Unattainable Woman

Unattainable Woman
PERANG TANPA MUSUH


__ADS_3

tiba tiba denis terlintas untuk mengajak revan untuk nongkrong di suatu tempat, denis pun kembali menyusul revan yang masih berada di fakuktas


letty berkeliling di tiap tiap kelas, untuk mencari siswa baru tersebut. letty bahkan bertemu dengan teman lama di kelas nya dulu. tidak ada yang mau mengenal letty terkait festival kemarin yang membuat teman teman nya kompak untuk menjauhi nya.


letty pun bersikap seperti biasanya, walaupun dia tau bahwa teman teman nya sudah tidak ingin berhubungan lagi dengan dirinya.


terrserah kalian saja lah mau nya seperti itu..ya, aku tetap seperti ini " ujar letty.


" karya siapa ini, RUANG HITAM " tulisan yang di pajang di depan pintu audit..kok gak asing tulisan itu, apakah itu tulisan morin..entah lah " ujar letty sambil memandang tulisan tersebut.


" aku foto dulu lah,...eh engak engak, amin amit deh jangan jangan benar kalau ini karya morin " ujar letty


terlepas dari pajangan itu, tiba tiba revan pun mendorong letty, sambil mencoret tulisan yang di pajang tersebut.


" minggirrrrrrrrrrr...! " ujar revan saat medorong letty.


letty pun tersandar..


siapa kamu, main dorong aja...! " ujar letty kepada revan


letty pun membalas dengan mendorong revan ke depan pintu, revan pun terjatuh..


heh..ngapain kamu dorong dia HA ! " ujar reva melihat kelakuan letty kepada revan..


revan..gak papa kan? " ujar reva kepada revan


" oh revan ya nama nya..tanya sama dia, siapa yang ngdorong duluan..AKU ATAU DIA !


mendengar kata kata itu reva tidak segan segan menarik letty ke dalam ruang audit, revan pun menutup pintu tersebut. revan pun memberikan sebuah botol kepada reva, reva pun menyiram air ke wajah letty, letty pun sontak melawan dan menepiskn tangan reva sehingga air tersebut mengenai tubuh mereke masing masing.


" sialan kamu, berani melawan ! " ujar reva kepada letty..


kamu liat itu cctv yang selalu aktif, apa mau aku laporin hasil kerubutan seperti ini.." ujar letty mengancam reva dan revan..

__ADS_1


tidakk aku tidak takut !! " ujar revan membentak letty..


tak lama kemudian denis datang sambil memegang pajangan tulisan tersebut.


kalau kamu tidak takut, kamu beri tau kepada pemilik tulisan ini, bahwa aku tidak suka dengan tulisan ini, aku akan mengganti tulisan yang jauh lebih bagus dari ini.." ujar denis kepada letty..


" okeee ! kamu anak baru ya di sini..buat kamu,kamu dan kamu anak baru, itu tulisan yang pajang yayasan bukan anak audit ! PAHAM..."ujar letty sambil tersenyum sinis kepada mereka bertiga.


letty pun pergi, ketika melihat wajah..mereka yang sinis berubah menjadi datar dan ketakutan. mereka masing masing ketakutan dan memajang kembali tulisan itu tak sengaj tulisan itu terjatuh pada saat denis ingin meletakan nya di tempat semula.


" gawat ini, aduhhh pake acara pecah lagi..bagaimana ini ! aku akan rusak cctv di atas kalian tunggu di sini awasi anak anak yang lain " ujar denis kepada reva dan revan.


aman...kamu putusin tiap kabeli di ujung aku akan memotong kabel di kontak sini.." ujar revan


mereka pun selesai dengan misi merusak cctv agar tidak ada yang mengetaui baik dari yayasan maupun kaitan nya kepada letty. denis pun membawa masuk pecahan pajangan tersebut ke dalam ruang audit.


kira kira mereka bakal masuk lagi gak yaa kesini " ujar reva dengan ketakutan..


kamu juga den ngapa pake ada nurunin itu segala, padahal aku cuma mau nyoret nyoret aja tadi.


suasana sudah semakin sepi, denis dan yang lain nya kabur usai merusak cctv dan memecahkan pajangan tersebut. morin yang mengawasi mereka dengan gugup sambil ketakuan melihat perbuatan aksi nekat mereka.


awal nya morin hanya melihat letty keluar dari pintu audit tersebut. tak lama kemudian morin meliht siswa dengan tebiat yang aneh seakan akan mereka telihat menyembunyikan sesuatu.


" gila mereka nekat sekali, cewek tadi itu ngapain yaa..kok dia terlibat seperti itu " ujar morin


morin pun membuntuti mereka sampi ke pintu gerbang keluar.


mereka seperti nya sudah keluar..aku juga harus keluar dari sini, sebelum mereka tau kalau aku sedang mengikuti arah gerak gerik mereka.


morin sengaja pergi ke tempat ibu nya letty. untuk mencari tahu persoalan tadi yang membawa letty kepada anak anak di atas angkatan nya.


kalau gitu aku akan ke tempat ibu nya saja, siapa tau letty menceritakan masalah nya kepada teman teman nya " ujar morin

__ADS_1


atau aku harus menyelidiki ke tempat kemarin saja, mengapa aku sepenasaran seperti ini sih " ujar morin.


morin memutuskan pergi ke tempat yang sering si kunjungi oleh sheka, morin mencurigai sesuatu yang ada di sheka. morin bergegas pergi ke tempat tersebut.


morin pun melihat sosok denis di tempat itu, dia tidak di temani oleh siapun melainkan dia duduk berdua bersama laki laki pemilik tempat tersebut.


apa lagi yang akan di buat nya setelah masalah tadi " ujar morin sambil melihat denis dari kejauhan..


aku harus bisa naik ke ruang lantai atas..tapi bagaimana cara nya aku bisa naik ke situ, kalau pemilik nya masih ada di dalam.." ujar morin sambil merencanakan sesuatu


tak lama kemudia teman teman nya denis pun datang menghampiri denis, mereka duduk di meja yang sama.


" oh ini..tempat yang di viral viral di akun itu, kan postingan di akun anak tadi " ujar reva


" maksud nya..dia tadi siapa? " ujar revan dan denis kepada reva.


ituu tuh yang ngedorong kamu tadi, itu letty nama nya..dia mempunyai kenalan yang gak tanggung tanggung tajir nya..rumah nya gak jauh dari fakultas kita.." ujar reva kepada denis dan revan.


masa sih...kalau gitu kalian coba bikinin aku akun yang sama seperti kalian.." ujar denis


Hahaha.. kamu belum bisa den ngalahin pengikut nya letty ! " ujar reva yang menjengkelkan


kau buatkan saja nanti okee..biar aku gk gabut nanti wkwkw " ujar denis kepada reva


mereka sedang bahagia di satu meja, morin pun terus memantau mereka, sambil menunggu pemilik itu pulang. namun tidak sesuai dengan rencana nya morin sendiri, langit sudah mulai mendung, cuaca yang gerimis yang mengharuskan morin untuk segera pulang.


" gerimis lagi...aku akan kesini lagi untuk dapat naik ke ruang lantai atas di tempat biasa sheka..aku pulang sajalah " ujar morin


morin kerap menyelidi sheka secara diam diam, melihat sheka sering mengunjungi tempat tersebut, rasa penasaran kepada sheka pun semakin menjadi kepada hal yang di lakukan sheka di ruang lantai atas.


pemilik tempat tersebut semakin mencurigai, orang orang yang di sekitar nya, bahkan pemilik tempat itu mengetaui bahwa sebagian orang orang menanyakan hal yang ada di sekitat tempatnya, dia menyuruh semua karyawan untuk mengunci tiap ruangan yang ada di lantai bawah dan lantai atas,


" aku akan pulang, kalian lanjut saja ya " ujar denis kepada reva dan revan.

__ADS_1


reva dan revan pun masih menikmati kopi nya, mereka duduk sambil menunggu gerimis nya hujan untuk teduh. reva dan revan tinggal terpisah karena orang tua nya sudah berpisah sewaktu mereka duduk di bangku SMA. revan tinggal bersama ibunya, dan reva tinggal bersama ayah nya. mereka juga sering berselisih paham terkait kedua orang tua nya.


__ADS_2