
sekilas terlihat seorang pemuda berjalan di arah yang berlawanan, Semakin mendekat , lalu melewatinya begitu saja.
Benar, dia adalah Matsuyama yang dingin, Yasmine akan lebih bersyukur apabila pemuda itu mengejeknya atau memanggilnya 'si gadis pikun' ketimbang diam atau hanya berkata 'hei kau' padanya.
" dia memang begitu sejak kecil" celetuk seseorang dari belakang, Yasmine langsung berbalik.
"kau masih mengingatku?" ujar orang itu lagi, Yasmine ragu menjawab karena ia sendiri tidak begitu ingat siapa paruh baya itu.
"maaf, apa saya pernah bertemu dengan anda?" Ujar Yasmine nampak gugup.
"ah wajar saja kalau kau lupa, sudah 10 tahunan berlalu sejak saat itu" Ujar Paruh baya itu sembari mendesah ringan.
Paruh baya itu memiliki rambut hitam yang sama dengan Matsuyama, juga hidung yang hampir sama, jangan jangan dia...
"benar aku adalah Syimonoseki matsu, ayah dari Matsuyama Rama, bukankah kau adalah Anastasya Yasmine? teman Rama dulu?" Ujar Syimonoseki.
"ahhh...sumimase paman saya sungguh lupa... maaf soalnya sudah lama sekali sejak waktu itu " Ujar Yasmine yang merasa bersalah sambil membungkuk.
"ie...ie...tidak papa" ujar Syimonoseki sambil tersenyum.
Yasmine melangkah bersama Syimonoseki, dan paruh baya itu ingin bercerita panjang tentang Matsuyama kepada kawan spesial Matsuyama dulu.
"sejak kecil Matsuyama adalah pemuda yang dingin, sampai sampai teman temannya menjulukinya 'Dry ice' ,dulu sewaktu kelas 1 SD pernah Matsuyama dan teman temannya sepakat memelihara kucing di sekolah yang mereka beri nama 'kiki' namun tiba tiba kucing itu mati tanpa sebab, semua temannya menangis sedih namun Matsuyama hanya bersikap biasa saja sehingga semua temannya menjauhinya, entah karena tidak bisa mengekspresikan perasaannya atau karena dia memang dingin aku sendiri juga tidak tau, hingga akhirnya kami memutuskan untuk pindah ke Indonesia barangkali dia bisa punya kawan disana" Syimonoseki bercerita panjang lebar.
"ahh benar juga, meskipun dulu Rama menolongku aku masih ingat betul wajah dinginnya saat masih awal pertemuanku dengannya" batin Yasmine sembari mengingat ingat wajah Matsuyama dulu sewaktu kecil.
"namun ibunya meninggal saat di Indonesia, jadi akupun sangat gusar dan ingin dia menjadi samurai hebat sehingga takkan pernah terluka... tapi dia malah menjadi sosok yang dingin sekali lagi" terang Syimonoseki dengan raut sendu.
"kau masih ingat foto ini?" Tanya Syimonoseki sambil merogoh sesuatu lalu menunjukkannya pada Yasmine.
"itukan...." Yasmine ingat betul foto itu, karena ia juga memilikinya.
"benar. ini adalah foto Rama, ini adalah pertama kalinya dia tersenyum manis saat difoto, dan itu karena adanya kau nak Yasmine" Ujar Syimonoseki sambil tersenyum.
" ahh...paman bisa saja , saya hanyalah gadis payah yang tiba tiba memiliki kekuatan es aneh, mana mungkin pantas bersanding dengan Matsuyama yang tampan dan jenius" kata Yasmine sambil tersipu.
" ahhh mungkin karena paman sangat tampan dan mungkin ibunya Matsuyama juga sangat cantik" celoteh Yasmine lagi, entah kenapa mode cerewetnya tiba tiba muncul.
"hahahaha... benarkah?. Ahh orang Indonesia nemang sangat ramah dan baik ya? aneh juga Rama yang memiliki kekuatan api tapi hatinya sedingin es, tapi sebaliknya kau berkekuatan es tapi hatimu sehangat lentera" Ujar Syimonoseki sambil menatap cakrawala.
"tidak paman, justru Matsuyama lah sang Lentera, meskipun dia sekarang berubah tapi dia sering sekali menolong saya dari bahaya" ujar Yasmine yakin.
"sebelum ibunya Rama meninggal, ia selalu ingin Rama bisa mengekspresikan perasaannya, ia ingin Rama bisa menangis ataupun tertawa".
Syimonoseki menepuk pundak Yasmine." aku yakin hanya kau yang bisa melakukannya, jadi... mulai sekarang jadilah dirimu sendiri, karena Rama bisa saja tersesat dan lupa jalan kembali kaulah orang yang akan membimbingnya pulang" Ujar Syimonoseki sambil tersenyum, kemudian melangkah pergi.
Yasmine nampak tercengang dengan kata kata Syimonoseki.
iapun bergegas berlari pergi menuju tempat sepi untuk menenangkan diri.
I've been hearing symphonies
Telah kudengarkan simfoni
Before all I heard was silence
Sebelum segala yang kudengar sunyi
A rhapsody for you and me
Kegembiraan untuk mu dan aku
And every melody is timeless
Dan setiap melodi kekal
Life was stringing me along
Hidup telah mengikutkanku
Then you came and you cut me loose
Lalu kau datang dan melepaskanku
Was solo singing on my own
Bernyanyi sendiri akan diriku
Now I can't find the key without you
Kini aku tak bisa temukan kunci tanpamu
Bersama debaran angin yang menugubah musim panas perlahan menjadi musim gugur, Yasmine duduk dibawah pohon sakura sambil menatap cakrawala,
setelah mendengar cerita tentangmu...
Aku jadi yakin kalau jalan yang ku pilih ini benar...
aku tidak ingin terus berada dibelakangmu...
suatu saat nanti aku ingin berjalan disampingmu...
mungkin hal yang tlah kulalui membuatku sedikit berubah,
namun... aku masihlah sama seperti dahulu
Yasmine yang selalu mengejar Rama
Yasmine si gadis pikun
Rama... aku ingin menjadi simfonimu
menjadi bagian dari setiap melodi dihidupmu...
maka dari itu aku tidak ingin menyerah lagi....
karena apabila aku terluka asalkan ada kau aku merasa terobati...
"apa yang ayahku katakan?" Tanya seseorang tiba tiba dari atas pohon.
"Matsuyama? ahh dia cuma bercerita panjang tentang seseorang yang sangat dingin" jawab Yasmine girang.
" oh.." ujar Matsuyama singkat sambil meloncat turun dari atas pohon hendak berlalu.
"besok adalah misi pertama kita ya?" Tanya Yasmine mencoba membuat Matsuyama terhenti.
" hmm... jangan buat repot!" ujarnya dingin.
" iya tentu saja, aku akan membuatmu mengakuiku mulai dari sekarang aku tak akan menyerah meski apapun yang kau katakan" kata Yasmine yakin sambil tersenyum manis.
" aneh. kenapa tiba tiba dia dalam mode cerewet seperti dulu" batin Matsuyama.
" heh... yakin sekali" ujar Matsuyama remeh.
" tentu saja, Rama... izinkan aku menjadi simfoni mu" celetuk Yasmine sambil tersenyum, Matsuyama agak terkejut.
Mereka saling membisu dan mata merekapun bersua cukup lama bersama hembusan angin.
" baiklah sampai bertemu besok ya !" Ujar Yasmine lalu melangkah pergi, sementara Matsuyama masih terdiam.
diam diam Matsuyama tersenyum kecil sambik menatap punggung Yasmine yang mulai menghilang.
"simfoni ya?" gumam Matsuyama.
And now your song is on repeat
Dan kini lagumu diulangi
And I'm dancin' on to your heartbeat
Dan aku menari pada detak jantungmu
And when you're gone, I feel incomplete
Dan saat kau lenyap, aku merasa tak lengkap
So if you want the truth
Lantas bila kau ingin yang sebenarnya
__ADS_1
I just wanna be part of your symphony
Aku hanya ingin menjadi bagian simfonimu
Will you hold me tight and not let go?
Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?
Symphony
Simfoni
Like a love song on the radio
Seperti lagu cinta di radio
Will you hold me tight and not let go?
Akankah kau memeluk ku erat dan tak lepaskan?
I'm sorry if it's all too much
Maafkan aku jika ini terlalu berlebihan
Every day you're here, I'm healing
Tiap hari kau disini, aku terobati
And I was runnin' out of luck
Dan saat keberuntunganku habis
I never thought I'd find this feeling
Aku tak pernah terpikir aku akan temukan perasaan ini
Mentari telah kembali dari peraduannya, fajar menyongsong dengan harapan yang baru. Hari ini adalah misi pertamanya di Sora No Yume, meski banyak gunjingan untuk dirinya namun ia masa bodoh akan hal itu.
Semua anggota 7 fellowship berkumpul untuk mendiskusikan misi pertama mereka sebagai sebuah tim.
"tumben kalian tepat waktu" ujar Matsuyama sambil menatap bergantian semua temannya.
" hai karena ini adalah misi pertama kita, mohon bantuannya ketua" ujar Xin lie.
" tidak usah terlalu formal" ujar Matsuyama agak risih.
"dia juga datang tepat waktu, tidak seperti dulu" batin Matsuyama sambil menatap Yasmine.
"jadi apa misi kita kali ini? " Tanya Okayama.
"apa ini misi yang sulit senpai?" Tanya Kanazawa menimpali.
"misi ini agak susah, ini adalah misi memata matai 'Shiro' . Xin lie mendapatkan info bahwa malam ini Shiro akan berada di perbatasan, mereka akan berada di sebuah kafe" ujar Matsuyama menerangkan.
"tapi kita akan susah masuk kesana, kecuali keluarga bangsawan atau pengisi hiburan, itukan kafe khusus" ujar Rin hye agak ragu.
" aku sudah punya rencana" ujar Matsuyama singkat.
" benarkah? apa itu?" Tanya Souzy penasaran.
"aku sudah bernegosiasi dengan seorang penyanyi di kafe itu, dan dia bersedia kita gantikan kehadirannya" jawab Matsuyama.
" wahhh... kerja bagus ketua" kata Xin lie memuji salut dengan Matsuyama yang cekatan memulai misi.
" hmm. seseorang dari kalian bertiga akan berpura pura menjadi penyanyi itu, selagi yang lainnya mengawasi gerak gerik Shiro" ujar Matsuyama sambil menatap Rin , Xin lie dan Yasmine.
" aku tidak bisa bernyanyi, dan suaraku fales" tolak Xin lie sambil menggeleng.
" aku tidak akan pantas memakai kimono dan juga tidak mau meski kau mengancamku dengan pedang" Rin juga menolak keras, tidak mau berpura pura jadi penyanyi.
" kalau begitu misi ini gagal" ujar Matsuyama dingin lalu melangkah.
" aku bersedia menyamar menjadi penyanyi itu" Ujar Yasmine mengajukan diri.
" memangnya kau bisa bernyanyi?" kata Okayama tak percaya, Yasmine mengangguk.
" iya saya bisa, percayalah minna" ujar Yasmine mencoba meyakinkan.
" bagaimana ketua?" Tanya Rin.
Matsuyama mendesah.
" baiklah, kita berangkat pukul 6 sore nanti" jawab Matsuyama datar seraya melangkah pergi.
"aku tidak sabar mendandani Yasmine chan" Xin lie girang.
" hahaha Xin lie" Rin tertawa bersama Yasmine.
~*~*~*~
Angin berhembus lembut, membuat tirai jendela kamarnya berayunan ria, Yasmine hanya tersenyum sembari menikmati sore sebelum misinya dimulai.
" ahh aku jadi agak gugup " gumam Yasmine.
namun samar samar ia melihat seseorang dari kejauhan seperti hendak berlalu melintasi kamarnya, itu adalah Matsuyama. Yasmine menatapnya lekat hendak berteriak menyapanya, namun ia urungkan saat ia melihat seseorang gadis datang berlari menghampiri Matsuyama lalu memeluknya erat.
" Matsuyama... " Yasmine menatap sendu sambil menahan tangis, ia amat terluka melihat seseorang yang ia cintai dipeluk oleh gadis lain.
***
Matsuyama melangkah menyusuri tiap depa lantai batu padepokan hendak memberi laporan pada Hamada, namun tiba tiba seseorang datang berlari kearahnya lalu memeluknya .
" apa apaan ini?!" ujarnya terkejut sekaligus kesal.
" aku merindukan mu Matsuyama, bukankah dulu kita teman akrab?" Ujar gadis itu seraya tetap memeluknya.
" Elize? . Tidak setelah kau kabur dari padepokan lalu menghilang" ujar Matsuyama dingin.
" ahhh tapi aku kan sudah kembali" ujar Elize sambil berkedip nakal.
" lebih baik kalau kau tak kembali! dan lepaskan pelukanmu atau akan kubakar tanganmu dengan kekuatanku" ancam Matsuyama dingin dengan raut marah.
" ihh... kasar sekali... aduh!!" Erang Elize sembari menjauh dari Matsuyama setelah tangannya terasa terbakar karena Matsuyama membuat tubuhnya panas.
" jika kau menyentuhku lagi maka tangan mu akan benar benar menjadi abu" ujar Matsuyama dingin sambil menatap tajam Elize.
" dasar berhati es, padahal aku kan menyukaimu" ujar Elize sedih.
" omong kosong" ujar Matsuyama dingin sambil melangkah pergi.
tiba tiba hujan mulai turun meskipun tiada awan kelabu tadinya, dan Matsuyama tau apa sebabnya. Matsuyama menatap sendu sebuah jendela kamar yang terbuka.
"Yasmine...."
*~*~*~*
Senja telah melenggang, sudah saatnya tiba untuk 7 fellowship berkumpul untuk menjalankan misinya.
" aku sudah berkata bahwa kita berkumpul disini sebelum pukul 6 kan? Kenapa yang lain belum datang?!" ujar Matsuyama kesal.
" sabar ketua, biasa lah gadis memang lama dandannya" ujar Kanazawa menenangkan Matsuyama. Semua anggota memang sudah berkumpul kecuali Xin lie dan Yasmine.
" nah itu mereka" ujar Rin hye menunjuk Yasmine dan Xin lie yang datang. Matsuyama menatap Yasmine dengan terkejut, semua mata terpesona dengan penampilan Yasmine yang amat anggun dan cantik dengan kimono yang serasi dengan rambut coklatnya juga dandanan yang memukau.
" cantik sekali... iya kan Matsuyama?" ujar Souzy sambil menyikut Matsuyama, sedang Matsuyama yang agak memerah pipinya langsung mengalihkan pandangan.
" biasa saja" ujarnya singkat.
Matsuyama juga sudah menyamar menjadi pengawal penyanyi, ia juga sudah memakai kimono dan topeng.
" dan lagi, sembunyikan pedangmu! kau adalah penyanyi bukan samurai" ujar Matsuyama dingin, karena tadi Yasmine datang memperlihatkan penampilannya dengan pedangnya sekalian.
" h..hai' " ujar Yasmine lalu menyerahkan pedangnya kepada Rin.
Mereka akhirnya berangkat dengan berkuda, sedang Yasmine dan Matsuyama naik sebuah kereta kuda.
setelah cukup lama akhirnya mereka sampai di kafe itu.
mereka langsung bergegas masuk dengan alasan pengawal sang penyanyi, penjaga disana percaya lalu membiarkan mereka masuk.
__ADS_1
" Nona! kami sudah menunggu anda dari tadi" ujar seorang gadis yang nampaknya seorang MC.
" oh iya maaf kami terlambat" ujar Yasmine sambil tersenyum palsu.
" jangan kacaukan misi, berjuanglah" ujar Matsuyama menyemangatinya, Yasmine mengangguk paham lalu melangkah menuju panggung.
sementara Matsuyama dan lainnya memilih untuk duduk terpisah sambil menatap sekitar mengawasi keadaan, mencari keberadaan para anggota Shiro.
Dan benar mereka tengah tertawa tawa sambil meneguk Sake di meja depan dekat panggung.
Yasmine mulai bernyanyi setelah sang pembawa acara mempersilahkan.
" aku harap ini akan berjalan lancar" gumam Yasmine gugup.
Kono kawa no nagareru ga gotoku
Odayaka ni neiro ga kikoeru
Fuku kaze ga hoo o nadete iku
Natsukashii omoide ga nijimu
♪ Halus seperti jalur sungai
♪ Aku dapat mendengar melodi yang halus
♪ Semilir angin, diwarnai dengan nuansa kenangan nostalgia
♪ Kenangan itu membelai pipiku
Haruka naru sora wa
Mune o saku you ni
Wasure kaketa kioku o samasu
Afureru wa namida
♪ Langit yang jauh
♪ Membangkitkan kenangan yang terlupakan
♪ Seolah hatiku terbuka lebar
♪ Air mataku tumpah
Shiroi sakura no hana no kisetsu wa
Tooku yume no naka ni dake
Mai chiru hanabira no sasayaita
Wasurerarenai kotoba
♪ Musim bunga-bunga sakura putih
♪ Hanya ada dalam mimpi yang jauh
♪ Kelopaknya menari berterbangan di udara
♪ Kata yang tak terlupakan
Nemurenai yoru o hitori kiri
Aruki dasu nurui kaze no naka
Itazura ni hashaideita mama
Ki ga tsukeba omoide ni kawaru
♪ Sendirian tanpa tidur semalaman
♪ Berjalan di antara hangatnya angin
♪ Berubah menjadi kenangan sebelum sempat kulihat
♪ Sementara aku masih bermain-main
Tsuki mo kumogakure
Mushi atsui hibi no
Keshitai kioku mo hakanaku wa
Tomaranai namida
♪ Bulan bersembunyi
♪ Membuat hari terasa gerah
♪ Genggam ingatan ini, aku ingin menghapusnya dan lenyap begitu saja
♪ Air mata ini tidak berhenti
Kizamareru jikan wa zankoku ni
Hito o shibari tsuke asobu
Aoao to shigeru sakura no ha wa
Nani mo katari wa shinai
♪ Waktu terukir dengan kejam
♪ Seperti terikat dalam permainan ini
♪ Sakura dengan daun yang rimbun
♪ Tanpa narasi apapun
Yasmine bernyanyi dengan suara yang begitu indah, sehingga semuanya hanyut akan melodi yang ia nyanyikan. Ia Begitu menghayati lagu itu seakan itu adalah suara hati nya.
"aku tidak menyangka betapa indahnya suara gadis pikun itu" batin Matsuyama.
Setelah selesai bernyanyi Yasmine segera pergi secepatnya dari panggung itu , seiring menutupnya tirai panggung diiringi tepuk tangan riuh dari pengunjung.
Sejauh ini misi berjalan dengan lancar, Matsuyama dan yang lain berhasil mendapatkan beberapa informasi dari anggota Shiro yang sembarangan berkata panjang lebar tanpa berpikir panjang, mungkin mereka tidak menyangka kalau Matsuyama akan kesana.
Namun anehnya sampai beberapa orang dari Shiro itu pergi, Yasmine tidak kunjung kembali. Matsuyama yang cemas langsung bergegas mencarinya.
Rin, Souzy, Kanazawa, Okayama dan Matsuyama bergegas keluar dari ruangan itu untuk mencari keberadaan Yasmine.
"gawat!! ketua !" Ujar Xin lie terbata nampak gusar.
"ada apa? apa yang terjadi? apa Yasmine bersamamu?" Tanya Matsuyama khawatir.
" tadi memang aku menghampirinya dan ngobrol sebentar namun saat aku hendak mengabarimu beberapa orang asing menculik Yasmine dan meninggalkan surat ini" Ujar Xin lie cemas.
" Yasmine diculik?" Matsuyama kaget sekaligus khawatir mendengar berita itu, segera ia membaca surat itu.
Penyanyi yang sangat cantik dan manis.
pasti harganya mahal kalau ku serahkan pada bangsawan untuk ditukarkan keping emas.
tapi jika kau berani menebus dengan harga yang menarik kau bisa mengambilnya kembali.
bergegaslah sebelum dia sudah tak mulus lagi.
temui kami di pondok Kuro dekat lembah kematian.
begitulah isi dari surat itu. Matsuyama nampak sangat geram hingga meremas surat itu dalam genggamannya.
" awas sampai kau menyentuhnya! sial!!" batin Matsuyama dengan tatapan mautnya.
To be continued
~ Clean Bandit - Symphony ft. Zara Larsson
~ Yume to Hazakura
__ADS_1