Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 15 : Who am I?


__ADS_3

BYURRRRR!!!


Seseorang menjatuhkan diri ke danau, berenang sambil mencoba meraih tangan Yasmine.


HAP. Akhirnya pemuda itu berhasil meraih tangan Yasmine, lalu memebawanya naik ke daratan.


Setelah sampai di daratan, segera ia mencoba melakukan pertolongan pertama dengan menekan dada Yasmine hingga air yang ada di paru paru Yasmine keluar. Untungnya ia tak terlambat, sehingga nyawa Yasmine dapat tertolong.


Segera pemuda itu membopong tubuh Yasmine untuk di bawa ke ruang medis padepokan.


Perlahan cahaya menusuk matanya, Yasmine membuka matanya. Dilihatnya ruangan berbalut warna putih. Jendelanya dibiarkan terbuka, dengan tirai putihnya yang melambai lambai tertiup angin.


"akhirnya kau sadar juga" Celetuk seseorang datang dengan racikan obat ditangannya.


"Souzy -san?" Ujar Yasmine.


"tadi aku lihat perkelahian kalian aku ingin melerai tapi aku takut malah ikut campur dan mengganggu, saat ku lihat kau tenggelam aku langsung bergegas menyelamatkanmu ahhh... untungnya kau selamat, kalau tidak Matsuyama kun akan mencekikku" Ujar Souzy sambil meletakkan obat herbal di meja.


"Arigatou gozaimasu Souzy san" Ujar Yasmine sambil tersenyum.


" Doitashimashite. lagipula kita kan satu tim, dan lagi aku adalah seorang tabib, itu sudah menjadi kewajibanku" Ujar Souzy ramah.


"tenang saja, aku sudah memberitahu Matsuyama, sebentar lagi dia akan kemari" Ujarnya lagi.


"kau memberitahu nya? aduh... dia pasti khawatir" Ujar Yasmine kesal, sedang Souzy malah nyengir.


Tiba tiba Yasmine teringat dengan apa yang terjadi tadi, ia tiba tiba lemas dan kepalanya pusing lalu tenggelam, sebenarnya apa yang terjadi padanya?. Ia tambah terkejut dengan rambutnya yang tiba tiba memutih ujungnya.


"Souzy san... apa kau tau apa yang terjadi padaku?" Tanya Yasmine, Souzy terdiam lalu mengangguk.


"aku langsung mencari tau dibuku yang diberikan kakekku, aku tidak menyangka kalau aku akan menangani hal langka ini bahkan pada temanku sendiri" ujarnya sambil duduk.


"bisakah kau menjelaskannya padaku?" Ujar Yasmine diikuti anggukan Souzy.


"kekuatan es mu adalah kekuatan yang langka...kekuatan yang hebat. Namun dibalik kekuatan yang besar tersimpan resiko yang besar pula" Ujar Souzy sambil membetulkan letak kacamatanya.


"Jika kau terus menggunakan kekuatanmu, maka kau akan membeku lalu menghilang seperti embun"


"tandanya rambut coklatmu sedikit demi sedikit akan berubah putih, jika sudah sepenuhnya putih...maka..." Ujar Souzy lagi.


"lanjutkan.." Ujar Yasmine mencoba bertahan.


"maka jantungmu akan membeku dan kau akan tiada" Ujar Souzy akhirnya, Yasmine tertegun air matanya menitik.


Baru saja aku akan merajut mimpiku...


baru saja aku akan bermimpi indah bersama Matsuyama...


namun....


ahh... kebahagiaan itu seperti Fatamorgana


saat kukira itu nyata, kemudian bergegas menghilang....


"bisakah kau berjanji padaku? bersumpahlah kau tak akan memberitahu pada siapapun termasuk Matsuyama! aku mohon Souzy san!" pinta Yasmine.


" baiklah aku berjanji" Ujar Souzy terpaksa.


"jadi kau tetap akan mengikuti semua misi meskipun kau sudah tau akibatnya?" Tanya Souzy, Yasmine mengangguk.


"aku akan terus menggunakan kekuatanku untuk melindungi teman temanku, aku akan terus menjalankan misi bersama Matsuyama, aku akan terus mencari siapa aku sebenarnya, siapa ayahku dan apa hubunganku dengan Negeri Salju" Ujar Yasmine yakin. Souzy hanya mendesah pasrah sambil beranjak keluar.


"baiklah aku permisi dahulu, minumlah obatnya, Anastasya san" Ujarnya sebelum menggeser pintu lalu pergi, Yasmine mengangguk paham.


Tiba tiba pintu tergeser lagi, seorang pemuda masuk dengan tergesa. Nafasnya terlihat ngos ngosan.


"apa yang terjadi padamu?! kau ini tak bisa berhenti ceroboh ya?!!" Ujar pemuda itu khawatir, Yasmine hanya tersenyum lalu berdiri.


"Matsuyama... aku baik baik saja kok. Daijobou!" Ujarnya sambil tersenyum. Tanpa permisi, Matsuyama langsung menarik Yasmine ke pelukannya.


"kau membuatku khawatir" bisik Matsuyama, seketika pipi Yasmine memerah dan jantungnya bedegub kencang.



"entah mengapa rasanya begitu nyaman saat aku mendekapnya, seakan dia akan pergi selamanya"batin Matsuyama di sela pelukannya.


Yasmine tersenyum, sembari memejamkan mata, disaat ia sudah bisa merasakan kenyamanan dari perhatian Matsuyama yang dingin dan susah payah ia dapat, namun waktunya malah tak lama lagi.


" hanya dengan mengingat mu saja, itu sudah membuatku bahagia, aku bersyukur pernah mengenalmu" batin Yasmine sambil mengingat masa kecil bersama Matsuyama.


***


Terlihat seorang paruh baya tengah duduk sembari meneguk sebotol Sake, di dalam sebuah bar kuno yang remang remang.


"ayah minum lagi? " Celetuk seorang pemuda yang datang dan langsung duduk disamping paruh baya itu.


"berapa gelas yang sudah dia minum? " Tanya pemuda itu pada seorang pelayan.


"tuan Hamamatsu telah habis 2 botol tuan?" Jawab pelayan itu takut takut. Pemuda itu kemudian menyuruh pelayan membawakannya satu botol sake.


"bagaimana kabar kumpulan gelapmu? heh... Seorang Matsu mau saja dikendalikan klan rambut merah itu! (Rokudo) " Ujar Hamamatsu setengah mengejek.


"ayah hanya mengetahui setengah kebenaran saja. Sebaliknya sebenarnya akulah yang memperalat Koriyama. Dia hanyalah alat, suatu saat aku akan membuangnya. Demi kebangkitan klan Matsu, aku akan melakukan apa saja" Ujar pemuda berambut hitam itu.


"omong kosong! Bahkan anak dan ayah dari ras atas itu juga tak pernah peduli dengan nasib klannya, apa dayamu? Huh? ?! Si mata biru itu!! Hanyalah anak ingusan yang beruntung mendapatkan kekuatan besar bulan biru! Dia juga sama bodohnya dengan ayahnya!! " Ujar Hamamatsu geram.


"maksudnya paman Syimonoseki? " ujar pemuda itu memastikan, Hamamatsu mengangguk.


"bukannya menikah dengan sesama klan, dia malah menikah dengan gadis desa yang kotor! Menjadikan anaknya tidak murni lagi melainkan hanyalah darah kotor!!! Kenapa harus dia yang terpilih dalam ramalan!!! " Ujar Hamamatsu berteriak kesal sambil menggebrak meja, membuat semua pemgunjung menatapnya.


"tenanglah Ayah, lebih baik ayah ikut saja bergabung di Shiro! Apa ayah masih ingin tinggal setia di perumahan klan yang hampir mati itu? Jangan lagi bertingkah seperti orang lemah layaknya mereka yang duduk diam dibawah asuhan Sora No Yume!!! " Ujar pemuda itu geram. Hamamatsu terdiam sebentar.

__ADS_1


"Baiklah" Ujar Hamamatsu kemudian mendinginkan kepalanya.


****


Matsuyama berhenti melangkah setelah ia melihat seseorang pulang ke padepokan.


"Paman Hama?" Sapa Matsuyama.


"Oh nak Yama! Kau pasti habis berlatih, kau sungguh membanggakan klan. Tidak seperti sepupumu " ujar Hamamatsu seolah menyesal.


"Ahh... paman jangan terlalu dipikirkan, suatu saat pasti dia akan menyesal bergabung dengan Shiro" ujar Matsuyama mencoba menghibur.


"Tentu saja. Baiklah, aku akan masuk menemui Hamada -sama" ujar Hamamatsu tersenyum licik lalu melangkah pergi.


"Mungkin dia habis minum, kasihan paman harus mengurusi Padepokan sekaligus anaknya yang memberontak desa" Gumam Matsuyama, namun kemudian menatapnya tajam seakan curiga, seperti biasa inderanya selalu tajam.



"Sekarang akan yang akan dia rencana kan?".


"aku akan mencari si gadis pikun" Ujar Matsuyama kemudian acuh berlalu.


****


Musim gugur telah berlalu, kini menjelang musim dingin. Musim berganti terlalu cepat, rasanya seperti baru kemarin musim panas sekarang akan musim dingin lagi.


Sejujurnya Yasmine sangat rindu aroma bunga lavender atau anyelir di Indonesia, tidak ada salju, yang ada hanya kehangatan.


Yasmine mencoba untuk bertingkah ceria, menyembunyikan kepedihannya.


Yasmine nelangkah sendirian, mencoba menghirup udara segar .


Dilihatnya pohon pohon yang hampir habis daunnya, hawa dingin juga mulai menusuk, untung syal merah pemberian Matsuyama selalu menemani, sebenarnya ia hanya akan melepas syal itu jika ia akan pergi selamanya.



Perhatiannya kemudian terusik oleh seseorang yang melangkah mendekat, matanya membelalak, seakan dia adalah orang yang lama tak Yasmine temui.


"Kakak.....? " Gumam Yasmine, pemuda itu menatapnya.


"Ahhh bukan... kau bilang aku sudah mati" ujar Yasmine sendu.


"Yeah.... ku kira memang begitu, tapi nyatanya kalau adikku masih hidup, berarti dia lumayan kuat" ujar pemuda itu.


"Kenapa kakak pergi waktu itu? Kenapa kakak berkata bahwa dua wanita yang kau kenal sudah mati?" Tanya Yasmine setengah membentak,


"Bagaimana kakak tau kalau ibu sudah meninggal dan aku hampir mati?!" .


"Ada banyak hal yang tak kau ketahui Yasmine" Ujar pemuda itu. "Bahkan tentang jati dirimu yang sebenarnya".


"Apa maksud kakak?" Yasmine semakin bingung.


"Kau ingin tau kan kenapa kau bisa memiliki kekuatan es? Kenapa ibu dibunuh dan siapa pembunuhnya" pemuda itu mulai melangkah mendekat, pemuda dengan iris yang sama dengan Yasmine.



"Itupun kalau kau masih sayang pada pemuda bermata biru" ujar pemuda itu, mata Yasmine membelalak.


"Iya, aku juga tau semua kebenaran tentang Matsuyama".


"Sebenarnya berapa banyak yang kakak ketaui?!" Ujar Yasmine geram.


"Semuanya... jadi datanglah dan ketahuilah semuanya" Ujar pemuda itu lalu melangkah pergi, sedang Yasmine hanya diam terpaku.


Yasmine membuka kertas itu dan membaca isinya.


"Inikan..... markas Shiro" Gumam Yasmine tak percaya.


Aku ingin tau siapa diriku...


Kenapa aku terlahir...


Siapa jati diriku sebenarnya?


Tapi...


Akankah keputusan datang ke Shiro adalah benar?


Akankah kenyataan yang sebenarnya aku bisa menerimanya?


Semilir angin senja menggoyang lembut rambut Yasmine, Yasmine memejamkan matanya.


"Sedang apa kau disini?" Celetuk seseorang tiba tiba membuatnya kaget.


"Matsuyama? Ah aku hanya berjalan jalan saja" Ujar Yasmine berusaha tersenyum.


"Apa kau bertemu dengan seseorang?" Tanya Matsuyama penuh selidik, Yasmine menggeleng.


"Ti... tidak kok" Ujar nya bohong.


"Benarkah?" Tanya Matsuyama memastikan, Yasmine mengangguk.


"Yasudah, hari sudah senja jangan keluyuran lagi! Ayo pulang!" Ujar Matsuyama sambil menarik lengan Yasmine.


"Tunggu!!! Ada yang ingin aku katakan" Tahan Yasmine.


"Apalagi?" Ujar Matsuyama dingin.


"Boleh tidak kalau misi ke Yukine ditunda Lusa saja? " Bujuk Yasmine.


"Kenapa?" Kening Matsuyama bertautan.

__ADS_1


"Euh...itu... karena besok aku harus... " Yasmine mencoba mencari alasan.


"Harus?".


"Harus... bertemu seseorang" Ujar Yasmine.


"Seseorang? Siapa? Jae hyun? Tidak boleh!" Ujar Matsuyama kesal lalu menarik lengan Yasmine untuk melangkah.


"Tidak! Bukan Jae hyun" ujar Yasmine, ia tak mungkin memberitahukan yang sebenarnya kepada pemuda itu.


"Lalu?" Matsuyama mulai curiga.


"Aku... dulu aku kan pernah berlatih pedang dan kekuatan, lha besok aku akan bertemu dengan guruku" Ujar Yasmine kikuk, tentu saja ia bohong, Sensei-nya yang telah melatihnya telah lama mati.


"Baiklah" jawab Matsuyama.


"Wahhh... terima kasih kamu memang...".


" tapi aku ikut, aku penasaran siapa gurumu" Ujar Matsuyama, duh sekarang Yasmine kehabisan akal untuk membujuk pemuda itu.


"Ohh... jangan ! Jangan! Pokoknya jangan! " Yasmine mengguncang tubuh Matsuyama.


"Oi! Tenanglah. Kenapa?" Matsuyama menepuk puncak kepala Yasmine.


"Aku tau kau menyembunyikan sesuatu dariku" Batin Matsuyama.


"Ihhh.... aku mohon biarkan aku pergi sendiri besok, aku janji akan mengabulkan apapun permintaan mu" Pinta Yasmine.


"Pokoknya tunda dulu misinya ya!! Selamat sore! Sampai jumpa" Tambah Yasmine kemudian berlari.


Sebenarnya bagi si Kilat samurai seperti Matsuyama, mengejar Yasmine bukanlah hal yang sulit, tapi hanya saja dia tidak ingin mempersulit gadis itu yang nampak gusar akhir akhir ini, besok Matsuyama akan mencari tau sendiri hal yang Yasmine sembunyikan.


Matsuyama akhirnya melangkah pulang ke padepokan, setidaknya ia tau kalau gadis itu baik baik saja.


Yasmine menatap pemandangan Yume senja hari, semilir angin menghempaskan rambut coklatnya, angin itu terasa menyesakkan.


"Siapa sebenarnya diriku ini?".


***


Esok menyongsong dengan lembut, Yasmine mengencangkan syalnya. dengan memantapkan niat Yasmine melangkah keluar padepokan, menengok sana sini kalau kalau ada yang melihat, setelah dirasa aman akhirnya iapun melangkah dengan pasti.


" Maaf Matsuyama aku hanya tak ingin melibatkan mu ke dalam bahaya".


***


Matsuyama bergegas bangun dan menuju kamar Yasmine, namun sialnya ternyata sudah kosong, Yasmine sudah berangkat pagi pagi sekali.


"Sial!!! Kalau bukan gara gara rapat dengan petinggi desa sampai malam, aku pasti tidak akan terlambat!!" Umpatnya kesal sambil mengacak rambutnya.


"Mau sampai kapan gadis itu akan selalu bertingkah ceroboh dan gegabah?!" Maki nya kemudian melesat, menghilang bersama angin.


Akhirnya walau tak tau kemana Yasmine, Matsuyama melangkah pergi mencarinya entah kemana.


***


Yasmine melangkah memasuki hutan, hutan yang selalu rindang, singup dan lebat. Tidak seperti pohon luar hutan yang mulai gugur daunnya. Banyak kabut yang pekat sehingga menutupi pandangan, bisa bisa ia tersesat.


Itulah mengapa menjadi markas Shiro, konon siapa yang masuk hutan itu tak akan pernah kembali, konon Shiro menculik mereka dan menjualnya ataupun karena memang mereka tersesat dan akhirnya dimakan binatang buas, idih dua duanya menakutkan.


"Maafkah aku Matsuyama... aku harus mencari tau jati diriku sendiri" gumam Yasmine sambil mencengkeram syal merahnya.


Ia melangkah terus memasuki hutan, untunglah ia berangkat siang jadi masih ada cahaya mentari, kalau malam pastilah gelap gulita.


Aku ingin tau mengapa kakak pergi,


aku ingin tau mengapa ia malah menelantarkanku dan berada di pihak musuh?


Aku ingin tau mengapa hujan turun setiap aku menangis?


Mengapa Ayah meninggalkan kami?


Mengapa gadis biasa dari Indonesia seperti ku bisa memiliki kekuatan es?


Di satu sisi kekuatan yang membahayakan nyawanya dan keadaan tubuhnya yang tak stabil, di sisi lain ada markas musuh yang tak segan segan membunuhnya.


"Untuk kali ini... aku harap kau jangan menyelamatkan ku, Matsuyama" Yasmine mencengkeram syal merah nya dan menelan ludah, kemudian melangkah lagi.


To be continued


Goodbye...


selamat tinggal...


only whisper can tell


hanya bisikan yang dapat jelaskan


all the sweet dreams that we knew so well


semua mimpi indah yang kita ketahui begitu baik


Like a butterfly I floated by


seperti kupu kupu aku melayang terbang


So until then I wish you well


sampai nanti aku harap kau baik saja


I love you my darling, Farewell

__ADS_1


aku mencintaimu sayang, selamat tinggal


Ost. Sky sailing ~ Brielle


__ADS_2