
Angin dingin November berhembus membawa butiran butiran salju, bersama dengan kegelisahan Matsuyama menunggu bagaimana informasi tentang keadaan Yasmine.
"Lukanya cukup dalam, aku tak yakin dia bisa selamat" ujar petugas medis saat itu.
"Jangan hiraukan orang ini Matsuyama, tenang saja seperti aku menyelamatkanmu dulu aku yakin Yasimon.. Maksudku Yasmine dia pasti akan baik baik saja, serahkan semuanya padaku!" Ujar Souzy dengan wajahnya yang begitu yakin, mampu membuat Matsuyama dapat sedikit bernafas.
Setelah hampir dua jam Matsuyama menunggu didepan ruangan itu, ia tak bisa berhenti berfikir yang tidak tidak, namun sebisa mungkin ia berusaha untuk berfikir jernih.
"Aku harap nona Anastasya baik baik saja" Ujar seseorang yang tiba tiba sudah berdiri disamping Matsuyama.
Tanpa pikir panjang Matsuyama langsung melayangkan pukulannya ke wajah pemuda itu, hingga pemuda itu terhuyung kebelakang. Hasil dari pukulan itu adalah keluarnya darah dari mulutnya.
Pemuda itu kemudian mencoba berdiri dan mengusap darah dari mulutnya, dia tak memberikan perlawanan apapun, hanya tersenyum.
"Sebenarnya aku ingin membunuhmu saat ini juga, tapi karena kau sudah membantu kami, aku ampuni untuk sekarang" Ujar Matsuyama dingin dengan tatapan tajam.
"Jadi Matsuyama -san sudah kembali ingatannya, seperti perkiraan saya, syukurlah" ujar pemuda itu.
"Taki Taki.. Kau sendiri yang mencurinya lalu kenapa bersyukur bila sudah kembali?!! Dasar munafik!!" Ujar Matsuyama geram sembari duduk.
Taki hanya membungkuk tanda maaf.
"Apa ayah yang menyuruhmu menghapus ingatanku?" Tanya Matsuyama,
"Hai' " Jawab Taki sambil mengangguk.
"Pasti karena dia ingin menjodohkanku dengan Hanabi kan?" Tanya Matsuyama memastikan, Taki mengangguk lagi.
"Dimana orang tua itu??!" Tanya Matsuyama lagi.
"Matsu -sama sedang berada di kediamannya, beliau sangat mengkhawatirkan anda" ujar Taki.
"Omong kosong!!" Ujar Matsuyama kemudian melangkah pergi.
***
Syimonoseki tengah duduk sambil minum teh diberanda rumah, sampai tiba tiba putranya datang entah dari mana dan langsung memberinya tatapan tajam.
"Okaeri (selamat datang kembali)" ujar Syimonoseki, meski Matsuyama tak berkata Tadaima (aku pulang).
"Apakah semua ini tak membuatmu puas!!! Masih belum puas?!!!" Teriak Matsuyama.
"Apa yang kau bicarakan? Duduklah! Kau mau teh?" Ujar Syimonoseki berusaha menenangkan putranya.
"Cukup!. Aku sudah lelah! Sepanjang hidupku aku tak pernah meminta apapun padamu! Aku selalu menuruti semua perintahmu selama ini!
Siang malam aku berlatih hingga menjadi seperti sekarang tanpa ada senyum, tawa maupun tangis! Semenjak ibu tiada aku selalu menyalahkan diri.."
"Itu bukan..."
"Jika itu bukan salahku!! Maka berhenti bertindak seolah itu adalah salahku! Berhenti mengendalikan hidupku seperti boneka!!!" Ujar Matsuyama sambil mengepalkan tangan, meskipun hujan mengguyur ia masih berdiri di luar.
"Ini semua ku lakukan demi dirimu! Masuklah sini! Nanti kau kedinginan!" Bujuk Syimonoseki.
"Jika ini demi diriku.. Batalkan...
Batalkan pertunanganku dengan Hanabi!!!!" Ujar Matsuyama dengan raut sendu.
"Aku sudah lelah dengan semua permainanmu! Sekarang aku mohon batalkan! Jika tidak maka... Anggap saja Matsuyama sudah mati, mulai besok namaku hanya Rama" tambahnya.
"Apa istimewanya gadis Indonesia itu?!" bentak Syimonoseki.
"Apa kau tau!!?? Dia yang sudah berdiri menghadang pedang demi aku yang bahkan tak ingat siapa dia!!! Demi aku sekarang dia terbaring tak berdaya, apakah Hanabi juga akan melakukan hal yang sama???!!!" Ujar Matsuyama, Syimonoseki tertegun.
"Jadi itulah sebab nya Matsuyama bisa mengingat gadis itu lagi? Gadis itu..." batin Syimonoseki.
Matsuyama tak menghiraukan paruh baya itu lagi, ia putuskan untuk pergi. Ia harap Yasmine sudah baik baik saja.
Syimonoseki terdiam cukup lama.
"Shinta... Apa kau sudah tau bagaimana sifat gadis itu jadi kau menyukainya?. Dia mirip denganmu" gumam Syimonoseki.
***
"Dia akan baik baik saja. Kelihatannya dia menggunakan kekuatan nya untuk menyembuhkan diri" Ujar Souzy pada Matsuyama yang tiba langsung bertanya tentang Yasmine.
"Jadi kekuatan es nya dapat menyembuhkan, syukurlah" Gumam Matsuyama bernafas lega, Souzy menepuk pundaknya sambil tersenyum.
"Masuklah dan lihat keadaannya" Ujar Souzy, Matsuyama mengangguk lalu melangkah masuk ruangan.
Perlahan ia melangkah mendekati Yasmine yang terlihat tenang dalam ketidak sadarannya.
Matsuyama mengelus puncak kepala gadis itu lalu mencium keningnya. Ia hanya bisa berlaku semacam itu saat Yasmine tak sadar, mungkin karena harga diri pemuda itu yang terlalu tinggi membuatnya tidak bisa jujur.
Semalaman ia menunggui Yasmine sehingga tanpa sadar duduk terlelap disamping ranjang Yasmine.
Yasmine membuka matanya perlahan, berusaha mengumpulkan seluruh kesadarannya. Hal pertama yang ia lihat adalah langit langit ruangan yang terbuat dari bambu. Ia berusaha membiasakan diri dengan sekitar, dilihatnya semua sisi, hingga ia terkejut karena disampingnya terdapat seorang pemuda berambut hitam yang kelihatannya terlelap.
Ia tahu siapa dia, pemuda dengan rambut hitam halus, Matsuyama.
Ia sangat bahagia ternyata pemuda itu menungguinya, pemuda sedingin es yang hangat.
Yasmine hendak mengelus kepala Matsuyama, namun tiba tiba Matsuyama memegang tangannya.
"Kau sudah sadar?" Ujar pemuda itu kemudian bangun dan duduk dengan benar.
Yasmine mengangguk sambil tersenyum.
"Dasar gadis bodoh yang ceroboh!! Kenapa kau menyelamatkanku? Kau kira aku..."
"Aku tau.. Maaf, aku tak akan mengganggumu lagi, aku tak akan berusaha membuatmu mengingatku la..."
"Tidak boleh!!!" Potong Matsuyama cepat.
"He?"
"Kau tidak boleh berhenti untuk mengingatkan aku tentangmu!" Ujar Matsuyama, Yasmine tersenyum senang.
"Kenapa? Kau tau sulit sekali membuatmu mengingatku! Lagi pula kau sudah punya tunangan dan.." tak selesai ucapan Yasmine, Matsuyama langsung memeluknya, Yasmine tercengang.
"Dasar gadis pikun payah! Sudah berkata tak akan menyerah tapi malah mau menyerah!" ujar Matsuyama ditelinga Yasmine.
Yasmine membelalak, air matanya mengalir.
"Tadi kau bilang apa? Coba katakan lagi" Ujar Yasmine tak percaya, jika pemuda itu mulai memanggilnya gadis pikun berarti ingatan nya telah kembali.
Matsuyama melepaskan pelukannya lalu tersenyum.
"Dasar gadis pikun! Gadis pikun!!" ujarnya, Yasmine tersenyum haru lalu memeluk Matsuyama.
"Yokatta(syukurlah)... Yokatta.... Matsuyama Rama.. ". Matsuyama membalas pelukan itu sambil tersenyum.
"Gomen ne(maaf ya) gadis pikun..." Ujar nya.
__ADS_1
***
Matsuyama mengupas sebuah apel merah untuk Yasmine.
Yasmine hanya bisa senyum senyum sendiri dengan pipi yang merona.
"Jadi kau sudah mengingatku?" tanya Yasmine memastikan.
"Hmm..." Matsuyama mengangguk sambil memotong apel itu menjadi beberapa bagian.
"Kau ingat dimana pertemuan pertama kita saat di jepang?" tanya Yasmine, pemuda itu mengangguk sambil memberikan potongan apel ke Yasmine, Yasmine kemudian memakannya.
"Saat itu kau yang payah dan ceroboh sedang kecopetan dan terjatuh di hutan, aku mengulurkan tanganku untuk menolong mu tapi kau tak mengingatku, kau kan gadis pikun" Ujar nya yang kini mengupas jeruk.
"Hee?? Kau juga pemuda pikun!" Ujar Yasmine tak mau kalah.
"Itu berbeda, kalau aku itu karena Taki yang merebut paksa ingatanku, aku bukan orang pelupa" Ujar Matsuyama sambil menyentil dahi Yasmine.
"Aduh! Sakit tau!" Ujar Yasmine sambil memegangi dahinya.
"Jadi Taki -san kekuatan nya itu bisa menghilangkan ingatan?" ujar Yasmine, Matsuyama mengangguk.
"Matsuyama.. Bolehkah aku bertanya?". Matsuyama mengangguk lagi.
"Dulu... Kenapa kau kembali ke Jepang?" tanya Yasmine, Matsuyama menatapnya, mungkin inilah saatnya untuk mengatakan padanya.
"Kau mau dengar ceritaku?" ujar Matsuyama, Yasmine mengangguk.
Saat itu sebelum aku berencana barmain bersamamu disiang harinya, paginya aku memaksa ibu untuk pergi bersamaku ke kota untuk membeli beberapa barang. Seperti biasa Ibu menyetujuinya, bahkan ia menolak diantar oleh ayah.
Sesampainya di kota, kami berjalan jalan sejenak melihat lihat toko yang berjajar rapi menjajakan dagangannya.
Namun saat kami melalui sebuah gang kecil tiba-tiba beberapa berandal menghadang kami.
"Serahkan uangmu!! Atau kulukai anakmu!" Ujar berandal itu sambil mengacungkan senjata api. Ibu tersenyum, sambil berkata dengan lembut.
"Untuk apa kalian berbuat seperti ini?".
"Kau tak akan pernah tau apa yang kami lalui agar bisa makan!! Kau yang hidup berkecukupan tak akan pernah paham dengan apa yang rasakan!!!" Bentak berandal itu, sedangkan kawannya memarahi nya karena untuk apa basa basi berkata hal yang tak penting.
Ibu tersenyum lalu merogoh beberapa lembar uang kemudian memberikannya pada berandal itu, bahkan Ibu juga memberikan beberapa makanan yang kami beli tadi.
"Hidup memang sulit, namun kau punya banyak pilihan untuk bangkit dan memilih jalan mu sendiri nak, ada banyak jalan namun hanya jalan yang benar yang dapat memberi kan mu keberhasilan sejati, bulan memang akan redup.. Tak apa karena bulan akan kembali lagi bersinar terang" Ujar Ibu tersenyum sambil mengelus puncak kepala berandal muda itu, pemuda itu kelihatanya terharu mendengar penuturan dan sikap lembut ibu terbukti dia hanya diam tertegun.
Namun tiba tiba seseorang dari mereka berlari berkata bahwa ada razia polisi, panik orang itu menari narik berandal pemegang senapan.
Kejadianya begitu cepat, tiba tiba saja ibu sudah terduduk lemas, darah mengalir dari perutnya, aku berteriak dan menangis.
Karena panik orang itu tidak sengaja menarik pelatuk senapan itu sehingga mengenai ibu.
Saat itu aku tak bisa mengeluarkan air mata, aku terlalu panik dan berduka, aku masih terlalu muda untuk mengerti apa itu kematian.
Para berandal lainnya berlari pergi kecuali berandal yang telah tanpa sengaja menembak ibu, hingga polisi datang ia hanya pasrah saja ditangkap.
Ternyata berandal itu adalah kakak angkat dari Taki, Taki adalah anggota klan Matsu yang
tersesat di Indonesia saat orang tuanya berkunjung ke Indonesia dan tidak sengaja meninggalkannya di bandara, dan berandal itu yang mengasuhnya.
Sementara kakak angkatnya dipenjarakan, sebagai penebusan rasa bersalah kakaknya akhirnya Taki mengabdi kepada Ayah, dan Ayah merawatnya.
Setelah itu agar aku kuat dan tak ada yang bisa menyakiti ku seperti yang menimpa ibu akhirnya ayah memutuskan untuk membawa ku kembali ke Jepang untuk di latih di Padepokan Sora No Yume.
Namun semenjak saat itu aku menyalahkan diriku sendiri atas kepergian Ibu, seandainya aku tak mengajak Ibu ke kota... Seandainya aku bisa melindungi Ibu waktu itu...
Yasmine menggenggam tangan Matsuyama,
"Jadi karena itu Matsuyama tidak datang ke markas rahasia, dan tiba tiba menghilang?" Batin Yasmine.
"Semenjak saat itu aku berpikir untuk tak ingin berusaha memiliki apapun jika kemudian harus kehilangan" ujar Matsuyama, Yasmine mengeratkan genggaman nya.
"Lebih baik pernah memiliki sesuatu dan memiliki kenangan dengannya lalu kehilangan daripada tak pernah memiliki apapun dan tak pernah memiliki kenangan apapun.. Itu akan sangat membosankan dan hidupmu akan hampa" Ujar Yasmine sambil tersenyum, Matsuyama tertegun melihat senyumnya dan mendengar apa yang dia katakan.
"Yasmine, ayo kita berkencan!" ujar Matsuyama tiba tiba.
"Heeh????"
To be Continued.
Taylor swift - Enchanted
There I was again tonight
Malam ini kulakukan lagi
Forcing laughter, faking smiles
Memaksa diri tertawa, tersenyum palsu
Same old tired, lonely place
Tempat yang masih sama, sepi dan lelah
Walls of insincerity
Dinding-dinding ketidaktulusan
Shifting eyes and vacancy
Berganti-ganti menatap mata dan tempat kosong
Vanished when I saw your face
Semua hilang saat kulihat wajahmu
All I can say is
Yang bisa kukatakan hanyalah
It was enchanting to meet you
Berjumpa denganmu sungguh menyihirku
Your eyes whispered "Have we met?"
Matamu berbisik "Apakah kita pernah bertemu?"
Across the room, your silhouette
Di seberang ruang, siluetmu
Starts to make its way to me
Mulai bergerak ke arahku
The playful conversation starts
Perbincangan yang menyenangkan pun dimulai
__ADS_1
Counter all your quick remarks
Menanggapi semua ucapanmu yang cepat
Like passing notes in secrecy
Seperti mencontek diam-diam
And it was enchanting to meet you
Dan berjumpa denganmu sungguh menyihirku
All I can say is
Yang bisa kukatakan hanyalah
I was enchanted to meet you
Berjumpa denganmu aku tersihir
CHORUS
This night is sparkling, don't you let it go
Malam ini gemerlapan, jangan kau lewatkan
I'm wonderstruck, blushing all the way home
Aku terus terpesona, terpana sepanjang jalan
I'll spend forever wondering if you knew
Aku kan terus bertanya-tanya, andai kau tahu
I was enchanted to meet you
Berjumpa denganmu aku tersihir
The lingering question kept me up
Pertanyaan yang terngiang membangunkanku
2 am, who do you love?
Jam dua pagi, siapa yang kau cinta?
I wonder 'til I'm wide awake
Aku bertanya-tanya hingga kantukku lenyap
Now I'm pacing back and forth
Kini aku bolak-balik tak menentu
Wishing you were at my door
Berandai-andai kau di depan pintu
I'd open up and you would say
Kan kubuka dan kau kan berkata
It was enchanting to meet you
Berjumpa denganmu sungguh menyihirku
All I know is
Yang kutahu hanyalah
I was enchanted to meet you
Bertemu denganmu aku tersihir
CHORUS
This is me praying that
Dan inilah aku yang sedang berdoa
This was the very first page
Bahwa ini baru halaman pertama
Not where the story line ends
Bukan akhir kisah ini
My thoughts will echo your name
Pikiranku kan gemakan namamu
Until I see you again
Hingga aku bertemu denganmu lagi
These are the words I held back
Inilah kata-kata yang kutahan
As I was leaving too soon
Karena aku pergi terlalu cepat
I was enchanted to meet you
Aku tersihir berjumpa denganmu
(2x)
Please don't be in love with someone else
Kumohon jangan kau jatuh cinta dengan orang lain
Please don't have somebody waiting on you
Kumohon jangan kau punya orang lain yang menunggumu
CHORUS
Back to (2x)
Thanks for reading!!!
See you next part😊😊
Don't forget to leave vote and comment!😇😇
__ADS_1
HARU WO MATTEIMASU