Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 20 : Sebuah Ironi


__ADS_3

Sebelum kokok ayam jantan bergema, Seven fellowship telah melangkah, tiap depa terasa seperti genderang perang telah ditabuh, bagi Okayama, Souzy ,Xinlie dan Rin hye ini adalah kali pertama buat mereka menyusup ke markas Shiro tapi karena Matsuyama telah hilang ingatan berarti pertama buat dia juga.


sedang Yasmine ia sudah pernah hampir mati di Shiro.


"Gunakan jurus pemanggilmu untuk menggali, mulai dari tanda x ini" ucap Matsuyama pada Okayama sambil menggambar tanda x di tanah.


"Maksudmu aku harus memanggil 'Kitoru'?" tanya  Okayama memastikan.


"Kalau tidak hewan itu kau mau menggali pakai sekop? Agak cepat kalau berfikir!" ujar Matsuyama dingin, Okayama hanya nyengir lalu bersiul. Akhirnya entah dari mana muncul hewan sejenis tikus raksasa menghampiri Okayama, Okayama mengelusnya. Rin langsung berjingkat kaget lantas bersembunyi dibalik punggung Yasmine.


"Hewan apa itu?!! Kenapa bisa disini??!!!" ujarnya geli.


"Kitoru! Cepat gali dibagian tanda x ini!" perintah Okayama, hewan itupun mulai menggali.


"Aku duluan. Lalu kau seterusnya gantian satu persatu!" ucap Matsuyama pada Okayama, lalu loncat masuk lubang mengikuti Kitoru.


"Yang terakhir menutup menggunakan jurus ilusi" ujar Okayama.


"Memang kenapa jika langsung tanah?" tanya Souzy polos.


"Kau mau mati kehabisan nafas?" jawab Okayama kesal. Merekapun masuk satu per satu, yang terakhir Rin hye, menggunakan jurus ilusi sehingga seakan tak pernah ada lubang disana.


Akhirnya mereka berhasil menyembul ke atas, diruang kosong sesuai rencana,


"Ini ruang kosong seperti yang ada di denah kan?" Okayama bergumam.


"Tetap waspada, tak mungkin semudah yang kita bayangkan" ujar Matsuyama memperingati.


Semua mengangguk paham.


"Sekarang giliran mu Xinlie!" Ujar Matsuyama sambil menunjuk lubang kunci pada pintu ruangan yang terkunci itu. Xin lie mengangguk, Ia segera melepaskan jepit rambut serupa lidi, tangan pula jari lentiknya dengan ahli melepas melengkak lengkuk jepit itu lalu memasukkannya ke lubang kunci, memutarnya dan


KREK!! pintu pun terbuka.


Memang Xinlie ahlinya di pusat mata mata dan intel, semuapun tersenyum kagum.


"Sekarang apa?" Tanya Souzy.


"Sekarang tugamu dan Rin lah, malah tanya"ucap Okayama.


"Ternyata ada juga kembaran gadis asing itu" ujar Matsuyama ketus. Sekarang dia lebih sering menyakiti hati Yasmine.


"Ya ya aku tau!, ayo Rin!" Ucap Souzy kesal,


Rin hye menguntit dibelakang Souzy yang perlahan mengendap endap.


"Kau atasi yang utara, aku selatan" ujar Rin, Souzy mengangguk.


Dengan sigap dan cepat mereka meloncat sembari melepar jarum beracun, JLEP JLEP ,


Beberapa menancap di leher beberapa di punggung. Dalam 5 detik mereka tumbang.


Rin memberi kode, Matsuyama dan lainnya akhirnya keluar dari ruangan itu.


"Bukankah ini aneh? Seharusnya ada lebih dari 10 orang kan? Tapi kenapa sepi" Ujar Yasmine curiga.


"Jangan - jangan..." Belum selesai ucapan Matsuyama, tiba tiba lantai yang mereka pijaki bergerak, bangunan ikut bergerak.


"Apa apaan ini?! " Keseimbangan Okayama oleng,


"Ini pasti jebakan, sudah ku duga" ujar Matsuyama, satu satunya yang tetap terlihat tenang. Sialnya, lantai itu bergerak semakin kencang Sedetik lagi Yasmine akan sempurna jatuh, namun dengan Sigap dan cepat matsuyama sudah berada di belakangnya untuk menangkap tubuh Yasmin yang akan jatuh dan membentur lantai.


" Apa kau baik-baik saja?" Ujar Matsuyama membantunya menyeimbangkan tubuh.


Namun tiba-tiba dari lantai muncul tembok yang memisahkan mereka dengan okayama, Rin , Souzy dan Xin lie.


"Tidak!!! " namun tembok itu begitu cepat terbentuk memenjarakan nya belum sempat matsuyama melangkah kini mereka berdua sudah berada di ruangan yang berbeda bersama Yasmine.


"Rin! Okayama! Souzy!! Xinlie!!?? Apa kalian mendengarku?!! Hoi!!" Teriak Matsuyama sembari memukul mukul dinding.


"Sial! Sekarang aku terjebak bersama gadis payah itu!!" Umpatnya frustasi.


Yasmine hanya menatapnya sendu, hampir menangis.


Tiba-tiba dari balik kegelapan,  terdengar suara tepukan tangan. seseorang orang itu pelan-pelan muncul dari balik kegelapan itu.


" bagus! bagus! usaha yang bagus anak muda Kau kira bisa dengan mudah masuk dalam kandang singa? saat keluar maka tubuhmu tak akan lagi utuh!" ujar orang asing itu , Matsuyama tersenyum masam nampaknya ia kenal dengan suara itu.


"akhirnya kau muncul juga lama tak jumpa" ucap matsuyama melihat sesosok yang akan jadi lawannya sebentar lagi.


***


"Matsuyama!!!! Xinlie?!!! Souzy!!! Siapapun jawab aku!!!" Teriak Okayama melakukan hal yang sama, bedanya pemuda ini lebih berisik dan tak bisa mendinginkan kepala.


"Percuma! Mereka tak akan dengar!" Ujar Rin hye sambil melipat tangan kedada, mereka terkurung bersama seperti Yasmine dan Matsuyama.


"Ini semua karena kau!!" Teriak Okayama berisik selalu bisa menyalahkan orang lain.


"Aku?" Rin hye mengerutkan kening.


"Ya! Jika saja kau teliti dan tidak asal memberi kode aman pasti ini tak akan terjadi!" Ujar Okayama kesal.


"Kau ini memang hanya bisa menyalahkan saja ya?!!!" Ujar Rin hye marah.


"Apa kalian sudah selesai bertengkar? Atau aku harus siapkan kacang dan Sake dulu?" Ujar seseorang tiba tiba datang entah dari mana.


"Kau!!!!!!!" Okayama menatap orang itu nanar.


"Sungguh menyenangkan kita bisa bertemu disini, adik kesayangan ibu" ujar orang itu.


"Aku selalu menunggu saat dimana kita akan bertemu lagi seperti ini" ujar Okayama menarik pedangnya.


"Jadi kita bisa melanjutkan pertarungan kita yang tertunda.." okayama berkata dengan berat surai surai merah yang sehelai dua helai Menutup Mata tersibak oleh angin kemarahan.


"Ini tak akan baik Bukankah mereka sedarah? Apa yang membuat mereka saling membenci?" menatap sendu Pemuda berambut merah menyebalkan yang tengah berdiri didepannya, pemuda yang diam-diam membuatnya merasa aneh.


Pemuda menyebalkan yang ia kira manja dan berlimpah harta anak sombong, tapi ternyata ia salah, Pemuda itu hanyalah seorang anak yang kehilangan arah.


pemuda itu yang mampu mencuri hatinya.


" bersiaplah okayama !!!" pemuda itu mulai berlari mendekati okayama dengan pedangnya.


"bersiaplah koriyama!!! rasakan kemarahan seorang adik!!" okayama pun berlari dengan pedangnya mendekati koriyama. Ting !!


pedang mereka berbenturan


"Aku bahkan sudah lupa bahwa aku pernah memiliki adik. siapapun kau sekarang yang keluar dari sini hanya yang masih memiliki nyawa saja !!" ucap koriyama Ketus, okayama hanya menatapnya tajam sembari pedang mereka masih saling beradu .


"okayama !!Awas!!" teriak Rin khawatir sembari mulai berlari mendekat.


"stop !! berhenti di situ saja Rin! semua ini bukan urusanmu, aku bisa mengatasinya sendiri" cegah okayama,


"kau bilang bukan urusanku? ini menjadi urusanku sekarang! karena kita adalah.. tim!" protes Rin kesal.


"aku hanya tak ingin menyeret mu ke dalam masalah pribadi Ku" Ucap okayama sembari terus menangkis pedang yang ditujukan padanya.


"tak apa sekarang ini bukan masalah pribadi lagi kini itu menjadi masalah yang harus kita hadapi bersama" Rin akhirnya berdiri di samping okayama sembari menepuk pundaknya.


" Bersiaplah untuk mati adik kecil!!" ujar koriyama sambil bersiap dengan jurus andalannya.


" Ayo Rin kita hadapi dia bersama " ucap okayama akhirnya sambil menatap Rin, Rin tersenyum.


"ayo okayama" ucap Rin mengangguk.


okayama dan rin bersiap menghadapi segala tantangan.


***


"Oh tidak!! Matsuyama!!! Apa kau mendengarku?!!!" Souzy begitu gusar.


"Tenanglah Souzy- san... Nampaknya kita telah termakan jebakan musuh" Xinlie mencoba bersikap tenang.


"Ini salahku" ujar Souzy,


"Ini bukan salahmu, Shiro memang bukan main kuatnya" ujar Xinlie sambil menepuk pundak Souzy.


"Semua akan baik baik saja" ujar Xinlie, Souzy tersenyum.


"Adegan dramatis yang manis, jangan lupa Buatlah puisi untuk kematian kalian !" ucap seorang misterius tiba-tiba datang dari kegelapan.


"kau ?!!!... " Souzy membelalak. " " Kau adalah Clan matsu!  bukankah kau Hamamatsu Paman dari Matsuyama? tapi kenapa kau bergabung dengan Shiro??" ujar Xinlie memastikan.


" itu sama sekali bukan urusanmu ! dan ya Aku cukup terkesan kau bisa tahu sejauh itu. mencolok sekali kau adalah ahli Intel kan ?" Hamamatsu mulai menarik pedangnya.


Xinlie agak gugup menepuk pundak Souzy,


"kita hadapi dia bersama".


" Sebenarnya aku masih kesal lawan ku hanya tikus-tikus kecil, aku harap bisa menguji kekuatan keponakan ku tersayang itu , tapi apa boleh? buat kita usai kan saja dengan cepat !!" ujar Hamamatsu angkuh.


"heh Sombong sekali Kakek ini" ucap Souzy mengeluarkan kunai racunnya ,


pedang Hamamatsu beradu dengan Kitana Xinlie. meski sudah berumur paruh baya ini sangat Gesit, berkali-kali ia dapat menghindar dari kunai kunai yang Souzy lemparkan. Hamamatsu mengeluarkan jurus andalan clan-nya api, api yang berkobar keluar dari mulutnya. untung Souzy menangkis nya dengan kekuatan tanahnya, tapi kekuatan Hamamatsu sangatlah besar. perisai tanah yang ia buat retak, dengan sikap mereka menghindar melangkah cepat kebelakang.


"ucapkan kata terakhir kalian! akan ku Sudahi ini secepatnya hahaha  !!!" Hamamatsu bersiap untuk jurus berikutnya.


***

__ADS_1


kanazawa dan utusan dari Yukine membuka kelopak matanya perlahan, keadaannya masih sama bahkan lebih parah. kipas angin besar terseok-seok di atas kepalanya, lampu yang redup terkadang padam lalu hidup lagi, tiada siapapun disana Hanya mereka berdua.


" ke mana orang itu?! apa mereka sedang ada urusan atau jangan-jangan matsuyama senpai dan yang lainnya Tengah berusaha menyelamatkan kami?" Kanazawa menunduk frustasi, nafasnya berat, matanya telah sempurna basah .


"Kapankah ini akan berakhir ? Oh tidak Aku hanya bisa menjadi beban saja. Maaf ya Ayase San aku tak bisa melindungimu" Ujarnya lagi.


" tak apa kanazawa San bukan salahmu juga " ujar pemuda dari Yukine.


"aku harus keluar dari sini dan menolong mereka bagaimana caranya lepas dari ikatan ini" kanazawa meronta-ronta sekuat tenaga, ia berusaha kabur tapi ikatan di sekujur tubuhnya sangatlah erat.


kanazawa berdesir nadinya ia berhenti bergerak terpaku oleh suara hentakan Kaki yang menuju ke ruangannya.


"apa mereka kembali lagi ?,Oh tidak jangan lagi !".


perlahan gagang pintu mulai berputar, pintu itu membuka sedikit demi sedikit.


detakan jantung kanazawa semakin kencang, akhirnya pintu itu sempurna terbuka. kanazawa membelalak mengetahui seorang yang masuk adalah ..


"kau...?!!" kanazawa lidahnya kelu tak bisa berkata.


" Apakah kau baik-baik saja kanazawa san?" Ucap seseorang itu.


***


Matsuyama menghunuskan pedang nya, ia nampak dingin dan tenang seperti biasa. Entah apa yang dipikirkannya, sepertinya rencana-rencana tak terduga Tengah ia pikirkan.



" kau masih dingin seperti biasa ya adik sepupu ku!" ucap seseorang itu.


"setelah kau putuskan untuk melangkah ke kegelapan Ku kira kau sudah melupakanku matsutaka Keita" ujar Matsuyama tersenyum masam.


"Mari Kita buktikan siapa yang terkuat di clan kita !! mengingat kau hanyalah darah kotor !!" hinaan Keita mampu membuat hati matsuyama terbakar, sebisa mungkin ia akan tetap tenang.


Matsuyama benci clan-nya ia benci api tapi inilah kenyataan yang harus dilalui nya, tak peduli ia mau atau tidak.


" Mari kita usaikan basa-basi ini secepatnya!!!" ujar matsuyama.


" dan kau diam saja di belakangku atau hanya mengacaukan saja!!" ujar Matsuyama kali ini pada Yasmine. Yasmine hanya menunduk sedih.


Keita mulai duluan dengan pedangnya,


Ting !! Matsuyama berhasil menangkis pedang itu dengan samurainya. mereka adalah lawan yang imbang sangat cepat hingga bahkan Yasmin tak bisa melihat gerakan mereka.


Keita berniat menebas leher matsuyama namun secepat kilat matsuyama dapat menghindar. matsuyama Mengayunkan pedangnya cepat, Keita juga cepat menghindar ,Tapi kelihatannya matsuyama berhasil menebas sedikit rambutnya. Beberapa helai melayang di udara.


" Kelihatannya lama tak jumpa kecepatan mu mulai berkurang kakak!" ucap matsuyama memperingatkan.


Keita bertambah berang.


" jurus badai api!!!!!" teriaknya dan seketika muncul api yang berkobar dari tangannya api yang sangat panas dan sangat besar.


" Matsuyama awas!!!!" teriak Yasmine khawatir, dengan Sigap Ia pun membangun dinding es yang melindungi Matsuyama. mengetahui jutsunya gagal Keita bertambah murka, ia tatap Yasmine tajam, ia langsung menyerang Yasmine namun sekuat tenaga matsuyama menghalangi serangan Keita.


pertarungan semakin tidak sehat sekarang matsuyama harus melindungi dirinya sendiri dan Gadis itu. Matsuyama akhirnya lengah Keita dapat meruntuhkan pertahanan Matsuyama. pedangnya secepat kilat menuju matsuyama.


" Matsuyama Awas!!!!" teriak Yasmine namun ketakutan itu terjadi, mimpi buruk itu terjadi lagi.


JLEPP!!


mata Matsuyama membelalakan mata Yasmine pula demikian, air mata mengalir.


"Yasmine...." Matsuyama bergumam berat. Darah segar mengalir Yasmine jatuh ke pelukannya.


***


"ucapkan kata terakhir kalian!! akan ku Sudahi ini secepatnya!! haha! " Hamamatsu bersiap untuk jurus berikutnya.


Souzy dan Xinlie nampak telah letih.


paruhbaya ini begitu kuat, harus ada cara buat keluar dari ruangan ini dengan begitu secara bersama-sama Hamamatsu dapat dilumpuhkan. tapi bagaimana caranya?.


Hamamatsu mengumpulkan kekuatannya sekumpulan api berkobar membentuk bola siap ia lemparkan.


" apa kita akan menyerah sekarang? tidak. tapi ini begitu pelik" batin Souzy frustasi. Xinlie menepuk pundak Souzy.


"bila ini adalah akhir setidaknya aku ada disini untuk menemanimu" ujar Xinlie menenangkan Souzy tapi nyatanya Ia juga sangat gelisah.


" Rasakan in... " Hamamatsu berhenti karena tiba-tiba lantai yang ia pijaki bergerak bahkan tembok yang mengurung mereka juga bergerak dan runtuh, hingga akhirnya mereka dapat melihat satu sama lain lagi.


" Rin !!,Okayama!! Apa kalian baik-baik saja??" teriak Xinlie dan Souzy berlari bergabung bersama mereka berdua.


"kami baik-baik saja, kalian?" tanya okayama yang memegangi bahunya yang sedikit tergores. Untunglah okayama belum sempat bertarung habis-habisan dengan kakaknya sendiri.


"apa yang sebenarnya terjadi? di mana ketua dan Gadis itu?" Tanya okayama risau. Souzy dan Xinlie hanya geleng-geleng tanda sama Tak taunya, meski begitu kini mereka Unggul dalam jumlah 2 lawan 4 adalah perbandingan yang tidak sehat buat koriyama dan Hamamatsu kini mereka terdesak. Situasi kini berbanding terbalik Siapakah Dewi Fortuna yang menolong mereka?.


" sekarang Apa rencana kalian? sepertinya situasi tidak lagi berpihak pada kalian!" ucap okayama.


"Hah Siapa yang berani menggagalkan rencana Ku !!!!" Teriak koriyama geram. Hamamatsu hanya bisa mengepalkan Tangannya, mukanya merah padam.


"Aku!! " jawab seseorang muncul tiba-tiba entah darimana, diikuti kanazawa dan utusan Yukine yang langsung menghambur mendekati okayama.


"kanazawa kau tak apa? dan siapa pemuda? itu Bukankah dia adalah.." okayama tertegun.


" aku tak apa, pemuda itu yang menyelamatkan kita dia adalah.." kanazawa berujar,


sebenarnya pemuda itu sudah Tak asing lagi.


"kau!!!! Taki Matsu!!! dasar tengik !!! prajurit!!! prajurit!!!" meskipun koriyama berteriak keras.


"Tak kan ada satupun prajurit yang datang meski kau berteriak sampai pita suaramu putus sekalipun takkan ada yang datang mereka sudah ku Habisi!" ucap pemuda itu percaya diri, Hamamatsu sudah tahu bahwa Taki Matsu adalah seorang jenius seperti matsuyama ia harus mundur sekarang,


Koriyama sangat geram, Hamamatsu menahan pundaknya, lalu berbisik.


" kita harus menyusun strategi baru" katanya sembari tersenyum licik. Koriyana mengangguk lalu ia lemparkan bom asap


BOOM!!! dan gelap.


"uhuk-uhuk!!  ke mana mereka? Ayo kejar!! " Okayama kesal, Rin menahan lengannya.


"tidak usah, lebih baik kita cari ketua saja".


"siapa kau ?? mengapa menolong kami?" Tanya Souzy pada pemuda itu.


"aku adalah kaki tangan shimonoseki matsu -sama" Jawab pemuda itu.


" apa hubunganmu dengan kami?" Tanya Souzy penasaran.


" dia adalah teman akrab matsuyama senpai dulu dia adalah pengikut Setia Ayah matsuyama" Jawab kanazawa menggantikan pemuda itu menjawab sembari masih memegangi lengannya yang sakit.


"Terima kasih banyak kau sangat hebat" Puji Souzy,


"Iya sama-sama ayo kita cari tahu di mana matsuyama" ujar Taki.


" dia benar, Ayo!!" ucap Kanazawa terburu-buru.


***


Keita mencabut pedangnya dengan kasar, pedang itu telah kotor oleh darah.


Yasmine langsung ambruk setelah menghalangi pedang itu dengan tubuhnya, Matsuyama menangkap tubuh Yasmine. "Dasar bodoh!!! Kenapa kau melindungiku?? Padahal aku selalu berkata kasar padamu! kau pikir Aku ini lemah? aku bisa menjaga diriku sendiri!!" Matsuyama berdesir darahnya, jantungnya berdetak keras, remuk redam melihat Yasmine mengeluarkan banyak darah dari perutnya.


Di pangkuan Matsuyama Yasmine tak berdaya, ia sentuh pipi matsuyama dengan tangannya


" aku sudah membalas hutang nyawa ku padamu.. aku akan selalu melindungimu.. lagi pula Apa yang bisa dilakukan oleh orang asing Seperti ku? Rama atau siapapun namamu sekarang.. aku akan selalu mencintaimu dan aku akan selalu menantimu seperti aku menanti musim semi" ujar Yasmine kemudian menutup matanya tak sadarkan diri.


" Yasmine bertahanlah!!! Tetaplah di sisiku!! Ayo Buka matamu!! Yasmine!!!" teriak matsuyama panik, sembari terus berusaha membangunkan Yasmine yang tak sadarkan diri di pangkuannya.


anehnya tiba-tiba Kepalanya pusing dan berdenyut, Entah mengapa seperti rangkaian klise gambaran-gambaran dari ingatan yang hilang memenuhi otaknya. Matsuyama memegangi kepalanya yang berdenyut.


" Ada apa ini??!!! Akhhh!!!".


Ibuku selalu berkata padaku untuk bisa menjaga diri


Entah mengapa sebaliknya aku selalu membahayakan diri untuk orang lain


karena yang aku ingat hanyalah nasihat ibu yang berbunyi Apabila ada pisau untuk menyakiti


selalu ada pula pisau untuk menyembuhkan


dan aku akan selalu melindungi lenteraku agar tidak padam lagi lagi pula hidup ini penuh dengan Ironi


hingga saatnya nanti musim semi akan Mekar


Keita tersenyum bangga, karena dari earphone di telinganya telah ada kabar dari ayahnya untuk segera meninggalkan tempat itu dengan terpaksa Ia pun menghilang tiba-tiba, meski begitu Matsuyama tak menggubris kepergian Keita Ia masih berusaha membuat Yasmine sadar tapi nihil, Yasmine hanya membisu tubuhnya semakin dingin bila tidak segera ia bisa pergi selamanya.


Matsuyama menatap Yasmine sendu air matanya hampir menetes, dielusnya Puncak kepala Yasmine kemudian mengecup bibir nya sekilas.


"dasar gadis pikun !!!" gumamnya dengan suara sendu.


kekuatan Taki memang sangat ampuh, semua orang percaya jika ingatan diambil oleh Taki Maka Tak Ada Yang Bisa mengembalikannya, karena memang tak ada yang tahu kelemahan dari kekuatan itu


Dan mungkin tak akan ada yang bisa memecahkan mantranya, semua orang tak ada yang mau mengorbankan nyawa demi orang yang ia cintai.


Iya, penangkal dari kekuatan itu adalah pengorbanan dari orang yang ia lupakan.


Matsuyama memeluk Yasmine sambil menahan air mata.

__ADS_1



" aku sudah berjanji untuk tak akan melupakanmu.. Maafkan aku jika selalu menyakitimu.. aku berjanji Setelah semua ini aku akan datang padamu. namun Maukah kau menunggu lebih lama lagi? aku mohon bertahanlah! jangan tinggalkan aku gadis pikun! Maafkan Aku!  aku memang payah!!!" Ujar Matsuyama pilu.


To be Continued.


Soundtrack : Yui ~YOU


\=\=\= Kamu \=\=\=


ずっと待っていたの


言えなかったけど


足りない日々をそっと 埋めるように 笑ってた


Zutto matteita no


Ienakatta kedo


Tarinai hibi wo sotto uzumeru you ni waratteta


─ Aku selalu menunggumu


─ Meskipun aku tak bisa mengatakannya


─ Aku mengisi hari-hari dengan senyuman


触れるだけで 壊れた


指先から 離れて 消えた


Fureru dake de kowareta


Yubisaki kara hanarete, kieta


─ Hanya dengan sentuhan ujung jari semuanya menghilang


さよなら あなたを忘れられるほど


素敵な夢をみたいの


こんなに 綺麗な灯かりともしたら


うつむいてられないでしょ?


Sayonara anata wo wasurerareru hodo


Suteki na yume wo mitai no


Konna ni kirei na akari tomoshitara


Utsu muiterarenai desho?


─ Selamat tinggal, cukup aku bisa melupakanmu


─ Aku hanya ingin melihat mimpi indah


─ Jika aku menyalakan lampu yang indah ini


─ Kau tak akan menundukkan kepalamu, kan?


Gambar


もっと知りたいこと いくつもあるの


無くしたわけじゃない


元の場所へ 戻るだけ


Motto shiritai koto ikutsu mo aru no


Nakushita wake janai


Moto no basho he modoru dake


─ Aku ingin tahu lebih banyak hal


─ Itulah kenapa aku tak menghilang


─ Aku baru saja kembali ke tempat semula


違う人を 愛した


わかるような 気がして 泣いた


Chigau hito wo ai shita


Wakaru you na ki ga shi te naita


─ Aku mencintai orang lain


─ Aku tahu hal ini dan aku menangis


さよなら あなたを忘れられるほど


素敵な夢などないわ


どんなに 綺麗な灯かりともしても


鏡の前に立ち止まる


自信なんてないの


Sayonara anata wo wasurerareru hodo


Suteki na yume nado nai wa


Donna ni kirei na akari tomoshitara


Kagami no mae ni tachidomaru


Jishin nante nai no


─ Selamat tinggal, cukup aku bisa melupakanmu


─ Ini tak seperti mimpi indah


─ Tak peduli betapa indah cahaya yang aku nyalakan,


─ Aku akan berdiri di depan cermin


─ Aku tak memiliki keyakinan


きっと誰も同じはず・・・


あなたの横顔 想い出していたの


いつまでも あなたを忘れられないまま


夢の続きを探した


怖いものなんて なくならないんだ


あたしにもわかってきたわ


うつむいてられないでしょ?


Kitto dare mo onaji hazu


Anata no yokogao omoi dashiteita no


Itsumade mo anata o wasurerarenai mama


Yume no tsudzuki wo sagashita


Kowai mono nante naku naranain da


Atashi ni mo wakattekita wa


Utsu muiterarenai desho?


─ Semua orang pasti merasakan hal yang sama


─ Aku tiba-tiba teringat wajahmu


─ Meskipun selamanya tak bisa melupakanmu


─ Aku mencari kelanjutan mimpi ini


─ Hal-hal menakutkan tak akan hilang


─ Aku pahami itu


─ Kau tak akan menundukkan kepalamu, kan?


__ADS_1


Haru Wo Matteimasu


By: Khansasweet7


__ADS_2