
kehadiran denis di fakultas tentunya membuat ramai di perbincangkan. denis yang mempunyai teman di kalangan angkatan di atas nya, denis sempat mogok untuk tidak melanjuti kuliah nya. namun karena tekanan dan problem dari kedua orang tua nya, denis terpaksa di pindahkan dan masuk ke fakultas sastra. denis tergolong anak nakal dan anti terhadap perempuan, denis begitu dingin dengan perawakan yang keren membuat dia begitu di idam idamkan di fakultas.
denis memilih fakultas sastra karena dia mempunyai teman angkatan di atas nya, kebetulan denis mempunyai keluarga yang pernah memasuki fakultas sastra tersebut.
denis hanya ingin melihat keadaan dan suasana di fakultas baru nya. karena kedatangan dia di fakultas itulah yang menjadi moment moment dimana anak anak kagum dengan sosok yang power cool di dirinya.
karena heboh nya kedatangan siswa baru tersebut, sampai sampai letty pun mengetahui saat membaca salah satu di group anak anak fakultas tersebut.
" siapaaa sihh yang di bicarakan merekaa..apa aku harus dandan dulu untuk pergi ke sana " ujar letty saat mengetahui kehebohan di fakultas nya.
karena letty sama hal nya penasaran dengan heboh nya berita itu letty pun pergi untuk melihat siswa tersebut.
" aku gak boleh ketinggalan, bagaimana pun aku harus dapet kontak nya " ujar letty.
letty pun tiba di fakultas sambil bertanya tanya terkait siswa baru yang sedang di heboh heboh kan. lagi lagi niat letty tidak semulus harapan, letty berhadapan dengan morin dan gisya yang kian memanas mengingat aksi sindir sindiran di HITAM RUANG BAHU tersebut.
masing masing dari mereka mempunyai dendam yang sulit di lupakan.
" sialan ngapain lagi mereka kesini, aku gak tau kalau mereka ada sini, semudah inikah aku muak kepada mereka.." ujar letty yang meninggikan wajah nya saat melewati morin dan membuang wajah nya saat berpapasan dengan gisya.
" Gak rugi..sama orang yang gak tau maluuuu " teriak gisya saat membalas letty
letty pun berhenti dengan perlahan lahan menarik nafas nya karena sudah tidak tahan dengan kelakuan gisya yang arogan dan semau mau nya seperti itu.
" Gak level, sama standar di bawah akuuu " ujar letty membalas perkataan gisya.
tak lama kemudiam morin pun berjalan dan berhenti di tengah tengah hadapan mereka berdua.
" Gas aja yaa..wahai mahkluk ternorak di dunia ! " sontak morin berjalan tanpa memperdulikan mereka.
__ADS_1
letty dan gisya semakin geram dengan tingkah laku pendiam morin yang memuakan seperti itu. letty dan gisya pun pergi ke arah masing masing yang di tuju.
morin bertabrakan dengan kakak tinggkat nya yang bernama Reva..
" kalau jalan lihat lihat donk!! " ujar reva dengan nada tinggi
" OKE SORRY!! " ujar morin dengan tegas
melihat situasi yang sudah menimbulkan keramaian di antara morin dan reva. mereka berdua hampir bertengkar dan morin hampir di tampar oleh reva, tangan reva di pegang oleh geo salah satu seangktan dengan dirinya.
geo menepis tangan reva dan reva pun emosi dengan gelagat ikut campur geo terhadap dirinya dan morin. morin pun menyilangkan kedua tangan nya di hadapan reva. geo menunjuk ke arah wajah reva, reva pun mundur dan tersandar.
" kamu yang barusan belok ke arah dia, ngapain dia yang salah..ya jelas jelas kamu yang buta lahh " ujar geo kepada reva.
tak lama kemudian ada sosok yang memegang bahu geo dan berkata " jangan ikut campur urusan mereka " ujar salah satu anak seangkatan mereka. patrik mencoba menjauhkan geo di hadapan morin dan reva.
" ayooo..kata tadi mau adu jago " sontak ujar patric kepada morin dan reva.
geo dan patric merupakan siswa atas di angkatan morin, karena rata rata di angkatan mereka di usulkan untuk mengulang, mereka pun pergi ke fakultas sesuai yang telah di jadwal kan oleh yayasan.
" aku kasian sama anak tadi, aku juga lupa menanyakan nama nya.. reva masih saja tidak mau salah dengan kelakuan nya tadi " ujar geo kepada patric.
" kamu juga gak usah gitu juga ngomong nya, cewek kayak gitu di diemin aja " ujar patric.
" awas aja kalian yaa..aku bakal cari tau nama anak tadi yang berani berani nya berurusan dengan ku " ujar reva saat melihat morin pergi dari hadapan nya.
reva juga sama hal nya seperti geo dan patric mereka mengulang dengan mata kuliah yang berbeda. reva mempunyai saudara kembar laki laki, mereka berdua kerap tidak akur bahkan saudara laki laki nya lebih mengalah di banding dia.
reva adalah saudara kembar nya revan yang juga ikut pergi ke fakultas karena ada urusan lain, revan menunggu teman nya yaitu denis. revan familiar soal berteman, sehingga dia juga kenal dengan sosok denis yang seperti apa.
__ADS_1
tak lama bersilang morin yang hampir berseteru kini gisya, yang tidak sengaja menabrak reva.
" siapa lagi sihh yang gak ada Mataa nya ! " ujar reva
" ohhh ya udah jangan ngarep minta maaf dari aku " sontak gisya kepada reva..
karena gisya melihat dari kejuhan seperti sosok denis, gisya kabur dan meninggalkan reva dengan mudah. reva pun naik pitam dan membayar salah satu anak untuk mencari nama nya dan tempat tinggal nya gisya
" siapa yang tau nama dan tempat tinggal anak tadi.. aku bakal kasi imbalan " ujar reva kepada anak anak yang lain.
letty pun berjalan dan berhenti di hadapan reva.
" nama nya gisya..dulu nya anak reguler C karena ini gratis jadi kamu yang cari tau sendiri tempat tinggal nya " ujar letty kepada reva dengan keangkuhan wajah nya.
byeeeee selamat menuai " ejekan letty kepada reva..
" dia kan yang pernah bermain basker kemarin, anak sok seperti itu apakah bisa di percaya dengan omongan nya tadi " ujar reva mengingat letty.
letty pun dengan senang dan gembiranya memberi tahukan sosok yang di cari reva yaitu gisya.
" semoga menambah kurang ajar mu nanti ya gisyaaa " ujar letty yang begitu bahagia dengan penambah permasalahan gisya.
letty sengaja memberi tahukan nama gisya kepada reva, agar mereka berdua saling beradu mulut. letty tidak tau bahwa sebelumnya reva hampir berseteru dengan morin. walaupun setidak nya morin tebantu oleh sikap geo yang kurang menyukai reva saat kejadian tersebut.
denis pun berkeliling di tiap tiap kelas, sambil memperhatikan siswi lain. denis pun di rangkul oleh revan teman lama nya, mereka pun berbicara layak nya seperti orang yang sudah kenal. denis selalu menjadi sorotan publik di fakultas barunya.
revan pun ikut senang dengan kehadiran denis teman lama nya tersebut, denis juga sempat menanyakan adik nya reva yang merupakan saudara kembar nya. denis sangat ramah, walaupun denis cukup terkenal dengan sifat humoris dan menjengkelkan di kalangan teman temam nya.
" reva mana nih broo..enak juga ternyata di sini, ehh aku tinggal sendiri di tengah tengah kota, kapan kamu mau mampir kerumah ku " ujar denis kepada revan.
__ADS_1
" yaa reva palingan ada urusan sama prodi den..yaa kapan kapan aku kesana deh, tenang aja kan udah tinggal di sini " ujar revan kepada denis
mereka berjalan menuju arah ke gerbang pintu keluar " ya udah aku nungguin reva dulu deh, tadi aku nebeng sama anak lain, kebetukam reva ke sini jadi aku pulang barengan sama dia.