
kringggggg....suara alarm morin yang benar benar membuat sontak terkejut. morin pun bergegas mandi sambil meraba tiap dinding yang di terpanya.
" mana masih ngantukk..duhh semangat semangat !! " ujar morin
DOARRRR!! bunyi ketukan pintu yang di sambar oleh ibunya letty.
" letty..bangun.....! bantu ibu...." ujar ibunya letty sambil berteriak
" apaan ini emak emak..ribut aja pagi pagi gini " ujar letty sambil menggosok kedua matanya..
gisya pun sambil olah raga, di depan rumahnya. gisya pun sambil bolak balik untuk meliat ibunya yang belum selsai membuat sarapan.
" manaaa lapar..roti saja belum di panggang..hhm aku mandi dulu lah.." ujar gisya menoleh dapur
..
morin yang bersiap siap untuk segera berangkat ke fakultas sambil membalas pesan kepada patrick. lantatam patrick ingin menjemput morin untuk berangkat bersama. namun morin menolak penawaran patrick tersebut.
" bareng yokk ntar aku jemput deh?? "isi pesan patrick kepada morin.
" jangan hari ini deh..lain kali saja.." sontak balasan morin kepada patrick
" hmm aku udah ganteng ganteng gini malah di tolak sama cewek?? " balasan patrick kepada morin..
" iyaa nanti aja deh..janji " sontak balasan morin kepada patrick..
morin pun memutuskan untuk berangkt sendiri sambil menyimpan kendaraan nya di tempat letty. dan memilih berangkat bersama mereka ketimbang patrick.
letty yang menemani ibunya sambil memindahkan barang yang ada di belakang untuk di simpan ke tempat ibunya yang ada di depan.
morin pun sampai sambil meneriaki ibunya letty. letty pun mendengar kan suara morin yang memanggil ibunya, letty pun segera mandi dan bersiap siap.
" aku harus mandi..hah, biar gak ketinggalan ! " sontak letty menarik handuknya..
" bu...aku mandi ibu yang bawa itu.." sambung letty menujuk kotak besar..
dan tak lama kemudian gisyaa pun datang, dengan penuh comelan yang keluar dari mulutnya..
" duuuuhhhh gerah, mana pagi pagi terik nya udah kayak gini..jangan sampai keringat ku melepuh sebelum bertempur ! " sontak gisya dengan meletakan kedua tangan di pinggang nya.
" tu anak ngapin pagi pagi udah rusuh sendiri " ujar morin sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
mereka pun brcencok ocehan yang ribut di tempat ibunya letty. sampai sampai ibu letty menarik nafas dengan panjang mendengarkan kicauan mereka berdua gisya dan morin.
" duhhh kalian kalau teriak teriak gitu bisa bisa..gak ada orang yang mampir kesini..udah stoppp !!! " sontak ibunya letty memarahi gisya dan morin.
" duhh sheka kemana lagi..telpon gak di angakt, " ujar morin menghubungi sheka..
sheka yang baru saja terbangun dari tempat tidurnya, dan membuka tirai kamar nya.
" mandi mandi...! " sontak shekas menegur dirinya.
lagi lagi sheka langsung teringat dengan kotak pemberian mr.M sontak sheka langsung membuak pesan dari mr.M tanpa melihat pesan dari alta dan morin.
" mimpi aku tergantung mimpi kamu, baik buruknya. tapi untuk buruknya bisa kah kau berikan kepadaku saja, jika mimpi ku indah itu hanya teruntuk mu " isi balasan mr.M sedari malam yang belum terlihat oleh sheka.
sheka pun benar benar jatuh hati dengan sikap dan kata kata yang mengandung bullshit..tapi apa daya, sheka benar jatuh hati, walaupun jatuh cinta belum saja mungkin untuk di bayangkan.
" kok aku pagi pagi ini aku udah bisa terbit senyum.." sontak sheka berlari ke arah kaca..
" NO... masa hanya karena hal sepele meradang merah wajahku bisa seperti ini..ya tuhaaannn kok gak liat aja aku udah bisa sebedebar ini. " tuai sheka sambil memanyunkan mulutnya.
sheka ibu mau cari suatu sebentar ke depan..jadi yang kecil bentar " ujar ibu nya sheka.
sheka pun mandi dan bersiap siap untuk berangkat, sheka pun sama sekali belum membuka pesan alta yang tadi malam, bahkan pesan masuk dari morin barusan. sheka sibuk membalas pesan dar sosok mr.M tersebut.
" aku...kalah, gak bisa jawab apa. ya udah byee yaaa? " balasan sheka kepada mr.M
dan lagi lagi berbunyi pesan tersebut dan terlihat balasan dari mr.M yang selang beberap menit.
" kamu hati hati..kalau ada apa apa, kirim pesan kepadaku dengan angka digit 9. kamu gak perlu panjang lebar, aku akan menghubungimu.." sontak balasan yang berparas seperti gentleman.
" wahh apa yang sedang kau buat..jangan jangan kau hanya menunggu balasan ku selama 24 jam." balasan sheka..
jantung sheka pun sedikit berguncang membaca kata kata yang benar benar menawan, terlihat seperti sosok yang jauh dari kata pengecut, pecundang dan tentunya sheka seolah olah merasa di lingdungi oleh sosok yang belum tampak tersebut
baru kali ini dan pertama sekali, sheka menebar senyuman di setiap perjalanan nya, sheka benar benar riang dengan pengalaman yang seolwh olah tak terlupakan di dalam benak nya.
" hulalaaaaaa...kekuatan ku sudah melebihi THANOSS, aku tak perlu cincin seperti thanos yang selelalu mencari warna setiap pelupuk jarinya..ngomong apaaa aku yaa " sontak sheka dengan manyun yang begitu tipis di bibirnya..
kring..kring...! " panggilan dari alta ..
sheka : iyaa al aku di jalan nih..
__ADS_1
alta : hhmm ya udah kamu sampai in dulu ya, nanti hubungi aku kalau ada waktu..
sheka : iyaa iya..ntar aku telpon yaa" ..( sambil menutup panggilan..
..
mereka pun berangkat sambil menolah kebelakang, untuk memastikan kehadiran sheka.
" yaa anak ituu jangan jangan seriuss, dengan ucapan nya kemarin.." ujar morin sambil berhenti.
masing masing dari mereka pun sontak terhenti kala mendengarkan kata kata yang di lontarkan morin barusan..
" hayooo..palingan dia terlambat " sontak gisya sambi mundur dengan perlahan..
" majuuu..jangan mundur, kalian bisa di siram ibuku " sontak letty sambil mendorong gisya..
mereka pun berjalam dengan ribuan detak jantung yang begitu mendebarkan. mereka pun memasukan zona fakultas nya, tapi keadaan membaik saja tidak ada kehebohan mengenai tulisan sheka. malah mereka mendengar kalau mereka takut kepada sheka wanita nya denis.
" jangan ganggu sheka..nanti kalian bisa di tonjok sama denis !!! " sontak bisikan yang terdengar dari anak anak yang berada di kampus..
" owhhhh..mereka saja yang padam, awas.. denis bisa saja memanggil pemadam kebakaran, buat sirami rohani nya...banyak setan soal nya " sontak letty dengan muka melonggok nya
" ssstt diam, nanti kau bisa bisa di awetkan sama dia.." ujar gisya kepada letty..
..
" WOYYYYYYYY !!! sontak reva dan geo membelah jalanan mereka, sampai sampai morin mencium pintu, gisya yang amblas menipa letty..
" SIALAAAAAAANNN !! " teriak gisya kepada geo dan reva..
" ku siramm kau pake air di NERAKAAA ! " sontak morin yang memerah sebah wajahnya.
" asli seram sekali, ibu ibu ini.." bisik letty kepada gisya, dengan pelan.
mereka pum sambil mengerling satu sama lain, dan anehnya sheka masih saja belum datang. mereka pun memutuskan untuk lanjut memasuki kelas.
geo yang menatap tiap siapa saja yang lewat, karena mencari patrick yang tak datang untuk menemuinya.
" dimana dia yaa..apa yang sebenarnya terjadi, dia seperti menghindat dari ku.." ujar geo dengan nada pelan.
" kamu cari siapa sih?..morin? atauuuu...sheka? " ujar reva sambil tertawa saat menatap geo.
__ADS_1