Unattainable Woman

Unattainable Woman
BEBAN BARU


__ADS_3

karena sheka enggan membalas pesan dari alta, sambil sambi memikirkan untuk mencari kata kata, entah apa yang harus di jawab oleh sheka. sheka sendiri pun bingung untuk menanggapi perasaan alta karena dia sendiri belum mengenal alta lebih dari sekedar teman.


alta selalu mengungkap kan isi hati nya kepada sheka, walaupun dia sama sekali tidak peduli soal di terima atau tidak nya perasaan nya tersebut. karena alta bahkan sudah diam diam menyukai sheka, dan selalu mencari tau tentang sheka


" kalau pun sheka enggan dan tidak mau membalas pesan ku, yang terpenting saat ini adalah aku harus mengungkap kan soal perasaan ku.. tak peduli di terima atau tidak. aku ingin dia tau dengan perasaan ku kepada nya " ujar alta dengan kesedihan nya.


alta bahkan tidak melihat lagi wanita lain, di pikiran nya hanyalah sebuah senyuman sheka. semenjak alta merasa bahwa diri nya jatuh cinta kepada sheka, semenjak itu juga dia sadar bahwa sheka lah pendonor pertama yang dapat memulihkan diri nya.


alta benar benar berubah, yang dulu nya periang dan manis yang sekarang berubah menjadi pendiam dan tak banyak bicara.


alta diam diam mencoba mendekati wanita lain untuk meyakinkan perasaan nya apa benar benar hanya tertuju pada sheka. ternyata benar, perasaan itu benar benar hanya kepada sheka seorang. alta benar benar galau dengan kepergiannya yang belum sempat menggandeng tangan sheka.


" kalau aku begini terus terhadap sheka..lantas kapan aku bisa belajar membuka hati untuk mengobati kesedihan ini " ujar altaa ..


belum ada respon sama sekali terkait pesan yang sudah di baca oleh sheka, sampai menjelang keesokan hari ny. sheka selalu mengulang ulang suara voice record yang begitu lembut dan sampai sampai sheka sendiri pun terpana dengan kata kata alta tersebut.


pada saat di pagi hari, sheka enggan pergi ke fakultas nya. walaupun memang di wajib kan untuk masuk tetapi tetap saja sheka masih ingin terbaring di tempat tidur nya.


" kayak aku terlalu nyaman sehingga pagi ku menyamankan pendengaran ku di hari ini..aku tak usah pergi dulu untuk hari ini, aku takut mereka masih menggosipkan ku soal kemarin " ujar sheka


morin dan gisya, mau tak mau harus pergi ke fakultas, karena himbauan panggilan langsung dari yayasan mengenai festival yang di adakan kemarin terkait mereka berdua


" ya ampun orang masih berduka masih saja di suruh pergi..alahhh " ujar gisya mendapat telpon dari yayasan.


mau tidak mau gisya harus pergi, walau pun suasana masih berduka di rumah nya, gisya memaksa untuk pergi walau pun hanya sebentar.


" aku pergi saja lah..dari pada di telpon gini kayak orang ngutang aja.." ujar gisya sambil bersiap siap untuk pergi ke fakultas

__ADS_1


" bu..ayah, aku pergi bentar..lagi ada urusan sama yayasan..aku akan pulang sebelum sore " ujar gisya meminta ijin kepada ayah dan ibunya.


morin pun terkejut dari karena panggilan yang berdering dari yayasan. morin pun melihat pesan yang menyatakan bahwa yayasan sedang menunggu kedatangan nya di pagi ini.


" gilaa..apa! mendadak sekali ni oranh, mana belum mandi juga.." ujar morin..


morin pun bersiap siap diri sambil menghubungi salah satu teman nya. sheka dan letty yang enggan pergi di hari ini memilih untuk dirumah saja.


gisya pun sampai di fakultas sastra, gisya heran dengan nama yang di ukir di depan pintu audit RUANG HITAM.


" rasa nya pernah dengar kata kata itu tapi siapa ya yang mencetus kan nya, di mana ya..ahh aku lupa " ujar gisya sambil mengingat tulisan itu..


" sialann ni orang ngapain pake acara datang kesini sih..kok ada tulisan sheka di sini RUANG HITAM..ngapain sih prodi pajangin tulisan yang kayak begini " ujar morin dengan raut kekesalan.


morin pun benar benar benci dengan tulisan sheka yang di pajang di depan pintu tersebut. morin seakan akan tidak terima dengan hasil karya sheka yang telah di pajangkan


tak lama gisya pun berpapasan dengan morin, mereka saling membuang muka. belum lagi gisya yang yang berlagak arogan di depan morin, morin pun dengan sinis membalas tatapan gisya.


mereka memang tidak pernah menyatu, tiap kali mereka berhadapan dengan satu sama lain, mereka seolah olah menganggap itu sudah seperti lawan pesaing mereka.


tak lama pun morin dan gisya, mendengar teriakan misterius di depan ruang yayasan yang tak jauh dari ruang audit tersebut.


mereka heboh mengatakan siswa baru yang berwajah tampan, tinggi dan penampilan yang keren. sebagian dari siswi takjub melihat pesona nya. morin pun segera memutar arah nya untuk melihat cowok yang sedang di heboh heboh kan oleh anak anak lain.


morin pun mengintip saking penasaran dengan apa yang di katakan anak anak mengenai bobot ny. morin pun berusaha melihat raut wajah nya, yang hampir tidak nampak karena saking ramai nya yang ingin melihat wajah siswa baru tersebut.


" yang mana sih yang lagi di heboh heboh kan sama mereka..awas aja kalau gak sesuai sama expentasi ku " ujar gisya sambil menyingkirkan anak anak lain...woiiii minggir ! " sontak gisya.

__ADS_1


gisya pun melihat wajah nya. tak lama kemudian gisya mundur dan berlari..


" matiiiii aku..itu anak kemarin, yang sengaja mau aku jatuhin..gawatt aku bisa di habisin sama diaaa! 😱" ujar gisya sambil berlari sejauh mungkin dari siswa baru tersebut.


gisya pun tersengah sengah saking panik nya dan takut kalau siswa itu melihat atau mengingat kejadian di tempat kemarin.


" aduhh ngapain pake acara masuk ke fakultas sini sih 😖 kacauuu " ujar gisya.


morin pun melihat perawakan yang begitu keren, dengan postur yang begitu tinggi, membuat morin penasaran dengan rupanya yang seperti apa.


" ohhh NO ! itu anak yang nolongin sheka di tempat kemarin..oh itu anak yang sedang di bicarakan tadi " ujar morin saat mengetahui wajah nya.


morin pun pergi ke ruang yayasan untuk menanda tangani beasiswa yang berikan kepada nya hasil dari festival kemarin.


" apa aku gak usah tanda tangan dulu ya..kalau ayah dan ibu tau, ini bisa bisa jadi masalah..apa aku minta ijin dulu, agar yayasan bisa menuda sebentar, atau.....argggggg! pusing " ujar morin membingungkan hal tersebut.


morin pun menguping salah satu obrolan dari siswa lain yang sedang membicarakan perihal siswa baru tersebut. dan morin mendengar bahwa, siswa tersebut merupakan siswa transferan dari fakultas yang ada di daerah tempat alta tinggal sekarang.


" ngapain jauh jauh pindah kesini..di sana bukan nya kota besar " ujar morin sambil menguping pembicaraan mereka.


morin juga melihat gerak gerik gisya yang tidak seperti biasa nya, gisya seolah olah sedang bersembunyi dari sesorang. morin pun mengawasi tiap langkah gisya yang sudah seperti pencuri.


" apa dia lagi ngindarin sesuatu, tapi apa yaa? " ujar morin pada saat memantau gisya.


" ****..mungkin gak ya kalau dia tau itu aku..terus dia ngebalas aku soal kemarin, aku bisa bisa di buly satu fakultas donk, mana anak anak udah pada godain dia semua lagi..." ujar gisya dengan kekhawatiran nya.


salah satu dari mereka sudah ada yang tau dengan nama siswa baru yang tengah di perbincangkan. mereka memanggil nya dengan panggilan DENIS

__ADS_1


__ADS_2