
Dibawah cakrawala kelabu yang telah masyur seringkali memuntahkan bulir salju, dan disanalah Yuuki Liliana bernaung, sebuah negeri nan makmur dengan penduduk dan kekuatan es nya. Dia adalah putri kedua setelah putra pertama sang penguasa, Raja Yuukine yang mulia Yuuki Tanaka.
Sebagai putri dan anak kedua seharusnya ia merasa diberkati, namun tidak demikian.
Semenjak kecil ia sangat dekat dengan kakaknya, pangeran Yuuki Shira. Baginya Shira adalah seseorang yang sangat berharga, tidak seperti ayahanda yang selalu sibuk dan Ibunda yang sudah tiada saat ia kecil hanya kakaknya yang senantiasa berada di sisinya.
"Onii-Chan(kakak)!!! Lihat aku membuat istana salju dengan kekuatan es ku!! "ujar Liliana dengan girang.
"ohhh... Sugoii! (hebat!) kekuatan mu memang menakjubkan! " ujar Shira melihat sekilas sambil masih berkutat dengan buku buku politik. Sedari usia muda Shira memang sudah berambisi untuk menjadi Raja berikutnya.
"Onii-Chan masih sangat ingin menjadi seperti ayahanda ya? "ujar Liliana nampak kecewa karena kakaknya agak mengabaikan dirinya.
"tentu saja!! Aku akan menjadi Raja Yuukine dan menguasai dunia!! " begitulah ujar Shira sewaktu masih berumur sepuluh tahun.
Masa berganti dengan cepat, beberapa tahun berikutnya akhirnya sang Raja memutuskan untuk segera turun dari singgasana nya, kabar itu sampai di telinga Shira, ia pun juga sudah berumur dua puluh lima, cukup untuk menjadi Raja muda, ia sangat menantikan saat ini.
Segera ia berlari untuk menemui ayahanda.
"Liliana sekarang umurmu sudah dua puluh tiga, ayah rasa kau sudah bisa mengemban tugas menjadi Ratu" ujar sang Raja, Shira tertegun dibalik pintu.
"tidak ayah, saya tidak bisa" ujar Liliana bersikeras.
"Liliana!! Kau tau kan hanya anak kedua dari bangsa Yuuki yang memiliki kemampuan es!! dan hanya pemilik kekuatan es yang bisa meneruskan kepemimpinanku!! " ujar Sang Raja menegaskan.
Benar, hanya anak kedua bangsa Yuuki yang memiliki kekuatan es, dengan kata lain Shira tak memiliki kekuatan itu.
Shira berlari dengan amarah yang meledak ledak, ia membanting semua nya, tak mau makan dan berbuat onar.
"Onii-Chan!! Hentikan! Ada apa dengan mu?? " ujar Liliana mencoba menenangkan Shira, Shira menampik kasar tangan Liliana.
"seharusnya kau tak pernah terlahir!!! " bentak Shira, Liliana tertegun, hatinya benar benar terluka.
"maafkan aku kakak.. Seandainya aku bukanlah seorang putri yang memiliki kekuatan es.. Akankah aku masih bisa menjadi adikmu? " ujar Liliana dengan linangan air mata.
"omong kosong!!!! " teriak Shira sambil membanting vas ke lantai. Liliana yang ketakutan berlari pergi dari istana.
Ia berlari dan berlari ditengah badai salju yang bergemuruh.
Akhirnya ia terjatuh dan tak sadarkan diri.
Beberapa saat kemudian ia akhirnya membuka matanya.
"dimana.. Aku? "ujarnya sembari berusaha duduk.
"akhirnya kau sadar juga" ujar seorang pemuda yang telah menyelamatkannya itu.
Akhirnya Liliana jatuh cinta pada pemuda yang telah menyelamatkan hidupnya, pemuda bermata kelabu yang berasal dari negeri yang jauh.
Katanya negeri itu sangat asri, seperti surga berbagai tanaman tumbuh subur dan beraneka warna satwa dengan ria hidup damai. Negeri surga yang tak pernah ada musim dingin yang membekukan. Negeri dengan mentari hangat yang selalu bersinar.
Setelah malam dimana Liliana bertemu Arya Kusuma, Shira menghilang bagai ditelan bumi.
Tak pernah ada kabar darinya meskipun telah dicari hingga pelosok negeri. Bahkan di hari pernikahan adiknya, dia juga tidak datang.
Benar, akhirnya Liliana menikah dengan Arya, pemuda biasa yang berasal dari negeri jauh.
Selain karena Liliana mencintai pemuda itu, juga karena ia ingin anaknya nanti lahir sebagai manusia biasa bahkan bila kekuatan itu masih menurun setidaknya tidak terlalu kuat.
Karena lapuknya usia sang Raja akhirnya tutup usia, dengan enggan nya Liliana menduduki tahta dan menghilangnya pangeran Shira maka demi terisisinya tampuk kepemimpinan ditunjuklah suami Liliana, Arya kusuma sebagai Raja bangsa Yuuki menggantikan mangkatnya Raja Tanaka.
Seiring bergantinya musim, berita bahagia datang, pada musim semi sehabis hujan Liliana melahirkan anak pertamanya yang ia beri nama Tanaka Aji.
Pemuda yang sahaja dan murah senyum serta cerdas.
Tak lama setelah Aji lahir, di musim semi berikutnya saat Aji berumur lima tahun lahirlah anak kedua mereka,
"wahh.. Dia cantik sekali, mirip seperti mu" ujar Arya dengan air mata haru, Aji kecil ikut menghampiri adiknya yang tengah didekap sang ibu.
"lihat Aji!! Tuh adikmu cantik kan? Kawaii? " ujar Liliana, Aji mengangguk senang.
"kawaii seperti bunga melati" ujar Aji, membuat Ayah bundanya terkejut .
"melati? Dari mana kamu tau bunga itu nak? " tanya Liliana.
"aku melihatnya di buku catatan ayah, terselip sebuah foto bunga yang sangat indah saat ku cari apa nama dari bunga itu lalu ayah bilang bahwa itu adalah bunga melati" ujar Aji sembari tersenyum.
"nahh.. Sudah diputuskan!! Nama dari putriku adalah Anastasya Yasmine, yang artinya 'kebangkitan bunga melati' bunga yang indah, harum tanpa duri, dan tangguh! " ujar Arya.
"wahh nama yang indah, Anastasya Yasmine sayang, Ibu, ayah dan kakakmu akan selalu melindungi dan menyayangimu maka jangan pernah berhenti tersenyum ya tangguhlah seperti bunga melati" ujar Liliana sembari menciumi anaknya yang baru lahir.
Ditengah suasana haru kelahiran sang putri, badaipun datang, kegelapan yang mengubah hidup Yasmine selamanya.
DUARRR!!!!!!
"suara apa itu? " ujar Liliana terkejut mendengar suara gemuruh dan ledakan.
"lapor yang mulia, di depan pangeran Shira dengan pasukan pemberontak tengah menyerang istana, dia berniat mengambil tahta dan membunuh putri" ujar seorang prajurit yang datang tergesa.
"kakak... " Liliana terkejut dan berduka mengetahui apa yang akan kakaknya lakukan.
__ADS_1
"Istriku... Pergilah cepat! Bawalah anak anak! Pergilah ke Negeriku disana kalian akan aman, disana adalah negeri yang damai" Ujar Arya sembari mengemas barang.
"tidak tanpamu!!! " ujar Liliana bersikeras.
Arya menyentuh pipi istrinya lembut.
"aku akan baik baik saja, aku adalah raja dan juga aku berasal dari Indonesia asal kau tau orang Indonesia memiliki jiwa yang tangguh jadi jangan khawatir aku akan baik baik saja aku berjanji" ujar Arya sembari memeluk anak dan istrinya.
"dan lebih baik jika Yasmine tak tau tentang negeri ini dan ayahnya, dia gadis yang tangguh aku yakin! Bersama mu dan Aji dia akan baik baik saja, ini pakailah kalung pemberian ayahmu kelak mungkin akan berguna " Ujar Arya untuk terakhir kalinya.
Dengan semua duka dan perang yang berkecamuk, akhirnya Liliana pergi bersama kedua anaknya yang masih kecil.
Ia juga menyimpan semua rahasia atas jati dirinya dan beban duka itu sendiri.
Bersama senandung salju yang turun dari langit, Liliana meninggalkan tanah kelahirannya. Semenjak saat itu negeri Yuukine tak pernah berhenti menangis, salju terus turun dan negeri itu terselimuti salju selama bertahun tahun. Seakan menegaskan bahwa saat ini salju tengah bersenandung.
Liliana yakin Arya masih hidup, namun sebelum waktunya tiba sebaiknya ia tidak memberitahukan apapun kepada Yasmine mengenai ayahnya.
Indonesia memang asri ,damai, dan Indah seperti yang suaminya selalu katakan. Meski begitu tak mengubah kenyataan bahwa Yasmine adalah bagian dari bangsa Yuuki, dan seperti yang Liliana duga dia juga memiliki kekuatan itu, setiap kali Yasmine menangis maka hujan akan turun.
Sehingga ia mulai sendirian, teman teman menjauhinya karena hujan yang turun tiba tiba saat Yasmine menangis dianggap sebagai kutukan.
Liliana tidaklah sekuat Yasmine, mengetahui kepedihan anaknya ia seakan berlari dari kenyataan dan menjadikan 'mencari nafkah' sebagai alasan untuknya pergi menghindari Yasmine.
Meski begitu seperti yang Arya katakan Yasmine begitu tangguh, menjalani kehidupan nya dengan senyuman. Bersama kakaknya Aji tak apa ia sendirian tanpa kawan. Hingga suatu hari kakaknya juga pergi meninggalkannya dengan sejuta tanya.
Saat itu adalah senja, kala mentari menorehkan semburat jingga dan Aji mengajak Yasmine ke pasar malam.
Mereka tertawa tawa sembari memakan permen kapas.
Tiba-tiba seseorang menghadang mereka dan memberi salam kepada Aji seolah mereka saling mengenal.
"Yo!! Tanaka Kun! Apa kabar? Lama tak jumpa " ujar pemuda itu.
"apa mau mu? " ujar Aji dingin.
"kakak kau mengenalnya? " tanya Yasmine kecil, Aji hanya tersenyum.
"kau tunggu disini ya? Kakak mau bicara sebentar dengan mas ini" ujar Aji lembut, Yasmine mengangguk.
"gadis pintar! "ujar Aji sambil mengacak rambut Yasmine kemudian melangkah pergi bersama pemuda asing itu.
Mereka bercakap sesuatu namun Yasmine tak bisa mendengar nya.
"aku tak bisa pergi bersama mu!! Aku tak bisa meninggalkan adikku sendirian" ujar Aji bersikekeuh.
"hanya kau bangsa Yuuki yang ku kenal dan lagi kecerdasan mu sangat kubutuhkan!. Atau mungkin adik mu saja? Dia juga memiliki kekuatan es kan? " ujar pemuda itu. Aji yang murka hampir saja memukul wajah pemuda itu namun ia urungkan setelah ia melihat adiknya lagi yang tengah tersenyum menatapnya dari kejauhan, ia tak bisa berbuat kasar didepan adiknya yang masih polos.
"sepakat!!" ujar pemuda itu sambil tersenyum licik.
Semenjak saat itu Aji menghilang dari kehidupan Yasmine dan mengikuti temannya pergi ke Jepang untuk membantu semua urusan.
Namun nyatanya dia hanya dimanfaatkan saja, setelah pemuda itu menemui apa yang ia inginkan, dia memberitahukan keberadaan Yasmine kepada Shira sebagai ganti imbalan dua karung emas.
Akhirnya pasukan Shira menyerang Yasmine dan membunuh Ibunya.
Aji hampir putus asa dan mengira Yasmine tiada tanpa tau kalau Higuchi teman lama Ibunya telah menyelamatkan adiknya itu.
Setelah membunuh pemuda penipu itu, akhirnya Aji menjadi seorang pengelana hingga suatu saat dengan alasan tertentu dia bergabung dengan Shiro.
Flasback off.
***
Semilir angin menerobos masuk lewat celah celah jendela membuat tirai putih sebuah perpustakaan bergoyang mesra.
Buku buku tebal berserakan diatas meja baca, Yasmine tengah serius mencari informasi tentang Yuukine.
Setelah selesai membaca buku yang cukup tebal namun tak menemukan yang ia cari ia segera beranjak dan hendak mengambil buku lain.
Namun tangan nya kelihatan tak sampai, buku itu berada di rak yang terlalu tinggi.
Ia mencoba terus meraihnya namun tak bisa.
"huhh.. Ayolah!! Seandainya aku bisa lebih tinggi " keluhnya sembari terus menggapai buku itu.
Namun tiba-tiba seseorang datang mengambil buku itu dan memberikan nya pada Yasmine, pemuda yang cukup tinggi.
"ini!! Makanlah yang banyak agar tumbuh tinggi! Dasar pendek! " ujar pemuda itu.
"Rama? Kenapa kau ada disini?" ujar Yasmine girang, Matsuyama celingak celinguk.
"ssttttt... Jangan memanggilku dengan nama itu disini! dasar gadis pikun" Ujar Matsuyama kesal, Yasmine terkekeh melihat bagaimana pemuda itu tersipu.
Yasmine mengambil buku itu dari tangan Matsuyama kemudian bergegas duduk dan membacanya .
Matsuyama ikut duduk disampingnya.
"sebenarnya apa yang kau cari? " Tanya Matsuyama penasaran.
__ADS_1
"informasi tentang Yuukine " Jawab Yasmine sembari sibuk membaca.
"kenapa kau sangat antusias tentang Yuukine? " Tanya Matsuyama lagi.
"Higuchi sensei bilang bahwa ayahku ada kaitannya dengan Yuukine, jadi.. Aku pikir mungkin aku bisa bertemu dengan ayah jika aku mencari tau" Ujar Yasmine sembari mendesah. Matsuyama tersenyum kemudian mengelus rambut Yasmine.
"jangan menanggung beban itu sendiri! Aku akan membantumu mencari tau tentang ayahmu" Ujar Matsuyama.
"lho.. Apa ini? Rambut mu ada yang putih? "Ujar Matsuyama terkejut menemukan sebagian rambut Yasmine yang memutih
"oh.. Itu.. Aku.. Menge.. "
"mengecatnya? Ada sesuatu yang kau sembunyikan kan? Tapi aku sudah tau semuanya dari Souzy" Ujar Matsuyama, Yasmine terkejut.
Tak mungkin.
Apa Souzy melanggar janjinya dan memberitahukan tentang rahasianya kepada Matsuyama?
Apakah Matsuyama sudah tau yang sebenarnya?.
"apa yang dia katakan? " Tanya Yasmine takut takut.
"kau tak bisa menyembunyikannya lagi dariku.. Bahwa.. Kau sangat tertekan karena aku kasar padamu saat aku hilang ingatan kan? Hingga akhirnya kau beruban kan? "Ujar Matsuyama diluar dugaan, dia langsung memeluk Yasmine.
"Gomenasai.. Maafkan aku Yasmine" Ujar Matsuyama sambil memeluk Yasmine. Yasmine tersenyum lega.
Dengan cepat Matsuyama melepas pelukan nya dan memalingkan wajah. Wajahnya memerah.
"kenapa berpaling? Kau malu ya? " Goda Yasmine.
"berisik!! " Ujar Matsuyama dingin, Yasmine terkekeh melihat tingkah Matsuyama yang begitu getol melindungi harga dirinya.
"oya nanti saat misi ke Yuukine, Chiaki-san bersikeras mau ikut. katanya dia ingin melindungi ku" Ujar Yasmine.
"pemuda yang kau pecahkan kutukan nya dan memintamu jadi majikannya itu? " Ujar Matsuyama memastikan. Yasmine mengangguk.
"tapi aku tak bersedia dia jadi pengikut ku, kalau jadi teman tak apa, lagipula sayang sekali kalau dia mengabdi padaku dia kan pemuda yang berbakat, baik, sopan, tampan dan.. " Ujar Yasmine, Matsuyama terlihat kesal lalu menyela.
"hahhh!!! Dia biasa saja mukanya juga pas pasan, mungkin para gadis sudah rabun mengatakan pemuda seperti dia itu tampan!! Aku sebagai ketua tak mengizinkan dia ikut!!! " Ujar Matsuyama kesal.
"kenapa? Kau cemburu ya??? " goda Yasmine sembari mendekat.
"u-untuk apa aku cemburu!! Aku tidak cemburu! Apalagi dengan pemuda lembek seperti dia!! " Ujar Matsuyama memalingkan wajah.
"dia tidak lembek! Tapi sopan" Ujar Yasmine coba mempermainkan perasaan pemuda itu.
"ohh.. Jadi sekarang kau membelanya? Jangan jangan kau suka dengannya? Sana ajak berkencan denganmu!!" Ujar Matsuyama nampak kesal dan marah. Yasmine terkekeh melihat bagaimana pemuda itu cemburu.
"ajak saja dia di misi ke Yuukine! Agar bisa melindungi mu!" Tukas Matsuyama kesal.
"benar tak apa? " Ujar Yasmine tak percaya.
"ya dan aku juga akan membawa Hanabi! Mungkin aku juga akan memberitahu ayah bahwa aku tidak jadi membatalkan pertunangan kami" Ujar Matsuyama sambil melipat tangan ke dada.
"hehhhh???!!!! Apa apaan itu? Jangan dong!! Kau marah? Jangan marah ya! Aku cuma bercanda kok!! " Bujuk Yasmine sembari memeluk Matsuyama dari samping, namun Matsuyama masih memalingkan wajahnya.
"Matsuyama... Maaf.. Kau masih marah? Oke oke aku salah! Jangan bertunangan dengan Hanabi ya!! Matsuyama.. " ketika bujukannya tak berhasil Yasmine mulai menangis.
Matsuyama terkejut melihat apa yang dia katakan dianggap serius oleh gadis bodoh itu.
Matsuyama mengusap air mata Yasmine dengan jarinya.
"Baka!! (bodoh!) aku hanya bercanda! Aku tak akan pernah bertunangan dengan gadis itu, gadis pikun! " Ujar Matsuyama kemudian mengecup kening Yasmine. Yasmine terkejut, jantung nya berdegub kencang.
Matsuyama tersenyum kemudian melangkah pergi meninggalkan Yasmine yang memerah pipinya dan tertegun.
Yasmine jadi teringat akan kejadian di festival lampion, saat pemuda itu mencuri ciuman pertamanya.
"hehhhh????!!!!! " teriaknya tanpa sadar.
"stttttttt!!!!! " semua orang diperpus terlihat terganggu langsung menatap tajam Yasmine.
"Sumimase(maaf)!!" ujar Yasmine sembari menutup mulut nya lalu membungkuk.
Sambil melangkah Matsuyama sang biang onar tertawa didepan perpus mendengar akibat dari perbuatannya. Namun senyumannya tiba-tiba pudar.
"entah kenapa.. Perasaanku tak enak, rasanya seperti ada mala petaka sedang menanti gadis itu di Yuukine? Akhh mungkin hanya perasaan ku saja" gumamnya lalu kembali melangkah.
Esok adalah hari keberangkatan mereka ke Yuukine.
Apa yang akan terjadi pada Yasmine berikutnya?.
Salju turun dengan lebat seakan bersenandung, Matsuyama mengencangkan syalnya sembari mendesah gelisah. Segera Matsuyama mengambil jaketnya lalu pergi entah kemana, ditengah hari yang bersalju itu iris safirnya mengkilat diterpa salju yang bersenandung.
To be continued.
__ADS_1
Haru Wo Matteimasu