
situasi di dalam ruangan sudah semakin horor, kala dosen itu memamdangi sangar wajah sheka. sheka pun enggan untuk moleh dosen yang ada di depan nya, sheka melirik morin dan letty yang duduk di samping kiri dan kanan nya.
namun perkulihan tetap berlanjut, walaupun tatapan sangar dosen itu belum kembali pulih, tak lama dosen itu mengehentakan buku di meja, dan membuat yang lain terkejut gugup.
" hmmm..kamu baru putus dari denis yaa?..jangan bawa galau masalah mu kesini ingat !! " ujar dosen tersebut.
" whatt? " ujar gisya dengan pelan..
melihat ucapan dosen tersebut sheka pun tersedak dan tercengang tanpa menjawab satu kata pun. seluruh isi kelas pun menoleh ke arah sheka dengan tatapan yang sudah seperti lingakaran mata valak. bagaimana tidak dosen tersebut tidak tau tentang ketidak akuran mereka kepada denis.
mereka pun melanjutkan perkulihan, dengan semangat yang hampir hilang, sheka pun seperti orang yang sedang prustasi akibat batin nya yang mendengar kata kata putus terkait dirinya dan denis.
" ini fitnah pak.." ujar sheka dengan lirih pelan.
" ini fitnah pak..." kata kata tersebut sudah semakin pelan dan semakin hilang.
tatapan kosong sheka membuat letty dan morin susah untuk memangilnya. bagaimana tidak sheka melamun dengan tatapan aneh,yang sudah seperti orang gila.
ssssstt!! " ujar morin sambil melemparkan kertas.
namun tidak ada respon dari sheka.
perkuliahan pun berakhir, sheka pun masih saja tetap duduk dan tidak beranjak dari kursinya.
" hehh..cepet berdiri?? " ujar gisya sambil menarik tangan sheka..
" awwwww !! sakit !! " ujar sheka..
" maka nya jangan melamun !! " sontak letty dengan tekak nya.
mereka pun pulang menuju ke pintu gerbang, tiba tiba..anak anak lain mengejek sheka dengan kata kata yang terkndung denis di dalam nya..
" pacarnya denis yaa ? bukaaann...musuh nya ! MUNAFIIKK !! " ujar salah satu anak anak di fakultas nya.
sheka pun berhenti dan menolehnya, morin dan letty pun menarik tangan sheka.
" udahhhh gak usah di dengerin !! " ujar letty..
__ADS_1
tiba tiba terdengar suara geo yang memanggil nama sheka, namun sheka tidak peduli dengan geo, dia berlalu dan sinis saat menoleh ke arah geo.
geo pun geram dengan tampang sheka yang begitu belagu dan sok seperti itu. geo pun melihat kerumunan anak di toilet wanita.
" ada apa? apa ada yang gantung diri di sana? "sontak geo dan berlari arah kerumunan tersebut. revan pun mendorong geo dan masuk ke dalam toilet wanita. reva yang menangis dengan rambutnya yang sama sekali kusut dan sulit untuk melepaskan sisir dari rambut tersebut.
di antara dari mereka pun berusaha menolongnya, bahkan ada yang menyiram nya dengan baby oil, namun tetap saja tidak bisa, malah semakin kusut dan sisir pun sulit untuk di lepas. reva menangis sambil menyebut nama sheka dengan sumpah serapah nya.
" yaa ampun rambut ku.." ujar lirih revan sambil menangis..
denis pun masuk dan melihat kejadian yang membuat reva menangis seperti itu. revan pun emosi dan membawa keluar reva dari toilet itu.
denis pun menarik nafas nya yang hampir tidak beraturan setelah melihat perbuatan sheka yang keterlaluan kepada reva. denis yang menggeleng kan kepala dan tidak tega melihat isak tangis reva yang seperti itu.
" kurang ajar sekali kamu sheka..." lirih pelan denis sambil mengepalkan tangan kanan nya.
revan pun mengantar pulang reva karena takut kalau nanti anak anak lain bisa mengejeknya. revan pun benar banar emosi dengan keluakuan sheka yang semakin hari semakin menjadi.
geo pun terdiam dan tersandar melihat ulah sheka yang semakin membuat geo yang seolah olah ingin membalasakan perbuatan sheka
mereka semua hampir membenci wanita yang sama, mereka yang tidak terima mestinya mereka sadar, karena ulah sheka itu tergantung pada bobot ulah mereka juga, mereka saja mau membuly, mengejek orang dengan semena mena. ketika sheka bertingkah laku yang sama, mereka malah tidak terima dengan hal itu. mereka lah yang sebenar ny egois. walaupun mereka angkatan tua di banding angkatan sheka, namun sheka tetap tak pandang bulu untuk membalas mereka.
" hhmmm..kalian mau tau sesuatu enggak? tapi ada dua ? " ujar sheka kepada mereka bertiga.
" apaa?.." ujar morin yang menjawab sebagai perwakilan.
" okeee pertama dulu yaa..
kalian tau kan kotak itu..itu isinya sesuatu yang pasti kalian juga suka..intinya yang kasi itu ke aku, dia yang punya akun ini @#...( sosok seleb misterius ) " ujar sheka menunjukan isi chat.
" kamu pacaran sama dia?..hhmm kamu udah pernah liat orang nya? terus..terus..? kalian udah jadian? terakhir..denis gimana donk? " ujar morin, letty, dan gisya yang menyerbu sheka.
" enggak tau juga..belum ketemu, dia nya gak mau SUMPAH !! jadian..kayak nya engak juga. deniss juga enggak " ujar jawaban sheka..
" aduhh inti nya enggak!! mana ada kamu jawab IYA soal nya.." ujar morin dengan cetus nya.
etttt !! mau dengar yang kedua enggak? " sambung sheka..
__ADS_1
udah udah..gak usaha di lanjutin minum dulu.." ujar letty sambil duduk kala mereka sampai di tempat ibunya letty.
mereka pun duduk dan melihat kendaraan lalu lalang di tepian jalan. mereka pun sibuk menyindir sheka sekaligus mengejek sheka seperti dosen yang sebelumnya,.
" kamu gak terima dia, karena denis yang kau cintahhhh??." ujar letty dengan gelengan manja..
" dia kan udah putus sama denis, pertanyaan nya? berapa jam kah kalian jadian..hahah " ujar gisya dengan isak teriak nya yang heboh..
" tunggu tungguu..panjang umur mantan mu? liat tuh mobil denis..apa kau tak pulang dengan nya " ujar morin dengan pecah tawa nya.
melihat mereka yang tertawa, hampir tidak memberi sedikit pun celah sheka untuk menjawab..
" denis ganteng ya...tapi sayang!! AKU BELUM SUKAA !! " spontan sheka kepada mereka.
mereka pun pulang dengan menghabiskan minuman mereka masing masing. namun sheka diam diam ingin pergi ke tempar biasa yaitu RUANG BAHU HITAM sheka mengatakan bahwa dia sama sama pulang seperti yang lain nya. tetapi sheka memutarkan kendaraan nya untuk pergi ke tempat tersebut.
sheka melihat sosok seperti alta, karen baju yang dia lihat, sama persis dengan pakaian alta. namun sheka berpikir bahwa alta tidak mungkin ke kota ini tanpa menghubungi nya.
sheka pun tak hirau dan tiba di tempat seperti biasanya. karyawan di sana menyapa sheka dan menyiapkan jus kesukaan sheka.
" kak..baru pulang ya? " ujar salah satu karyawan tersebut
" iyaaa..minta jus ya, mau ke ruang atas soalnya.
mereka pun berlari kesana kemari untuk menyembunyikan kotak kaca yang berisikan sepatu sheka. tak jarang dari mereka yang saling tetabrak, demi menyembunyikan benda itu agar tidak di ketahui oleh sheka.
" hhmm rapi sekali di sini, tumben..apa kakak ada naik juga sebelum nya atau suami nya? " ujar sheka melihat tataan di ruang lantai atas tersebut.
" tapi..kok lukisan ku, di simpan sini.." ujar sheka mengambil lukisan nya yang terletak di samping pintu..
sheka pun menoleh ke bawah yang terhalang oleh kaca, sheka memperhatikan satu persatu gelagat karyawan di bawah.
" hhm apa mungkin mereka yang memindahkan lukisan ini, tenang sheka tenang..stop jangan kambuhkan OCD kamu lagi " ujar sheka..
" okee tenang tenang.." sambung sheka.
tak lama kemudian suara ketukan pintu yang mengantar segelas jus kepada sheka.
__ADS_1