Unattainable Woman

Unattainable Woman
BELUM BERES


__ADS_3

" Sheka sebaik nya, KAMU IKUT DENGAN DIA SAJA !! " sontak denis sambil melepaskan sheka kepada alta..


Tatapan denis sudah semakin sangar, kala melihat sheka yang begitu bodoh dan mau mengikuti alta. denis pun berbalik arah sambil menggenggam tangan nya. dia pun kembali di fakultas dan mengambil kendaraan nya yang terparkir di fakultas tersebut.


" Sheka, yang mana yang sakit? " ujar alta memegang tangan sheka yang di pegang oleh denis sebelum nya.


" Enggak?..engak kenapa napa kok? tadi yang di katakan oleh denis itu beneran atau..? " ujar sheka sambil menatap lirih kedua mata alta


" Enggak..dia hanya mau bikin kita bertengkar saja, " jawab alta dengan sedikit kebohongan nya.


Mereka pun duduk di tempat ibu nya letty, sambil duduk alta memberikan sebuah cincin kepada sheka dan meletakan nya pada jari manis di jari sheka. sheka pun tersenyum dengan pemberian alta tersebut.


" Hmm, aku gak bisa tidur teringat kamu terus? " ujar alta sambil mengelus rambut sheka..


" Aku takut banget sama perasaan ini.." sambung alta


Sheka pun terdiam kala melihat alta dengan keseriusan nya terhadap hubungan ini, melihat bukti cintin yang di berikan dan nampak ragu pun tersontak dari lirik sheka..kala denis mengatakan bahwa ia sudah menolong nya dari sesuatu termasuk virly yang di sebutkan.


" Kamu kapan pulang? " sontak sheka kepada alta.


" Hhm sampai rasa rindu ini hilang.." jawab alta


..


" Kemana lagi perempun itu ( virly ) " tutur alta sambil mencari virly..


" Sialan mereka berdua..kok drama bangsat nya murahan seperti itu..sheka, sheka, kok mau kamu di tololin sama mereka berdua tadi..


..


" Kamu anterin aku ke klinik ya.." ujar sheka menarik alta berdiri..


" Kamu sakit yaa? " ujar alta dengan raut cemas nya.


Alta pun pergi mengantar sheka ke sebuah klinik mewah yang berdekatan dengan pusat rumah sakit. alta pun mengenali tempat dan nama Dokter yang ada di dalam ruangan itu, alta menunggu sheka dan menunggu di kursi besi yang ada di ruang depan klinik tersebut.


Sheka pun masuk dan menemui Dokter della


Tok..tok..! terdengar suara seseorang menyuruh ia masuk..

__ADS_1


" Eh kamu? masuk sini.." ujar Dokter della


" Iyaa Dok.." jawab sheka dengan ramah kepada Dokter della


Sheka pun berbaring dan Dokter della pun sambil mengecek tubuh sheka layak nya seorang pasien.


Sambil menunggu sheka, alta pun pergi untuk mendatangi virly. mereka pun bertemu di sebuah tempat yang begitu asing.


Sesampai di sana, alta pun menunggu kedatangan virly. tak lama kemudian virly pun tiba.


" Aku mau ngomong penting sama kamu? " sontak alta tanpa basa basi.


" Kamu to the point aja.." jawab virly dengan ketus..


" Please untuk saat ini, jangan pernah membicarakan soal apa yang menyangkut kedua orang tua kita. aku mohon vir...aku sayang banget sama sheka, maaf aku harus juju, hati nya sedang ku jaga, sebelum mengenal mu, aku sudah terlebih dahulu menyuksi dia. " tutur alta dengan meminta simpati dari virly..


" Dia baik, aku tau..sampai sampai aku juga malu, mengatakan sebenarnya. tapi aku juga udah telanjur siap sama pertunangan ini, kamu gak selalu mikirin dia, jarak kalian sudah jauh, cobalah lupakan dia.." jawab virly


" Maaf vir..gak mudah buat aku ngelangkah seperti ini, gak mudah aku mundur hanya gara gara ini..aku bisa bicarakan kepada orang tua ku dan orang tua mu nanti.." jawab alta tanpa terkecuali.


" Dia berhak tau..semua nyaa!! " tegas virly kepada alta.


Alta pun pergi dan meningglkan virly, berselang alta pulang denis pun memberhentikan kendaraan nya tepat di depan kendaraan virly


" Duh siapa sih...ngapain anak itu " ujar virly saat melihat denis.


" Lain kali kalau mau mesum, liat liat keadaan..jangan main sodor tuh bibir !! " sontak denis dengan spontan.


" Apa urusan sama kamu.." jawab virly kepada denis


" Denger ya, jangan ganggu hubungan orang! aku memang bukan siapa siapa, altaa..dia itu....? " sontak terputus kala virly di kejutkan dengan suara panggilan di handphone nya.


Denis pun berpikir untuk tak melanjutakan pembicaraan itu, ia pun berbalik dan pergi dari hadapan virly.


..


" Kemana itu alta, di telpon gak di angkat !! " sontak sheka dengan kesal


Sheka pun duduk di kursi yang sebelum nya di duduki oleh alta. terdengar suara gerimis, dan jalanan pun basah. Dokter della pun duduk bersebelahan dengan sheka.

__ADS_1


" Kamu jangan cemberut gitu, hilang cantik nya " tutur Dokter della sambil tersenyum.


" Kamu udah punya pacar? " sambung nya.


" Hhm belum Dok.." jawab sheka sambil tersenyum sipit.


" Kenapa belum? " tanya Dokter della


" Ya, secepat nya akan terkabul " ujar sheka sambil menunjukan cincin pemberian alta.


Alta pun tiba, dan memanggil sheka. dia tak sadar bahwa di depan hadapan nya tersebut adalah sheka.


" Hmm..mata kemana ? " tutur sheka sambil menarik nafas nya.


" Aku kira kamu kemana? " ujar alta..


" Dok duluan yaaa? " tutur sheka sambil berpamitan kepada Dokter della.


Saat memutar kendaraan nya, tiba tiba mobil denis menghadang mobil alta..


Kok baju denis mirip sama baju kamu yang kemarin " sontak sheka melihat kemeja yang di kenakan oleh denis.


" Mau apa lagi tuh dia, kita gak usah keluar..biarin dia mundur, males ribut sama dia.." tutur alta sambil menunggu mobil denis mundur di hadapan mobil mereka


Kelihatan nya denis enggan mundur dan sengaja menghadang mobil alta yang hendak keluar, mau tak mau alta pun memilih jalan yang lain, untuk bisa keluar dari zona denis..


Terlihat kekesalan yang tampak di wajah alta, namun alta mencoba untuk tetap tenang, agar tak meneruskan emosi yang benar benar di pancing oleh denis.


" Hikss !! mau apa lagi tu anak, kamu jangan deket deket sama dia, ingat ya, berani berani nya dia mencium mu..dia hampir membuat keributan lagi barusan " spontan alta.


" Aku baru kali ini melihat wajah kamu dengan emosi yang hampir tidak bisa kamu tahan.." sontak sheka sambil melihat alta


Alta pun mengantar sheka untuk mengambil kendaraan nya. namun lagi lagi, alta juga memastikan sheka untuk benar benar sampai di rumah nya. sambil memastikan sheka yang di iringin dari belakang, alta pun selalu teringat dan terbayang dengan denis sewaktu dia mencium sheka tepat di hadapan nya.


Alta seperti nya takut dengan perbuatan denis yang lainnya kepada sheka, melihat denis begitu nekat dan seolah olah sengaja mencium sheka di hadapan nya tadi. bahkan sudah menjadi boomerang bagi alta dan hal tersebut menjadikan kekhawatiran yang luar biasa kepada sheka.


" Ini keterlaluan, bisa bisa nya dia berani berbuat seperti itu..di tambah virly yang ambisi dengan pertunangan nanti. sheka gak boleh tau, aku akan segera berbicara kepada orang tua ku..aku takut ini akan jadi masalah baru.." gumam alta meyakinan situasi nya. mereka pun berpisah tepat di depan rumah nya sheka.


" Aku tau ada sesuatu yang tidak beres di luar ketidaktahuan ku..yang entah apa? " gumam sheka..

__ADS_1


" Kenapa virly seperti menyembunyikan sesuatu dari tatapan nya tadi..apa ada sesuatu yang di takuti nya dari ku, kenapa pakaian denis serupa dengan pakaian alta..atau baju mereka sama, duuh bingung aku ! " sontak sheka dan masuk ke dalam rumah nya


__ADS_2