Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)

Waiting For Spring (Haru Wo Matteimasu)
Episode 22 : Benang Merah


__ADS_3

"Yasmine, ayo kita berkencan!" ujar Matsuyama tiba tiba.


"Heeh????" Yasmine benar benar terkejut, apakah ia bermimpi?


Jika iya ia tak ingin bangun dari mimpi itu.


"Kau tak mau? Yasudah" ujar Matsuyama menahan rasa malunya, Yasmine tersenyum bahagia, seketika ia langsung memeluk Matsuyama hingga jatuh kebelakang.


"H.. Hoi!!! Kau gila? Bagaimana bila lukamu terbuka lagi? Dasar bodoh!" Ujar Matsuyama khawatir, sedang Yasmine masih memeluknya.


"Jadi kapan kita akan kencan?" Ujar Yasmine akhirnya melepas pelukannya dan duduk dilantai bersama Matsuyama.


"Tentu saja kalau kau sudah sembuh" Ujar Matsuyama sambil melipat tangan ke dada.


"Aku sudah sembuh kok" ujar Yasmine,


"Jika Souzy yang mengatakannya aku baru percaya! Yasudah aku mau pergi dulu, makan yang banyak dan istirahatlah supaya cepat sembuh!" Ujar Matsuyama sambil membantu Yasmine kembali ke ranjang nya.


"Kau mau kemana?" Tanya Yasmine,


"Melanjutkan beberapa misi agar bisa cuti" ujar Matsuyama singkat kemudian melangkah pergi.


"Hore!!! Kencan!! Kencan!!!" Ujar Yasmine girang, Matsuyama yang masih didepan pintu tersenyum sambil geleng kepala.


***


Semenjak Matsuyama berkata untuk mengajak Yasmine kencan, gadis itu kembali pada Yasmine yang ceria, cerewet dan banyak tingkah seperti dulu.


Yang lebih merepotkan adalah, sekarang gadis itu mulai sangat tidak sabar dan senantiasa menganggu Matsuyama.


Semenjak dia sudah pulih dan bisa bergerak bebas.


Matsuyama melangkah sambil membawa banyak berkas mengenai misi maupun rapat desa, namun tiba-tiba seseorang memeluknya dari belakang.



"Matsuyama!!! Kapan kita kencan!!" Ujar gadis itu.


"Ehhh... Hoi!! Kau apa apaan? Lihat berkasnya jadi berantakan!!" Ujar Matsuyama kesal.


"Dan sudah kubilang kan? Jika Souzy sudah memperbolehkannya!! Dasar keras kepala!".


"Itu tidak adil! Souzy -san tidak kunjung memperbolehkanku keluar padepokan!" Ujar Yasmine merajuk.


"Tentu saja karena kau masih belum pulih bodoh! Sekarang kembali ke kamarmu!!" Ujar Matsuyama layaknya ayah yang memarahi putrinya.


"Hai'..." Ujar Yasmine lesu sambil melangkah gontai.


"Tap...." Baru saja Yasmine berbalik dan ingin bicara lagi namun secepat kilat pemuda itu menghilang. "Ehhh... Kemana dia? Cepat sekali hilang".


Di kejauhan seseorang menatap mereka dengan raut yang tak bisa dijelaskan. Antara bahagia tapi agak tak rela. Jae hyun senang Yasmine bisa tersenyum lagi meski bukan dia penyebabnya.


"Jika suka kejar saja! Kau bilang kau menyukai sahabatku Yasmine kan?!!" Sambar Rin langsung pada Jae hyun, Jae hyun tersentak lalu celingak celinguk melihat sekitar kalau kalau ada yang dengar, wajahnya sudah sempurna memerah seperti udang rebus.


Sungguh kadang adiknya yang manis itu sangatlah berbahaya, "kapan aku bilang seperti itu?" katanya kesal.


" ah.. tanpa Kakak katakan gelagat kakak yang mengatakan segalanya" goda Rin.


Jae hyun memutar bola matanya kesal sejak kecil Gadis itu selalu bisa melukai harga dirinya. "sekarang langsung ke intinya saja!! Apa yang ingin kau katakan?" Jae hyun yang geram mulai tak karuan.


" jika kau menyukai Yasmine Kenapa Kau membiarkan dia bersama Ketua?" Ujar Rin tak habis pikir. Jae hyun menghela nafas kemudian berkata.


" karena aku bahagia hanya dengan melihatnya tersenyum, kau tahu? cinta tidak harus memiliki, lagi pula aku masih belum ingin memikirkan tentang cinta, cukup menjadi sahabat yang takkan terpisahkan aku sudah sangat bahagia" ujar Jae hyun sambil tersenyum.


"Ahh jika kau bukan kakakku Mungkin aku akan jatuh cinta padamu" Ujar Rin terharu.


" Eh siapa juga yang ingin dicintai oleh gadis menyebalkan sepertimu?!" Ujar Jae hyun.


" Apa Kakak bilang ??!!!!" Mengetahui situasi berbahaya jaehyun berlari kabur, sedangkan Rin berteriak kesal.


***


Matsuyama nampaknya lesu karena kelelahan, Ia pun akhirnya memutuskan untuk duduk sejenak disebuah kursi taman padepokan, bersama salju yang turun bulir demi bulir.


Ia menghela nafas panjang sambil memejamkan mata.


Namun tiba-tiba dari belakang seseorang datang mencubit pipinya,


Lagi.


Gadis itu sungguh terlalu.



"Ehhh.... Hoi... Lepaskan! Sakit!" Ujar Matsuyama kesal.


"Kenapa melamun sendiri? Ayo senyum!! Ini kan hari yang indah dengan salju yang turun perlahan"Ujar Yasmine sambil duduk disampingnya.


"He? Biasanya kau mengeluh kalau turun salju" Ujar Matsuyama menanggapi perubahan sikap Yasmine,


"Karena lenteraku menjadi lebih terang aku menjadi lebih kuat" ujar Yasmine sambil tersenyum, Matsuyama ikut tersenyum.


Matsuyama mengacak rambut Yasmine.


"Yosh!! Cepatlah sembuh kalau begitu!" Ujar Matsuyama sambil beranjak, Yasmine tersenyum dan mengangguk.


"Aku akan segera sembuh, tunggu ya?" Ujar Yasmine.


"Hehhh.. Yang tidak sabaran kan kau!" Ujar Matsuyama, Yasmine mengerucut bibirnya membuat Matsuyama tertawa.


***


Yasmine memandangi dirinya di cermin, sambil menyisir rambut coklatnya.


Namun ia tertegun saat melihat sebagian rambut yang terlewatkan dicat olehnya, ada beberapa helai. Yasmine menyentuh dan melihat rambut itu dengan seksama.


"Ehh... Ternyata hampir seluruhnya putih.. Mungkin gara gara kemarin aku ingin bertahan hidup dan berkencan dengan Matsuyama aku menggunakan kekuatanku. Seperti menggali lubang untuk menutup lubang, aku menyembuhkan diri untuk mengurangi jangka hidupku" ujar Yasmine sendu.


Namun ia tersenyum lagi, setidaknya jika ia tak menggunakan kekuatannya lagi ia masih bisa bertahan.


Jika dia menggunakan kekuatannya satu kali lagi maka.. Jantungnya akan membeku dan berhenti berdetak.


"Aku harus segera mengecatnya lagi agar Matsuyama tak tau" ujarnya kemudia mulai mengecat sebagian rambutnya itu.


Yasmine melangkah sendiri diatas hamparan salju putih, ia sedang berpikir, bagaimana rasanya membeku, apakah sakit?


Ia pun duduk dan menggambar pola layangan di salju.


"Andai aku bisa terbebas akan semua ini seperti layangan yang terbang bebas, namun... Bagaimana bila benangnya putus?" Gumam Yasmine kemudian berbaring diatas salju.


"Jika putus, kejar saja!!" Ujar seseorang tiba-tiba, dia langsung berbaring disamping Yasmine.


Yasmine tersenyum, pemuda itu ikut tersenyum.


"Matsuyama... " gumamnya, pemuda itu meraih tangan Yasmine dan menggenggamnya.


"Apa tidak dingin berbaring disini?" Ujar Yasmine,


" biarlah seperti ini untuk sesaat" Ujar Matsuyama, Yasmine mengangguk sambil tersenyum.


"Kaulah benang merahku, aku harap takdir kita akan selalu terkait" Gumam Matsuyama pelan, sangat pelan.


"Tadi kau bicara apa?" Ujar Yasmine karena tak begitu mendengar perkataan Matsuyama, Matsuyama tersenyum kemudian menggeleng.


"Ie.. Tidak apa apa".

__ADS_1


"Kau kelihatannya sudah pulih, besok mari kita kencan"Ujar Matsuyama, Yasmine mengangguk.


"Heem!! Hore!!".


Saking senangnya Matsuyama tak bisa berjalan dengan benar karena gadis itu terus menyenggolnya.


"Eh... Iya iya, berhenti bertingkah berlebihan!!" Ujar Matsuyama, sembari tersenyum.


 


Mungkin karena efek obat atau apa, Yasmine terlelap dipangkuan Matsuyama setelah mereka masuk ke padepokan dan mengobrol di ruang medis.


Matsuyama melepaskan jaketnya lalu menyelimuti Yasmine dengan itu.



***


Sang surya telah muncul dari peraduannya meskipun bersembunyi dibalik awan.


Hari ini Matsuyama dan Yasmine akan pergi berkencan untuk pertama kalinya.


Seperti biasa seenaknya Yasmine mengatur semuanya, di pagi hari sampai siang mereka akan berjalan jalan ke taman rahasia Yasmine, dan disore hari sampai petang mereka akan pergi ke festival lampion bersama.


"Ayo berangkat!!" ujar Yasmine dengan senyum diwajahnya, ia terlihat amat cantik.


Matsuyama terpana sebentar, namun ia cepat cepat sadar dan langsung menarik tangan Yasmine.


"Ayo!" Ujarnya.


Ini adalah pertama kalinya mereka bergandengan tangan, Yasmine berdegub jantungnya, entah bagaimana tiba-tiba pohon sakura yang ia lewati bersemi padahal musim dingin.


Sebenarnya kekuatan apa yang dimiliki gadis itu?.


"Matsuyama! Lihat! Ini adalah taman rahasiaku!" Ujar Yasmine, Matsuyama tertegun.


Mustahil.


Padahal seharusnya semua bunga dan tanaman mati tertutup salju, tapi kenapa tidak dengan taman ini?, gadis itu sungguh unik.


"Ayo kita memetik apel! " ujar Yasmine sambil menarik lengan Matsuyama untuk mengikutinya.


"Lumayan tinggi" gumam Matsuyama melihat buah apel yang tergantung diatasnya.


"Ayo naiklah, ku gendong" ujar Matsuyama sambil jongkok.


"Benarkah? Hore!!" Yasmine akhirnya naik di pundak Matsuyama dan mencoba mengambil apelnya, tapi syal yang dia kenakan malah menutupi mata Matsuyama.


"Hoi.. Syalmu menutupi mataku!" Ujar Matsuyama sembari mencoba menahan Yasmine agar tidak jatuh.


"Hehehe... Sabar tunggu dulu ini hampir dapat!" Ujar Yasmine sambil tertawa.


"Cepat! Kau itu berat tau!!" Ujar Matsuyama.


"Iya iya cerewet!!. Nih dapat!! Hore apel segar dipetik dari pohonnya!" Ujar Yasmine girang.


"Ehh... Jangan banyak bergerak! Hoi nanti kau jatuh bodoh!!".


***


"Matsuyama ayo kita membuat mahkota bunga!" Ujar Yasmine.


"Bagaimana bunga bunga disini bisa tumbuh? Padahal..." Ujar Matsuyama penasaan.


"Ssttttt.... Bahas masalah itu nanti saja! Sekarang waktunya kita menghabiskan waktu bersama!" Ujar Yasmine sambil mulai memetik bunga bunga dan merangkainya, namun sebelum dia selesai merangkai, ternyata Matsuyama sudah selesai terlebih dahulu.


Kemudian ia meletakkan mahkota bunga itu dikepala Yasmine.



"Wahhh kau cepat sekali selesai ya!! Kau sungguh berbakat merangkai mahkota bunga" Ujar Yasmine sambil tersenyum.


"Kau adalah satu satunya orang yang bisa membuatku terbisu, bahkan apabila aku kehilangan ingatanku atau berubah menjadi orang lain, aku akan jatuh cinta padamu.. Lagi dan lagi" Batin Matsuyama.


Matsuyama segera merogoh sesuatu dari tasnya, sebuah kamera, iapun segera mundur.


"Yasmine, lihat kesini!" Ujarnya.


"Lho bagaimana kau bisa bawa kamera? Padah..."


"Sttt... Masalah itu nanti saja sekarang waktu kita berdua" ujar Matsuyama neniru perkataan Yasmine, Yasmine cemberut.


"Tersenyumlah!" Ujar Matsuyama hampir tertawa.



aku tak tau kenapa aku bisa membuat bunga bunga itu tetap mekar...


Namun itulah sebabnya kekuatanku habis lebih cepat...


Karena aku berusaha membuat musim semiku sendiri...


Ditaman ini aku ingin pergi kesini bersamamu...


Sebelum aku pergi selamanya


***


Akhirnya senja melenggang, sang surya dengan semburat jingga nya menoreh, dan entah mengapa salju tak turun dan langit menjadi agak cerah.


Tak terasa sudah sampai di festival Lampion lagi, terakhir Yasmine hanya merasakan dinginnya hujan dan hati yang terluka, ia harap hari ini dia bisa tersenyum dan langit cerah.


Setelah kembali ke padepokan, mandi kemudian berdandan, akhirnya Yasmine dengan Yukatanya pergi menemui Matsuyama.


"Bagaimana penampilanku?" Tanya Yasmine.


"Cantik! Oh maksudku kau pantas memakainya, i.. Itu cocok denganmu" ujar Matsuyama salah tingkah, Yasmine tertawa menanggapinya.


"Ayo!".


Lampion lampion diterbangkan ke udara bersama semua harapan yang ada, begitu indah mewarnai cakrawala.


Yasmine dengan cantik mengenakan yukatanya berjalan bersama Matsuyama.



"Matsuyama! Ayo kita ikut kuis mewarnai patung itu!" Ajak Yasmine, Matsuyama mengiyakan saja.


Merekapun mulai membuat patung itu menjadi indah dengan memberi aksesoris dan mewarnainya.


"Hahahaha... Kok jadi aneh kalau kita yang buat ya?" Ujar Yasmine tertawa melihat hasil karya mereka.


"Itu karena kau payah jadinya seperti ini!" Ujar Matsuyama, Yasmine yang diejek malah tertawa.


Yasmine dan Matsuyama terhenti, karena suara ledakan di angkasa, ledakan itu meninggalkan warna warna yang indah di angkasa.


"Wahhh.... Kireiiii (indah)" ujar Yasmine kagum,


"Iya, indah" ujar Matsuyama mengiyakan.


Tanpa aba aba Yasmine langsung memeluk Matsuyama


"Terima kasih... Matsuyama, aku mencintaimu" Bisik Yasmine senang.


"Aku juga mencintaimu" Batin Matsuyama, ia belum bisa mengungkapkan perasaannya sekarang. Meski begitu iapun memeluk erat Yasmine.

__ADS_1


"Ayo kita naik perahu! Di tengah danau kita bisa melihat lampion dengan jelas dan indah" ajak Yasmine, Matsuyama mengangguk.


Yasmine menarik lengan Matsuyama.


"Hoi... Kau terlalu cepat" ujar Matsuyama sambil tertawa.


"Ayo cepat!".


Memang benar, suasana menjadi sangat romantis dan indah saat mereka mendayung perahu bersama dibawah lampion lampion bercahaya.


"Wahhh... Indah sekali..." Ujar Yasmine, Matsuyama tersenyum.


"Anna... " panggilnya, Yasminepun menoleh, akhirnya pemuda itu secara sadar memanggil nama kecilnya dulu.


Pemuda itu mendekat,


"Kaulah benang merahku" ujar Matsuyama, meskipun Yasmine tak tau apa artinya.


Pemuda itu kemudian mengecup bibirnya lembut dibawah ratusan harapan yang terdapat pada lampion, diatas perahu kecil yang mereka kayuh bersama.



Mungkin itu adalah hari terindah yang pernah Yasmine alami, sekarang ia tak ingin apa apa lagi,


Biarpun musim dingin bertahan selamanya ia tak peduli..


Biarpun ia tak pernah menemukan ayahnya ia tak peduli...


Namun adanya Matsuyama membuatnya egois, ia ingin hidup sedikit lebih lama lagi...


To be continued.


Note: benang merah artinya dalam tradisi Jepang adalah 'takdir cinta/ jodoh'.


Boys like girl ft. Taylor swift ~ Two is better than one


I remember what you wore on our first date


Aku masih mengingat baju apa yang kau kenakan saat kencan pertama kita.


You came into my life


Sejak hari itu, kau telah hadir dalam kehidupanku.


And I thought hey You know this could be something


Aku pun berfikir bahwa hubungan kita akan menjadi sangat special,


'Cause everything you do and words you say


Karena apapun yang kau lakukan, apapun yang kau katakan kepadaku,


You know that it all takes my breath away


Sungguh merenggut seluruh nafasku.


And now I'm left wi th nothing


Kau mengambil seluruh jiwaku dan tak meninggalkan apapun untuk diriku.


So maybe it's true, that I can't live without you


Jadi, bisa jadi benar adanya jika aku tak bisa hidup tanpamu.


Well maybe two is better than one


Mungkin memang dua orang akan lebih baik dari pada sendirian.


There's so much time, to figure out the rest of my life


Ada banyak waktu untuk mencari tahu bagaimana aku akan menghabiskan sisa hidupku.


And you've already got me coming undone


Dan kehadiranmu membuat anganku pun terhenti.


And I'm thinking two, is better than one


Bagiku, berdua tetap lebih baik daripada sendirian saja.


I remember every look upon your face,


Aku masih mengingat setiap tatapan yang menghiasi wajahmu.


The way you roll your eyes, the way you taste


Caramu memutar bola mata, caramu merasakan semua itu.


You make it hard for breathing


Oh, kau sungguh memuatku sulit bernafas.


'Cause when I close my eyes and drift away


Setiap kali kututup mataku dan pergi,


I think of you and everything's okay


Aku selalu memikirkanmu dan merasa bahwa semuanya akan baik-baik saja.


I 'm finally now believin'


Aku percaya pada yang namanya cinta sekarang.


Oooh I can't live without you


Kupikir, aku memang tak akan sanggup hidup tanpamu.


'Cause baby two is better than one


Karena dua orang selalu lebih baik dari pada sendirian.


There's so much time, to figure out the rest of my life


Ada banyak waktu untuk mengkhayalkan sisa hidupku.


And I've figured out with all that's said and done


Dan aku pun menelaah kembali apa yang telah kulakukan dan kukatakan kepadamu.


Two, i s better than one


Dua orang selalu lebih baik dari pada sendirian.


I remember what you wore on our first date


Aku masih mengingat baju apa yang kau kenakan saat kencan pertama kita.


You came into my life…


Thanks for reading😊😊


Wait for next part!!😇😇


__ADS_1


Haru Wo Matteimasu


__ADS_2