
Salju putih bulan Desember menyelimuti Yume, hingga sejauh mata memandang hanya putih saja. Biasanya Yasmine akan merasa sedih jika salju turun, namun sekarang selama ada Matsuyama musim apapun itu Ia akan tetap ceria.
Terlihat dengan riang ia bermain main ditengah hamparan salju, senyumannya yang manis dan tawanya yang renyah tak bisa tidak membuat Matsuyama tertarik.
Dari kejauhan Matsuyama menatap gadis itu sambil geleng kepala, tingkah konyol ceria gadis itu membuatnya ingin tertawa.
"Teruslah tersenyum.. Gadis pikun, aku akan melindungimu dari jauh" gumam Matsuyama sambil tersenyum.
"Hmmm... Romansa anak muda" celetuk Souzy tiba-tiba, Matsuyama menatapnya tajam.
"Sudah kubilang, kalau kau menguping lagi akan ku congkel kan telingamu!!" Ujar Matsuyama kesal.
"Hoho.. Tenang kawan, aku hanya membantumu agar tidak bicara sendiri" ujar Souzy membela diri. Matsuyama menatapnya tajam,
"Baiklah aku akan diam" ujar souzy nenyerah.
" bisa bisa aku akan jadi ikan panggang kalau dia sampai marah" batin Souzy.
"Aku penasaran, apa hubungan Yasmine dengan Yuukine, siapa ayahnya? Kenapa dia harusbke jepang?" Ujar Matsuyama sambil masih melihat Yasmine dari kejauhan.
"Kalau penasaran kenapa tidak cari tau saja? Ada dua orang yang kita kenal dan ahli akan informasi kan?" Ujar Souzy menanggapi.
"Kau benar, Xin lie atau Jae hyun pasti tau tentang Yuukine" ujar Matsuyama membenarkan.
"Kebetulan Yoo - san juga ada di padepokan" ujar Souzy.
"Tidak aku tidak akan bertanya pada orang itu! Lagipula untuk apa dia ada disini!" Ujar Matsuyama nampak tak senang.
"Hmmm... Saingan cinta ya? Hehehe" ejek Souzy, Matsuyama langsung menjitak kepalanya keras.
"Aduh!!! Ishhh sakit!!" Erang Souzy, sedangkan Matsuyama tanpa rasa bersalah menatapnya tajam.
"Lain kali Aku harus menjaga mulutku" ujar Souzy sambil mengelus kepalanya yang berdenyut kemudian kabur entah kemana.
Matsuyama mengerutkan kening saat dilihatnya Yasmine tiba-tiba terlihat panik sembari mondar mandir seakan kehilangan sesuatu. Matsuyama akhirnya melangkah mendekatinya.
"Apa yang kau cari?" Tanya Matsuyama,
"Matsuyama!!! Gawat!! Aku menghilangkannya!! Aku memang bodoh!! Bagaimana ini??" Ujar Yasmine panik.
"Baru sadar?" Ejek Matsuyama.
" ihhh Matsuyama!! Aku serius! Duh... Bagaimana ini? Apa yang harus ku lakukan? Itu tak boleh hilang aku..." Ujar Yasmine tampak sangat gusar.
"Sttt!! Tenanglah.. Apa yang hilang? Katakan padaku!" Ujar Matsuyama sembari menepuk pundak Yasmine.
" kalungku... Kalung pemberian ibu.. Hiks.. Aku menghilangkannya.. Satu satunya yang ibu berikan sebelum meninggal.." Ujar Yasmine sambil menangis.
"Ssttt... Tenanglah kita pasti menemukannya, jangan menangis! Pasti ada disekitar sini" ujar Matsuyama mulai mencari. Matanya yang jeli mencari ke seluruh tempat dimana Yasmine main tadi, sembari tangannya menyibak tumpukan es tanpa peduli dengan dingin.
Setelah beberapa lama mencari, Matsuyama kemudian melihat benda berkilau, segera ia mengambilnya.
"Apakah yang ini?" Ujar Matsuyama, Yasmine berlari mendekat.
"Kalungku... Kau menemukannya!! Hore!! Terima kasih!!! Kaulah penyelamatku!" Ujar Yasmine girang langsung memeluk Matsuyama erat.
" iya iya.. Sekarang lepaskan aku sebelum kehabisan nafas" ujar Matsuyama, Yasmine buru buru melepas pelukan mautnya.
"He he, maaf" ujar Yasmine sambil nyengir.
***
Matsuyama melangkah masuk ruang yang penuh dengan berkas dan buku buku, ruangan Intel memang sangat membosankan.
" permisi! " ujar Matsuyama,
Ruangan itu terlihat sepi, mungkin karena tengah ditinggal menjalankan misi, tapi karena Xinlie menjadi amggota tim nya otomatis dia tidak ikut anggota intel lain dan tetap tinggal sampai ada misi berasama Seven Fellowship.
"Ahhh... Ketua? Ohaiyou gozaimasu!!" Ujar Xin lie menghampiri.
"Oh Ohaiyo!" Ujar Matsuyama singkat.
"Ada perlu apa ketua? Apa ada sesuatu yang ingin ketua cari tau? Katakan saja! Aku akan membantu" ujar Xin lie antusias, selain Jae hyun Matsuyama adalah orang yang ia kagumi, karena parasnya yang tampan juga karena kecerdasannya.
Matsuyama mengangguk.
"Aku ingin tau semua tentang Yuukine, negeri salju" ujar Matsuyama.
"Ohh.. Yuukine? Wakkata ( aku mengerti)" ujar Xin lie kemudian mencari berkas dan buku tentang Yuukine kemudian menjelaskannya pada Matsuyama.
Tentang negeri itu yang memiliki seorang pangeran dan seorang putri kemudian sang pangeran memberontak karena ingin mrnguasai tahta, lalu hilangnya sang putri bersama kedua anaknya, dan rencana licik sang pangeran yang berhasil merebut tahta.
Misi mereka adalah menggagalkan rencana Pangeran Shira untuk mendapatkan kekuatan kegelapan sebelum gerhana bulan darah yang terjadi seratus tahun sekali dan akan terjadi sebentar lagi , jika sampai Shira mendapatkan kekuatan itu maka seluruh Jepang akan musnah.
Matsuyama terkejut dengan lambang Yuukine yang ada di buku usang pemberian Xinlie.
" lambang ini... Sepertinya mirip dengan kalung Yasmine" batinnya.
"Ada apa ketua?" Tanya Xin lie yang melihat Matsuyama tertegun. Matsuyama menggeleng.
" tidak apa apa, terima kasih infonya" ujar Matsuyama.
" sama - sama ketua, kalau butuh info apapun tinggal panggil aku saja" ujar Xinlie sambil tersenyum. Matsuyama mengangguk.
" baiklah aku harus pergi, ada urusan yang harus kuselesaikan" pamit Matsuyama.
" oke! Sampai jumpa!".
***
Matsuyama bergegas melangkah mencari Yasmine untuk memberitahu tentang informasi yang ia dapat dan tentang simbol yuukine yang mirip dengan kalung Yasmine.
Namun langkahnya terhenti didepan ruang medis, ia hendak meminta rekam medis Yasmine pada Souzy terlebih dahulu gadis pikun itu pastilah lupa kapan ia harus kembali memeriksakan kesehatannya pada Souzy.
Saat ia hendak membuka pintu terdengar perbincangan antara Souzy dan Yasmine dia pun mengurungkan niatnya untuk masuk dan lebih memilih untuk mencuri dengar pembicaraan mereka.
"Anastasya - San! Rambutmu hampir seluruhnya memutih, kau ingat kata kata ku kan? Jika kau menggunakan kekuatanmu lagi maka rambutmu akan memutih dan jantungmu akan membeku! Kekuatanmu yang tak stabil itu sangat berbahaya untuk tubuhmu yang lemah!" Ujar Souzy memperingatkan.
"Iya aku tahu, setelah ini aku tak akan menggunakan kekuatanku, ini sudah mencapai batasnya, jika sekali lagi aku gunakan kekuatanku maka aku akan benar benar mati..." ujar Yasmine sendu.
"apa tak ada penawarnya jika aku membeku?" Tanya Yasmine.
" sudah ku bilang! Buku yang aku baca halaman terakhirnya hilang, jadi aku tak tau apa penawarnya jadi mungkin tak ada, karena pengarangnya sudah tiada" ujar Souzy sambil meracik obat.
Matsuyama tertegun dengan apa yang ia dengar, ia membisu.
__ADS_1
Rahasia sepenting ini disembunyikan darinya.
Yasmine akan tiada?
Betapa bodohnya ia jika selalu menempatkan dia disisinya yang selalu hanya ada bahaya.
Matsuyama melihat buku yang ada ditangannya, buku tentang Yuukine. Kemudian ia membakar buku itu dengan kekuatan apinya.
***
Yasmine telah mengumpulkan beberapa tanaman obat dengan benar, memang sulit mencari tanaman obat dimusim dingin. Ia tak sabar ingin memamerkannya pada Matsuyama.
Ia mencari Matsuyama ke seluruh penjuru padepokan namun hasilnya nihil, kemana sih si mata biru?.
"Matsuyama!! Matsuyama kamu dimana?!!" Teriak Yasmine mencari pemuda itu.
Ia pun girang setelah dilihatnya punggung pemuda yang ia cari, segera iapun menghampiri pemuda itu.
"Matsuyama kamu kemana sa ..." Tak selesai ucapannya, tanaman obat yang ia bawa terjatuh begitu saja.
Melihat orang yang ia cintai tengah memeluk seorang gadis, hatinya sungguh terluka.
"Baiklah sampai jumpa! Hati hati dijalan!" Ujar pemuda itu lembut, hal yang jarang dilakukan pada Yasmine.
"Apa maksudnya semua ini?!!" Bentak Yasmine, Matsuyama berbalik dengan tatapan dingin yang sama seperti saat ia kehilangan ingatan tentang Yasmine.
"Aku tak jadi membatalkan pertunanganku dengan Hanabi" ujar Matsuyama datar.
" apa?!! Tapi kau bilang... Aku pikir.. Kita... Hiks...." Yasmine tak bisa berkata kata lagi, salju mulai turun.
" mungkin memang benar, klan Matsu atas seharusnya bersanding dengan sesamanya, dan kau hanyalah gadis lemah! Jadi lebih baik jika kau melupakan perasaanmu padaku dan kembali ke Indonesia, carilah pria baik yang menerimamu apa adanya, Tapi tenang saja aku tetap akan menepati janjiku, aku akan mencari ayahmu" Ujar Matsuyama dingin.
" kau pasti bercanda... Hiks... Tidak mungkin! Kenapa tiba tiba? Aku pikir kita sudah mulai saling mencintai.." Ujar Yasmine di sela tangisnya.
"Kau salah paham! Selama ini aku hanya... Menganggapmu sebagai teman masa kecil" ujar Matsuyama cukup melukai hati.
"Lupakan aku! Kau akan baik baik saja tanpaku!" Lanjut Matsuyama dingin.
"Aku harap aku bisa... Tapi aku tidak bisa... " batin Yasmine, air matanya terus mengalir. Matsuyama menatapnya sendu.
Yasmine melepaskan syal pemberian Matsuyama lalu mengenakannya pada leher Matsuyama.
"Aku sudah berjanji untuk tidak melepaskan syal ini kecuali aku mati, namun bagiku hatiku sudah mati sekarang" Ujar Yasmine pilu.
"Maaf karena aku adalah gadis lemah... Andai saja aku hanyalah Anna dan kau hanyalah Rama.. Hiks.." Yasmine berusaha untuk berhenti menangis,
Matsuyama mengepalkan tangannya mencoba menekan perasaannya, hingga mata birunya berubah merah.
Matsuyama hanya diam saat gadis itu mengembalikan syal yang ia berikan, setelah gadis itu selesai mengenakan syal merah itu ke lehernya, ia bergegas melangkah pergi meninggalkan gadis itu sendirian dibawah hujan salju.
Setelah jauh melangkah, Matsuyama terdiam, ia tatap cakrawala sendu.
"Maafkan aku Yasmine, aku harus melukai hatimu sekali lagi" gumamnya sembari menghela nafas berat.
Segera Matsuyama mengganti bajunya, dengan tergesa ia melangkah, namun sejenak ia terhenti menatap Yasmine dari kejauhan, dengan Iris merah darah yang sendu dan senyuman getir akhirnya pemuda itu melangkah pergi.
"Gomen (maaf) sayonara...(selamat tinggal)".
***
Rindu? Yasmine sangat merindukannya.
Ia rindu saat pemuda itu tersenyum,
Ia rindu saat pemuda itu memanggilnya gadis pikun,
Ia rindu saat pemuda itu memarahinya,
Biarpun sekejam apapun perkataan pemuda itu, Yasmine tetap mencintainya.
Dibawah pohon sakura yang tertutup salju, Yasmine duduk termenung dengan air mata yang terus mengalir.
"Kamu ada dimana? Sekarang apa yang kau rasakan?... Matsuyama... Rama... Aku merindukanmu... Aku akan tetap disini menunggumu " gumam Yasmine sendu.
"Apakah dengan mudahnya kau melupakan semua kenangan itu? Apakah rasa itu sudah pudar secepat itu?" Ujar Yasmine sembari menatap cakrawala yang memuntahkan bulir salju.
Salju turun kian lebat, ia tak menghiraukan betapa dingin menusuk sampai ke tulang, jika terus berada disana maka akan berdampak buruk.
"Dasar Matsuyama payah, dia bersama yang lain pergi ke Yuukine sedang aku dan Anastasya san ditinggal disini! Dan lihat ditengah hujan salju yang lebat gadis itu malah duduk disana! Tak kan ada bedanya kalau begini caranya tanpa Matsuyama dia juga akan mati kena hypothermia" ujar Souzy kesal, sudah lelah membujuk gadis itu untuk masuk.
Pandangan Yasmine mulai kabur, tiba-tiba semua menjadi buram dan... Gelap.
Brukkk.
Boku ga inakute mo kimi wa heiki da yo
Saat kau tiba-tiba mengatakan
Fui ni tsugerareta ano hi kara ima demo
“Kau akan baik-baik saja tanpa aku”
Kimi no kuchiguse mo, kimi no waraikata mo
Atau ucapan kesukaanmu, atau saat kau tertawa
Watashi kara nani mo kiete ikanai no
Itu tidak akan menghilang dari (pikiran) ku begitu saja
Sou, nani wo shite mo, sou omoidasu no
Begitu, jadi apapun yang aku lakukan aku (akan tetap) mengingat semuanya
Ah, kono mama ja shikata ga nai yo ne
Ah, aku tidak bisa terus seperti ini
Nee kimi wa doko de? Nee nani wo omou no?
Hei, kau dimana? Apa yang sedang kau rasakan?
Watashi wa ima demo kono basho de
__ADS_1
Bahkan sekarang aku masih di tempat ini
Itsuka egao de aeru sono toki made
Suatu hari aku akan menatapmu dengan senyuman
Zutto kimi no yasashisa wasurenai
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu
Kono omoi ga todoku you ni shinjite
Mempercayai bahwa cintaku akan meraihmu
I'm wishing negau yo
Aku berharap, (benar-benar) berharap
Kimi ga inai asa ni atarashii hibi ni
Pagi di hari baru saat aku sudah tidak bersamamu
Sukoshi zutsu narete iku hi ga kuru no kana
Aku ingin tahu apakah perlahan aku akan terbiasa
Soshite kidsuitara otagai koi wo shite
Dan aku selalu menyadari bahwa kita akan sama-sama
Hoka no dareka wosuki ni naru no kana
Jatuh cinta dengan orang lain
Sou onaji michi wo, sou aruite kita
Begitu, kita berjalan di jalan yang sama
Ah itsu kara ka futatsu ni wakarete
Ah, aku bertanya-tanya jika jalan itu terbagi dua
Nee kimi wa subete? Nee wasurete shimau no?
Hey, akankah kamu lupa? Melupakan segalanya?
Watashi wa ima demo ano basho de
Bahkan sekarang aku masih di tempat ini
Itsuka egao de aeru sono toki made
Suatu hari aku akan menatapmu dengan senyuman
Zutto kimi no yasashisa wasurenai
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu
kono omoi ga todoku you ni shinjite
Mempercayai bahwa cintaku akan meraihmu
I'm wishing negau yo
Aku berharap, (benar-benar) berharap
Sono egao sono hitomi ga ima demo
Senyumanmu, dan matamu yang bersinar
Azayaka ni kagayaki wo mashite yuku
Semakin dan semakin cemerlang
I know it konna ni todokisou nano ni
Aku tahu (walaupun) begitu dekat untuk mencapaimu
Omou hodo ni toozakaru no
(Namun) Semakin kuat perasaanku, kau (malah) semakin menjauh
Ano hi kimi ni deatte koishita koto
Aku tahu itu cinta saat aku bertemu denganmu
Te wo tsunaide futari de sugoshita koto
Saat kita adalah dua orang yang saling bergenggaman tangan
Kono kiseki wo mou ichido dake shinjite
Aku hanya akan mempercayai keajaiban ini satu kali lagi
I'm wishing kitto
Aku benar-benar percaya
Itsuka egao de aeru sono toki made
Suatu hari aku akan menatapmu dengan senyuman
Zutto kimi no yasashisa wasurenai
Aku tidak akan pernah melupakan kebaikanmu
Kono omoi ga todoku you ni shinjite
Mempercayai bahwa cintaku akan meraihmu
I'm wishing negau yo
Aku berharap, (benar-benar) berharap
~Kana Nishino - Wishing
To be continued
__ADS_1
Haru Wo Matteimasu