Unattainable Woman

Unattainable Woman
SINGLE SEPATU


__ADS_3

sesampai di rumah nya denis, pun membaringkan tubuh nya di atas sofa sambil menatap sesuatu yang ada di hadapan nya, denis merupakan anak tunggal dari direktur pertama di perusahaan yang cukup besar, ibu nya seorang dokter bedah. denis mendapat tuntutan dari kedua orang tua nya menyangkut masa depan nya.


denis yang ingin menjadi seorang abdi negara, namun keinginan nya di tentang oleh kedua orang tua nya, orang tua nya ingin menjadikan denis seorang pengusaha atau di bidang lainnya.


karena berontak yang di lakukan denis kepada keluarga nya membuat dia di asing kan dari kota besar, dan masuk ke fakultas sastra. bahkan orang tua nya tidak segan segan memberikan salah satu petugas yang akan memantau gerak gerik denis dari kejauhan.


di hari ini denis mau tak mau menunggu seseorang, yang akan menemuinya, denis pun terlintas untuk meminta seseorang menggantikan posisi nya di rumah, untuk pergi berlibur ke suatu tempat.


karena tak butuh waktu lama untuk menunggu, denis akhir nya mengirim pesan kepada seseorang yang akan menggantikan posisi nya selama dua hari kedepan.


" aku akan bersiap sambil memesan tiket besok untuk pergi mencari refreshing, tenang mereka hanya memantau posisi ku, di rumah saja" ujar denis


denis pun meminta salah satu seseorang yang akan menggantikan posisi nya, dengan menyuruhnya untuk memakai pakaian yang ada di kamarnya.


" mereka tidak akan curiga kalau itu bukan aku, dengan memakai pakaian ku, dia akan terlihat mirip seperti ku..mereka tidak akan mencurihai keberangkatan ku, aku akan memberi alasan bahwa aku mempunyai kelas pagi besok." ujar denis


denis memesan tiket untuk keberangkatan nya besok pagi. dan meminta sebagai pengganti nya untuk segera datang sebelum sore hari.


....


" oke aku akan memejamkan mataku untuk liburan yang hanya hitungan hari saja.." ujar denis sambil memejamkan mata nya.


revan pun mencoba menghubungi denis, namun sama sekali tidak ada jawaban dari denis.


" dia kemana sih..bisa kacau kalau besok anak anak pada curiga mengenai pajangan yang pecah dan cctv yang sudah rusak, apakah benar tidak ada orang lain yang melihat di waktu itu..kemana ni anak, apa aku gak usah masuk saja besok " ujar revan yang sedikit gugup mengenai masalah kejadian di fakultas, di ruang audit.


revan pun pergi ke RUANG BAHU HITAM untuk menikmati kopi sambil menghilagkan kegugupan nya, pada saat hendak duduk revan melihat salah satu seseorang yang tak asing baginya.


" kayak anak fakultas..kayak nya sihh " ujar revan melihat gisya yang sedang asyik bersama teman teman nya.


karena revan selalu memandang ke arah meja gisya, salah satu teman gisya pun memberitaukan bahwa ada seseorang yang sedang mengawasi arah ke meja mereka.


" gis...anak itu kenapa mandang kesini terus yaa " ujar salah satu teman gisyaa..

__ADS_1


" yang mana sih..? jangan jangan itu yang lagi duduk sendiri " ujar gisya melihat revan..


" kok gak asing yaa muka nya, kayak pernah liat gitu dimana.." ujar salah satu teman gisya..


" paling yang punya penggiling daging!..maka nya gak asing " ujar gisya kepada teman teman nya.


gisya pun merasa kan hal sama, tentang raut wajah yang tak asing, gisya pun sambil memikirkan dan mengingat wajah revan tersebut.


" dia ituuuuuu teman nya anak baru, iyaa... iyaaa dia tadi berjalan di sebelah denis, denis cerita gak ya tentang kejadian di sini..bakal bonyok nih kalau dia tau, mana tampang serem kayak gitu "ujar gisya..


" ahh gak penting juga ngingaynya siapa " ujar revan.


morin pun tiba tiba datang di tempat tersebut.


" jriiittt kenapa ada gisya lagi sih, ini bisa bisa berantakan lagi rencanaku.." ujar morin sambil melihat gisya yang sedang tertawa dengan teman teman nya.


morin kembali mengunjungi tempat itu, morin merencanakan sesuatu, untuk bisa naik ke ruang lantai atas..


morin memutuskan untuk pulang, melihat keadaan yang benar benar tidak memadai rencananya. morin pun pergi tanpa di ketahui gisya dan revan dengan kedatangan nya


" wahh sepatu jelek kok di pajang di situ..apa gak salah ini tempat, benda benda yang bagus masih banyak kok..kenapa harus sepatu itu..boleh juga nih buat modal postingan wkwkwk " ujar revan sambil menggambil foto..


" mbak..gak ada barang yang lain yang mau di pajang selain hanya itu..sepatu yang bagus bagus amat kek..atau cari yang menarik sedikit gitu " ujar revan kepada salah satu karyawan


" maaf mas..sepatu ya yang di maksud? " ujar salah satu karyawan tersebut.


" iyaa...mbak, jelas jelas benda seperti itu gak enak di pandang " ujar revan dengan gelagat resek nya


" belum ada yang berani mindahin nya mas, itu di kontrak sama pemilik sini..


" APAAAA! sepatu jelek seperti itu..siapa yang ngontrak, emang barang mahal apa ! " ujar revan ..


" permisi dulu mass maaf yaa " ujar salah satu karyawan tersebut.

__ADS_1


gisya yang mandang revan pun, ikut sinis mendengar perihal sepatu tersebut di kontrak selama sepatu itu di pajang..


" ingin ku buang, mulut anak itu dan sepatu buruk rupa itu ! " ujar gisya sambil membisikan ke teman teman nya.


teman semeja gisya terkejut mendengarkan hal tersebut. revan yang mengambil foto sepatu tersebut, mengunggah nya ke dalam salah satu story yang bertuliskan..


"sampah yang memasuki istana ! dengan sebuah foto sepatu " isi caption revan salah satu story nya.


kalau denis punya akun, ini bisa ramee wkwkwkw " ujar revan


salah satu karyawan pun tau dengan sikap revan seperti itu, menghina dan merendahkan mengenai sepatu tersebut. karena sikap yang menggangu seperti itu, salah satu karyawan mencoba menghubungi pemilik tempat tersebut.


karena mendapat perintah dari pemilik tersebut akhirnya, salah satu karyawan pergi dan membuka kunci di ruang lantai atas. mereka tersinggung dengan ucapan yang d lontarkan revan, di hadapan semua orang yang ada di tempat itu


tak lama kemudian, karyawan itu turun dan membawa kotak kaca yang di perintah nya oleh pemilik tempat tersebut. karyawan itu memasukan sepatu ke dalam kotak kaca, dan menyimpan nya di jejeran lampu lampu di tepi dinding


" gak salah tuh..sepatu burik aja di kasi kaca " ujar gisya..


" iyaaa kok bisa seperti itu yaa..mana cuma satu lagi " ujar salah satu teman semeja gisya.


" kenapa gak sekalian di bungkus kado..terus di lempar ke sungai.." ujar revan dengan gas tajam dari mulut nya.


mendengar hinaan tiap orang, karyawan tersebut enggan untuk berkata kata, mereka memilih diam sesuai dengan apa yang di katakan oleh pemilik tempat itu


revan pun semakin sinis melihat sepatu yang ada di kotak kaca tersebut..dan mengirim foto sepatu itu kepada denis.


" heyyy..kalau sepatu itu burikk ngapain pake acara di foto segala..HA ! " ujar gisya berdiri di hadapan revan.


revan pun membalas gisya, namun revan di hampiri teman laki laki gisya yang duduk di meja gisya. revan pun tidak melawan ocehan gisya, karena posisi nya sedang duduk sendiri.


" ngomong sama kita jangan sama dia ! " ujar teman laki laki gisya kepada revan.


revan pun tidak menjawab dan memutuskan untuk pergi dari hadapan gisya dan teman teman nya

__ADS_1


__ADS_2