
Ada alasan mengapa aku tidak bisa melepas dirimu begitu saja...
meskipun kenangan indah itu sudah memudar...
aku akan terus mengingatnya...
bahkan bila aku kehilangan ingatan...
aku akan berusaha mengingatnya
10 tahun yang lalu...
I remember I was running,
aku ingat, aku berlari
***I was trying to catch you in the sand
aku mencoba menangkapmu diatas pasir
We were so young
kita begitu muda
All the time in the world, in our hands
semua waktu didunia, digenggaman kita
Give me one day
beri aku satu hari
Like the days when we were so much younger
seperti hari- hari saat kita masih begitu muda
Than we are now
dari kita yang sekarang
So much younger
begitu muda
And unafraid of what could happen
dan tak takut dengan apa yang akan terjadi
When I finally catch you
saat aku akhirnya menangkapmu****
Flamboyan jingga berguguran diterpa angin tenggara yang berhembus, seorang gadis kecil melangkah sendirian tanpa kawan sehabis pulang dari sekolah.
"aku heran... apa yang salah denganku sehingga tak ada yang mau pulang bersamaku?" gerutu gadis kecil itu.
"hai!! ayo pulang bersamaku!" Ujar seorang pemuda kecil bermata biru.
"kau kan anak yang menolongku waktu itu! kalau tak salah namamu adalah..." ujar gadis itu mencoba mengingat.
"Rama. Namaku Rama" ujar pemuda itu.
"oh iya Rama, hehe..." ujar gadis kecil sambil nyengir, ingatannya memang buruk.
"dan kau adalah Anastasya Yasmine " ujar Rama tersenyum.
"wahh ingatanmu bagus sekali ya, oya terimakasih sudah mau pulang bersamaku" Ujar Yasmine kecil, Rama tersenyum sembari mengangguk.
"mmm... besok kan libur... mau tidak kau bermain bersamaku?" Ujar Yasmine takut takut.
"boleh" ujar anak lelaki itu sambil menayamai langkahnya dengan Yasmine kecil.
"benarkah? kau mau?" Ujar Yasmine girang.
"asal kau bisa menangkapku!" Ujar Rama kemudian berlari sambil tertawa,
"ahhh... kau curang! hei tunggu aku!! hahaha" Yasmine kecil dengan girang akhirnya mengejar anak lelaki itu, mereka berlarian dengan riang seaakan tak takut dengan apapun yang terjadi setelah ini.
***
"Rama ayo!!! cepat kesini!!" teriak Yasmine dari atas bukit yang dipenuhi oleh pohon bunga Flamboyan jingga berguguran.
"iya iya aku datang" ujar Rama akhirnya ikut naik.
"pemandangan disini indah sekali ya, semua nya merah oranye" ujar Rama terkesan.
"heem... ini adalah tempat spesialku. disini banyak bunga flamboyan, aku suka" ujar Yasmine sambil tersenyum manis, gadis kecil itu berlarian dibawah pohon besar itu sembari memunguti kelopak flamboyan gugur kemudian menebarkannya di udara.
"sekarang kita mau main apa?" Tanya Rama sambil tersenyum.
"apa saja asal asik. Hemm... bagaimana kalau... ha! kau jaga! ayo tangkap aku kalau bisa!" Yasmine berlari diikuti yang Rama mengejarnya.
"awas sampai tertangkap! hahaha" Rama berlarian mengejar Yasmine kecil mengejarnya memutari pohon besar flamboyan, Rama pura pura terjatuh, Yasmine kecil yang khawatir panik langsung menghampiri nya.
"Ketangkap!" Dengan sigap Rama langsung berdiri menangkap Yasmine kecil kemudian bergulingan direrumputan yang dipenuhi semanggi.
"Kau curang sekali hahaha" Keluh Yasmine kalah kemudian tertawa.
***The sun was warmer
Matahari begitu hangat
All the stars in the sky shine brighter back then
semua bintang di langit bersinar lebih terang
When the world spun us around
saat dunia berputar disekitar kita
We were gonna live forever
seakan kita akan hidup selamanya***
"huh... huh... sudah ah ayo duduk" ujar Yasmine sambil terengah.
"hehehe... segitu saja Anna sudah lelah" ujar Rama ikut duduk.
"kau tau... kau adalah satu satunya orang yang mau bermain bersamaku" Ujar Yasmine girang.
"kalau begitu, mari kita selalu bermain bersama!" Ujar Rama ramah.
"asalkan ada satu syarat" tambahnya.
"apa itu?" Tanya Yasmine.
"kau tak boleh melupakan aku sampai kapanpun" ujar Rama.
__ADS_1
"baiklah aku berjanji " Jawab Yasmine yakin.
"janji ya! kalau suatu saat kau lupa padaku aku tidak akan mengingatkanmu" ujar Rama lagi.
"iya iya. oya, bagaimana bila kita berfoto?" Ujar Yasmine girang.
"berfoto?" Ujar Rama memastikan.
"iya foto, ayo!" Ujar Yasmine sambil menarik lengan Rama.
Akhirnya merekapun sampai di sebuah studio foto.
"ayo cepat pak foto kami!" teriak Yasmine pada tukang foto.
"ayo Rama tersenyum!".
"iya iya" ujar Rama kemudian tersenyum manis sambil menunjukan dua jari berbentuk v, iris safir biru nya seakan memancarkan kebahagiaan yang tak terlupakan, ada kilatan cahaya dibalik manik itu. Sementara iris emerald coklat Yasmine, setelah sekian lama beku akhirnya ada kilatan cahaya dalan manik manik itu.
Crekrek
***
Hari terlewati tanpa terasa, Rama dan Anna (Yasmine) erat berkawan seakan tak kan ada yang memisahkan. Bagi Yasmine, Rama adalah satu satunya sahabat terbaik yang ia miliki. Sedangkan Rama merasa menjadi diri sendiri saat bersamanya.
"huhh... dasar gadis payah!! siapa yang mau bermain bersamanya? apalagi jadi temannya ih.. ogah" ejek seorang pemuda bertubuh gempal pada Yasmine diiringi gelak tawa temannya yang lain. Sedangkan Yasmine hanya diam terduduk memeluk tasnya sambil menangis dibawah hujan.
"hei kalian!!! pergi sana! jika tak mau jadi temannya yasudah aku ada untuk bermain bersamanya" ujar Rama yang datang.
"eh.. itukan anak dari Jepang itu?" bisik anak gempal.
"iya, ayahnya galak lho dia juga jago bela diri, lebih baik kita tak berurusan dengannya" ujar temannya sambil bergegas pergi.
Rama akhirnya melangkah mendekati Yasmine lalu memayunginya.
"sudahlah abaikan perkataan mereka, ayo pulang! buat apa hujan hujanan begini, nanti sakit lho" bujuk Rama.
"kan ada Rama yang memayungiku. Janji ya kau akan selalu memayungiku saat hujan" ujar Yasmine pura pura tegar.
"iya iya" ujar Rama.
Ya, Rama selalu ada untuk membelanya, menjadi perisai yang selalu melindunginya saat susah.
Hingga suatu hari...
Rama tiba tiba menghilang, ia tak masuk sekolah beberapa hari.
Yasmine mencarinya kemanapun tapi tak ia temukan, ke tempat bermain, taman ataupun ladang bunga tempat ia biasa bersama. Ia ingin ke rumahnya tapi Rama tak pernah memberikan alamat rumah padanya, hingga akhirnya yang bisa Yasmine lakukan hanya menunggu.
Mekipun begitu ia tak menyerah, dari pagi hingga petang ia mencari Rama keseluruh pelosok desa, semua tempat ia kunjungi, hingga akhirmya ia tersesat dan kelelahan, dengan nafas tersenggal Yasmine kecil jatuh ke tanah.
Rinai hujan perlahan membasahi bumi lagi, Yasmine kecil mulai menangis.
Namun tiba-tiba sepasang kaki berada tepat di depannya dan sebuah tangan kecil penuh luka berada di depan wajahnya mengulurkan bantuan.
Yasmine kecil pun mendongak,
"Rama!" Teriaknya girang kemudian bangkit dan memeluk tubuh ramping anak lelaki itu.
Namun... sorot matanya kosong, safir biru tua itu seakan menjadi biru muda, ada kesedihan mendalam dibalik manik safir itu, tubuhnya penuh luka, wajahnya banyak plaster dan tatapannya dingin.
"aku harus pulang ke Jepang... mungkin kita tak bisa bertemu lagi" Ujar Rama dengan raut sedih.
"apa? kapan? benarkah? kau bercanda kan? " Ujar Yasmine tak percaya pemuda itu akan pergi secepat itu.
"besok pagi sekali" jawab Rama sendu, dingin, seolah itu bukan suara anak lelaki itu.
"mungkin selamanya... jaga dirimu Yasmine" ujar Rama untuk pertama kalinya memanggilnya 'Yasmine'.
"sebelum kau pergi...bolehkah aku tau siapa nama lengkapmu?" Ujar Yasmine menahan tangis.
"Matsuyama Rama" ujar Rama bersamaan dengan truk yang lewat disamping mereka, sehingga Yasmine tak begitu mendengarnya.
"selamat tinggal" ujar Rama lalu berlari pergi.
"tunggu!! Rama!!" belum sempat Yasmine mengejarnya namun pemuda itu sudah menghilang entah kemana, dan bahkan ia tiba-tiba sudah berada di jalan arah rumahnya padahal tadi tersesat.
***
Pagi pagi Yasmine terbangun dari tidurnya dengan nafas yang beradu, ia tak bisa tidur sehingga bangun kesiangan, ia lihat ke arlorji dan jam telah hampir lewat dari waktu yang di katakan Rama bahwa keretanya akan pergi, dengan segera kaki kecilnya berlari keluar rumah menuju stasiun, beruntung stasiun itu dekat dengan rumahnya.
Sepanjang hari ia mengutuki dirinya, bahkan untuk terakhir kalinya dia malah terlambat datang tepat waktu di Stasiun, Ia tak bisa mengucapkan salam perpisahan. Kereta sudah melaju, dibalik jendela kaca kereta Rama tersenyum palsu sambil menahan air mata dan melambaikan tangan ke Yasmine. Yasmine berlari mengejar kereta itu hingga terjatuh, namun nihil ia tak bisa meraihnya. Yasmine terduduk lemas sambil menangis.
"Rama!!!!!!!!", Teriak Yasmine kecil sambil menangis, seperti yang sudah sudah hujan turun dengan lebatnya.
Namun semua sudah berubah...
kau bukan Rama yang dulu lagi...
Andai tuhan memberikan satu hari saja untuk kembali ke masa itu...
masa dimana aku pernah menghilangkan kenangan itu...
Yasmine melangkah sambil memandangi punggung Matsuyama, Matsuyama berhenti dan berbalik.
"ayolah apa yang kau pikirkan? jalan mu seperti nenek nenek!" Tanya Matsuyama mengetahui Yasmine tertinggal dibelakang.
"ahh tidak papa aku hanya takut, kalau aku tidur... semua ini akan berakhir dan kau berubah menjadi dingin dan menyebalkan lagi" Ujar Yasmine sendu.
"kita tak tau hari esok, jadi nikmati dan syukurilah hari ini. lagipula saat aku berubah, aku tetaplah Matsuyama aku tidak berubah menjadi burung unta atau apa kan?, kau sudah berjanji untuk tidak akan menyerah kan?" Ujar Matsuyama, Yasmine mengangguk paham lalu tersenyum.
"kau benar. sebenarnya tadi aku sedang mengenang memori yang sempat hilang" ujar Yasmine sambil tersenyum.
"Kalau pas kita masih kecil kalau aku menangkapmu kemudian loncat di punggungmu dari belakang kamu pasti tak masalah, tapi kalau sekarang...mustahil" Batin Yasmine kemudian terkekeh.
"Kau kenapa tertawa sendiri? kepalamu terbentur?" Matsuyama mengerutkan dahi heran, membuat Yasmine semakin tertawa.
We could run so fast, nothing stopped us
kita bisa berlari kencang, tak ada yang menghentikan kita
A million mysteries that got us
sejuta misteri yang kita hadapi
***Searching for the reason why we're here
mencari alasan mengapa kita ada disini
Give me one day
beri aku satu hari
Like the days when we were so much younger
seperti hari hari saat kita begitu muda
Than we are now
__ADS_1
dari kita yang sekarang
So much younger
begitu muda
And unafraid of what could happen
dan tak takut dengan apa yang akan terjadi
When I finally
catch you..
saat akhirnya aku menangkapmu***..
***
"seakan kebahagian itu seperti fatamorgana, saat ku kira itu nyata kemudian bergegas menghilang "
Malam kemarin adalah malam terindah bagi Yasmine, untuk pertama kalinya ia berdansa bersama lelaki, dan bahkan bersama lelaki yang ia cintai.
Pagi harinya Jae hyun meminta maaf karena tak bisa hadir waktu itu, lalu menghubungi Matsuyama untuk menggantikannya. Memang agak kesal, namun ia tak bisa membiarkan Yasmine menanggung malu karena ke alpaannya. Yasmine berkata untuk tidak usah merasa bersalah, karena ia mengerti dan memaafkannya, dan lagipula sejujurnya malam itu menjadi lebih baik dari perkiraannya.
Setelah meminta maaf, Jae hyun tersenyum manis lalu tergesa pergi. Pemuda itu memang orang yang sibuk.
Karena hari begitu cerah, Yasmine memutuskan untuk berlatih. Ia melangkah pergi menuju tempat ia biasa berlatih.
Yasmine berlatih sendirian, ia ingin menjadi pantas bersanding dengan Matsuyama.
CRASHHH
Ia membelah patung patung jerami dengan kekuatan es nya.
Ia kerahkan semua kekuatannya, lagi dan lagi, Ia terus fokus melatih kekuatan es nya hingga tak terpikirkan berapa banyak kekuatan yang sudah ia habiskan.
Tiba tiba kunai kunai beterbangan kearahnya,
Jreb Jreb
Ia berhasil menghalau kunai itu dengan membuat perisai dari es.
"merasa hebat huh?!" Ujar seorang gadis yang muncul dari balik pepohonan.
"kau... Elize kan?" Ujar Yasmine mencoba mengingat.
"ya namaku Elizabeth himeyi, aku mantannya Matsuyama" ujarnya percaya diri, sontak Yasmine langsung terkekeh.
"hehehe.... mantan? Matsuyama? hehehe kau ini lucu sekali" ujar Yasmine tak bisa menahan tawa.
"hei kenapa kau tertawa? kau mau menghinaku ya?! rasakan ini!!" Ujar Elize sambil mencoba menebas Yasmine dengan pedang.
Ting
Yasmine menampiknya dengan pedang miliknya, Ia terus mencoba menghindari serangan Elize.
"wanita payah sepertimu tak seharusnya ada disini!" Ujar Elize sambil mengayunkan pedangnya ke leher Yasmine, Yasmine berhasil menghindarinya.
"bukan kau yang memutuskan!" Ujar Yasmine sambil memandangnya tajam.
"oya?" Elize mendorong Yasmine ke danau.
"AAAA!!!"
BLASHH
untungnya Yasmine telah membekukan sebagian danau hingga ia bisa berpijak dan tidak tenggelam.
namun... teng!!
tiba tiba kepalanya terasa berdenyut, pandangannya terasa kabur dan...
BYURR!!!
Es untuknya berpijak tiba tiba meleleh dan akhirnya ia langsung tenggelam di danau.
Pandangannya semakin menghilang, air semakin menerobos masuk paru parunya.
Ia tak mencoba berenang, selain karena ia tak memiliki daya, sebenarnya ia tak bisa berenang.
Ia masih mencengkeram erat syal merah berharga pemberian Matsuyama.
Sedangkan Elize hanya diam melihat Yasmine yang tenggelam, sambil tersenyum licik. Lalu pergi tanpa rasa bersalah.
"inikah akhir dari hidupku?" batinnya sendu, tubuhnya masih terus tenggelam ke dasar.
***
Matsuyama melangkah menyusuri lorong padepokan, bersama berkas berkas ditangannya, Ia hendak memberikan laporannya pada Hamada sensei.
Namun tiba tiba jantungnya berdebar amat kencang.
"ada apa ini? huhh... aku berfirasat sesuatu yang buruk telah terjadi, tapi apa?" batinnya gelisah.
Tok Tok Tok
"Sensei?" sapanya, Hamada mempersilahkannya masuk.
Iapun segera menggeser pintu dan masuk.
"ahhh... mungkin hanya perasaanku saja, semoga si gadis pikun baik baik saja" Gumamnya.
"ini sensei laporannya. Misi sebelumnya juga sudah beres. Kapan seven fellowship akan kembali mendapatkan misi?" Ujar Matsuyama sambil meletakkan berkasnya di meja Hamada.
"kau tidak ingin ambil cuti dulu?" Ujar Hamada, Matsuyama menggeleng.
"tidak usah. Gadis pikun itu terus bertanya tentang misi, aku tak bisa terus menghindar" ujar Matsuyama sambil mengacak rambut hitamnya.
"baiklah, misi untuk seven fellowship adalah misi rahasia, kalian akan pergi ke Negeri Salju" ujar Hamada.
"maksud sensei Yuuki gakure?" Tanya Matsuyama memastikan, Hamada mengangguk.
"tapi jangan sampai identitas kalian terbongkar, terutama Anastasya san, banyak yang mengincar kekuatan es nya" Ujar Hamada sambil beranjak berdiri.
"pasti. aku akan selalu melindunginya meskipun kadang aku harus menjauhinya" ujar Matsuyama sambil beranjak pergi.
" sampai nanti sensei!" Ujar Matsuyama sambil menggeser pintu hendak keluar.
"Hai' " Ujar Hamada.
"kira kira dimana gadis pikun itu sekarang?" batinnya sembari melangkah.
***
Di dalam danau yang dingin dan sunyi, tubuh Yasmine mulai semakin tenggelam ke dasar danau, tubuhnya lemas sekali ia tak punya tenaga untuk sekedar menggerakkan tubuhnya atau mencoba naik ke permukaan, walau ia memang tak bisa berenang. Rambut coklatnya tiba-tiba memutih di sedikit dibagian sisi tepi. Air mulai masuk ke paru-parunya.
"Matsuyama....tasukete(tolong)" Batin Yasmine kemudian menutup matanya.
BYURRRRR!!!
Seseorang menjatuhkan diri ke danau, berenang sambil mencoba meraih tangan Yasmine.
__ADS_1
To be continued.
Lagu : Breanne Duren - Catch you.