Unattainable Woman

Unattainable Woman
RAZIA JIWA


__ADS_3

reva pun sempat mengatakan bahwa dia akan berkunjung ke kediaman denis malam nanti. denis menolak dan memberi alasan agar reva tidak datang kerumahnya pada nanti malam.


" kayak nya nanti malam gak ada kerjaan, oke..bagaimana kalau aku kerumah mu nanti " ujar reva kepada denis.


" aku ada janji dengan ibuku, ibuku sedang berada di kota ini..ibu tidak pernah berkunjung ke kediaman pribadiku..kami hanya bertemu sewaktu makan malam saja.." ujar denis untuk menghindari reva.


" ohh pantas saja kemarin kamu menghilang, gak papa..nanti lain waktu saja " ujar reva..


semenjak ada sesuatu yang menjadi rahasia di rumah pribadinya, denis memutuskan untuk tidak mengizinkan orang lain termasuk orang tua nya untuk pergi ke kediamannya.


" kamu gak kenalin sama kita soal pacarmu yang kamu ceritakan..dia ada di mana sekarang?


duk..duk.." suara gugup di rasakan oleh denis..


" di..di..diaaa ada .....dia ada di rumah nya sekarang! " sontak denis sambil menggigit bibir nya..


" maksud ku dia tinggal dimana?


denis pun mau tak mau mengatkan sesuatu agar reva tidak kepo dengan hubungannya terkait pacarnya.


" dulu kita di kota yang berbeda..namun sekarang aku tidak terlalu yang bagaimana untuk bertemu dengan nya, maksud ku, aku lebih dekat aja dengan pacarku sekarang..walaupun dia tidak mementingkan ku.." sontak denis dengan penuh sedih..


denis mengucapkan kata kata untuk pertama dan terkhirnya di hadapan reva, mulanya denis merupakan sosok yang tidak mementingkan wanita bahkan orang lain.


" maaf..gak tau kamu bisa ngomong sedalam ini..udah ganti topik aja " ujar reva dengan mengalihkan pembicaraan.


yaa udahh kapan kapan saja yaa kamu mampir kerumah ku " sontak denis dan beranjak pergi.


reva pun pulang dan menggerling langkah jejak denis, karena reva heran dengan seribu kelu. denis mengungkap kan kata kata yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya.


" lama lama bisa bunuh diri gak ya, orang semurung itu.." ujar reva.


" hhhmm.." ujar geo di depan hadapan reva.


yaaa negur saya..situu! " sontak reva sambil menyilangkan kedua tangannya.


" ngomong ngomomg kamu mau kemana? tumben sendiri, portal mu kemana..hahah " ujar geo sambil tertawa.


" itu bukan urusan mu!! " sontak reva dengan memiringkan kepalanya.


reva merasa sangat terganggu dengan kehadiran geo di hadapan nya, reva kesal lantaran kemarin dia sempat di asingkan di hadapan morin, tentu saja hal itu membuat reva semakin muak melihat geo. namun geo sepertinya ingin berdamai kepada reva.


" sorry masalah kemarin..aku gak bakal ada di pihak mereka kok kamu tenang aja.." ujae geo sambil meninggikan kiri alisnya.

__ADS_1


reva tidak memperdulikan dengan apa yang di ucapkan oleh geo, geo pun merasa bahwa reva sedang tidak ingin berkata kata kepadanya. geo pun beranjak dari hadapan reva.


" tungguuuu !! aku ingin kamu mencari tau dimana tempat tinggal morin dan sheka..bisa kah kamu membntuku? " ujar reva dengan arogan yang angkuh..


" hhm demi perbaikan semua masalah ku dengan mu aku akan mencari tahu tentang keberadaan tempat tinggal mereka.." ujar geo menjawab sambil membelakangi reva.


mereka pun pergi ke arah masing masing yang berbeda,.


" dia pikir dia siapa?..aku hanya ingin mencari tau tentang temanmu denis..baiklah jika itu umpan ku !! " ujar geo dengan raut yang begitu sengit.


geo pun menghubungi patrick, dan mengajak patrick untuk bersantai santai di malam nanti. dan sembari mencari tahu tentang morin dan sheka kepada patrick.


..


kalian dimana? " ujar letty menyeru morin, gisya dan sheka melalui diskusi group yang hanya ada mereka berempat saja di dalam group tersebut.


#di bilik bambu.." ujar letty


#lagi bikin perahu.."ujar morin


...


#masih dalam kandungan ibu .." ujar sheka


mereka pun bergegas pergi sambil bersiap siap diri, sheka membaca rundingan percakapan yang ada di group tersebut pun sontak kaget dan terperanjat. lantaran sheka sedang menjaga adik dan keponakannya.


pada saat gisya hendak pergi, denis mengenalinya dari jauh kala denis sedang mengantar ibunya ke sebuah villa,yang tak jauh rumah gisya.


"oh itu rumah nya..dia mau kemana ya?? pergi di tempat kemarin..atau jangan jangan dia pergi dengan rombongan nya itu.."ujar denis


aku akan menyusul kesana nanti, ini kesempatan bagus..untuk meremukan mereka, aku sudah tidak sabar sambung denis


..


morin pun tak lengah untuk pergi k tempat ibunya letty..


" duhh sheka mana gak jawab telpon ku..mumpung seru nih " ujar morin sambil mengendarai kendaraan nya.


morin dan letty pun sampai di markas yang di maksud, di tempat ibunya letty. mereka duduk sambil menghadap ke arah jalan, sambil menikmari suasana di pinggiran kota. letty pun keluar dengan membawa makanan dan minuman nya.


" bagaimana kalau kita, pergi ke tempat biasa " ujar gisya kepada morin dan letty.


" boleh saja..kita pastikan dulu sheka untuk bisa membalas pesan kita..

__ADS_1


" ngomong ngomong..dia pacaran gak ya sama alta? " ujar letty..


melihat pertanyaan yang seperti itu, morin yang terlihat gundah untuk berpendapat mengenai sheka. morin hanya memberi aba aba, namun belum jelas apa yang di maksud dengan kata kata nya yang sedikit meragukan.


" dia belum pecaran sama sekali..bahkan menjalin hubungan dengan alta..semoga saja, mereka tidak ada ikatan apa apa..jangan sampai membuat masalah lagi.." ujar morin dengan raut yang begitu mencemaskan.


" kenapa kamu berpikir, bahwa mereka tidak sebaiknya menjalin hubungan?..ada yang salah dari mereka..hhm maksud ku apa ada yang kamu ketahui dari mereka.." ujar gisya di tambah dengan makna seribu kepo..


" bukankah alta benar benar menyukainya, setau ku alta good boy..bukan bad boy ! " ujar letty sambil kebingungan..


" sudah lah itu urusan mereka, aku tidak tau dengan urusan mereka, hanya iseng iseng aja tadi.." ujar morin.


woyy tunggu..itu mobilnya denis kan? " ujar morin menunjuk arah denis sontak sambil bersembunyi


mendengar nama denis mereka pun sontak menundukan kepala di balik meja..


" iya iyaa..itu dia kayak nya ! mau kemana dia, jangan jangan dia simpanan tante tante..tuhh, dia barengan sama tante tante barusan


" aku kayak pernah liat mobil nya..tapi dimana yaa? " ujar gisya mengingat sesuatu..


" diaa memang anak orang kaya..semua dia punya !! akun sosial media saja yang tidak hihikss " ujar morin dengan tertawa pelan.


" dia ngapain ke apotik di sana..kira kira dia ngliat kita gak yaa." mampus kalo dia tau bisa bisa di rubuhin ini tempat sama dia ! " ujar letty yang masih bersembunyi..


denis pun berhenti di sebuah apotik, dan menunggu duduk di kursi luar. apotik tersebut berada tepat di depan tempat mereka duduk bersantai


" dia seperti nya mau menyeberang kesini..liat liat !! ni pake helm ibu ku..morin kau pakai helm ayah aku !! " ujar letty sambil memberikan helm masing masing..


mereka pun duduk menggunakan helm, yang kaca nya benar benar di tutup rapat. denis pun masuk dan memesan sesuatu.


denis pun heran kenapa pelayan di situ menggunakan helm dengan kaca yang tertutup. karena letty takut ibunya menyebutkan namanya, letty mau tak mau harus melayani denis.


" kak saya mau itu.." ujar denis sambil mengintip wajah letty.


letty pun mengangguk kan kepalanya, dan membuat pesanan denis. tak lama seseorang memanggil denis, dan denis pun memanggil dengan panggilan ibu.


" iyaa bu..sebentar " ujar denis sambil membayar pesanan kepada letty..


morin dan gisya pun tersedak mendengar denis memanggil sosok tersebut dengan panggilan ibu. denis pun pergi menghampiri ibunya.


" ibunya kok muda sekali yaa? mana cantik gitu.." ujar gisya..


udah buka woyy..udah gak d rajiaaa " ujar letty kepada morim dan gisya

__ADS_1


__ADS_2