
Bayangan bulan menerobos awan awan kelabu di angkasa, milyaran lintang enggan menampakkan diri. Jangkrik menyenandungkan kidung yang menyayat kala malam.
Semua telah berakhir, perang telah usai, dengan ke adilan yang menjadi pemenangnya.
Semua bersorak ria menyongsong hari yang baru.
Abu berterbangan di udara, menjelaskan bagaimana sengit dan kelamnya perang yang baru saja terjadi.
Karena bulan tertutup awan maka rencana Shira gagal total, sisa pasukan dengan sigap mengepung Shira dan menyegel kekuatannya kemudian menjebloskannya ke penjara paling dalam dan kelam atas balasan segala keburukan yang telah Ia perbuat.
Begitupun dengan anggota Shiro yang telah dibekukan dan segera di bawa pulang ke Yume untuk mempertanggung jawabkan semua kekacauan dan kegelapan yang telah mereka perbuat.
Tak disangka semua berbuah manis pada akhirnya, sebentar lagi Yuukine akan menemui musim semi karena kegelapan yang telah menyelimuti mereka selama ini telah sirna malam itu.
Matsuyama menggendong Yasmine yang sudah tak bergerak, dengan sisa kekuatan yang ia miliki.
Malam itu semuanya lengkap terasa, rasa haru dan rasa pedih kehilangan teman serta putri yang mereka sayangi.
Semuanya menunduk penuh duka, berdiri berjajar mengiring Matsuyama dan Yasmine.
Beberapa waktu kemudian telah diasiapkan sebuah peti berukuran besar dengan bunga bunga menghiasi.
Matsuyama lalu meletakkan Yasmine ke dalam peti itu, tatapannya kosong, sisa sisa air mata masih ada dipelupuk matanya, dan ia hanya membisu.
Setelah itu ia pergi tanpa berucap sepatah katapun, bahkan meninggalkan teman temannya dan pulang duluan ke Yume, ia juga tak menghadiri acara apapun di Yuukine entah itu acara kematian Yasmine ataupun acara kemenangan dalam perang.
***
Musim berlalu begitu cepat, berganti hari ke hari dari salju ke semi.
Angin lembut berhembus dari tenggara, kelopak kelopk bunga sakura berjatuhan diterpa bayu.
Sepanjang mata memandang hanyalah hamparan ke elokan dari bunga bunga yang bermekaran.
Serta indahnya sakura pink yang kelopak nya berguguran indah.
Nampaknya semua orang menemuka musim seminya sendiri,
Rin Hye akhirnya menemukan dirinya telah jatuh hati pada Okayama, dan sebaliknya dibalik sikap Okayama yang selalu usil padanya tersimpan rasa yang sama, kini mereka tertawa tawa sembari bergandengan tangan.
Di sisi lain, Souzy mulai dekat dengan Xin lie yang ramah dan cerdas itu, mereka sering terlihat mencari tanaman obat bersama dan membaca buku di perpustakaan bersama.
Jae hyun? Ia memang sangat berduka pada awalnya namun sekarang kelihatannya ia bisa menerima takdir dan melanjutkan hidup, Xian lie kakak Xin lie senantiasa menyemangatinya dan bersikukuh ingin dia segera mencari pasangan.
Syimonoseki nampaknya berubah dari orang introvert yang selalu berdiam dirumah menjadi paruh baya yang senantiasa bercakap-cakap bersama Hamada, bahkan keliatan nya ia akan tinggal di Sora No Yume.
Setelah kepergian Yasmine, tak ada yang berani membahasnya, seolah hal itu adalah tabu dan terlarang dibicarakan.
Setiap ada yang membuka ujar tentang Yasmine, suasana berubah hening dan orang sekitar mulai menangis.
Bagi mereka Yasmine adalah pahlawan yang tak kan terlupakan, apalagi dahulu Yasmine adalah gadis paling aktif dan cerewet yang selalu menjadi perhatian banyak orang, gadis ceria yang selalu membuat orang lain ceria.
Saat Souzy tengah bercakap dengan Xin lie, tiba-tiba ia mendapatkan sepucuk surat, segera ia pun membacanya, wajahnya nampak terkejut.
"Ada apa Souzy-kun?" tanya Xin lie penasaran.
"Kita harus segera mencari Matsuyama- kun sekarang!!" Ujar Souzy kemudian melangkah terburu-buru.
Bagaimana dengan Matsuyama?
Pemuda itu menjadi semakin dingin, semakin pendiam dan selalu menyendiri, rona wajahnya layu dan sendu.
Saat ini ia tengah berdiri sendiri, sementara angin berhembus menerbangkan kelopak sakura, di jalanan Yume yang sepi, tempat itu adalah pertama kalinya dia berjalan berdua bersama Yasmine.
Sembari sesekali air matanya mengalir begitu saja.
Kenyataan telah menghancurkan hati nya berkeping keping.
Dan kebenaran nya adalah hanya ia yang tak kan bisa lagi melanjutkan hidup.
Matsuyama melangkah gontai menyusuri jalan sepi itu, tatapannya kosong bahkan sesekali ia menunduk sedih.
Namun seseorang melintas dari arah berlawanan, berpapasan dengannya, sejenak seakan waktu berhenti.
Mereka berdua berhenti melangkah, terdiam selama beberapa menit.
Matsuyama terdiam bisu, menatapnya lekat tanpa berkedip, segera setelah ia sadar bahwa itu bukanlah mimpi ia berlari menghampiri gadis itu.
Mungkinkah ini nyata?
Apakah ini bukan mimpi?
Atau ia sedang berhalusinasi?
Gadis itu tersenyum menatapnya, tanpa aba aba Matsuyama langsung menarik tangan gadis itu hingga jatuh kepelukannya.
Ia memeluk gadis itu erat,
"Yasmine.... jangan pernah pergi lagi, aku mencintaimu!" gumamnya haru.
Matsuyama berharap bahwa waktu dapat berhenti saat itu juga, ia ingin memeluk gadis itu selamanya.
Setelah beberapa menit, gadis itu melepaskan pelukan Matsuyama, membuatnya kebingungan.
"Ada apa?" Tanya Matsuyama khawatir.
"Maaf, tapi siapa kau? Kenapa kau bisa bahasa indonesia?" Ujar gadis itu, sontak mata Matsuyama membelalak tak percaya.
"Apa kau melupakanku? Kau tak ingat siapa aku?" Tanya Matsuyama dengan mata berkaca kaca.
"Maaf apa kita pernah bertemu?" Jawab gadis itu sekenanya, Matsuyama sangat hancur, ia terdiam bisu tanpa kata, tangannya mengepal, kemudian berbalik dan melangkah pergi.
Flashback.
Air mata Matsuyama jatuh di leher Yasmine, pemuda itu untuk pertama kalinya menangis.
Memang klan Matsu jarang sekali menangis, terkadang air mata klan Matsu dapat membawa sebuah kekuatan tertentu.
Matsuyama memeluk Yasmine erat, air matanya tak bisa berhenti, dadanya sesak sangat sesak.
Setelah beberapa waktu, akhirnya dengan sisa kekuatannya ia menggendong Yasmine kemudian meletakkannya di peti mati dengan bunga bunga diatasnya.
Tanpa berujar apapun ia pergi begitu saja.
Namun tanpa ada yang menyadarinya, air mata yang jatuh di leher Yasmine membawa sebuah keajaiban.
Air mata yang pertama kalinya jatuh dari seorang klan Matsu atas keturunan ke tujuh dan lahir bertepatan dengan gerhana bulan biru, mampu melelehkan jantung Yasmine yang membeku.
Perlahan kekuatan nan hangat mengalir ke seluruh tubuh Yasmine, jantungnya mulai berdetak lagi, rambutnya mulai kembali coklat.
Tubuhnya mulai hangat, perlahan jemarinya bergerak, sedikit demi sedikit matanya perlahan membuka.
Arya yang mengetahui hal itu dengan sigap menghampiri nya lalu memeluk nya.
" Yasmine... Sayang! Kau hidup? Ayah tau kau pasti akan kembali..".
"Ayah?..." gumam Yasmine kemudian balik memeluk nya haru. Tanaka tertegun, kemudian tersenyum haru dan ikut memeluk mereka.
"Yasmine adikku... aku sangat bersyukur kau hidup" Ujarnya senang dan terharu.
Semua rakyat Yuukine bergembira menyambut kembali nya putri mereka, mereka mengadakan pesta selama berhari-hari, dan membagikan sembako.
Namun Yasmine tak bisa berlama lama, ia ingin segera bertemu dengan Lentera-nya ia sangat merindukannya, dan ia masih ingat dan dengar sebelum tertidur ia mendengar Matsuyama berkata dia mencintainya, ia ingin segera memastikan kebenaran itu secepatnya.
Arya tau dan paham akan kegelisahan putrinya lalu menghampiri Yasmine yang tengah berdiri melamun memandang keluar jendela.
"Pergilah nak! Menuju musim semi yang kau impikan... Raihlah dia yang kau cintai!" Ujar Arya membuyarkan lamunan Yasmine.
"Ayah..." ujar Yasmine haru.
"Yahh... Meskipun ayah ingin selalu bersamamu namun ada saatnya seekor merpati terbang meninggalkan sarangnya, jadi pergilah temui dia" Ujar Arya.
"Ayah benar! Kami akan selalu merindukan mu, dan pintu selalu akan terbuka untukmu selamanya" ujar Tanaka menimpali, Yasmine tersenyum haru kemudian memeluk mereka berdua.
__ADS_1
"Aku sayang kalian".
Flashback over.
"Maaf apa kita pernah bertemu?" Jawab gadis itu sekenanya, Matsuyama sangat hancur, ia terdiam bisu tanpa kata, tangannya mengepal, kemudian berbalik dan melangkah pergi.
Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, gadis itu menarik tangan Matsuyama.
Matsuyama terkejut dan berbalik memandang gadis itu.
"Salah!! Salah!! Seharusnya kau berkata 'dasar gadis pikun! jangan sampai kau lupa bernafas! gitu! Kok malah melangkah pergi" ujar Yasmine tersenyum hampir tertawa.
Matsuyama sadar bahwa Yasmine hanya bersandiwara, gadis itu menipunya.
Matsuyama kemudian mendekat, Yasmine memejamkan mata, mungkin kali ini ia tak akan selamat, pemuda itu mungkin akan memukul nya atau menjitak kepalanya keras.
Namun tanpa disangka, Matsuyama memeluk nya erat dan tersenyum haru.
"Dasar gadis pikun!!!" gumamnya haru. Yasmine tersenyum bahagia.
"Aku kembali" ujarnya haru.
Matsuyama melepaskan pelukannya kemudian mencium bibir Yasmine lembut.
"Aku mencintaimu... Yasmine" ujarnya kemudian sambil tersenyum.
"Aku juga mencintai mu! Matsuyama" ujar Yasmine tersenyum sambil menangis haru lalu memeluk nya lagi.
"Ayo kita pulang ke Indonesia!" ajak Yasmine, Matsuyama mengangguk.
"Yasmine... Menikahlah denganku!" ujar Matsuyama tiba-tiba. Sejenak Yasmine terdiam, Matsuyama baru saja melamar nya.
"Tidak" jawab nya singkat, Matsuyama terbelalak kaget, ia kemudian menunduk sedih.
"Tidak akan bisa aku menolaknya hahahaha" lanjut Yasmine kemudian tertawa lalu berlari, Matsuyama tersenyum kemudian mengejar nya.
"awas saja kau gadis pikun!! Sini kau!!" Ujar Matsuyama sembari tertawa mengejar Yasmine.
"Ayo tangkap aku!!" ujar Yasmine sambil tertawa dan berusaha berlarian.
***
Musim semi akhirnya datang kepada semua orang, selama ini dinantikan dengan pengorbanan.
Namun pelangi hadir setelah hujan.
Apabila tak ada musim dingin maka musim semi tak akan terasa begitu wangi, indah dan manis.
Syimonoseki akhirnya merestui hubungan Yasmine dan Matsuyama, dia juga berjanji akan datang di pernikahan mereka setelah mengurus beberapa hal.
Yasmine dan Matsuyama melangkah membawa koper mereka, meninggalkan segalanya yang telah terjadi di Yume untuk menyongsong hidup yang baru di Indonesia, sesuai janji yang mereka buat waktu itu.
Jae hyun menatap mereka sendu, namun juga tersenyum.
"Semoga bahagia selamanya! Jika kau menyakiti Yasmine lagi maka aku akan merebutnya darimu" gumamnya.
Semua sahabat, baik Souzy, Okayama, Xinlie, Rin hye ,Kanazawa, mereka tersenyum sambil melambaikan tangan.
"Selamat Jalan!!! Semoga kalian bahagia!!" ujar mereka. Yasmine dan Matsuyama berbalik dan melambai kan tangan sembari tersenyum menahan air mata.
"Hei Souzy! Jangan menangis! Dasar cengeng!" Ujar Okayama.
"Aku tidak menangis! Aku kelilipan!" elak Souzy.
"Kau kan pakai kacamata mana mungkin bisa kelilipan!" Ujar Okayama.
"Lho eh? Malah semua ikut menangis?!".
"Diam kau! Rambut merah!" Ujar Xinlie kesal.
Kereta yang mereka tunggu akhirnya tiba, segera mereka menaikinya dengan bergandengan tangan.
Keduanya duduk dikursi yang sama, Yasmine tersenyum sembari menyandarkan kepalanya di bahu Matsuyama, Matsuyama ikut tersenyum.
Selama perjalanan seperti biasa, Yasmine kembali pada mode cerewetnya dan berkata banyak hal.
"Matsuyama! Kapan kau mulai jatuh cinta denganku? Kalau aku pertama kali melihatmu lagi di Jepang dan kau mengulurkan tanganmu untuk membantuku berdiri saat itu aku jatuh cinta padamu!" Tanya Yasmine girang.
"Ehhh??!!! Benarkah? Lebih duluan kamu? Kapan kalau gitu?" Tanya Yasmine penasaran.
"Saat pertama kali aku datang ke Indonesia, saat pertama kali aku melihat seorang gadis kecil di stasiun tengah memberi makan seekor kucing, saat itu aku terpesona dan yakin bahwa aku ingin bersama gadis itu" ujar Matsuyama jujur sembari terlihat menerawang, Yasmine tersenyum haru.
"Tunggu.. Berarti kau jatuh cinta denganku saat kau baru kelas 4 SD? Ihhh!!! Dasar mesum!!!" Ujar Yasmine lalu memukul mukul Matsuyama.
"Hoi!! Bukan begitu maksudku!! Aku tidak mesum!! Tapi benar sungguh saat itu aku menyukaimu dan terus menunggumu hingga sekarang!! Hoi!! Hahaha!! Hentikan! Sakit!" Elak Matsuyama, merekapun tertawa tawa tanpa peduli bahwa penumpang lain menatap mereka heran.
***
Cakrawala menampilkan pemandangan paling indah dan cerah, seakan langit ikut memberkati sepasang sejoli yang tengah berjanji sehidup semati.
Yasmine berandai jika saja Ibunya ada disini pasri dia akan sangat bahagia.
Arya, Tanaka dan Syimonoseki tersenyum haru melihat mereka.
Matsuyama memasangkan cincin ke jari manis Yasmine, begitu sebaliknya.
"Aku akan mencintaimu selamanya, dan aku berjanji akan selalu berada disisimu hingga ajal menjemputku" ujar Matsuyama sembari tersenyum, Yasmine juga berkata hal yang sama.
"Jika sehabis ini musim dingin datang kembali, aku tidak peduli asalkan ada kau disisiku, jika musim dingin kembali maukah kau menunggu musim semi bersamaku?" Ujar Yasmine, Matsuyama mengangguk.
"Kita akan menunggunya bersama, dan aku akan selalu disisimu selamanya.." Ujar Matsuyama kemudian menggendong Yasmine dan menciumnya, istri yang sangat ia cintai.
***
Beberapa tahun kemudian...
Semilir angin musim panas berhembus kencang, namun tak bisa menyangkal bahwa musim itu sungguh gerah.
Souzy mengipasi dirinya dengan kipas tradisional,
"Ouh... Ayolah kalian!! Jangan loyo!! Masak memanah saja masih tidak bisa tepat sasaran!!" keluh Souzy pada murid muridnya yang tengah latihan memanah.
"Hai' sensei!! .Kalau saja ada yang bisa tepat sasaran pasti kita akan segera bubar dan makan semangka" keluh beberapa murid.
"Memang sulit ya mencari penerus Matsuyama senpai! Dulu sewaktu masih kecil saja senpai berhasil memanah tepat sasaran bahkan dengan busur yang ukuannya lebih besar darinya" Timpal Kanazawa sembari menerawang masa lalu.
"Tak disangka ya Matsuyama kun yang sangat dingin dan jenius itu bisa jatuh cinta dan menikah dengan gadis seperti Anastasya san" ujar Okayama tak habis pikir.
"Yasmine chan itu istimewa! Dia adalah gadis yang baik, mungkin itulah yang dinamakan cinta sejati" Ujar Xinlie menimpali.
"Sekarang mungkin Matsuyama dan Yasmine sudah punya banyak anak" Ujar Okayama sembari makan semangka.
"Mungkin anaknya akan sangat tampan dan imut deh, ku bayangkan dia berambut coklat seperti Yasmine dan bermata biru seperti Matsuyama" ujar Xinlie membayangkan sembari tersenyum gemas.
"Iya ya! Huhhh pasti imut sekali" timpal Rin hye.
"Huhhh!!! Kalian cepat yang serius! Nanti kalau ada yang tepat sasaran kalian boleh makan semangka!!" Ujar Souzy lagi yang mulai tak sabar.
SRATTT!!! JREB!!
Tiba-tiba sebuah anak panah melesat, kemudian menancap papan sasaran tepat sekali di tengah titik.
Bahkan satu anak panah melesat lagi hingga saking tepatnya membuat anak panah sebelumnya terbelah jadi dua.
Semua mata terpana, terkagum kagum.
Semua mata tertuju pada sang pemanah, yang ternyata masih anak anak,
pemuda kecil itu sama seperti yang Xinlie bayangkan, berambut coklat dan bermata biru.
"Salam! Konnichiwa! Namaku Matsuharu Kamandanu" Ujar anak itu.
Xinlie menutup mulutnya terkejut, semua orang terkejut bahkan tak habis pikir.
Hamada yang sudah sangat renta tersenyum dari kejauhan.
"Jangan jangan anak itu adalah..." Ujar Rin hye.
__ADS_1
Against The Current - Dreaming Alone ft. Taka
[Verse 1: Chrissy Costanza]
The story starts laying in the dark with someone new
Cerita bermula saat terbaring dalam kegelapan dengan seseorang yang baru
I’m feeling tired from all the time I spent on you
Aku merasa lelah karena semua waktu yang aku habiskan bersama kamu
But I know I’m strong from all the trouble I’ve been through
Namun aku tahu aku kuat karena semua masalah yang telah aku lalui
The story starts where the story falls apart with you
Cerita bermula di mana cerita hancur karena kamu
[Chorus: Chrissy Costanza]
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
Is it me that you see when you fall asleep?
Apakah aku yang kamu lihat saat kamu tertidur?
Cause I know it’s you I dream about every night
Karena aku tahu itu kamu, maka aku memimpikannya setiap malam
Giving me a feeling like
Memberi aku perasaan seperti
Love in the summer
Cinta dimusim panas
Way I’ve never felt with another
Sesuatu yang tidak pernah aku rasakan dengan yang lain
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
Is it me that you see?
Apakah aku yang kamu lihat ?
[Verse 2: Takahiro Moriuchi of ONE OK ROCK]
The story starts lying in the dark broken and bruised
Cerita bermula saat terbaring dalam kegelapan yang hancur dan rusak
I count the scars left in my heart from losing you
Aku menghitung bekas luka yang tersisa di hati aku karena kehilangan kamu
And I was wrong but let’s be honest you were too
Dan aku salah tapi jujurlah kamu juga begitu
I miss the part where I was falling hard for you
Aku rindu saat dimana aku sangat jatuh cinta pada dirimu
[Chorus: Chrissy Costanza]
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
Is it me that you see when you fall asleep?
Apakah aku yang kamu lihat saat kamu tertidur?
Cause I know it’s you I dream about every night
Karena aku tahu itu kamu, maka aku memimpikannya setiap malam
Giving me a feeling like
Memberi aku perasaan seperti
Love in the summer
Cinta dimusim panas
Way I’ve never felt with another
Sesuatu yang tidak pernah aku rasakan dengan yang lain
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
Is it me that you see?
Apakah aku yang kamu lihat ?
[Bridge: Chrissy Costanza & Takahiro Moriuchi & Both]
I can’t take back the things I said
Aku tidak bisa menarik kembali hal yang aku ucapkan
And I won’t say that I regret
Dan aku tidak pernah bilang bahwa aku menyesal
Any day that I was yours
Setiap hari aku milik kamu
[Chorus: Chrissy Costanza & Takahiro Moriuchi]
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
I know it’s me that you see when you fall asleep
Aku tahu akulah yang kamu lihat saat kamu tertidur
And you know it’s you I dream about every night
Dan kamu tahu kamulah yang aku mimpikan setiap malam
Giving me this feeling like
Memberiku perasaan yang seperti
Love in the summer
cinta di musim panas
Way I’ve never felt with any other
Sesuatu yang tak pernah aku rasakan dengan siapapun
Don’t lie, bright eyes
Jangan berbohong, sayang
It’ll always be you and me, so why are we dreaming alone?
__ADS_1
Ini selalu tentang kamu dan aku, jadi mengapa kita hanya bermimpi sendiri?