Unattainable Woman

Unattainable Woman
SADAR LEVEL PERTAMA


__ADS_3

buuuuu..aku mau pulang!!! " ujar gisya yang sudah tidak tahan tinggal di kampung halaman ibu nya.


" sabar sabar lusa kita akan pulang, kamu jangan seperti anak kecik deh gis " ujar ibu nya.


gisya nampak nya tidak ingin berlama lama di kampung halaman ibu nya, belum lagi kampung halaman ibunya berada di pelosok yang benar benar jauh dari kota. gisya enggan bertegur sapa dengan lain nya, benar benar sombong terkesan angkuh. padahal orang di sekeling nya sangat menyukai dengan kedatangan gisya di kampung halaman ibu nya.


" aku tidak akan sudi berteman dengan mereka..pokok nya aku gak mau, mana perut aku lapar lagi..kalau tau gini jadi nya aku gak bakal ikut 😓😓.." ujar gisya dengan segala mavcm bentuk kekesalan.


tak lama kemudian, sepupu ibu nya mengajak gisya untuk duduk bersama, walau pun gisya tetap saja menolak. dia selalu memaksa gisya untuk berkenalan dengan keluarga yang lain. gisya pun terpaksa ikut dengan wajah yang begitu membosankan.


" gisyaa..sini, kamu gak kenal kan sama yang itu..yok duduk kesana, yang lain pengen kenalan sama kamu " ujar sepupu ibu nya


oh siapa yang mau kenalan, kenapa tidak dia yang kesini..aku males kesana.." ujar gisya dengan keangkuhan raut wajah nya.


hhmm mereka malu soal nya..mereka bilang kamu cantik, yukkk!! " sambil menarik tangan nya gisya..


gisya pun di sambut hangat oleh keluarga ibu nya. mereka berkenalan dengan sapaan yang lemah lembut, gisya pun sedikit berubah dengan perlakuan baik yang mereka berikan kepada gisya.


" kakak duduk sini..." ujar keramaian orang yang ingin duduk di sebelah gisya..


kak, kakak anak sambung nya bibi ya..wah cantik sekali, kakak wangi sekali yaa 🤗 " ujar salah satu keponakan dari ibu nya.


mendengarkan kata kata yang di berikan keluarga ibu nya kepada gisya. gisya luluh sedikit demi sedikit, gisya hanya sedikit terharu menemui orang orang yang bertutur lembut dan ramah seperti mereka.


" kakak, mau aku ambilin makan? ....


aku mau pulang sebentar membawakan dia buah"....


aku mau memberikan kakak kain " saut masing masing dari keluarga ibu nya kepada gisya.

__ADS_1


mereka seolah berlomba lomba memberikn sesuatu kepada gisya. gisya merasa dirinya di perlakukan seperti ratu, mereka dengan tulus memperlakukan seperti itu kepada gisya.


" baik sekali mereka.kepada ku..aku kok gak enakan gini sama mereka, bahkan aku gak minta apa apa kok " ujar gisya di balut dengan senyuman


kak..ayoo kita jalan jalan, soal nya di tepian sungai sana kita bisa mencari jaringan internet kak..coba kakak liat tuh lampu nya..


gisya pun melihat lampu yang berkerlip indah di tepian sungai.


" astaga itu lampu apa..sampai sampai pohon itu pun ikut bersinar.." ujar gisya dengan sedikit terkagum kagum.


itu sorotan sentar kak, ramai sekali kan..jadi kalau sudah sore menyambut malam, itu hanya sisa cahaya senter aja kak,


tuhaann apa gak ada buaya atau nakonda gitu..bisa bisa mati tenggelam " ujar gisya terkejut mendengarkan kata kata dari keponakan ibu nya.


mereka pun pergi, dan membawa jepit biasa. karena tanah yang begitu licin, mereka jarang menggunakan sepatu. setiba di sana , aneh nya mereka terkagum kagum melihat orang asing yang datang ke tempat seperti itu. gisya pun sedikit menurunkan rasa ego nya, dengan keadaan yang benar benar membuat diri nyaa merasa nyaman.


masa sih..iya iyaaa bisa nih, astagaa untung ada kamu, tapi kok lampu mereka pada nyorot kesini.." ujar gisya sambil di sorot oleh orang orang yang berada di satu tempat tersebut


mereka ingin melihat kakak..soal nya kakak cantik, wangi lagi..hehehe


bisikan hati gisya pun berkata " andai kalian tahu baju dan parfum ku ini semua nya hanya hasil mencuri..wkwkwkkw " ujar gisya sambil tertawa


kakak ketawain apa sih " ujar keponakan ibu nya.


enggak gak adaa..aku hanya ingin ketawa saja..


gisya membuka sosial media nya, dan membaca ulang tiap komentarr yang ada di postingan letty tersebut. namun gisya enggan untuk mencampuri komentar dari sebelum nya, gisya ingin dia beraksi saat masuk di semester baru nanti. dia ingin menguliti kata kata kepada sheka dan letty, di tambah dengan morin.


" tunggu aja kalian, untuk sekarang kalian senang senang dulu, alta sudah tidak ada..aku tidak perlu sempit untuk menghujat kalian semua nya, termasuk sheka yang sudah mulai menebar pesona dimana mana.

__ADS_1


sumpah di sini enak sekali, mereka juga sangat baik, walau pun sedikit kampungan. tapi mereka tidak tau soal gaya..meski pun mereka norak, mereka gak pernah ngiraukan apa apa.." ujar sheka


tak lama kemudian ibu nya memanggil gisya untuk pulang, karena nenek dari ibu nya benar benar sedang sekarat. satu kampung pun berkumpul dan panik, nenek yang sedang sekarat itu ingin melihat gisya, walaupun di umur 87 tahun nenek tersebut sudah tak bisa lagi melihat dengan jelas setiap apa pun yang ada di depan mata pun


gisya tidak pernah bertemu nenek nya, pada saat pernikahan ayah dan ibu nya tiga tahun yang lalu. nenek tersebut terkejut dan senang kepada gisya, karena anak nya (ibu tiri gisya) mempunyai anak sambung perempuan, di mana rata rata anak keturunan mereka tidak ada yang mempunyai anak perempuan.


" nenek mu panggil nama kamu, ayookkkk" ujar ibu nya gisya


haa aku gak kenal sama nenek itu.." ujar gisya


gisya pun masuk, sedikit takut dan gugup. karena keadaan nenek yang sedang sekarat, gisya pun benar takut untuk menemui nenek tersebut. namun karena paksaan dan pesan, gisya pun menuruti ibu nya untuk melihat nenek nya.


gisya pun duduk di sebelah nenek tersebut, sambil menegang erat tangan gisya. nenek itu pun memanggil nama gisya dengan terbata bata, wajah gisya di sentuh oleh nenek, seolah olah nenek tersebut ingin sekali melihat wajah gisya. tentunya gisya tanpa sengaja meneteskan air mata.


" ini gisya nek.." ujar gisya dengan pilu


mendengar nenek sudah semakin melemah, gisya pun tak bisa menahan air mata nya. gisya pun pergi dan duduk di tempat duduk yang pertama di duduki oleh nya.


sambil merenung gisya pun bertanya dengan salah satu orang yang ada di sekitar nya.


" buk..nenek udah berapa lama sakit nya ? " tanya gisya kepada salah satu ibu ibu di sekitar nya.


lima tahun deh, tapi nenek juga terbilang kuat, sekarang aja nenek gak bisa bangun, kalau dulu nenek masih bisa bangun, hanya saja berjalan seperti layak nya orang normal, dia memang sudah tak bisa..


" kok aku rasa nyesek nyesal nya kayak gini ya..aku gak ikut kesini pada saat ibu dan ayah menikah..mereka baik semua, kok aku ngerasa jahat sekali, enggan tau perihal orang tua ibu yang masih hidup..


tak lama kemudia nenek tersebut meninggal, beberapa dari mereka sempat melihat tatapan terakhir nenek sebelum ajala nya. gisya benar benar berubah setelah mengetahui orang orang di sekitar nya ingin bertemu dengan nya, namun sayang nya gisya tak pernah menghiraukan ujaran ayah dan ibu nya kepada gisya. gisya benar menyesali diri nya terhadap orang orang yang ada di sekitar nya.


" maafin aku semua, aku memang jahat kepada siapa pun, pertama dan terakhir kali nya aku bertemu dengan nenek di malam ini.." ujar gisya sambik meneteskan air mata nya.

__ADS_1


__ADS_2