
Seperti musim, semua orang berubah
Namun bagaimana cara menghadapi perubahan yang bahkan tak sedikitpun terbayangkan oleh Yasmine?
Semenjak Matsuyama kehilangan ingatan tentangnya, hatinya hancur. Mungkin inilah karma karena dia pernah melupakan Matsuyama waktu itu, ia juga tak mau menjelaskan pada Matsuyama alasan hilangnya ingatannya. Dan kini ia harus menerima kenyataan bahwa Matsuyama sudah berubah, dan sekarang dia sudah hilang dari dunia Matsuyama.
Yasmine menatap cakrawala sendu, beberapa kali menghela nafas dengan berat.
"Jangan sedih, semua akan baik baik saja" celetuk seseorang mengagetkannya.
Seorang pemuda yang selalu ada kala ia berduka, pemuda sempurna yang dengan bodohnya ia menyianyiakan pemuda itu.
"J..Jae hyun...? Akh... Tidak tidak.. Daijobou.. Aku baik baik saja hehehe aku hanya menikmati suasana senja" ujar Yasmine dengan senyuman palsu.
"Aku tau.. Kau pasti sedang memikirkan si mata biru yang tiba tiba tak mengingatmu kan?" Ujar Jae hyun lalu berdiri didekatnya.
"I..itu... Aku... " Yasmine tak tau harus bicara apa, tak mungkin ia menjawab iya lalu melukai pemuda itu.
"Tak apa... Jangan risau, aku akan membantumu mengembalikan ingatan Matsuyama lagi" Ujar Jae hyun sambil mengacak rambut Yasmine.
"Tapi... Bukankah.. Kamu menyukaiku? Kenapa kamu mau membantuku nengembalikan ingatan Matsuyama?" Ujar Yasmine heran.
"Cukup melihatmu tersenyum aku merasa sangat bahagia, biarpun tak bisa memilikimu akan lebih baik buatku melihatmu bahagia bersamanya ketimbang bersedih bersamaku, aku tau bahwa cinta tak harus memiliki" Ujar Jae hyun tulus, Yasmine tertegun kagum.
"pemuda sempurna sepertimu kenapa bisa menyukai gadis payah sepertiku... Hiks..." Ujar Yasmine terharu.
"Justru aku senang dan beruntung karena yang aku sukai adalah seorang gadis sepertimu... Yasmine" Jae hyun tersenyum lembut.
Yasmine langsung memeluknya dan menangis.
"Gomen... Gomene..." Ujar Yasmine.
"Tidak... Tidak papa... Aku bahagia dapat menjadi sahabatmu, dengan begitu aku tak akan pernah kehilanganmu meskipun orang berubah seperti musim " ujar Jae hyun sambil mengelus rambut Yasmine.
"Oke . cara membuat Matsuyama kembali mengingatmu adalah dengan menjadi dirimu sendiri, kau harus mulai dari awal lagi, kau harus berusaha untuk membuatnya mengingatmu lagi" Saran Jae hyun sambil tersenyum. Yasmine mengangguk paham.
"Hai' Arigatou" ujar Yasmine sambil tersenyum.
***
Yasmine mengikuti saran Jae hyun, kini ia mulai menjadi Yasmine periang seperti dulu Yasmine cerewet yang sangat lengket dengan Matsuyama, bahkan mengikutinya kemanapun dia pergi, tentu saja itu mengusik Matsuyama yang dingin dan anti sosial itu.
Seperti dulu, Yasmine duduk di sebelah Matsuyama saat makan.
"Siapa yang menyuruhmu duduk disitu?!" Ujar Matsuyama dingin.
"Tak ada". Ujar Yasmine datar.
"Pergi. Cari tempat lain! PERGI!!"bentak Matsuyama, semua mata memperhatikannya takut.
"Tidak akan! Aku ingin duduk disini! Lagipula ini bukan kursimu!" Ujar Yasmine kekeuh tak mau kalah.
"Kalau tidak, aku akan..."
"Akan? Akan apa? Aku tidak takut hwuekkkk" Ujar Yasmine mengejeknya.
"Ashhhh!!!!! Kau!!!!! Untung saja kau perempuan! Kalau tidak... Pasti nyawamu melayang!" Ujar pemuda itu mengalah,
Meskipun ia sudah bersiap dengan jurus apinya, entah mengapa ia tak tega menyakiti gadis itu, seakan ada dorongan kuat dari hatinya untuk tidak menyakiti gadis itu.
Aneh memang, padahal dulu meskipun orang itu perempuan, Matsuyama tak segan.
Tak hanya itu saja, sehabis makan siang gadis itu terus saja mengoceh tentang masa lalu dan terus mengikutinya.
"Kau itu!!! Aishhh!!! Berhenti
menggangguku! Pergi sana! Hush hush seperti nyamuk saja!" Ujar Matsuyama kesal karena Yasmine terus saja mengikutinya.
"Tidak! Aku tak akan berhenti aku memang keras kepala! Aku tak akan berhenti sampai kau mengingatku lagi!" Ujar Yasmine kekeuh.
"Gadis ini..." Matsuyama tak habis pikir, memang banyak gadis yang mengejarnya namun gadis yang satu ini jauh lebih keras kepala dari yang lainnya, apakah gadis ini memang murahan atau apa?
Matsuyama tak tau arah pikiran gadis itu, mengapa dia begitu ngotot ingin ia mengingatnya?.
Matsuyama menatap gadis gadis yang mengerubungi Jae hyun, Kanazawa ataupun Okayama.
"Tidak. Hanya aku, gadis ini hanya mengejarku, sebenarnya siapa gadis ini? Kenapa aku tak bisa mengingatnya? Apakah aku harus mengingatnya?" Batin Matsuyama sambil menatap gadis itu.
"Baiklah kau boleh mengikutiku, asal diam" ujar Matsuyama pasrah.
"Oke!! " ujar Yasmine sambil tersenyum dan menyatukan jari telunjuk dan ibu jari.
Sejenak melihat senyum Yasmine, hatinya berdegup aneh.
"Dasar gadis ini... Bagaimana caraku membuatnya menjauh" batin Matsuyama kesal.
"Hoi... Lihat Hamada sensei memanggilmu tuh!" Ujar Matsuyama bohong.
"Benarkah? Mana? " ujar Yasmine langsung menoleh dan mencari sosok Hamada.
"Mana... Tak ada or... Lho..." Sedetik kemudian Matsuyama sudah menghilang.
"Akhh... sial!! Dia menipuku!" Ujar Yasmine kesal sambil menghentak hentakkan kaki.
***
"Akh... Akhirnya aman juga" Gumam Matsuyama sambil duduk dicabang pohon.
"Gadis yang gigih dan unik" Celetuk seseorang tiba tiba dari bawah, ia sedang menyindir Yasmine.
Matsuyama langsung menoleh dan ia mendapati seorang gadis berambut hitam.
"Jangan mentang mentang ayah menyuruhku bertunangan denganmu kau bisa mencampuri urusanku!" Ujar Matsuyama dingin. "aku juga tak pernah setuju tentang keputusan itu! Menikah dengan orang tak dikenal" tambahnya sinis.
"Aku hanya penasaran dengan gadis itu, ia begitu tegar dan pantang menyerah meskipun yang ia hadapi adalah gunung es" ujar gadis itu datar.
Sama seperti Matsuyama gadis itu juga jarang berekspresi, cenderung cool dan anggun.
"Itu bukan urusanmu!" Ujar Matsuyama kesal, gadis itu hanya tersenyum simpul lalu pergi menghilang.
"BAAAAA!!!!!!!!" Teriak seseorang tiba tiba dari bawah.
"Hayo... Kau kaget kan? Kaget kan??" Ujar gadis itu yang nyatanya Yasmine, Matsuyama memandangnya datar.
"Apa kau tak punya kerjaan lain? Dasar gadis aneh!!!"bentaknya kesal. Yasmine hanya menanggapi sikap dingin Matsuyama dengan senyuman.
"Kau kan ketua tim Sevenfellowship, jadi kapan kita akan menjalankan misi lagi? Kapan kita ke Yuukine?" Ujar Yasmine sambil memanjat pohon hendak menghampiri Matsuyama. Namun...
KREKKKK
Ia menginjak cabang yang salah,
"Oh tidak... Ahhhh!!!!" Yasmine meluncur jatuh dari pohon.
HAP!
Secepat kilat Matsuyama turun dan menangkapnya.
Yasmine tersenyum menatap pemuda itu,
Apakah kau ingat?
Dulu kejadian ini pernah terjadi...
Saat kau menjadi senseiku...
Aku mengagetkanmu dari atas pohon lalu jatuh dan kau menangkapku...
Apakah hal hal kecil yang kulakukan ini dapat mengembalikan ingatanmu?
Namun...
BRUKKKKKK!!!
Matsuyama menjatuhkan Yasmine begitu saja.
"Awww.... Kau ini apa apaan? Sakit tau!!!" Ujar Yasmine kesal, jika dia menjatuhkannya begitu saja kenapa dia menangkapnya?.
"Orang yang tak bisa melindungi diri sendiri dan bahkan tak punya bakat... Tak pantas menjadi anggota di timku" ujar Matsuyama dingin, mata Yasmine membelalak.
"Padahal... Dulu kau yang selalu membelaku... saat anggota tim lain mengejekku... Namun... Sekarang...." Ujar Yasmine sambil mencoba berdiri.
"Orang berubah seperti musim, mungkin saat itu kau sedang bermimpi! Aku tak mungkin membantu orang lemah dan payah sepertimu!" Ujar Matsuyama dingin, cukup melukai hati Yasmine.
"Akan ku buktikan!! Akan kubuktikan bahwa aku tidak lemah! Aku pantas menjadi anggota tim mu! Akan ku buktikan bahwa aku bisa melindungimu! Aku akan mengembalikan ingatnmu!" Ujar Yasmine dengan semangat apinya, Matsuyama tertegun melihat tekad gadis itu.
"Huh... Omong kosong!!! Gadis ceroboh dan payah sepertimu? Memberiku tantangan? Hahahaha!!! Kau membuatku tertawa" ejek Matsuyama.
Ya, tak seperti Matsuyama yang dulu yang selalu Membela dan mendukungnya, Matsuyama yang sekarang cenderung sering melukai hatinya dengan hinaan dan kata kasar yang keluar dari bibirnya.
Aku memang tak ada hubungannya denganmu...
Kau sekarang mungkin akan lebih baik tanpaku...
Kau yang sekarang mungkin sudah tak peduli lagi bahkan bila aku mati...
Namun... Biarkan aku berusaha...
Sedikit lebih lama...
"Baiklah aku akan menyelesaikan satu misi berbahaya, jika aku berhasil, maka kau harus menerima ku menjadi anggota di tim mu!!" Ujar Yasmine yakin.
"Baiklah... Aku terima tantanganmu! Namun jika kau gagal maka kau harus menjauhiku! Menjauh dan jangan pernah menggangguku apalagi menampakan wajahmu dihadapanku!" Ujar Matsuyama dingin.
__ADS_1
Yasmine membelalak pilu, bisakah ia? Berhasilkah ia?
Jika ia gagal maka...
Maka dia harus menjauhi orang paling berarti baginya...
"Jika kau gagal.. Maka anggap saja kita tak pernah bertemu" tambahnya lagi.
"aku tak akan gagal!" Ujar Yasmine agak yakin, sedikit gusar.
"Kita lihat saja nanti nona Anastasya Yasmine yang lemah!" Ujar Matsuyama dengan senyum remeh.
Semilir bayu berhembus lembut, alang alang liar dan dedaunan gugur menjadi saksi semua hal pelik yang harus Yasmine tanggung sendiri.
Seperti musim... Semua hal berubah...
seperti musim....
Saat badai salju menerjang, dia harus bertahan atau... Menyerah dan mati beku.
Matsuyama berlalu begitu saja, meninggalkan Yasmine yang terdiam bisu, hujan tiba tiba turun saat hari tak mendung.
Yasmine hanya dapat menatap tak percaya kepergian pemuda itu.
"bisakah aku melalui badai ini?"
"Selamat tinggal... Matsuyama..." ujar seorang gadis yang mulai memudar dan hampir hancur menjadi debu.
"Tidak! Jangan pergi! Aku mohon!!!! Tidak!!!!" Teriak Matsuyama mencoba menggapai gadis itu.
Matsuyama membuka matanya, nafasnya beradu.
Sungguh mimpi yang aneh, kenapa gadis payah itu ada di mimpinya? Kenapa pula dalam mimpi itu ia sangat tak rela gadis itu menghilang?
Aneh sekali. Gadis itu mulai membuatnya gila, ia harus bisa membuatnya menghindar secepat mungkin.
Mungkin efek dari lelah karena misi di tambah gangguan dari gadis itu yang membuatnya bermimpi aneh.
Matsuyama segera mengambil segelas air untuk membasuh tenggorokan nya yang kering.
Namun sekilas ia terhenti, jendela kamarnya yang terbuka membuatnya dapat melihat pemandangan luar, sekaligus seorang gadis yang pagi pagi sudah duduk termenung disebuah kursi.
Matsuyama menatap lekat gadis itu.
"Sebenarnya.. Apa arti dirimu di hidupku sebelum nya? Haruskah aku mengingatmu? Atau menyingkir kan mu dari benakku?" gumamnya.
***
Yasmine menikmati semilir angin pagi sembari duduk tenang disebuah kursi taman.
Pikirannya agak gusar, mampukah ia melewati tantangan Matsuyama?.
"Huhhh....." desah Yasmine.
Jae hyun datang sembari membawa beberapa buku, kemudian duduk disamping Yasmine.
"Bagaimana? Kau sudah dapat informasi tidak sebab hilangnya ingatan Matsuyama?" tanya Yasmine antusias.
"Jika tidak ada bekas luka apapun maka, kemungkinan besarnya adalah... Dihilangkan dengan paksa" ujar Jae hyun.
"Maksudnya?" Yasmine belum paham dengan apa yang Jae hyun maksudkan.
"Seseorang sengaja menghapus ingatan Matsuyama tentangmu" Jawab Jae hyun agak takut melukai hati Yasmine. Yasmine membelalak tak percaya, ia menutup mulutnya terkejut.
"Hontouni? (Benarkah?) apakah hal seperti itu ada?" Ujar Yasmine tak percaya. Jae hyun mengangguk,
"Yang bisa melakukan itu hanyalah... Taki Matsu, pengikut setia Syimonoseki Matsu" Terang Jae hyun, Yasmine terdiam bisu.
"Ayah Matsuyama? Sebenarnya apa maksud paman? Ada yang tidak beres, untuk apa dia melakukan semua ini?" Gumam Yasmine sendu.
Jae hyun menepuk pundak Yasmine.
"Tegarlah! Aku percaya kau adalah gadis yang kuat, pasti terbentang banyak jalan jika kau tak menyerah" ujarnya menyemangati, Yasmine mengangguk sambil tersenyum.
"Yosh. Aku akan melanjutkan pekerjaan ku, jika butuh apapun katakan saja padaku oke?" ujar Jae hyun sambil beranjak.
Yasmine mengangguk.
"Terima kasih".
Jae hyun tersenyum lalu melangkah pergi. Tak lama setelah kepergian Jae hyun, datang seorang gadis menghampirinya.
"Sebaiknya kau menyerah saja atas Matsuyama" Ujar gadis itu.
"Kenapa memang? Aku tak akan pernah menyerah sampai kapanpun! Dan juga siapa kau menyuruh ku menyerah?" ujar Yasmine kesal kemudian berdiri.
Air mata perlahan menetes, harinya terasa suram dan remuk hatinya.
"Aku tidak peduli!! Aku tak akan menyerah!! Bahkan bila aku gagal aku akan tetap membuatnya mengingatku! Bahkan bila dia pergi bersama orang lain, aku tidak peduli asalkan dia bahagia! Dia adalah lentera buatku dia adalah warna dalam hidupku yang kelabu... Dia adalah pelangi di hidupku yang penuh dengan hujan! Aku mencintainya! Aku suka dengan apapun yang ada dalam dirinya! Aku suka matanya, aku suka sikap dinginnya, aku suka caranya mengejekku, bahkan aku suka kelemahannya aku menerima semua kelemahannya bahkan bila dia monster sekalipun aku tetap menyukainya! Aku tidak peduli dia klan matsu atas ataupun orang terlemah di dunia ini! Aku... Hiks... Hiks... Akan lebih bersyukur jika dia adalah orang biasa... Tapi aku tetap mencintainya apapun dirinya saat ini... Hiks... Jadi.... Aku tak akan pernah menyerah... Aku akan melindunginya... bahkan bila harus menyerahkan nyawaku "Ujar Yasmine panjang lebar meluapkan semua perasaannya.
Hanabi tercengang dengan pengakuan Yasmine, seorang gadis dengan tekad dan cinta yang tulus.
Hanya karena perbedaan kasta dia harus dipisahkan dengan orang yang sangat berarti baginya, padahal gadis dengan hati setulus Yasmine sudah jarang ada di dunia yang gelap ini.
Bahkan bila itu adalah Hanabi yang mencintai Matsuyama, ia akan berpikir dua kali untuk menyerahkan nyawanya.
Hujan mengguyur lembut membasahi mereka berdua.
" gadis yang unik" Batin Hanabi.
Matsuyama jelas mendengar ucapan mereka, ia juga terbisu mendengar suara hati yang begitu tulus keluar dari mulut Yasmine.
"Sebenarnya siapakah dirimu? Kenapa aku tak bisa mengingatmu? Kenapa dadaku sesak saat melihatmu bersedih? Bisikan apa yang sudah meracuniku ini?" Batin Matsuyama.
"Kalau begitu berjuanglah!" Ujar Hanabi singkat kemudian melangkah pergi.
"Kau bilang ingin bergabung dengan timku kan?" Ujar Matsuyama tiba tiba dari belakang membuat Yasmine sedikit terkejut.
Yasmine mengangguk.
" kalau begitu, selesaikan misi ini! Kau harus melawan seekor naga suruhan yang sudah mencuri gulungan rahasia Sora No Yume, hari ini bersama beberapa ninja lain" Ujarnya dingin.
Yasmine mengangguk, Matsuyama memandangnya sekilas lalu dengan acuh melangkah pergi.
Namun langkahnya terhenti, Yasmine tiba tiba meraih tangannya.
"Tunggu..." Ujarnya takut takut.
"Apa lagi?" Jawab Matsuyama dingin.
"apa benar Hanabi adalah tunanganmu?" tanya Yasmine tanpa melihat mata Matsuyama.
Matsuyama mengangguk,
"iya." jawabannya singkat.
"Apa kau... Menyukainya?" tanya Yasmine nekat, ya dia sungguh nekat melawan badai.
"Entahlah.." ujar Matsuyama seadanya.
"Lagipula kami baru kenal" tambahnya lagi.
Yasmine tersenyum, bahkan bila dunia menentangnya jika Matsuyama sendiri tidak menyukai Hanabi, ia tak akan menyerah.
"Jika aku menang, maka kau harus memberiku hadiah dan kita akan bertemu di padang dendelion itu" Ujar Yasmine.
"Jika kau kalah maka, kau tidak boleh menggangguku, kau harus pergi dari hidupku dan melupakan rasa cintamu itu" Ujar Matsuyama dingin.
"Tenang saja. Aku pasti bisa melewati misi itu!" Ujar Yasmine yakin.
" benarkah? Mari kita lihat" ujar Matsuyama dengan senyuman misterius nya.
***
"Hiattttt!!!!!!!!!!!!!" Teriak Yasmine dengan seluruh tenaganya mencoba melawan seekor naga yang benar saja mencoba mencuri gulungan rahasia untuk yang kedua kalinya.
Yasmine mengerahkan kekuatannya, dengan pedangnya yang tajam ia terus bertahan sementara ninja lainya juga ikut membantu menyerang.
Whoshhhhh!!!!
Api membakar apa saja, api dimana mana, keluar dari mulut sang naga. Yasmine terus menghindar atau menggunakan perisai es nya.
"Ana- san! Daijobou?" Ujar seorang ninja bernama Riku, Yasmine mengangguk.
"Awas!!!!!" Teriak Yasmine setelah melihat pergerakan sang naga yang nampaknya akan menyerang Riku, Yasmine berlari dan mendorong pemuda itu.
Hiatttttt!!!!
Yasmine menebaskan pedangnya dengan kekuatan dalamnya,
Api berhasil melukainya dan membuatnya terpental jauh menghantam pohon.
"Anastasya - san!!!" Teriak Riku khawatir, gadis itu telah menyelamatkan nyawanya bahkan walaupun mereka tak saling mengenal. Mungkin inilah sebabnya Matsuyama sangat dekat dengan gadis itu dulu.
Karena pertunangan itu, ingatan Matsuyama direbut paksa darinya.
"Akhhh... Uhuk!!" Yasmine memegangi dadanya yang terasa perih, darah keluar dari mulutnya.
Disaat yang sama tiba tiba naga itu berhenti menyerang, bahkan keganasan berkurang.
__ADS_1
Cahaya kegelapan yang melingkupi naga itu mulai pudar dan menghilang.
Naga itu perlahan mendekati Yasmine, Yasmine mulai panik.
"Anastasya - san! Cepat lari!" Riku berlari menghampiri Yasmine yang terduduk tak berdaya, lalu berdiri didepannya.
Riku sudah mengambil ancang ancang akan menyerang kalau naga itu berani macam macam.
Naga itu tiba tiba menyusut ukuran nya dan berubah menjadi manusia.
"Ini kan yang kalian inginkan?" Ujar pemuda naga itu.
"Kau..." Riku amat terkejut akan perbahan yang terjadi didepannya.
"Sebenarnya Seseorang telah merubahku menjadi naga dan menjadikanku alatnya, tak ada yang bisa melepaskan segel itu dan tak ada yang tau caranya, namun pedang es dan keteguhan hatimu tadi telah menebas segel yang ada dikalungku tadi" Ujar pemuda itu, lalu membungkuk.
" arigatou gozaimasu, sebagai rasa terima kasihku aku akan mengabdi kepada anda nona..., perkenalkan saya adalah Chiaki Ame".
"Hehhhh????!!!!! Anastasya san sekarang kamu punya pengikut! Selamat!" Ujar Riku kagum.
Yasmine tersenyum sekilas lalu ambruk tak sadarkan diri.
"Anastasya -san!! Hoi!!! Daijobou???!!! Anastasya san!!!!" Ujar Riku khawatir sambil mencoba membangunkan Yasmine yang pingsan.
Kemudian akhirnya Riku dan Chiaki membawa Yasmine pulang ke padepokan dan menyerahkannya pada pihak medis.
***
"Jadi bagaimana keadaannya tabib?" tanya Matsuyama terlihat sedikit gusar.
" dia akan baik baik saja, setelah meminum obat dia akan pulih" ujar seorang tabib dengan Souzy di samping nya.
"Tenang saja, obat buatanku adalah yang paling manjur" Ujar Souzy bangga.
Matsuyama tersenyum tipis.
"Yoshh.. Aku akan segera mencari tanaman obat langka" Ujar Souzy melangkah pergi bersama tabib.
Matsuyama melangkah masuk untuk melihat keadaan gadis itu.
"Kau memang keras kepala dan unik, tak ku sangka kau memenangkan taruhannya" Ujar Matsuyama sambil memandangi Yasmine yang terlelap.
***
Ilalang ilalang liar bergoyang mesra ditiup angin, dandelion dandelion liar pula malambai ria. Sang surya malu malu hampir hilang ke peraduan menyisakan semburat jingga nan elok.
Yasmine sudah merasa baikkan sehingga ia putuskan untuk bersantai menikmati senja di ladang dandelion kesukaan nya dulu bersama Matsuyama.
Namun ia agak terkejut karena ia sudah di dahului oleh seseorang.
Seorang pemuda duduk membelakangi nya sembari menatap cakrawala.
Yasmine menghampiri nya.
"Akhirnya kau datang juga" Ujar pemuda itu.
"Matsuyama? Darimana kau tau aku akan pergi kesini hari ini?" Ujar Yasmine heran.
"Entahlah mungkin bisikan hati" Ujarnya datar sembari masih menatap cakrawala.
Yasmine tersenyum lalu duduk disamping nya.
" selamat kau berhasil!" Puji pemuda itu.
" aku pasti berhasil" Ujar Yasmine sambil tersenyum puas.
Tiba tiba Matsuyama mendekat, Yasmine berdegub jantung nya.
Ternyata dia memasang kan sebuah mahkota yang terbuat dari rangkaian bunga.
"Aku tak mau menghabiskan uang untukmu, jadi hadiahnya itu. Selamat datang di timku" Ujarnya datar.
Yasmine tersenyum bahagia.
"Terima kasih".
Meskipun Matsuyama yang sekarang sangat dingin dan jahat dari yang dulu, namun dia tetaplah Rama yang ia sayangi.
Seberapapun banyaknya perubahan yang terjadi dalam diri Matsuyama, bisikan dari hatinya yang menuntun nya ke jalan benar.
Dan ia yakin Matsuyama selalu mengikuti bisikan hati itu meskipun ia lupa arah jalan pulang.
Yasmine selalu percaya suatu saat nanti, musim semi itu akan datang.
Meski ia harus menghadapi badai salju, ia akan terus bangkit.
Sang surya perlahan mulai redup dan akan kembali keperaduannya. Matsuyama dan Yasmine terdiam bisu sambil tenggelam dalam angan masing-masing.
To be continued.
Ost. 5 second of summer - amnesia
Sometimes I start to wonder, was it just a lie?
Kadang aku mulai bertanya-tanya, apakah ini dusta belaka?
If what we had was real, how could you be fine?
Andai yang dulu kita punya nyata adanya, bagaimana bisa kau baik-baik saja?
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
IV
I remember the day you told me you were leaving
Teringat olehku hari saat kau bilang kau kan pergi
I remember the make-up running down your face
Teringat olehku riasan meleleh di wajahmu
And the dreams you left behind you didn't need them
Dan mimpi-mimpi yang kau tinggalkan, kau tak butuh semua itu
Like every single wish we ever made
Seperti setiap doa yang tlah kita buat
I wish that I could wake up with amnesia
Anda aku bisa terbangun dengan amnesia
And forget about the stupid little things
Dan lupakan semua hal-hal bodoh itu
Like the way it felt to fall asleep next to you
Seperti rasanya tertidur di sampingmu
And the memories I never can escape
Dan kenangan yang aku tak bisa lepas darinya
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
It's like we never happened, was it just a lie?
Seakan kita tak pernah ada, apakah ini dusta belaka?
If what we had was real, how could you be fine?
Jika yang pernah kita punya nyata adanya, bagaimana bisa kau baik-baik saja?
'Cause I'm not fine at all
Karena aku tak baik-baik saja
If today I woke up with you right beside me
Andai hari ini aku bangun denganmu di sisiku
Like all of this was just some twisted dream
Seakan semua ini hanyalah mimpi yang kacau
I'd hold you closer than I ever did before
Kan kudekap kau lebih erat daripada sebelumnya
And you'd never slip away
Dan kau takkan pernah pergi
And you'd never hear me say
Dan kau takkan pernah mendengarku berkata
__ADS_1
Back to IV