Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 10 : hujan di musim gugur lalu


__ADS_3

Autumn. 3 years ago...


Semburat cahaya mentari menerobos lewat celah celah dedaunan nan jingga,


Musim gugur tanpa pemuda bermata biru terasa hambar, meskipun ia terbiasa sendirian sewaktu ia masih di Indonesia.


Yasmine memutuskan untuk pergi dari Sora No Yume tanpa berpikir panjang, sekarang ia tak tau harus apa, ia tak mungkin pulang ke desa Rinai sebelum tau siapa ayahnya dan lagi sekarang ia akhirnya bertemu dengan cinta pertamanya, ia tak bisa menyerah setelah melangkah sejauh ini.


Setelah pergi dari Padepokan, Yasmine memutuskan untuk tinggal sementara di sebuah penginapan sambil kerja serabutan, untungnya ia sudah belajar sedikit banyak bahasa jepang dari Matsuyama dan Jae hyun.


"kau sudah bekerja sangat baik nak, ini upah mu hari ini." ujar seorang wanita paruh baya pemilik kedai tempatnya berkerja sambil menyodorkan sebuah amplop berisi uang.


"hai' Arigatou gozaimasu" jawab Yasmine girang sambil membungkuk.


Setelah mendapat gaji ia ingin bergegas pulang, rasanya ia sangat penat setelah seharian berkerja.


Yasmine melangkah menyusuri jalanan sepi, hingga ia mendengar suara seorang pemuda meminta tolong, iapun bergegas berlari menghampiri asal suara itu.


Didapatinya beberapa berandalan berusaha memalak seorang pemuda kurus berkaca mata, segera Yasmine yang kasihan tak ambil pusing langsung menghajar mereka dengan teknik dasar bela diri yang pernah Matsuyama ajarkan.


"beraninya cuma sama yang lemah! huh!! rasakan ini!" gumam Yasmine sambil menendang salah seorang dari mereka, pemuda bertato itu langsung terhuyung.


untungnya mereka hanya berandal biasa sehingga agak mudah dikalahkan, memang satu lawan tiga namun jurus jurus yang Matsuyama ajarkan cukup membantu. Mereka bertiga babak belur dihajar Yasmine, namun tanpa di sadari salah seorang dari mereka membawa senjata tajam


"dasar gadis sialan!! rasakan ini!!"


Sratttt!!!!! Ting!!!!


hampir saja kulit putih Yasmine koyak, untungnya seseorang datang menangkis pisau itu dengan sebilah pedang yang ia bawa.


"i..itu...itukan........wah ayo kabur!!! cepat kabur!!!"Ujar salah seorang dari mereka setelah mengetahui siapa yang datang, kemudian mereka langsung bergegas kabur.


"gerakan mu tadi sungguh berbakat, kau harus lebih berhati hati lagi" Ujar orang asing yang menyelamatkan Yasmine.


"Arigatou, aku akan lebih berhati hati" ujar Yasmine.


"e...em....ano...Arigatou gozaimasu....kau telah menyelamatkan aku" ujar pemuda berkaca mata yang habis dipalak tadi.


"hai' Doitashimashite (sama - sama)" jawab Yasmine sambil tersenyum manis, kemudian pemuda tadi terburu buru pergi.


"tapi kau bisa saja terluka tadi, bagaimana bila kau berlatih pedang atau meningkatkan kekuatan terpendam yang ada dalam dirimu?" Ujar pemuda paruh baya yang telah membantu Yasmine tadi.


"apa aku harus percaya pada orang asing ini?" batin Yasmine.


"jangan terburu buru, kau bisa memikirkannya dulu. oya Namaku adalah Higuchi Irie" Ujar pemuda itu sambil menepuk pundak Yasmine, kalau dibilang pemuda kurang pas sebenarnya karena dia hampir setengah tua, namun wajahnya masih segar seperti anak muda, matanya sipit dan raut wajahnya teduh.


"saya Anastasya Yasmine, dan kalau boleh izinkan saya menjadi murid anda" ujar Yasmine mantap.


Ya ini bisa menjadi alasan untuk Yasmine agar bisa kembali ke Sora No Yume, alasan agar bisa kembali bersama si mata biru.


"Maaf Rama aku tak bisa pergi begitu saja dari hidup mu, aku akan melindungi mu seperti yang telah kau lakukan untuk ku dulu" batin Yasmine sambil tersenyum.


"aku yakin kau akan menjadi murid yang hebat dan dapat membantu semua orang" Ujar Higuchi senang.


"Arigatou, yoroshiku" ujar Yasmine sambil tersenyum manis kemudian membungkuk hormat.


***


"ini aneh...aku sudah belajar setahun tetapi tetap saja aku tak bisa mengeluarkan elemen kekuatan apapun.....aku memang payah......" Ujar Yasmine putus asa.


"yang bisa ku lakukan adalah mendatangkan hujan dan salju ketika aku menangis" batin Yasmine.


"tak apa nak...kekuatan mu akan muncul nantinya jika sudah waktunya" ujar Higuchi yang datang setelah mendengar keluhan Yasmine tadi.


"aku memang payah sensei...itulah sebabnya Matsuyama dingin sekali dan membenciku.." Ujar Yasmine mulai menitikkan air mata, seperti sebelum sebelumnya hujan akan mulai turun saat gadis itu menangis, sejenak Higuchi tertegun melihat hujan yang tiba-tiba datang walau sebelumnya cerah benderang, Ia mulai tersenyum simpul dan mengangguk.


" aku tidak kenal Matsuyama, tapi jika benar dia sudah berteman dengan mu sejak lama... mungkin ada alasan mengapa ia berusaha menghindarimu" Higuchi nampak simpati pada Yasmine, sangat ramah seperti Hamada.


"oya sensei.... mengapa sensei begitu baik pada saya?" Tanya Yasmine penasaran.


"itu karena...aku berhutang budi pada Ibumu" Jawab Higuchi nampak menerawang sekarang ia yakin bahwa gadis itu adalah anak dari perempuan itu, hanya keturunan dari klan itu yang bisa mendatangkan hujan.


Yasmine terperanjat tak percaya bahwa ternyata Higuchi mengenal Ibunya.


"jadi anda kenal ibu saya?" Tanya Yasmine tak percaya.


"iya, dan sebenarnya akulah yang menolongmu waktu kau kecelakaan, saat itu aku ada pertemuan rahasia dengan beberapa orang di suatu negeri yang bahkan aku tak mengenalnya namun saat perjalanan pulang aku melihat seorang gadis tertabrak dan akhirnya karena saat itu jalanan sepi aku membawa nya ke rumah sakit, sekarang aku ingat bahwa gadis itu adalah kau" Jawab Higuchi.


"apa? jadi sensei yang telah menyelamatkanku? terima kasih banyak sensei... dengan cara apa saya harus membalasnya?" Ujar Yasmine terharu.

__ADS_1


"aku senang bisa membantu anak dari Liliana" ujar Higuchi sambil tersenyum.


Dunia memang selebar daun kelor, Yasmine tak pernah menyangka akan bertemu Higuchi yang ternyata mengenal Ibunya, meskipun dia sendiri tidak berminat mengatakan balas budi atas apa kepada Yasmine, tapi Yasmine tak ingin mendesaknya.


"lalu apakah anda mengenal ayah saya?" Tanya Yasmine takut takut, sedang Higuchi hanya diam menatap Yasmine sambil menggeleng.


"kalung itu yang akan mempertemukan mu dengan ayahmu, bila saatnya tiba kau pasti akan bertemu dengan dia" Jawab Higuchi nampak menyembunyikan sesuatu.


"tapi aku tak tau bagaimana rupanya... dan aku takut dengan kenyataan yang akan ku ketahui nanti" Ujar Yasmine sendu, Higuchi menepuk pundak Yasmine.


"biarlah takdir mengalir seperti air..." Ujar Higuchi diikuti anggukan dari Yasmine.


"sensei... sekarang aku sudah acuh dengan siapa ayahku dan kenapa dia meninggalkan kami, sekarang aku ingin berjalan disamping dia aku ingin melindungi dia seperti dia melindungiku dan menjadi lentera buatku ....aku tak peduli meskipun dia membenciku" Ujar Yasmine sambil mengelap air mata yang sedikit membasahi pipi.


"aku yakin Matsuyama akan menerimamu kembali, semoga kalian ditakdirkan bersama" Ujar Higuchi sambil mengelus puncak kepala Yasmine.


"terima kasih banyak sensei... andai ayah saya adalah sensei" Ujar Yasmine sambil tersenyum.


"hahahaha... gadis cantik sepertimu tidak mungkin punya ayah sepertiku hahaha kau ini" Ujar Higuchi terbahak.


"ahhh sensei terlalu merendah" ujar Yasmine yang tak terima.


"hai' hai' ....sekarang mari kita lihat apa elemen kekuatan mu" ujar Higuchi sambil melangkah.


" baik sensei".


***


malam berganti dengan fajar, musim pula berganti seiring waktu. Yasmine tidak lagi lemah seperti dahulu, meskipun ia juga tidak terlalu hebat, ia juga sudah mahir menggunakan pedang, bahasa jepang nya juga sudah tidak amburadul, namun... ia tak kunjung mengetahui apa elemen kekuatan yang ia miliki. Atau mungkin ia tak memiliki kekuatan apapun?.


"ahhhh... kalau begini caranya kapan aku bisa melindungi dia" keluh Yasmine sambil melangkah gontai, kemudian tak disangka didapatinya sang guru sedang melangkah dari arah berlawanan.


"kau kemana saja? aku mencarimu dari tadi" ujar Higuchi nampak gusar.


"ada perlu apa sensei?" Ujar Yasmine penasaran.


"bukankah kau ingin tau asal usul mu? aku akan memberitahu semuanya padamu" Ujar Higuchi akhirnya.


"benarkah Sensei?? kalau begitu silahkan " Ujar Yasmine girang, akhirnya Higuchi mau berterus terang dengannya.


"sebenarnya ini ada hubungannya dengan negeri salju" Ujar Higuchi sambil menatap cakrawala senja.


"itu adalah.... " tak selesai penjelasan Higuchi, karena tiba tiba terjadi keributan besar.


"Higuchi- sama, klan Tatsuya memberontak sekarang mereka menyerang padepokan ini" Ujar seorang murid nampak gusar dan terengah engah.


"kalau begitu kerahkan semua pasukan, evakuasi wanita dan anak anak di desa" Ujar Higuchi berusaha tenang.


BOOMM!!!! DUARR!!!


seketika tembok disamping mereka hancur karena ledakan, beberapa orang berjubah hitam berlarian masuk mengepung mereka.


"menyerahlah Higuchi! Kau sudah terkepung!" Ujar salah seorang dari mereka.


"jika kau ingin menangkapku tangkap saja, tapi lepaskan semua orang yang tak bersalah" ujar Higuchi sambil menatap nyalang pemuda itu.


"tidak sensei... jangan lakukan itu" Ujar Yasmine sambil menggeleng hampir menangis.


"ahhhh kita habisi saja mereka! terutama gadis payah itu" Ujar pemuda berjubah hitam itu kemudian mulai menyerang.


Akhirnya Yasmine, Higuchi dan beberapa murid adu pedang dan terlibat perkelahian sengit dengan para pemberontak.


'Ting ! 'Ting !


suara pedang beradu terus menggema ke setiap sudut padepokan, para pemberontak ini sungguhlah tangguh hingga Higuchi pun kewalahan, tak terkecuali Yasmine yang terlihat sudah terdesak.


"apa salah kami! pergilah dari sini!!" ujar Yasmine kesal dengan nafasnya yang beradu, sedang seorang dari pemberontak itu terus mendesaknya dengan Katana tajam.


"temuilah ajal mu gadis payah!" Ujar pemuda itu bengis.


Yasmine terus bertahan , dan memberikan perlawanannya hingga pemuda berjubah hitam itu kewalahan dan hampir saja tertusuk.


Menyadari temannya terdesak, salah seorang dari mereka langsung melesatkan anak panah beracun pada Yasmine,


'Srattt!!! Jlebbb


Tak disangka hampir saja Yasmine terkena panah itu, namun ternyata Higuchi berlari menghampiri dan berdiri menahan anak panah itu dengan tubuhnya sendiri sebagai penghalang.


"tidak!!!! sensei!!!! hiks... bertahanlah!! " Ujar Yasmine panik sembari menatap sendu Higuchi yang tak berdaya bersimpuh darah.

__ADS_1


"teruslah....maju...kedepan... meskipun dengan bekas luka... nak.... guru harap ...kau akan menemukan.... musim semi...yang kau nantikan selama ini....." Ujar Higuchi terbata, sambil tersenyum ia pun menutup mata selamanya.


"SENSEI!!!!!!!!" teriak Yasmine pilu.


Higuchi yang sudah banyak memberikan Yasmine perhatian dan pertolongan pergi secepat itu, mengapa setiap orang yang datang membantu Yasmine selalu mendapatkan masalah, bahkan kematian? Yasmine sangat terpukul.


para pemberontak itu sudah mengambil langkah untuk menyerang Yasmine.


" temuilah ajal mu sekarang gadis tengik!!! hiatttt!!!!"


Yasmine masih terduduk lemas di samping jasad Higuchi, sedang para pemberontak itu sudah hampir menusukkan pedang mereka ke tubuh Yasmine.


saat pedang mereka sudah sangat dekat dengan Yasmine...


BLASHHHH.....


tiba tiba semua pemberontak itu berubah menjadi es, semua membeku kecuali murid padepokan dan Yasmine.


"wah... hebat sekali ya" itulah yang semua orang katakan melihat kejadian itu.


hujan yang turun di musim gugur itu memberikanku sebuah pengalaman berharga...


sekaligus sebuah kenyataan pahit yang harus kulalui...


seperti janjiku padamu Ibu, aku akan bertahan sedikit lebih lama...


aku akan mencari tau apa aku ini


siapa jati diriku sebenarnya...


Yasmine melangkah melewati semua pemberontak yang sudah membeku menjadi es, semilir angin berhembus mengiringi setiap langkahnya...


kini Ia sudah mengetahui apa elemen kekuatan yang ia miliki, setelah peristiwa memilukan yang ia alami.


segera setelah kejadian itu, Yasmine pun mencari tau siapa dalang dibalik penyerangan itu.


Ternyata klan Tatsuya adalah sekutu dari Shiro, musuh terbesar dari Sora No Yume.


selain itu ternyata Sora No Yume tau banyak tentang negeri salju.


Akhirnya Yasmine memutuskan untuk kembali ke padepokan Sora No Yume, dengan banyak alasan, diantaranya yaitu untuk membalaskan dendam Higuchi, melindungi Matsuyama dan untuk mencari tau jati dirinya.


Summer, Present.


Yasmine menatap sendu Cakrawala diatasnya, menghirup dalam dalam oksigen yang ada di Sora No Yume, dibawah pohon sakura tempat nya dulu bersama Matsuyama.


Semilir angin tenggara berhembus lembut menerpa rambut coklat nya.


"kau tak pernah tau Rama... bagaimana aku melalui semua itu hingga mencapai titik ini... hujan musim gugur lalu adalah awal dari kekuatan es yang membawaku padamu lagi" gumam Yasmine.


Sedang pemuda bermata biru mengamatinya dari kejauhan di atas pohon sakura.


"aku tak pernah menyangka betapa keras kepalanya kau ini!" Batin Matsuyama sambil menatap sendu gadis itu.


Yasmine melangkah lalu duduk dibawah pohon, sambil sesekali mendesah karena letih.


Setelah melihat Cakrawala diatasnya iapun segera merogoh sesuatu dari sakunya, sebuah foto usang yang tersimpan banyak kenangan disana, fotonya saat ia masih kecil.



"Api dan es , pemuda bermata biru dan gadis bermata coklat, kau dari Jepang dan aku hanyalah gadis dari desa kecil di Indonesia.... butuh berapa banyak perbedaan lagi agar aku berhenti mengharapkan mu?" gumam Yasmine sendu.


Angin berhembus lembut mengikuti langkah yang beradu bagai alunan melodi, tapakan lembut Yasmine bergema di Sora No Yume.


sekilas terlihat seorang pemuda berjalan di arah yang berlawanan, Semakin mendekat , lalu melewatinya begitu saja.


Benar, dia adalah Matsuyama yang dingin, Yasmine akan lebih bersyukur apabila pemuda itu mengejeknya atau memanggilnya 'si gadis pikun' ketimbang diam atau hanya berkata 'hei kau' padanya.


" dia memang begitu sejak kecil" celetuk seseorang dari belakang, Yasmine langsung berbalik.


"kau masih mengingatku?" ujar orang itu lagi, Yasmine ragu menjawab karena ia sendiri tidak begitu ingat siapa paruh baya itu.


"maaf, apa saya pernah bertemu dengan anda?" Ujar Yasmine nampak gugup.


"ah wajar saja kalau kau lupa, sudah 10 tahunan berlalu sejak saat itu" Ujar Paruh baya itu sembari mendesah ringan.


Paruh baya itu memiliki rambut hitam yang sama dengan Matsuyama, juga hidung yang hampir sama, jangan jangan dia...


To be continued...

__ADS_1


__ADS_2