunyai kekurangan masing masing. morin semakin mendikte sheka yang tidak tidak, menganggap remeh letty dan semakin muak dengan kelakuan gisya yang semena mena. letty pun juga terpapar gundah lantaran dia tidak memiliki predikat apa pun seusai festival yang membutnya semakin iri dengan prestasi morin, kerap menyingkirkan letty dengan cara apa apun dan semakin menjadi tuai kebencian nya terhadap sheka yang selalu di segani anak anak yang lain. gisya juga tak berhenti untuk bisa menjatuhkan salah satu satu mereka yang menurut nya bisa saja orang itu untuk di tindas nya, gisya merasa bahwa dirinya lebih di antara mereka. sheka yang hanya bisa untuk menjauh dari masalah, namun kerap nama nya selalu terbawa bawa dalam masalah baru yang membuat nya selalu menjadi sorotan, padahal sheka hanya tidak senang nama nya di giring sehingga menjadi topik opini di fakultas.


gisya sedang bahagia, dengan hasil menjual perhiasan cincin ibu nya tanpa di ketahui oleh siapa pun, gisya benar benar menutup rapat aibnya agar tidak di ketahui oleh siapa pun. pada menjelang beberapa hari setelah dia menjual perhiasan tersebut, ayah dan ibu nya sedikit heran dan bertanya tanya, bahkan ibu nya menuding ayah nya telah memberi uang yang lebih tanpa di ketahui dirinya.


ayah gisya tentunya mencurigai gisya. membeli perawatan tubuh dengan jumlah yang terbilang mahal, tapi ayah nya berpikir itu hasil simpanan atau tabungan gisya saja.


" gisya kamu dapat uang berapa dari ayah kamu, ini semua mahal ibu tau itu!" ujar ibu gisya.


hhmm ini dari pacar aku kok " jawab gisya.


mana pacar kamu, hasil uang nya ada ini dia nya yang gak ada " tanya ibu gisya dengan sepontan.


" nanti ya bu aku bakal suruh dia main main kesini, udah lah bu aku mau tidur ngntuk..." jawab gisya sambil menutup pintu.


huuuuhhh pake ada acara ngecek ke kamar juga tu orang " ujar gisya dengan gugup. besok besok aku bakal sembunyiin tas, sepatu, dan baju yang lainnya" ujar gisya sambil tergesa gesa membereskan yang lainya.


" makanya jangan pelit pelit huhhh! " ujar gisya terkait ibunya.


pada keesokan harinya, gisya akan pergi ke tempat tongkrongan dimana tempat tersebut merupakan tempat yang ingin di incar incar nya, barkaitan dengan cowok yang akan di dekatinya, meskipun gisya tau dia sudah memiliki kekasih, tetapi gisya tak segan segan untuk bisa menarik perhatian cowok itu.


kok dia gak ada di sini ya..aku tadi liat statusnya dia ada di tempat ini..apa dia sudah pulang yaa?" ujar gisya sambil menoleh kanan dan kiri..hhm percuma, aku akan pergi ke tempat ibu letty saja, hari ini mereka tutup sampai jam tujuh malam.


letty, yang membantu ibunya juga menghubungi teman teman nya agar segera berkumpul di markas ibunya. saat letty hendak membuka pintu, tak sengaja dia melihat gisya yang hendak masuk " sialan gisya lagi..ngapain tuh orang bikin muak saja..

__ADS_1


melihat kedatangan gisya letty pun pulang, karena letty benar benar benci dengan perkataan gisya yang sudah membuatnya malu habis habisan, soal sindiran di group yang benar benar menjatuhkan dirinya


haahhh sialan pake acara ada letty segala..maless,itu anak ngapain sih..tumben aja gak barengan sama teman temannya, udah di buang kalii sama genk nya" ujar gisya saat melihat letty.


tak lama kemudian ibu letty menyapa gisya "gis kamu tumben kesini, cantik banget kamu hari ini, harum lagi" ujar ibu letty sambil berbicara dengan gisya.


mendengar kata pujian ibunya, letty tidak sedikit pun membalikan badan nya untuk menoleh gisya. karena kemuakan letty sudah benar benar di ujung tanduk, letty pun menampar meja dan pulang meninggalkan meja nya tersebut.


" apaan sih gisya pake acara caper (cari perhatian kemana mana) lama lama makin muak saja dengan tingkah laku nya " ujar letty dengan emosi..


letty kamu mau kemana??"ujar ibu letty menyeru letty. dan letty pun tidak menjawab sama sekali.


letty pulang dengan wajah memerah dan kesal, letty sudah berpikir bagaimana pun cara nya dia akan membalas perbuatan yang sudah di lakukan gisya terhadap dirinya. letty segera bersiap siap untuk mengajak salah satu teman nya untuk pergi.


letty lebih duluan sampai di tempat itu di banding teman teman yang lain, sambil melamun letty pun di kejutkan oleh salah satu teman nya "wooooiiiiiiiiii jangan melamun!! "ujar salah satu teman nya..arggggghhhhh aku kaget kirain siapa? " ujar letty.


ngapain ngajak kesini tumben banget, naksir siapa lagi hah? " tanya teman nya kepada letty sambil tertawaaa.


engak ada.. ini masalah lain bukan itu" jawab letty.


terus apa? ngomong woy ngomong?" jawab teman nya.


kenapa ya akhir akhir ini aku kayak makin muak sama orang, resek banget tu orang sumpah. aku benci sama perempuan itu" ujar letty menceritakan masalah nya kepada teman teman nya.

__ADS_1


siapa dia dan siapa nama nya? "ujar jawaban dan bertanya balik pada letty.


nama nya gisya, kami hanya berbeda kelas saja tapi aku benci untuk saat ini melihat dia, dia sudah membuat ku malu habis habisan, bagaimana tidak dia menghinaku di group sekolah, semua teman teman nya kerap sekali mengejek ku" jawab letty kepada teman temannya.


kita cari tau aja soal dia kalau masalah sudah seperti itu, aku mendengar nya saja sudah geram,apalagi kamu.."ujar teman nya letty.


teman teman nya letty dengan kompak mencari tau soal gisya dan tempat tinggal gisya, mereka tidak ingin salah satu dari teman mereka di tindas oleh orang lain. mereka benar benar tidak terima dengan perlakuan gisya seperti itu kepada letty.


" apa dia cantik,putih atau kurus tinggi " ujar teman nya letty menanyakan soal ciri ciri gisya.


hhhmm lumayan sih tapi gak tinggi tinggi amat, tapi dia mempunyai tubuh yang bagus, bokong yang berisi, dada yang besar "ujar letty memberitau kepada teman temannya.


" waww..tapi kita bakal cari tau tentang anak itu, udah kamu gak usah sedih gitu yaa "jawab teman temannya sambil menyemangati letty.


letty pun lega karena sudah menceritakan gisya terhadap diri nya, walau pun rasa benci letty kepada gisya sama sekali tidak berkurang. mengingat masalah gisya yang benar benar membuat letty malu, di tambah lagi dengan sindiran prestasi yang di katakan gisya.


" eh ngomong ngomong kalian bakal lanjutin s2 kalian dimana?"ujar letty.


aku ikut beasiswa letty, tapi aku bakal test saat tugas akhir sudah selesai "jawab teman letty.


kamu bakal lanjutin kemana emang nya? " tanya salah satu teman nya.


hhmm belum tau juga sih lanjut kemana, semoga nanti ada planing baru kalau sudah mateng arah nya " jawab letty kepada teman teman nya.

__ADS_1


letty sedikit minder beberapa teman nya bisa ikut program beasiswa dari fakualtas nya, karena beasiwa tersebut hanya di berikan kepada anak anak yang mempunyai pretasi, sedang letty merasa bahwa dia tidak memiliki pretasi apa apa.


__ADS_2