
Situasi yang sangat tegang membuat, seluruh karyawan takut untuk mengusir denis. Sheka pun sedikit heran pada karyawan yang segan untuk mengusir denis, belum lagi mereka mundur saat denis spontan mengucapkan kata kata, bagaikan kilat yang sedang menghantam.
" Ada yang gak terima..atau mau mengusir aku di sini, " spontan alta sambil memandang langit di ruangan tersebut.
" Ssttt..kita pulang aja yok, gak usah dengerin mereka..mereka memang suka cari gara gara.." bisik sheka ke telinga alta.
" Apaaa kamu bilang? kamu yang suka cari perkara..SHEKAA!!! " ucap pekik revan di hadapan sheka saat mendengar bisikan tersebut.
Sheka pun berupaya, untuk mundur. Namun alta tidak tinggal diam melihat aksi kecoh yang berawal dari revan dan geo, di tambah lagi kedatangan denis, yang menambah kacau balau situasi. Sheka bungkam saat melihat alta yang tidak takut dengan tutur denis yang membuat situasi menegangkan tersebut.
" Hayooo..kita pergi saja, " ujar alta sambil menarik tangan sheka..
" Hmm..kalian mau kemana? " ujar denis menghadang pintu yang ingin di lewati alta bersama sheka.
Sheka pun seolah olah tidak mendengarkan perkataan denis, yang seakan akan memancing emosi bahkan keributan di ruang itu.
" Kita lewat belakang aja.." ujar sheka menarik alta ke arah belakang..
" Hey..alta, kamu kasi ke aku aja perempuan bringas itu, kamu lanjutkan saja dengan perempuan itu, perempuan kemarin itu..! " pekik denis, kepada mereka.
Sheka pun terhenti saat mendengarkan denis dengan seenakan nya menyampuri urusan mereka, terkait virly. Alta pun mencoba menahan sheka untuk tidak emosi di situasi itu. Namun sheka gagal sabar dalam menghadapi denis tersebut.
Sheka pun berbalik tepat di hadapan denis..
" Apaa? aku di kasi ke kamu.." ujar sheka di hadapan denis
" Apaaa? apaaa..kamu gak salah pencet tombol mute..bacot kamu, di kecilin dikit bisa? hhm satu lagi, aku gak marah kalau alta punya hubungan sama perempuan lain..dia masih ada kesempatan 10.000 kali masih ada kesempatan mendekati perempuan lain. Aku mau kasi tau kamu, gak ada ikatan penuh dengan dia ( Alta ) tapi setidak nya aku sedang melihat upaya dia. Sekarang dia dengan ku bukan dengan perempuan yang kamu sebut tadi. Kamu boleh saja merusak selera orang makan di sini..tapi jangan merusak jalinan orang yang kamu sendiri gak tau! " tutur keras sheka kepada denis, dengan tegas.
" Hey..." ucap denis sambil memegang dagu sheka sehingga wajah sheka mendongak ke arah nya.
" Apa perlu aku kasi tau..............kalau..................?
" Braaaaakkkk!! " tonjok alta membuat denis terjatuh..
__ADS_1
" Hayoo..pukul lagi, " ucap denis dengan tertawa minim kepada alta.
" Ayoo kita pulang.." tepis alta pada denis dan membawa pulang sheka dari tempat itu..
" Kamu gak usah deket deket sama mereka, kalau seperti ini, aku gak akan bisa pulang dengan tenang, melihat kamu berurusan sama denis. Kalau bisa kamu, ganti mata kuliah mu agar kamu tidak bertemu dengan mereka lagi.
" Kamu kenapa parno begini? aku gak kenapa napa? memang di fakultas gini gini juga kelakuan mereka semua.
" Apaaa sejak kapan, kenapa kamu gak ada cerita sama aku..sini ! handphone kamu.." spontan alta sambil mengambil handphone di tangan sheka.
" Altaa kamu gak harus gini..sinii!!! " spontan sheka mengambil balik handphone nya.
" Aku pengen liat siapa yang ada di pesan mu selain aku.." ucap alta dengan keringat yang membasahi kening nya.
" Altaaa..inti nya gak ada di kaum antara mereka di dalam sini.." tutur sheka
Melihat alta yang sudah semakin parno dan kacau, sheka pun terdiam dan menatap alta dengan sejenak sambil merampas handphone alta, sama seperti hal yang di lakukan alta barusan.
" Siapa yang membuat kamu seperti ini..jawab? selain aku..! " tegas sheka di hadapan alta.
" Perasaan aku sendiri ! " ucap alta di telinga sheka dengan begitu lirih.
" Aku takut terlepas dari kamu, bukan menjauh tapi terlepas..iyaa, aku takut.." lirih alta membuat sheka terdiam.
" Jika aku membebani mu, makan kamu perlu orang lain, untuk mempermudah itu.." jawab sheka.
" Tidak.." jawab alta
Alta pun mengantar pulang sheka, dan tak melepas genggaman itu dari tangan nya. Sheka seolah olah mempunyai insting yang kurang baik mengenai kejadian tadi, bersama denis.
Melihat alta yang sedikit aneh dan membuat bingung pada saat di tanya, dan alta pun tak berani untuk menatap sheka saat itu.
" Sebenar nya denis tadi mau ngomong apa? " seperti nya dia sudah ikut campur usil, tapi seperti nya denis mengetahui apa? sehingga dia tidak takut untuk di pukul alta pada saat tadi. Tatapan denis seperti tak biasa, apa mereka musuhan juga? " gumam sheka di dalam hati.
__ADS_1
Alta pun terlihat melamun pada saat menyetir, nampak seperti ada sesuatu yang di sembunyikan nya. Sheka pun tidak berbicara melainkan memandang wajah alta yang begitu sendu, yang terlihat dari samping raut nya.
" Ucapan sheka kenapa seolah olah tertuju pada kenyataan ini.." gumam alta di dalam hati.
" Tuhan..aku harus pulang dan mengatakan semua ini kepada orang tua ku, tapi meninggalkan sheka saat seperti ini, ini bukan sesuatu kerelaan membiarkan dia dan malah aku sendiri yang takut dengan semua ini.." sambung gumam alta dengan lamunan sendu.
" Apa aku harus menemui denis, agar dia tak berulah seperti tadi..apa dia akan membawa kejadian bersama virly, saat aku tak bersama sheka...kenapa harus denis, yang berulah..tatapan denis pada sheka kejadian tadi itu, jelas jelas berbeda.." gumam alta sambil menatap sheka.
Tiba di depan rumah sheka, alta pun meminta ijin kepada sheka untuk mencium kening nya.
" Aku masuk dulu...byee, " ujar sheka dan di tahan kembali oleh alta.
" Aku mau cium kening mu sekarang ! " ucap alta dan mencium bibir sheka..
" Kamu gak bodoh kan..bibir ku belum kebalik, barusan kamu bilang kening ku.." spontan sheka menatap alta..
" Penghantar saja..bibir itu, sudah di dahului si bangsat tadi.." jawab alta dengan lirih
Alta pun msuk ke dalam mobil dan sheka pun masuk ke dalam rumah nya, Sheka baru teringat soal denis yang mencium bibir nya pada saat alta sedang bersama virly. terlintas di benak sheka, bahwa kekhawatiran alta berasal dari ulah denis, yang seperti itu di hadapan nya.
" Jangan jangan yang buat gelisah alta itu soal ciuman denis..bangsat itu orang, dia udah cium aku, mendahului alta. wajar saja tadi di teriak seperti itu..dia kira dengan ciuman itu aku mau dengan nya, NGAYAL ! " tutur sheka sambil menyapu bibir nya.
" Kenapa sih harus dia duluan..," sambung sheka
" Woyy..aku habis di ciumin sama rakyat neraka ! bantuin kalau kamu bisa bantu..aku kirim angka, gak ada tuh bukti kamu bisa kayak Hulk, Superman, Spyderman..bullshittt!! " isi pesan sheka kepada mr.M
" Aduhh enak ya, udah di cium...gak bisa nolongin, kalau ngelanjutin bisaa! " isi balasan mr.M
Sheka melihat, bungkusan kado di atas kasur nya, setelah membuka sheka terkejut dengan isi kalung berlian dengan mata liontin seperti sepatu. Sheka membaca kertas yang ada di luar bungkusan kado tersebut.
" Hii..sweetheart, semoga suka..sengaja kasi mata nya seperti itu, soal nya permata gede nya ada sama aku.." isi bulir tulisan di lembar kertas tersebut.
..
__ADS_1
" Kan ni hantu pasti banyak duit..mana mahal ni barang, bodoh banget ni orang..kasi beginian lagi. Belum ketemu aja, sikap nya version sweet ..apa lagi udah kenal, minta di selimutin pake awan pokok nya !! " teriak bahagia sheka memegang kalung itu