Unattainable Woman

Unattainable Woman
NAMBAH PERKARA


__ADS_3

" Besok ngumpulin tenaga buat baku hantam, lawan serang.." isi chat group mereka berempat.


" Kamu jangan ngilang..bisa enggak? " isi pesan sosok misterius andalan sheka.


" Mereka kok keroyokan sekali menghantam isi kepala ku, " tutur sheka saat berbaring di kamar nya.


Sheka pun membalas satu persatu dari mereka. Tatkala alta menelpon sheka pada saat sheka sedang mengetik balasan kepada salah satu dari mereka. Namun sheka sengaja tidak mengangkat panggilan dari alta.


Seketika tak lama kemudian alta datang tepat nya berbicara kepada ayah nya sheka. Sheka pun keluar dari kamar nya, dan sembari mendatangi alta.


" Sheka ini ketinggalan tadi.." ujar alta memberikan lukisan yang di bawa sheka dari fakultas nya.


" Astaga aku lupa..makasih ya, " jawab sheka sambil mengambil lukisan tersebut.


" Pak boleh kah saya membawa sheka pergi keluar sebentar? " tutur alta meminta ijin kepada ayah nya.


" Tu..tunggu dulu, kamu dapat alamat ku dari morin ya? " jawab sheka dengan keheranan.


" Hmm terserah sama sheka nya aja.." jawab ayah nya sheka.


Karena melihat alta meminta ijin kepada ayah nya dengan begitu ramah, mau tak mau sheka pun menuruti permintaan alta, meskipun kondisi nya sekarang sudah sangat letih dan lesu.


Mereka pun pergi ke RUANG BAHU HITAM, sesambil di jalan, alta pun memegang erat kedua tangan sheka, yang seakan akan tak mungkin terlepaskan.


" Aku minta kamu pertanggung jawab kan mengenai cincin ini, satu lagi..aku gak mau basa basi, pokok nya aku minta di tambahin bukti keseriusan mu ! " tutur sheka dengan ketus.


Alta pun tersenyum memandangi sheka sesaat sheka mengungkapkan kata kata nya barusan. Alta pun sontak temenung, mengingat dia harus menyelesaikan urusan nya kepada kedua orang tua nya dan kedua orang tua virly.


Sesampai di sana, terlihat sosok revan bersama geo di bangku kursi tengah.


" Duhh..rewel gak tu orang, mana kakak nya kemarin hampir gundul, " lirih sheka di dalam hati sambil waspada kepad revan.


" Kita pindah saja yuk ? " tutur sheka kepada alta.


" Enggk usah..di sini saja, " jawab alta sambil menggenggam tangan sheka.


Karyawan pun melihat sheka dari jarak yang tidak terlalu jauh daru pintu masuk. Sontak karyawan di dalam pun terlihat mondar mandir, seperti memindahkan sesuatu yang ada di dalam.

__ADS_1


Revan melihat salah satu karyawan tersebut mengambil dan menyembunyikan kotak kaca yang berisikan sepatu sheka sendiri..


" Sepatu butut kok di bawa lari, atau jangan jangan tali nya terbuat dari berlian.." sontak revan melihat gelagat karyawan yang begitu mondar mandir di hadapan nya barusan.


Alta pun membuka pintu sambil memegang tangan sheka saat hendak masuk. karyawan pun menyambut antusias dengan kedatangan sheka yang di dampingi oleh alta. sheka pun memilih meja yang bisa di bilang jauh dari jangkauan penglihatan revan. Namun ternyata tidak.


" Itu si bajingan ngebawa cowok lagi kesini, emang ada yang mau sama dia, tuh cewek udah mendekati karakter pisikopat.." ujar revan memandang ke arah meja sheka dan alta.


Sheka pun berpura pura untuk tidak melihat siapa siapa di dalam ruangan itu, walaupun dia sudah tau bahwa ada revan dan geo berada di tempat itu.


" Kamu lagi mikirin apa sih? kok gak enakan gitu dari tadi, apa kamu mau aku anter pulang aja, " ujar alta kepada sheka


" Tidak..aku gak kenapa napa kok, " jawab sheka


Saat melihat notif di layar handphone sheka mendapati pesan dari sosok mr.M, namun sheka memilih untuk membuka pesan itu nanti.


Karena berhubung alta sedang duduk di sebelah nya, sheka pun berpikir untuk ijin ke toilet agar dia bisa membuka pesan tersebut.


" Aku ke belakang bentar yaa, kamu tunggu sini.." ujar sheka kepada alta saat hendak ke belakang.


Sheka pun pergi dan buru buru dia membuka pesan tersebut.


" Aku sedang di luar, kamu bisa anterin aku sesuatu yang bisa ku pakai untuk hiasan? hhm tapi bukan make up, bukan makanan.." isi balasan sheka.


" Iyaa, kamu mau nya apa? sebutin aja..kamu takut ya, kalau aku gak bisa kasi sesuai keinginan kamu.." isi balasan mr.M


" Enggak? yaa aku gak nyebutin..pengen liat aja kamu ngasi nya kayak apa? udah..udah..aku bercanda aja, hehe.." isi balasan sheka


" Aku udah telanjur serius sama permintaan kamu.." isi balasan mr.M


Sheka pun berpikir sejenak, ketika dia membaca percakapan mereka yang di anggap serius oleh mr.M.


" Kok aku, mau gitu banding bandingin alta yang nyata di banding sama dia yang gak tau siapa? mana pengikut nya cantik cantik semua, pasti nya semua wanita juga di buat sama seperti aku.." tutur sheka..


Tak lama kemudia sheka melanjutkan pesan yang belum di balas oleh nya.


" Bagaimana aku yakin dengan semua yang kamu beri..melihat kamu saja, atau bertemu saja kita sama sekali belum pernah..kamu memotret sepatu ku, di tepian pantai yang di mana tempat itu bukan di kota ku, kamu bawa kemana sepatu kemarin..jawab jujur, " isi balasan sheka kepada mr.M

__ADS_1


" Jadi gini..aku gak bisa bawa kamu, honeymoon kan? ya..jadi aku bawa sepatu kamu, tapi tidur nya tetap di sebelah ku..di awal aku udah ajakin kamu untuk bertemu dengan ku, tapi..kamu tanggung sendiri resiko nya jika kamu menolak hal itu, " isi balasan mr.M


" Sekarang aku mau ? " sontak balasan sheka beberapa detik


" Terlambat..? " sontak balasan mr.M sekejab mata


" Tok..tok..! sheka kamu kamu gak kenapa napa di dalam? " suara alta menyeru sheka sambil mengetuk pintu toilet.


" Iyaaa..bentar lagi aku keluar.." sontak sheka manjawab alta yang memanggil nya.


" Duh..jangan sampai alta melihat pesan ini, baru kelar masalah sama denis, jangan menambah masalah baru lagi.." gumam sheka


Sheka pun keluar dan kembali ke meja nya, yang dimana alta sedang menunggu nya. Tiba tiba revan berdiri pada saat sheka hendak duduk di kursi nya.


" Broo? kamu bukan nya dulu anak fakultas sastra? " tanya revan kepada alta dengan belagu sambil menyilangkan kedua tangan nya.


" Iyaa..? kamu juga kan? hhmm.." jawab alta


" Oh..nanya aja, gak asing soal ny ngeliat kamu barusan, oh iya..ni teman kamu atau....? " ujar revan sambil menatap sheka dengan sinis..


" Kamu siapa..kita kenal gak ya? udah ya, bisa tinggalin kita berdua? " jawab sheka dengan ketus


Revan pun memukul meja mereka berdua tepat di hadapan sheka, alta pun sontak berdiri.


" Hey..maksud kamu apa? kamu bisa sopan sedikit di meja orang.." ujar alta dengan raut yang tak biasa nya.


" Hey..maksud kami, itu sheka bukan KAMUU!! " sambung geo berjalan ke arah meja mereka.


" Hay..yang di belakang, ni ada orang yang mau ribut..enak nya kita apain? " sontak sheka memanggil kru yang ada di belakang..


" Kamu ada hubungan apa sama karyawan di sini.." sontak geo dengan belagu


" Maaf..jika ada yang membuat keributan, kami harap dapat di selesaikan di luar sana, maaf..jangan di sini? " ujar karyawan kepada revan dan geo.


Denis pun berdiri di depan pintu masuk..


" Kalau ribut di sini kalian semua mau apa? " Teriak denis, membuat seisi ruangan terdiam..

__ADS_1


" Denis..? " tutur sheka..


" Sialann...? " sontak alta menatap sangar..


__ADS_2