Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 7 : Dia yang bukan dia


__ADS_3

Semilir angin menerbangkan dedaunan pohon Oak,


Mentari masih saja bersembunyi dibalik awan kelabu.


Yasmine melangkah gontai meniti hutan desa Yume sendiri seperti biasanya, rasa perih dihatinya masihlah tertanam kuat.


Rintik hujan mulai berjatuhan...


"Yah....sayang sekali sekarang tidak akan ada lagi yang memayungi seperti dulu..." gumam Yasmine sendu.


Namun, tiba - tiba hujan berhenti..ah tidak bukan hujan yang berhenti namun sekarang ia teduh karena ada yang memayunginya.


Seketika Yasmine langsung menoleh, mungkinkah?


" siapa bilang tidak akan ada lagi yang memayungimu? "


* * *


Seorang pemuda dengan kaca mata melingkar di matanya , tengah asyik bersenandung sambil mengumpulkan beberapa tanaman obat.


"Sakamoto sensei pasti senang, aku menemukan banyak tanaman obat" gumamnya bangga.


Tetapi langkahnya terhenti,


"Tunggu dulu...aku mencium bau anyir!" Ujarnya kemudian bergegas menyibak nyibak semak belukar.


"Astaga....." ujarnya terkejut dengan apa yang ia lihat.


"Souzy senpai!! Souzy sen...."teriak adik seperguruannya.


"Diamlah Kotaro! Cepat cari bantuan!" Ujar Sang pemuda berkacamata yang nyatanya bernama Souzy.


"Tapi kenapa?" ujar Kotaro penasaran.


"Lihatlah sendiri!"ujar souzy kemudian menarik Kotaro untuk melihat apa yang ia temukan.


"Inikan.....hai' aku akan segera menanggil teman lainnya"ujar kotaro bergegas pergi.


* * *


Yasmine menoleh,


" siapa bilang tidak akan ada lagi yang memayungimu? "Ujar seorang pemuda berambut pirang.


"Jae hyun san?"


"Ayo kita berteduh!" Ujar Jae hyun sambil tersenyum manis, kemudian menarik lengan Yasmine, Yasmine hanya bisa terdiam bisu sambil mengikuti Jae hyun seperti boneka, kaku.


Jae hyun mengajaknya makan di sebuah kedai.


"Ini adalah kedai favoritku di Yume"ujar Jae hyun sambil mempersilakan Yasmine duduk di sebuah kursi.


Yasmine hanya mengangguk lalu duduk, namun kedai ini malah membuatnya mengingat Matsuyama.


"Hufffttt....dinginnya" celetuk Yasmine yang tengah selesai latihan bersama Matsuyama.


"Apa kau lapar?" Tanya Matsuyama yang menyarungkan kembali pedangnya.


"Hmmm" Yasmine mengangguk.


"Baiklah hari ini ayo kita makan ke kedai!" Ajak Matsuyama


"Iya iya aku mau!! Terima kasih sensei!"ujar Yasmine girang, diam diam Matsuyama tersenyum simpul.


"Hari ini dingin sekali ya" ujar Matsuyama sambil duduk di sebuah kursi kedai ramen.


"Hmm..iya! Apa sensei kedinginan?"tanya Yasmine khawatir.


"Sedikit" jawab Matsuyama datar.


Segera tanpa aba aba Yasmine langsung menyobek syal merah pemberian Matsuyama jadi dua, sontak Matsuyama kaget dan kesal.


" ap..apa yang kau lakukan?! Setidaknya kalau kau benci syal ini kembalikan saja! Jangan kau rusak Begitu" erang Matsuyama frustasi. Namun Yasmine malah tersenyum, lalu memakaikan potongan syal satunya pada leher Matsuyama.


" justru karena aku sangat menyukai syal ini, aku tak ingin merasa keberatan memakainya jadi aku memberikan setengahnya padamu dan lagi syal ini terlalu panjang jadi aku agak repot mengenakannya" ujar Yasmine panjang lebar sambil masih tersenyum.


Maysuyama hanya bisa terdiam.


"Gadis aneh" celetuk Matsuyama, Yasmine tertawa mendengar gumaman Matsuyama.


"Yasmine?!...hoi! Yasmine!??" Panggil Jae hyun sambil melambaikan tangannya didepan wajah Yasmine.


"Ohh Jae hyun san i..iya ada apa?" Akhirnya Yasmine tersadar dari lamunannya. Jae hyun tau apa yang sedang Yasmine pikirkan, lalu iapun menggenggam tangan Yasmine, Yasmine hanya bisa terdiam bisu sambil menatap pemuda itu.


"Terkadang....sesuatu yang hilang tidak benar benar hilang...namun akan selalu ada disini"ujar jae hyun sambil menunjuk dadanya.


"Jadi tersenyumlah...agar lubang dihatimu tidak semakin dalam".


Yasmine mencoba tersenyum lalu mengangguk.


Jae hyun mencoba untuk membuat Yasmine tersenyum kembali, mencoba menggantikan tempat Matsuyama, meskipun ia tau bahwa itu tidak mungkin.


Namun, hari ini akhirnya gadis itu bisa tersenyum .


Mereka berdua pergi ke festival, menikmati pernak pernik yang ada


"Yasmine..ayo kita naik itu!" Ajak Jae hyun sambil menarik lengan Yasmine.


"Ayo!"


Luka itu masih sangat perih...


Rindu ini bahkan menusuk bak sembilu....


Namun, aku harus terus hidup


Aku harus tetap bernafas


Walaupun tidak bisa tapi harus


Rama.... aku ingin terus mengingatmu


Maka dari itu aku harus bertahan..


Rama....tak apa bila kau tak bisa melindungiku lagi namun...mulai dari sekarang aku akan berusaha sendiri


Aku harap saat ini kau berbahagia disana...


Tunggu aku ya....


"Yasmine ayo coba makanan ini!" Ujar Jae hyun menyadarkan Yasmine dari lamunannya


"Hmmm iya kelihatannya enak"


"Hahaha lihat kau sampai cemong begitu!"


"Jae hyun ternyata mahir berbahasa Indonesia"


"Tentu saja"


"Tapi aku tidak pandai bahasa jepang"ujar Yasmine sedih.


"Mau ku ajari?" Jae hyun menawarkan.


"Benarkah? Tentu saja aku mau! Arigatou!" Ujar Yasmine girang.



* * *


"Sensei!! Sensei!!" Panggil Souzy buru buru


"Ada apa Nosyiro Souzy? Kenapa teriak teriak?"ujar Sakamoto cemas.


"Lihatlah guru apa yang aku temukan"ujar Souzy sambil membopong seseorang.


"Diakan......cepat bawa ke ruang medis!" Suruh Sakamoto


"Hai' Sensei. Hei Kiro ayo bantu aku!"

__ADS_1


"Baik"


Souzy membaringkan seseorang yang terluka parah itu lalu memeriksa denyut nadi nya.


Ia terkejut lalu bergeleng


"Sayang sekali..."


"Bagaimana keadaannya nak?"


Tanya Sakamoto.


Souzy hanya diam menatap orang yang terluka parah itu dan tidak menjawab pertanyaan gurunya.


* * *


"Hari ini asyik sekali ya"ujar Jae hyun, Yasmine mengangguk.


"Besok mari kita ke kedai yang lain!"ujarnya lagi, Yasmine mengangguk lagi.


"Karena sekarang aku di tugaskan di Sora no Yume jadi aku banyak waktu dengan mu" ujarnya lagi, dan seterusnya Yasmine hanya diam dan mengangguk.


"Nah sudah sampai dipadepokan! Mau ku antar sampai depan kamar mu?" Ujar Jae hyun menawarkan, Yasmine menggeleng.


"Tidak usah aku bisa sendiri...lagipula hari ini aku sudah cukup merepotkan, Jae hyun san lebih baik beristirahat"


"Baiklah...hari juga sudah petang, kau juga ya beristirahatlah" ujar Jae hyun sambil menepuk pundak Yasmine, Yasmine mengangguk.


Jae hyun akhirnya melangkah pergi...


Yasmine termenung menatap cakrawala senja


" entah mengapa dadaku rasanya sesak"


Akankah musim semi yang direnggut paksa dariku itu akan kembali?


Ataukah akan segera berubah menjadi badai salju?


Siluet jingga mentari mulai beringsut memudar bersama munculnya bintang.


Senja kala itu entah mengapa membuat hati Yasmine sesak.


Hari hari berlalu , musim berganti dengan cepat...


Meski begitu tetap saja salju masih turun sesekali, semua orang di Yume juga heran apakah sebabnya. Namun tidak sedikit orang yang menuding bahwa semua itu kutukan karena datangnya orang asing di Yume, siapa lagi kalau bukan Yasmine.


Namun Yasmine tiada pernah menggubrisnya, ia masa bodoh akan hal itu, ditambah ada Jae Hyun yang slalu melindungi. Yah meskipun luka itu takkan pernah sembuh, dan tak akan ada yang bisa menggantikan sang Lentera.


"Hamada sensei! Semua itu tidak benar kan? Tidak mungkin Yasmine chan yang lembut itu yang menyebabkan musim dingin ini!" Ujar seorang gadis yang baru baru ini menjadi murid baru sekaligus sahabat dekat Yasmine.


"Tenanglah nak Xinlie" ujar Hamada lembut.


"Tapi sensei aku dan Xinlie tidak terima kalau Yasmine selalu di ejek seperti itu oleh murid lain! Untungnya ada Oppa yang slalu ada untuk nya" sahut seorang gadis berambut pirang adik Jae hyun, Rin Hye.


"Tapi sensei...sensei tak pernah membantah atau mengiyakan perihal bahwa bukan Yasmine yang menyebabkan musim dingin ini, jadi apa yang sensei sembunyikan dari kami?" Timpal Xinlie.


Hamada hanya diam sambil menatap dunia luar lewat jendela kamar. Menyimpan semua tabir itu sendiri, bersama janjinya.


"Jika sensei tidak ingin membicarakannya berarti kita tak boleh membahasnya! Dasar wanita!" Sahut Okayama yang masuk tiba tiba di ruangan itu.


"Huh sejak pertama bertemu denganmu aku selalu kesal ! Dasar lelaki menyebalkan!" Ujar Rin Hye kesal pada Okayama.


"Kenapa memangnya? Kau tidak terima?!"Sahut Okayama tak mau kalah, yap kedua muda ini bila bertemu selalu bertengkar.


"Sudah sudah senpai! , Rin -chan! Kenapa malah kalian yang bertengkar?" Lerai Xin lie.


"Yasudah sensei kami pamit undur diri, ayo Xinlie" akhirnya Rin hye memilih mengalah lalu melangkah pergi.


"Hai' " xinlie menguntit dibelakang Rin hye.


***


Sweater pink dengan blush biru muda menempel indah di tubuh Yasmine, tak lupa syal merah berharganya ikut mempercantik rupanya.


Hari bersalju ini Yasmine berjanji pada Jae hyun untuk menemuinya untuk makan malam di kedai dekat perbatasan desa.


"Hay!!!! Konbanwa! Yasmine chan kau sudah siap?"Ujar Jae hyun menghampiri, Yasmine hanya mengangguk sambil tersenyum palsu.


Mereka berjalan beriringan dalam diam menyusuri jalan setapak , kunang kunang menghiasi pepohonan nan rindang dan gelap.


"Kau takut?" Tanya Jae hyun berusaha mencairkan suasana.


"Tidak" jawab Yasmine singkat.


"Lihatlah kunang kunang itu! Indah ya? Tapi sayang umur mereka cuma sehari, mereka menerangi kita dan memberi kita keindahan namun menghilang di hari berikutnya, digantikan oleh kunang kunang baru"ujar Jae hyun seakan mengumpamakan sesuatu.


Yasmine terhenti langkahnya, terdiam bisu.


Ya kau benar Jae hyun san...


Rama sama persis seperti kunang kunang itu


Menyinari hariku lalu menghilang di malam berikutnya


Ironisnya aku bahkan mengira bahwa dia orang lain


Aku juga tak pernah tau perasaannya


Aku tak pernah bisa menggapainya....


"Yasmine chan? Kau baik baik saja?" Tanya Jae hyun khawatir melihat Yasmine yang tiba tiba terdiam bisu.


"Oh euh....aku tak apa...mari kita lanjutkan perjalanannya" ujar Yasmine sambil tersenyum lalu berjalan mendahului Jae hyun.


Jae hyun menatap sendu gadis yang telah mencuri hatinya.


  Setelah sampai di kedai, mereka langsung memesan makanan.


Namun mereka masih saling membisu,


Tidak. Bukan ini yang Jae hyun inginkan. Tujuannya mengajak Yasmine datang kemari bukan untuk saling diam seperti ini, ia ingin bisa menghabiskan waktu bersama Yasmine, bukan diacuhkan seperti ini.


"Yasmine...tolong ceritakan tentang dirim.."


"Mari kita pulang Jae hyun san...aku sudah kenyang" potong Yasmine datar.


"Tapi...Ramenmu belum habis" jae hyun agak kecewa, sangat malah.


"Aku sudah kenyang...dan aku sudah mengantuk" dalih Yasmine.


"Wakkarimasita (aku paham) ayo!" Jae hyun mau tak mau menurut.


Dalam perjalanan pulangpum mereka tak saling bicara, Yasmine mendadak layu, tak banyak bicara dan lesu. Jae hyun tau apa sebabnya tapi dia sungguh tidak ingin ini terjadi, ia ingin Yasmine yang periang itu kembali.


SREKKKK


Jae hyun mulai menunjukkan tampang sigapnya, ada yang menguntit. Jangan jangan...


"Yasmine tetap di belakangku!" Ujar Jae hyun sambil mengeluarkan katana dari sarungnya.


"Ada apa?" Tepat setelah Yasmine berkata demikian, beberapa orang bertopeng dengan lambang tak asing menghadang.


"Shiro lagi, ck...." Jae hyun amat kesal dan gusar kali ini.


"Yasmine cepat lari!".


"Tapi..."


"Tak ada waktu buat berdalih! Aku bisa mengatasi ini, jika kamu tertangkap pasti akan repot" bujuk Jae hyun, Yasmine mengangguk lalu melangkah pergi , mulai berlari.


Selagi Jae hyun melawan orang suruhan Shiro, Yasmine mencoba terus berlari.


Namun ternyata beberapa dari mereka, tanpa Jae hyun tau berhasil lolos lalu mengejar Yasmine.


Lagi...


Ini terjadi lagi...


Sebuah akar liar membuat Yasmine terjerembab jatuh, sementara beberapa dari mereka mencoba mendekat sambil melemparkan kunai .

__ADS_1


Akankah aku akan menyusul mu Rama?


Tapi...aku mohon biarkan aku tetap mengingatmu sedikit lebih lama...


Bagaimana bila di langit kita tak bertemu?


Kunai kunai itu mulai mendekat...


Yasmine mencoba bangkit...


Dan....


Ting Ting


Kunai kunai itu berjatuhan di tanah, setelah berbenturan dengan benda logam.


Seseorang bertudung hitam berdiri di depan Yasmine


SRATTTTT


Dengan sekejap semua orang suruhan Shiro tumbang bersimpah darah.


Punggung itu....


Aku selalu mengenal punggung itu...


Punggung yang sama...


Mungkinkah?...


Apa aku bermimpi?


"Apa kau baik-baik saja?" Ujar pemuda itu dengan suara berat yang khas.


"Ka..kamu......." suara Yasmine seperti menghilang, ia kaku tak percaya.


Pemuda itu akhirnya berbalik menghadap Yasmine yang terduduk lemas.



Say something i am giving up on you


~Katakan sesuatu! Aku akan menyerah (berharap) padamu


I'll be the one if you want me to


~aku akan menjadi kekasihmu jika kau mau


Anywhere I will follow you


~ kan ku ikuti dirimu kemanapun


Say something I'm giving up on you


~katakan sesuatu! Aku akan menyerah padamu


And I feeling so small


~dan ku merasa begitu kecil


What is over my head?


~apa sih yang ada di kepalaku?


I am nothing at all


~aku bukan siapa-siapa


And I stumble and fall


~dan aku tersandung dan jatuh


I'm still learning to love


~aku masih belajar mencinta


Just starting to crawl


~baru mulai merangkak


And I swallowed my pride


~dan kutelan keangkuhanku


You're the one that I love


~kau satu satunya yang kucintai


I'm saying goodbye


~ku ucapkan selamat tinggal


Say something I'm giving up on you


~katakan sesuatu ! Aku akan menyerah padamu


I'm sorry that I couldn't get to you


~ maafkan aki tak bisa menggapaimu...


A great big World ft. Christina Aguilera - Say something


~***~


Mata Yasmine membulat, ia harap ini bukanlah mimpi. Seseorang yang sangat berarti baginya berdiri tepat di depannya.


Mata biru itu....


Rambut hitam itu....


Kulit seputih salju itu...


Aura yang khas...


"K..kkamu......" Yasmine kelu, ia tak bisa berkata lagi.


Segera tanpa kata ia bangkit, lalu merengkuhnya memeluknya erat, pemuda bermata biru.


...


"Aku selalu yakin bahwa kau akan kembali...hiks....terima kasih....sudah kembali....hiks....aku...." Yasmine masih memeluk erat pemuda itu, sedang pemuda itu hanya diam, bahkan tak membalas pelukan itu.


Sejenak hanya hening saja, sementara di kejauhan Jae hyun hanya melihat sambil tersenyum samar.


Hingga dengan kasar seakan tersadar akan sesuatu pemuda itu melepaskan pelukan Yasmine.


Sejenak Yasmine tersentak.


"Menjauhlah dariku!" Kata pemuda itu dingin.


"Rama......"


"Namaku adalah


Matsuyama! " bentaknya, Yasmine tak kuasa menahan air mata.


"Terima kasih sudah menolong.."


"Itu hanya kebetulan! Jadi jangan salah paham!" Bentak Matsuyama dingin.


Dia berubah...


Dia tidak seperti Rama yang aku kenal...


Bahkan dia juga tidak seperti Matsuyama yang selama ini memayungiku saat hujan...


Apakah ini hanya mimpi?


Atau jangan jangan dia bukan Matsuyama?

__ADS_1


Lalu siapa dia...


To be continued.....


__ADS_2