Unattainable Woman

Unattainable Woman
BIDIK SEPATU


__ADS_3

morin, gisya dan letty masing masing dari mereka mencoba menyelamatkan diri mereks masing masing. dan yang lainya mencoba mengejar sheka, seperti tidak ada tanda tanda positif mengenai mereka terkait sheka.


" haaaaah semua ulah ny..hampir saja aku di kepung sama anak anak yang lain.." ujar morin menarik nafasnya


" aku harus kabur...." ujar gisya berlari memegangi sepatu nya


" goblok ngapain aku ikut ikutan tadi..bisa bisa abis harga diri aku tadi.." ujar letty berlari ke arah belakang.


karena yang lain sibuk mengejar sheka, morin gisya dan letty pun mencoba mencari jalan keluar dari fakultas, mereka merasa terancam untuk berada di fakultas tersebut.


morin berupaya, untuk kabur dan mengambil kendaraan nya. gisya yang benar benar bersimbah keringat yang bercucuran di sekujur tubuhnya, letty yang mengumpat dimana saja tempat yang bisa membuat diri nya bersembunyi


akhirnya masing masing dari mereka berhasil keluar dari jangkauan anak anak lainnya. letty pun segera pulang dengan wajah histeris nya.


" Bu..aku mau tidur gak usah panggil nama ku ! " ujar letty kepada ibunya dengan seribu kegugupan yang meradang di wajahnya.


ibu letty sedikit heran dengan prilaku aneh letty di hari ini..


" apa letty sedang di patuk ayam tadi.." ujar ibunya dengan kebingungan


bu....aku pamit dulu, yang tadi pagi besok gisya bayar...! " ujar gisya dengan pulang menggebu gebu..


" ni satu lagi ada apa lagi..." ujar ibu letty melihat tingkah gisya seperti di kejar setannn..


morin pun pergi dengan kelajuan kendaraannya, sehingga dia tidak sadar bahwa jalan yang di tujunya kembali lagi ke arah yang sama.


" ni kan jalan yang tadi..ngapa begok amat sih hari ini " ujar morin dengan seribu sumpah serapah nya.


morin pun berencana untuk belok ke arah RUANG BAHU HITAM, dan menenangkan kegugupan nya di hari ini.


" semoga tidak ada siapa siapa di sana " ujar morin


sheka yang tengah berada di tempat itu, sempat mencemaskan mereka yang hampir di telan oleh kalangan di fakultas tadi. namun sheka tetap berdamain dengan situasi sekarang tanpa gugup maupun rasa takut.


" hmm..sepatu yang kemarin kalian simpan dimana? " ujar sheka kepada karyawan di tempat tersebut.


gak lihat kak, mungkin ada yang ngebuang kali.." ujar karyawan tersebut.


.. ohh bagus lah kalau begitu " ujar sheka


seluruh karyawan di tempat itu menyembunyikan kaca yang berisikan sepatu sheka, agar sheka tidak membuang sepatu nya. karena pemilik tempat itu berpesan agar menyimpan kaca sepatu tersebut sewaktu waktu sheka tidak berada di tempat tersebut atau bahkan menyembunyikan.

__ADS_1


karena karyawan melihat sheka yang hendak datang, mereka menyembunyikan nya dari jangkauan sheka. belum tau teka teki pemilik tempat itu menyembunyikan kaca tersebut dari hadapan sheka.


sheka pun naik ke ruang lantai atas, dan memandang ke arah luar sambil menikmati seduhan kopi. melihat sosok morin yang datang dengan wajah yang begitu menegangkan.


" hhmm kasian juga kalian, sesekali kalian juga di tekan agar belajar gak manja sama masalah..ngapa yang lain pada enggak kesini....? ohh ..hahaha, iya iya mereka sibuk jadi wartawan dan mencariku 😗😆 " ujar sheka sambil melihat ke bawah ke arah meja morin.


melihat situasi yang tidak begitu ramai morin merencanakan sesuatu untuk bisa naik ke ruang lantai atas.


sheka pun mencurigai morin dengan tatapan yang seperti sedang memantau orang orang yang berada di sekitar nya.


sheka pun segera menghubungi salah satu karyawan di bawah, agar terus memantau morin, sheka pun mengunci pintu agar tidak ada yang dapat membuka ruang di atas.


" kenapa morin selalu memandang ke arah sini, perasaan kaca ini tidak tembus di pandang..atau dia ingin mencari sesuatu di atas sini " ujar sheka


" mereka kok ngeliat aku seperti pencuri gitu yaa " ujar morin saat di perhatikan seluruh karyawan,


tak lama kemudian patrick datang dan menepuk pundak morin. morin pun terkejut dan pergi. namun patrick menarik kembali tangan morin.


" kamu jangan takut..kamu tadi gak papa kan? " lantunan lembut patrick kepada morin.


morin pun sedikit tenang dengan kata kata yang di tuturkan lembut oleh patrick. morin yang tenang dan kembali duduk.


" iyaa tadi gak kenapa napa " ujar morin..


" tidak..itu hanya salah paham saja " ujar morin


sheka melihat morin yang sedang berbicara kepada patrick, mereka sedang duduk di meja yang sama. melihat morin dan patrick begitu tenang sheka pun ingin turun, namun revan dan denis baru saja masuk dengan raut yang penuh emosi..


" alahh anak kaya..mau seenak nya sama orang " ujar sheka.


sheka pun menahan diri untuk tidak menunjukan dirinya di hadapan mereka. karena sheka takut dengan keributan yang bakal ricuh di tempat itu.


revan pun mendatangi meja morin dan patrick, sambil menghempaskan meja mereka.


" hey..kamu panggil emak mu yang menggandeng tangan mu " ujar revan kepada morin.


" hey..pak ! EMANG GUE NGURUS GITU ! " ujar morim dengan logat acuh nya.


" kamu gak mesti bentak bentak gitu bro ? " ujar patrick kepada revan


revan pun di tarik oleh denis, untuk duduk berjauhan dengan meja mereka

__ADS_1


" duhh belum turun aja, fans aku udah teriak teriak...seru juga nonton mereka dari sini " ujar sheka


tiba tiba denis menatap ke atas tepat nya di hadapan sheka.


" kamu itu siapa sih?? kayak tau aja aku ada di sini..aku kayak gak asing sama dia..


ohhhh...dia kemarin yang ribut ribut di sini kan, aku coba pastiin sama cctv kemarin " ujar morin sambil melihat cctv tempo kemarin.


" sebaiknya jangan membawa masalah tadi di tempat ini " ujar denis kepada revan


..


" mereka bangsatnya udah gak ketolongan, berani sama cewek ! " ujar morin


mendengar kata kata bangsat yang di tuturkan oleh morin, patrick pun tersedak karena kaget dengan ceplas ceplos di balut feminim yang tercover di diri morin.


" sabar yaa..mereka mungkin gak kenal aja, kalau kenal bisa jadi mereka baik kok sama siapa aja.." ujar patrick


" yaaaa mana bisa wujud mereka aja udah kayak siluman..serem aja kenal mereka ! ujar morin kepada patrick.


morin pun berbalas sinis, ke meja revan dan denis. begitu juga revan yang tak mau kalahnya memandang sinis ke arah meja morin dan patrick.


..


" tu kan benar, itu anak kemarin yang membuat keributan di sini..pemuda cobra yang sok jagoan " ujar sheka sambil melihat cctv kemarin.


..sebenar nya dia ada tujuan apa masuk ke fakultas satra, emang dia bisa apa.. cuma keributan, suka menindas, banci iyaa ! " ujar sheka


sheka pun berdiri dan memantau masing masing dari mereka. melihat sikap yang mencurigakan dari morin, kini sheka menangkap sikap yang mencurigakan dari denis.


denis sepertinya mencurigai sesuatu di lihat dengan tatapan nya yang selalu mengarah ke atas.


" apa yang ingin di ketahui dari kalian..kalau kalian tau aku ada di sini, lantas mengapa kalian tidak berteriak dan memanggil nama ku " ujar sheka dengan penuh tanda tanya.


morin pun berdiri sambil mencari sesuatu, revan pun sama hal nya mencari kaca yang berisi sepatu yang pernah di foto oleh ny.


" aneh kemarin mereka meletakan nya di atas situ..kemana pergi nya " ujar revan


" mana yaa yang kemarin di hebohkan mereka, sepatu apa yaa " ujar morin dengan kebingungan.


" den..kamu ingat kan foto sepatu kemarin, itu ada di sana..tapi udah gak ada " ujar revan kepads denis.

__ADS_1


" di ambil pemulung atau udah ronsokan kali " ujar denis kepada revan.


revan pun tertawa, namun denis dengan diam dan belagu nya mengatakan hal itu tanpa menertawakan penghinaan yang di tutur oleh nya


__ADS_2