Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 9 : Senja Vanilla yang menyesakkan


__ADS_3

The stars lean down to kiss you


Bintang-bintang membungkuk tuk menciummu


And I lie awake and miss you


Dan aku terbaring dan merindukanmu


Pour me a heavy dose of atmosphere


Sirami aku dengan udara yang kencang.


~*~*~*


Sudah hampir dua pekan sejak kepergian Yasmine, dan orang orang di padepokan seperti sudah melupakannya, tak terkecuali Rin dan Xin lie yang awalnya sangat kehilangan, sekarang sudah tertawa tawa seperti tak terjadi apapun.


Seperti merayakan kepergian Yasmine, semua mengadakan pesta atau festival, yeah meski itu hanyalah pesta kembalinya Matsuyama ,bahkan Souzy yang diundang juga entah bagaimana tiba tiba diresmikan sebagai murid baru Sora No Yume.


Ada banyak hidangan dan kemeriahan, tapi tanpa mereka sadari ada salah seorang yang nampak tak menikmati festival itu.


pemuda bermata baru itu hanyalah diam melamun, seakan kehilangan sesuatu.



"nampaknya ada yang tidak nyaman disini, pasti tetua Hamada tak akan senang" celetuk seorang sensei menghampiri


"ouh...Takashi sensei, Daijobou (aku baik baik saja) aku senang dengan perayaannya hanya saja...aku..tidak suka keramaian" jawab Matsuyama asal.


"Ohhh...benarkah? atau...aku sedang merindukan seseorang?" sambar Takamatsu lagi.


"Ie...Ie...(tidak...tidak) oh iya sensei nikmati saja pestanya aku akan ke kamar kecil dulu" kilah Matsuyama buru buru pergi.


'Cause I'll doze off safe and soundly


Karna aku kan tidur dengan nyaman dan nyenyak


But I'll miss your arms around me


Namun aku kan merindukan lenganmu memelukku


I'd send a postcard to you, dear


Kan kukirim kartu pos kepadamu, sayang


'Cause I wish you were here


Karna kuharap kau di sini


Matsuyama mencoba untuk beristirahat lalu tidur di kamarnya, namun nihil dia tak bisa meski sekedar memejamkan mata, ada sesuatu yang selalu menghantuinya.


"Arghhhhhh!!!!!!! ada apa denganku?!!!"teriaknya geram.


memang hari masih belum petang, mungkin karena itu ia tak bisa tidur.


Iapun memutuskan untuk pergi makan ,di kantin padepokan.


Setelah memilih acak makanannya, ia segera duduk di tempat biasa.


Setelah ia menyumpitkan ramen di mulutnya, tiba tiba sekelebat kenangan muncul..


"mau apa kau? jangan coba cob.."


kata Matsuyama.


"duduk, apa lagi?" jawab Yasmine santai.


"kau tak tau adat disini?"


"aku tau kau akan melarangku, lagipula ini bukan kursi mu!! dan lagi hanya kau yang ku kenal disini...jadi...aku mohon..." pinta Yasmine sambil memasang wajah imut.


"aish....baiklah"


"Arghhhhh!!!! hentikan!! pergi!!!"bentak Matsuyama sambil menggebrak meja, semua murid yang makan disana melihatnya takut, lalu kabur.


Matsuyama jadi agak merasa bersalah, maksudnya mengusir ingatan gila yang menghantuinya namun malah tanpa sadar ia sudah mengusir semua murid yang ingin makan di sana juga.


"apa aku sudah gila?" gumam Matsuyama sambil menepuk jidatnya.


I'll watch the night turn light-blue


kusaksikan malam berganti siang


But it's not the same without you


Namun tidaklah sama jika tanpamu


Because it takes two to whisper quietly


Karna perlu dua orang untuk bisa saling berbisik


Hari berganti malam ,petang berganti fajar, namun Senja Vanilla yang terasa indah itu tak lagi sama, tak seperti biasanya senja vanila kesukaan Matsuyama kini terasa hambar seperti beberapa tahun lalu lagi.


"senja vanila itu entah mengapa rasanya cukup membuatku sesak...."Gumam Matsuyama sambil menatap cakrawala senja.


"latihan hari ini cukup. duduklah!" ujar Matsuyama sambil menepuk rerumputan disamping ia duduk.


"heem. waahhh lihat matahari terbenam itu indah sekali! Senja Vanilla!" ujar Yasmine girang karena kagum.


"Vanila? Kau memang suka menamai sesuatu seenak jidat ya?" Ujar Matsuyama sambil geleng kepala heran, Yasmine hanya tertawa mendengar tanggapan Matsuyama.


"jika kau rindu seseorang, seharusnya kau kirimi saja dia surat!" celetuk seseorang yang tiba tiba datang.


"jangan asal bicara! lagipula siapa yang memanggilmu kemari Syzou?" jawab Matsuyama dingin.


"namaku itu Souzy! Nosyiro Souzy! apa harus ku ejakan agar kau bisa membacanya dengan benar?!"ujar Souzy kesal.


"aku tidak peduli". jawab Matsuyama datar.


"jadi siapa yang membuat 'senja vanila-mu' terasa sesak?" goda Souzy.


"dasar suka nguping!jika kau lakukan lagi akan ku congkel telinga mu!!" kata Matsuyama sambil menatap tajam.


"huhh iya iya Gomen (maaf)" ujar Souzy yang masih ingin telinganya utuh.


"masalahnya aku tak tau sekarang dia dimana" ujar Matsuyama dalam hati.


The silence isn't so bad


Keheningan tidaklah begitu buruk


'Til I look at my hands and feel sad


Hingga kulihat tanganku dan kurasakan kesedihan


'Cause the spaces between my fingers


Karna di antara jemariku


Are right where yours fit perfectly


Adalah tempat yang paling tepat untuk jemarimu



I'll find repose in new ways


Kan kutemukan ketenangan dalam bentuk baru


Though I haven't slept in two days


Meski aku belum terlelap selama dua hari


'Cause cold nostalgia


Karna nostalgia dingin


Chills me to the bone


Mendinginkanku hingga ke tulang


But drenched in vanilla twilight


Namun tersimbah dalam lembayung keemasan


I'll sit on the front porch all night


Aku kan duduk di beranda depan sepanjang malam


Waist-deep in thought because


Terus menerus merenung karena


When I think of you I don't feel so alone


Saat aku memikirkanmu aku tak merasa sendiri


I don't feel so alone, I don't feel so alone

__ADS_1


Aku tak merasa sendiri, aku tak merasa sendiri


As many times as I blink


Tiap kali ku kedipkan mata


I'll think of you tonight


Aku kan memikirkanmu malam ini


I'll think of you tonight


Aku kan memikirkanmu malam ini


"kau tak mau ke dalam menikmati pesta?" kata Souzy sambil beranjak.


"Ie. aku tak suka keramaian" ujar Matsuyama dingin.


"baiklah kalau begitu aku duluan ya" ajak Souzy.


"siapa juga yang menyuruhmu kesini" ujar Matsuyama datar.


"Hiiiihhhh dasar berhati es" ujar Souzy sambil melangkah pergi.


sementara Matsuyama masih duduk dibawah pohon sakura, kala senja.


"apa aku merindukanmu?"Tanyanya pada diri sendiri.


"setiap aku menutup mata aku melihat wajahmu".


Matsuyama menatap cakrawala senja vanila kesukaan nya yang kini mulai beringsut memudar.


"huhhhh....aku mau tau sudah berapa hari aku tak bisa tidur?".


When violet eyes get brighter


Saat mata jingga menjadi lebih terang


And heavy wings grow lighter


Dan sayap yang berat menjadi ringan


I'll taste the sky and feel alive again


Kan kurasakan langit dan aku merasa hidup lagi


And I'll forget the world that I knew


Dan aku kan melupakan dunia yang kutahu


But I swear I won't forget you


Namun kuberjanji takkan melupakanmu


Oh, if my voice could reach


Oh, jika suaraku bisa sampai


Back through the past


Melewati masa lalu


I'd whisper in your ear


Aku kan berbisik di telingamu


Oh darling, I wish you were here


Oh kasih, kuharap engkau di sini


Owl City - Vannilla Twillight


Musim berlalu cepat bagai mimpi, dedaunan berubah warna bak pelangi semula hijau lalu kuning lalu merah lalu coklat dan akhirnya jatuh tertiup angin.


Sudah 3 musim gugur berlalu semenjak kepergian Yasmine, Matsuyama yakin kini dia sudah hidup tentram di desa Rinai dan bahkan mungkin Yasmine sudah melupakannya seperti waktu lalu, dia kan pikun.


Apa yang benar dan apa yang salah tergantung dari sudut pandang individual, itulah yang Matsuyama katakan pada dirinya sendiri, namun entah mengapa terkadang ia seringkali merasa apa yang di rasa benar tetapi salah pada kenyataannya.


Matsuyama duduk di kursi sambil membaca beberapa buku, namun seseorang datang mengusiknya.


"tak terasa ya sudah 3 tahun Yasmine chan pergi, aneh rasanya, dulu kau yang membelanya mati matian tak kusangka kau membiarkannya pergi begitu saja" ujar Okayama.


"dunia sudah berubah dan aku berubah pikiran" jawab Matsuyama datar.


"mengapa?" Tanya Okayama penasaran.


"aku tidak membencinya, aku hanya tidak suka " elak Okayama. "apakah itu menjadi hal baik? kepergian Yasmine? atau hal buruk?" tambah Okayama.


"huhhhh....wakkaranai". Jawab Matsuyama sambil melangkah pergi ke tempat berlatih.


Matsuyama kembali mengayunkan pedangnya, dengan jurus jurus yang sudah diluar kepala ia kuasai,


'cara melupakan sesuatu adalah dengan membuat dirimu sibuk' itulah yang ada dipikiran Matsuyama sekarang, tiap hari ia berlatih, seakan tubuhnya terbuat dari baja.


"masih menghibur diri?" celetuk seseorang yang datang entah dari mana.


"aku tidak menghibur diri! lagipula untuk apa menghibur diri?" jawab Matsuyama datar seraya berbalik menghadap orang itu.


"kau bisa berbohong pada semua orang termasuk dirimu sendiri tapi tidak padaku, aku merawatmu dari kecil, aku mengenalmu lebih dari siapapun" ujarnya lagi dengan senyuman yang menghiasi wajah tuanya.


"hai' Hamada Sensei....". kata Matsuyama menyerah.


"bagaimana bila kau mengikuti misi lagi seperti dulu?" Kata Hamada menawarkan.


"boleh boleh, kapan sensei? misi apa?" Matsuyama mulai antusias.


"kau harus bekerjasama dalam sebuah tim ,kau sanggup?" kata Hamada sambil mengelus jenggot putihnya.


"hai' " jawab Matsuyama yakin.


"kau akan jadi ketuanya, ada 5 orang anggota yang akan ikut misi, mereka akan segera datang" ujar Hamada.


"Konnichiwa!!! " sapa seorang pemuda berambut merah yang baru datang.


"Rokudo Okayama ,lalu..." ujar Hamada mengabsen. Lalu datang lagi beberapa orang menyusul.


"Konnichiwa! Aku Aikana Xin lie mohon kerja samanya!".


"Aku Yoo Rin Hye, Yoroshiku".


"Konnichiwa aku Nosyiro Souzy, Yoroshiku".


"hai aku Rui Kanazawa".


"kenapa ada dia ?" Tanya Okayama tak suka.


"kenapa memangnya?!! Kau tak suka?!!" Jawab Kanazawa kesal.


"dan satu lagi belum datang..." ujar Hamada tak menghiraukan pertengkaran mereka.


"kata sensei hanya 5 kan?" Tanya Matsuyama.


"memang, tapi Kanazawa memaksa ikut ,jadi totalnya 6" kata Hamada sambil tersenyum.


"siapa dia sensei? dari padepokan lain?" Tanya Matsuyama penasaran.


"iya, tapi mungkin kau akan terkejut" jawab Hamada agak risau.


"maksud sens...."tak selesai omongan Matsuyama, seseorang datang membuat semua orang terpana.


angin berhembus lembut mengikuti langkah kakinya, gadis berambut coklat berparas menawan dengan pedang di tangannya, gadis itu tak asing tapi penampilanya yang sekarang berubah menjadi orang asing.


mata biru Matsuyama membulat tak berkedip, begitu terkejut, seakan ini hanya mimpi.




Am I out of my head?


Apa Aku tak waras?


Am I out of my mind?


Apa Aku hilang akal?


If you only knew the bad things I like


Bila kau hanya tahu keburukan yang aku sukai


Don't think that I can explain it


Jangan pikir aku bisa menjelaskannya


What can I say, it's complicated


Yang bisa aku katakan, itu rumit

__ADS_1


"Yasmine?" Ujar Matsuyama tak percaya.


...


"anggota berikutnya... Anastasya Yasmine" tambah Hamada meyakinkan.


"memangnya kekuatan apa yang bisa dia lakukan? nanti malah merepotkan lagi" ujar Okayama tak setuju.


"nak Yasmine tolong tunjukkan kekuatanmu pada mereka" ujar Hamada meminta.


"baik Guru" ujar Yasmine mengangguk paham.


Yasmine lalu bersiap memulai jurusnya, Sratttt!!! ayunan pedangnya begitu cantik


lalu ia pun memecahkan semua kendi yang tergantung di sana dengan kekuatan es nya, semua mata terpana.


"itu...bukannya jurus es yang langka? jadi elemen kekuatan Yasmine adalah es?" gumam Xin lie.


"tapi...sensei ini..." Matsuyama tak bisa mengelak lagi.


"ini adalah keputusan mutlak dariku, dan kau Matsuyama, kau sudah berjanji kalau kau akan sanggup melanjutkan misi ini apapun dan siapapun anggota tim mu" kata Hamada tegas.


"ayo semuanya ikut aku, aku akan menerangkan beberapa hal" tambah Hamada sambil melangkah pergi, sementara semua orang yang masih tak percaya dan terpana mau tak mau mengikuti langkah Hamada sambil terus menatap bisu Yasmine.


No matter what you say


Tak peduli apa yang kau katakan


Don't matter what you do


Tak peduli apa yang kau lakukan


I only wanna do bad things to you


Aku hanya ingin berbuat buruk padamu


So good, that you can't explain it


Oh bagus, kalau kau tak bisa menjelaskannya


What can I say, it's complicated


Yang bisa aku katakan, itu rumit


Nothing's that bad


Tak ada yang buruk


If it feels good


Jika terasa baik


So you come back


Kau pun kembali


Like I knew you would


Seperti yang aku tahu kau akan (kembali)


Then you said


Lalu kau bilang


I want you forever


Aku inginkanmu selamanya


Even when we're not together


Bahkan saat kita tak bersama


Scars on my body so I can take you wherever


Goresan di tubuhku sehingga aku bisa membawamu kemana pun


I can't explain it


Aku tak bisa jelaskan


I love the pain


Aku suka rasa sakit


And I love the way your breath


Dan aku suka hebusan napasmu


Melts me of novacaine


Melelehkanku sampai tak bisa merasakan apapun


And we are


Dan kita


Always high


Selalu bergairah


Keep it strange


Tetaplah asing


Okay, yeah, I'm insane


Oke, ya, aku gila


But you the same


Tapi kau juga


Yasmine juga akan melangkah pergi mengikuti yang lainnya, namun Matsuyama mencegahnya dengan menarik lengan Yasmine.


"apa apaan semua ini?! apa kau sudah gila? Kau pikir ini lelucon?" Ujar Matsuyama sambil menatap tajam Yasmine.


"kau tidak melihat ada yang tertawa, jadi ini bukanlah lelucon."ujar Yasmine datar.


"bukannya pergi kembali ke Indonesia kau malah belajar jurus ninja dan datang kemari lagi! apa kau sudah gila?" Ujar Matsuyama tak habis pikir.


"ya aku gila, dan kau sama gila nya denganku".Jawab Yasmine dingin.


"Yasmine...kau pikir dunia ninja itu indah? disini kau hanya akan menikmati rasa sakit...dan..".


"aku menyukai rasa sakit" sela Yasmine .


"dan lagi dengan kekuatan es ku aku akan memadamkan api dalam hatimu dan kekuatan api mu dapat melelehkan hatiku yang beku..." Ujar Yasmine lagi.


"kau bodoh. es dan api...apabila keduanya bertemu mereka akan binasa" jawab Matsuyama dingin.


"kenapa memangnya? apakah ini menjadi hal buruk untukmu? yahhh...kau bilang kau membenciku kan? bukankah baik bila suatu saat aku terluka lalu mati? hal baik bagi orang yang membenci seseorang". Ujar Yasmine lalu melangkah pergi.


Matsuyama menatapnya sendu, ia membisu tak percaya Yasmine mengatakan semua itu, entah mengapa rasanya sesak sekali.


"berhenti...hentikan semua ini sebelum terlambat" ujar Matsuyama mencoba membujuk sekali lagi.


"sudah terlambat." Ujar Yasmine datar seraya melangkah lagi meninggalkan Matsuyama yang membisu.


"Anna...aku janji aku akan selalu melindungimu!" ujar Rama sambil tersenyum manis.


"Rama...ada saatnya dimana kau tak bisa melindungiku lagi, meskipun kau ingin tapi kau tak bisa...." Ujar Yasmine sambil menunduk sedih.


"Anna....apa yang barusan kau katakan? Kenapa kau berkata seperti itu?" Rama sangat terkejut dengan perkataan Yasmine, namun Yasmine hanya diam sambil melangkah pergi meninggalkan Rama di tengah hujan.


"Anna!! apa maksudmu?! Anna!!!!"


Matsuyama jadi teringat perkataan Yasmine 10 tahun yang lalu, jadi seperti ini maksud dari perkataan itu?.


~*~*~*~


Yasmine terlihat berlatih pedang dengan serius, tak seperti Yasmine yang dulu...



Yasmine dulunya ceria , periang, lembut, cerewet,cengeng namun lemah dan ceroboh.


sekarang Yasmine lebih kuat, tak banyak bicara dan tak pernah tersenyum lagi.



Matsuyama mengamati Yasmine dari jauh, sembari terdiam.


Matsuyama bingung , haruskah ia senang atau sedih? dengan kembalinya Yasmine.


apakah ini akan menjadi hal yang baik atau hal buruk?.


ost.Camilla Cabello ft. Machine gun kelly ~ Bad Things

__ADS_1


To be continued....


__ADS_2