Unattainable Woman

Unattainable Woman
NAMPAK MUSNAH


__ADS_3

hari ini adalah hari dimana morin dengan segala akal nya untuk menyelidiki aktivitas sheka di tempat biasa nya. morin memperkirakan bahwa hari ini, sheka sedang menemui alta.


morin berharap tiada satu pun yang dapat menggagalkan rencana kali ini. dengan begitu, dia akan mempunyai senjata untuk menjatuhkan sheka dengan mudah. karena morin kerap curiga hubungan dia kepada pemilik tempat itu


morin pun pergi ke RUANG BAHU HITAM untuk memastikan apakah rencana kali ini benar benar mulus.


" jangan...macet !! " ujar morin di tengah tengah himpitan kemacetan


morin pun pun menunggu selang beberap menit untuk menuju ke tempat tersebut..


" oke..semoga tidak ada pengganggu lagi kali ini.." ujar morin


morin pun mencoba memarkirkan kendaraan yang begitu jauh, agar tidak terlihat oleh siapa pun.setiba di tempat tersebut morin melihat segerombolan teman teman nya letty termasuk letty yang ada di sana.


" shiittttt !


kenapa sih harus ada mereka di sini.." ujar morin dengan wajah miris nya.


tidak..tidak ! aku harus kabur dari hadapan mereka, sebelum mereka melihat ku.." ujar morin sambil mundur perlahan


morin pun memutar balik dan menabrak patrick..


" assstagaa..maaf !


maaf sekali lagi maaf.." ujar morin kepada patrick


morin pun pergi dengan kekuatan kudanil, patrick pun tanpa ambil pusing mengejar morin yang sedang berlari.


heyy...tunggu, tunggu ! yaahh kemana dia pergi.." ujar patrick sambil mencari morin


morin bersembunyi di balik bak sampah yang besar, sambil mengintip patrick yang sedang mencari nya.


patrick pun melempar sebuah minuman ke dalam bak sampah dan mengenai kepala morin.


" sialann..! " ujar morin sambil berdiri


hey..kamu, ternyata di situ..apa tadi kamu tidak apa apa? " ujar patrick kepada morin


apa apa nya bagaimana..kamu melempar botol yang masih ada air nya di kepala ku " ujar morin sambil membersihkan baju dan air di kepalanya..

__ADS_1


bukan itu maksud ku tapi, tadi..di depan sana " ujar patrick menunjuk tempat tersebut kepada morin


patrick pun memandang wajah morin dan mengenal morin..


kamu yang kemarin itu kan sama reva..iyaa ituu kamu " ujar patrick


kalau iyaaa kenapa..? masalah kamu apa? " ujar morin


yaa udah aku minta maaf ya.." ujar patrick kepada morin


mendengar kata kata maaf yang di lontarkan patrick, morin pun pergi tanpa menjawab patrick..


gila itu anak..yang salah dia, maaf juga gitu kek.." ujar patrick kepada morin..


rencana ku kacau lagi..ngapain letty sama anak itu kesini.. kapan sih mereka libur untuk tidak kesini " ujar morin dengan segala kekesalan nya


letty pun mampir di tempat itu, karena letty sambil berolah raga dan berkeliling menggunakan sepeda yang tak jauh dari tempat tersebut. letty pun duduk bersantai sambil berbincang bincang dengan teman yang lain.


" OMG...!


ada sepatu kaca cinderella woyyy..tu kalian liat di atas " ujar letty menunjuk ke arah sepatu tersebut.


iyaa..iyaa, punya siapa tuh..pake acara di jadikan hiasan, kirain kolam apa, rupa nya kolam tambak sepatu " ujar teman teman letty sambil menertawkan sepatu tersebut.


ituu tukang sol sepatu.." sahut teman nya letty.


patrick pun masuk dan tidak menghiraukan kicauan mereka, patrick pun tidak tau bahwa dirinya merupakan bahan ejekan dari teman teman nya letty.


patrick pun duduk tak jauh dari sepatu yang di perbincangkan letty bersama teman teman nya..


tuh kan..dia duduk di situ " ujar salah satu teman letty sambil berbisik dengan teman yang lainnya.


mereka pun tertawa terbahak bahak sambil menatap patrick. karena patrick tidak mengetahui apa pun, patrick pun duduk tanpa menghiraukan mereka.


patrick menatap kaca yang berisikan sepatu, patrick pun mencoba melihat dan berdiri di atas kursi, namun salah satu karyawan tidak mengizinkan patrick untuk menurunkan kaca tersebut.


maaf mas, barang itu gak boleh di turunin..sudah aturan dari pemilik tempat ini " ujar salah satu karyawan


Wkwkw..sudah aku bilang kan dia seorang pangeran.." ujar salah satu teman letty melihat tingkah patrick yang mencoba menurunkan kaca tersebut.

__ADS_1


kalau begitu maaf mbak.." ujar patrick kepada karyawan tersebut


tak lama kemudian revan datang ke tampat yang sama. sambil melihat letty, revan pun bersikap arogan di hadapan semua orang yang ada di sana.


revan pun melihat patrick tanpa menegur nya, revan duduk di kursi yang jauh dari jangkauan letty dan teman teman nya.


Ada anak itu lagi..mana aku masih sedikit gugup, kira kira dia bakal laporin hal itu nggak ya.." ujar revan teringat masalah kemarin.


semoga tadi dia tidak melihat aku..ujar revan


revan mendapatkan balasan pesan dari denis, mengenai foto sepatu yang di kirim oleh revan.


sialan sepatuu siapa itu..kamu berada di sana kemarin, aku sedang sibuk..nanti aku hubungi " ujar isi balasan denis kepada revan mengomentari sepatu tersebut.


tak lama kemudian letty pun pergi ke arah belakang yang melewati meja kursi nya revan, revan memutar arah duduk nya agar letty tidak melihat nya. revan pun sangat takut kejadian yang kaitan nya dengan letty. revan pun memilih pergi dari pada harus bermasalah dengam letty di tempat tersebut.


"ughh..aku harus kembali ke fakultas, sebelum letty kembali ke sini, dia tidak boleh melihat ku.. ujar revan sambil beranjak pergi.


revan pun pergi sambil melihat patrick yang sedang mengambil sesuatu di meja kasir.


aku harus menemui denis, bisa kacau kalau mereka melihat pajangan pecah di dalam ruangan audit kemarin...kenapa tidak ku buang saja, aku harus mengambil nya kesana.." ujar revan merencanakan ide nya dan kembali ke fakuktas.


revan pun kembali ke fakuktas, untuk mengambil secara diam diam agar masalah itu tidak menjadikan nya beban lagi. revan bahkan tidak ingin memberitau kepada denis, dengan rencananya untuk membuang pajangan itu.


sesampai di fakultas, dengan keadaan keramaian anak anak yang lainnya, membuat revan semakin takut untuk mengambil pajangan itu. revan pun mencoba melewati pintu ruang audit yang sama sekali tidak di masuki oleh pun.


seperti nya..belum ada yang liat, gembok nya tidak di kunci sama persis kemarin " ujar revan dengan perlahan masuk ke ruang audit.


aku akan membuang pacahan ini..sebelum ada yang tau.." ujar revan..


kali ini rencana revan benar benar mulus, dia membawa serpihan kaca yang sudah pecah, dan menggulung panjangan tersebut ke dalam lemari yang ada di ruangan itu.


" Huhhhh...aman aman !! ujar revan sambil mengelus dada..


tidak ada satu pun anak anak lain yang melihat revan masuk ke dalam ruangan audit tersebut. revan pun segera menggembok pintu ruangan itu dan pergi.


aku akan aman dari ancaman siapa pun, bisa bisa aku akan di keluarkan dari sini, letty pasti menebak itu perbuatan kami, selepas masalah dengan dia kemarin.." ujar revan.


b**esok aku akan pulang..nanti kita ketemuan di tempat kemarin.." isi pesan denis kepada revan

__ADS_1


aku kira denis bakal ngirim pesan apa..duuhhhh! kok deg degan seperti ini, tenang..tenang, ini sudah ku selesaikan sendiri..anggap saja aku tidak tau tentang ini.. ujar revan


revan pun lega dengan membuang jejak jejak nya dan merahasiakan kepada siapa pun tentang apa yang sudah di buat nya hari ini


__ADS_2