
Katakan !! apa yang ingin kau buat kepadaku " sontah denis sambil mendekat kan wajah nya kepada sheka dengan uraian wajah yang benar benar sinis
" oh NO.. jangan marah gitu donk, gak di apa apain coba ! " ujar sheka sambil memundurkan kepala nya..
" hmm ciyee emosi nasioal " sambung sheka dengan menyebalkan..
tangan denis yang menggenggam keras pun kian membuat sheka sama sekali tidak takut kepada nya. dengan kesal denis mengambang kan tangan nya dan pergi dari hadapan sheka, yang benar benar membuat geram denis untuk mencakar wajah nya
" hikkksss..awas ya kamu, tunggu aja sakaratul pembalasan ku !! " sontak denis sambil menyenggol bahu kanan sheka
" kau kira kau pencabut nyawa !! aneh..bisa bisa nya dia mengancam ku dengan sakaratul nya tadi..pedang mana sih yang dapat memenggak kepalaku.. " ujar sheka dengan tatapan kosong..
sheka pun mundur kala melihat geo yang berdiri di hadapan nya, dia memutuskan untuk kembali mencari teman nya dan beranjak pergi dari hadapan geo dan revan.
geo pun berbalik dan menatap revan pun mendekati hingga jarak kurang lebih 5 langkah. geo yang seolah olah menjadi penengah mereka kini menjadi sosok yang seketika geram dengan tingkah laku sheka, yang begitu berani terhadap sekawanan seangkatan nya
geo pun pergi dari hadapan revan. revan pun menarik nafasnya dan memukul tangan ke dinding sekolah. revan kesal karena denis yang tidak sama sekali melakukan apa apa kepada sheka yang berdiri di hadapan nya.
" dia pikir dia siapa..awass kamu !! shekaaa.. " ujar revan sambil memukul dinding sekolah..
kalau denis hanya tinggal diam, maka ku yang akan memberikan kamu pelajaran nanti !! " sambung denis..
" Woyy !! ngomong apa barusan, HA !! " sontak sheka di belakang revan..
ternyata sheka kembali dan mendengarkan isakan revan mengenaii dirinya. revan pun tekejut dengan debar yang benar bensr berdeguk kencang pun membuat revan mati kutu di hadapan sheka..
" siaall " ujar revan dengan nada yang hampir tidak terdengar dan membalikan tubuh nya..
revan pun pergi dengan kelu ketakukan di tambah malu
" LANCANG TADI UCAPAN MU..giliran ada aku, LARIII ! " teriak sheka kepada revan, yang seolah olah tidak mendengar dan pura pura tuli..
sheka berhasil menggertak mereka, termasuk denis yang benar benar hampir emosi dengan ulah nya yang begitu membuat mereka geram.
tap..tap.langkah sheka pun melewati tiap kelas dengan seorang diri, tanpa sedikit menoleh yang orang orang di sekeliling.
" sheka..kamu kurang ajar sekali !! tingkah mu seakan akan bisa membuat orang tunduk kepada mu " ucap geo sambil memandang sheka dari kejauhan..
sheka mengetahui posisi reva yang merupakan kembaran revan. sheka pun beranjak untuk lewat di hadapan nya, sambil menghisap permen karet.
saat sheka sudah hampir dekat dengan reva, sheka sengaja mambuang permen karet itu, dengan menempel kan permen itu tepat di poni dapan nya reva, pada saat sheka pura pura terdorong dan bibir nya menyentuh ke arah rambut reva di bagian depan poni nya.
__ADS_1
" upsss soryyy !! " sontak sheka...
reva pun menoleh sheka dengan wajah yang kian sangar. reva pun tidak menyadari perbuatan sheka tadi. salah atu teman nya memberitahu ada sesuatu yang melekat di samping kiri pas di rambut dahi nya. reva pun mengambil sesuatu yang menempel di dahinya.
karena barang itu sudah seperti memakan rambut reva, revan pun pergi ke toilet dan berkaca.
" Aaaaaaaaaaaaà ahgkkkkkk ! " apa ini..astaga sakit, gak bisa hilang...
apa ini " ujar reva sambil memcium aroma.
" permen karetttttt !!! siapa yang meleparkan benda ini ke kepala ku !! " teriak revan yang terdengar jelas..
astaga gimana ini..menyisirkan saja sakit !! " sontak reva yang desahan amarah nya.
..
" KURANG AJAAA ..SHEKAAAAAA !!! dia ..dia.. dia..yang sudah melakukan ini..
..
..
hhmm kamu gak bakal datang untuk menghadap ku..kecuali adik begok mu..emang berani dia ?? bayangin reva buat potong rambut..cocok nya ny dia di potong sama persis kayak BOBOHO, atau jumput ayam.." ujar sheka super santaii..
morin gisya dan letty ternyata sibuk menonton denis yanh sedang membersihkan tulisan yang di buat oleh sheka, yang tidak lain merupakan hasil nya sendiri. sheka yang berhasil membuat denis mempertanggung jawab kan hasil perbuatan mereka. mereka sibuk menyeru bahkan tak segan segan mengejek denis dengan menimpa coret coretan itu di dinding tersebut.
" nihhh tanda tangan ku " ujar gisya menggunakan spidol warna nya..
" mau aku tulisa enggak nomor kontak ku.." ujar letty yang selengek an kw dinding tersebut.
" oh iyaa mau aku tulis dimana judul baru.." sontak morin sambil berdiri di hadapan dinding tersebut.
karena terpaku letty memamdangi dan menatap tulisan yang hampir berubah dengan yang sebelumnya. letty pun segera memotret tulisan itu dan berlari mencari sheka. dengan pusing nya dia mencari sheka, di lingkup fakultas yang begitu luas. dia kembali ke kelas dan melihat sheka sedang duduk di bangku nya.
" assssshh !! coba kamu liat..ini kenapa berubah apa kamu yang merubah nya..
sheka pun memandangi foto di tulisan itu, dengan tak menunggu berapa lama sheka bergegas pergi melihat tulisan tersebut.
namun sayang nya tulisan tersebut suda bersih dan kembali putih seperti semula. denis yang di temani revan dan geo untuk menyelesaikan pekerjaan nya tersebut sehingga sheka pun sama sekali tidak bisa melihat seperti yang telah di tunjukan oleh letty..
" siapa yang menambah kan tulisan tersebut..aku tidak menulis seperti itu..
__ADS_1
...AKU MEMANG PENGECUT UNTUK DIRIKU KEPADA SHEKA YANG KU CINTA #DENIS ABADI
tulisan itu berubah menjadi
AKU MEMANG PENGECUT UNTUK DIRIKU KEPADA SHEKA TALI YANG KU CURI#DENIS ABADI
..
siapa ya yang aneh mangubah tulisan itu.
sheka pun berdiri seolah olah sontak mengingat dan mencurigai sesuatu yang benar benar sulit untuk di tebak..
" kenapa kau berdiri di sini...awasssss !" sontak denis sambil menepiskan sheka..
sheka pun menepi dan terdiam..seakan akan tak hiraukan denis yang menepiskan nya. sheka termenung dan kembali ke kelas nya.
denis heran melihat tingkah sheka yang tidak sama sekali isak dengan tepisan tadi kepada dirinya. dia kembali seperti orang yang sedang kebodohan.
" kenapa dia biasa biasa saja tadi.." apa setan yang merasuki nya telah berpindah ke tubuh yang lain.." ujar denis sambil menatap langkah tiap langkah sheka menuju ke lorong kelss.
haaah !! biar kan saja lah..denis pun menoleh ke arah dinding yang semula di coret oleh sheka, dengan tatapan yang dingin, senyuman yang benar benar aneh. lekas denis pun pergi dan kembali ke lorong lorong kelas.
sheka pun menelpon alta
..
..
namun tidak ada jawaban dari alta, sheka pun masuk dan duduk di bangku kursinya.
" hey..ngapain tadi kamu lari seperti itu?? " kamu kangen denis..haa ? " ujar morin dengan isak yang menyebalkan
" iyaa kangen...bu..bukan kangen itu? kangen sama yang ini..." sontak sheka menunjukan profil mr.M..
sheka pun memulihkan keadaannya dan acuh untuk memikirkan kejadian tadi..
" tuuuu bapak masuk lagi..apa dia gak pernah sakit?? heran sama orang itu.." ujar sheka dengan memanglingkan pendangan nya ke pintu jendela luar.
..hhhmm sheka? kamu tidak membantu pacar mu tadi untuk membawa cat dinding di belakang??.
" siapaaa pak? anak bejoo ya ? " jawab sheka sebagai penghantar hening sunyi di dalam kelas.
__ADS_1
semua terdiam dan menoleh ke kursi sheka..sheka pun memanyunkan wajah nya, dengan campuran perasaan salah dengan menjawab anak bejo kepada dosen nya.