
Di sebuah ruangan yang pengap, dengan barang barang yang usang berserakan tak tertata, Yasmine nampak tak berdaya dengan tangan yang terikat dibelakang dan rambut coklatnya yang sudah tidak rapi lagi.
Kala itu setelah turun dari panggung dan kebelakang untuk berbenah, Xin lie datang mengobrol dengannya, namun saat Xin lie pergi tiba tiba sebuah sapu tangan mendekap mulut dan hidungnya, setelah itu ia sudah tak ingat apa - apa lagi. Setelah sadar ia sudah di tempat asing ini.
" hahaha... buruan kita kali ini sungguh manis. kita bisa mencicipinya sedikit" ujar seorang pemuda dengan tampang mesum.
"jika lecet , harganya tak mahal lagi bodoh!" jawab seorang dari mereka.
"iya iya, aku tahu!".
"tapi aku penasaran, gadis ini dari matanya yang tak sipit dan begitu indah berarti bukan berasal dari negeri ini kan? lalu mengapa dia ada dikafe itu ya?" Tanya seorang dari mereka yang memakai ikat kepala.
"siapa peduli? justru lebih unik maka akan lebih mahal hahaha".
Yasmine yang merasa tak ada daya hanya diam dan menutup mata, ia berpikir akankah ada yang datang untuk mencari keberadaannya? bahkan satu satunya orang yang ia sayangi juga membencinya, sekarang tak ada lagi orang yang bisa ia percaya.
"ayolah sedikit saja, aku ingin mencicipinya" ujar seorang dari mereka.
"ahhh baiklah tapi gantian, hahahaha"
"baiklah aku dulu" ujar seorang berikat kepala mulai mendekati Yasmine.
"jangan...jangan coba coba!!!" ujar Yasmine lemas, dengan tatapan tajam.
**~**~**
Matsuyama terlihat amat murka, tatapan maut tak dapat hilang dari mata birunya.
" Kita harus menyelamatkan gadis payah itu" Ujarnya kemudian bergegas berlari pergi.
" tapi... ketua...!!" ucapan Rin menggantung, belum sempat ia merampungkan kalimatnya Matsuyama sudah menghilang.
Namun langkah Matsuyama terhenti karena Okayama sudah terlebih dahulu menghadangnya.
"kau adalah ketua. kau tak boleh gegabah dan meninggalkan misi begitu saja!" ujar Okayama kesal.
"bukankah kau membenci gadis itu? bukankah lebih baik untuk tak menghiraukan kejadian ini lalu kembali ke Padepokan? kita bilang saja kalau gadis payah itu kabur dari misi" ujar Okayama licik, Matsuyama berusaha keras menahan amarahnya.
"aku memang membencinya, tapi bagaimana bila kau yang diculik? haruskah aku juga mencoba melakukan seperti yang kau katakan tadi? aku akan melakukan tugasku sebagai ketua. jika kau merasa begitu lelah kau boleh kembali duluan" ujar Matsuyama dingin, mencoba berkata meski amarahnya memuncak.
Okayama tak bisa berkata apa apa lagi, yang Matsuyama katakan memang benar.
Akhirnya mereka memutuskan untuk segera menyelamatkan Yasmine sebelum sesuatu yang buruk terjadi.
" inikah lembah kematian? " tanya Matsuyama pada Xin lie, Xin lie mengangguk membenarkan.
"tempat ini agak menakutkan, kita harus waspada" ujar Souzy.
"lihat! sepertinya itu adalah gudang kosong yang dimaksud " tunjuk Kanazawa.
"ayo segera kesana" ujar Rin.
~**~**~**~
"jangan... jangan coba coba!!" Ujar Yasmine panik.
"hahaha...tak akan ada yang menyelamatkan mu!!" Tangan pemuda itu mencoba membuka baju Yasmine.
"Tidak!!!!! Matsuyama!!!!!!" teriak Yasmine.
"suara itu..." Matsuyama yang sudah sampai disana bersama dengan yang lain, mendengar jeritan Yasmine.
"itukan suara Yasmine- chan" gumam Rin dan Xinlie.
"dasar kutu!!" pekik Matsuyama lalu bergegas masuk diikuti yang lain.
"jauhkan tangan kotormu darinya!!!! atau kupotong tanganmu!!!" bentak Matsuyama setelah berhasil mendobrak pintu.
"wah wah wah... jadi kau sudah membawa uangnya ya?" ujar orang yang hampir membuka baju Yasmine tadi.
"tak ada uang. hanya ada maut untuk mu!!!" Bentak Matsuyama lagi.
"ahhhh sialan! serang dia!" ujar penjahat tadi.
Ting Ting Sratttt!!!!
dalam kedipan mata, semua penjahat tadi tumbang berlumuran darah. Matsuyama adalah samurai legendaris, bandit seperti mereka hanya kutu bagi Matsuyama. Sedang sang bos yang memerintahkan mereka untuk menyerang mereka hanya bisa membisu dan terbelalak.
Yasmine yang sedari tadi mencoba melepaskan diri dari tali pengikat dengan kaca akhirnya berhasil .
" Matsuyama ! awas!" teriak Yasmine karena tanpa sepengetahuan Matsuyama seorang dari mereka masih hidup dan mencoba menusuk Matsuyama dari belakang.
Blashhhhhh
seketika orang itu membeku menjadi patung es, ya itu adalah kekuatan Yasmine.
"kau baik baik saja?" tanya Matsuyama pada Yasmine.
tanpa pikir panjang, Yasmine berlari menghampiri Matsuyama dan langsung memeluknya.
"terima kasih sudah datang" bisik Yasmine. Matsuyama yang kaget hanya terdiam bisu, ia diam diam tersenyum kecil.
"ehem!!" Okayama berdehem dan membuat Yasmine bergegas melepaskan pelukannya.
"cie....hahahah" ejek Rin dan Xin lie.
"sudah sudah. ayo kita kembali ke padepokan, hari sudah mau fajar" ujar Matsuyama dingin.
"ahhh benar. kita jadi begadang semalaman" celetuk Souzy mulai terlihat mengantuk.
aku masih tak mengerti...
berulang kali ia menyelamatkan aku...
bukankah dia membenciku?
__ADS_1
dan juga siapa gadis kemarin?
ada hubungan apa dengan dia?
****
Fajar menyongsong dengan lembut, siluet jingga perlahan menyinari cakrawala.
Saat semuanya kelelahan dan tertidur pulas di padepokan, Yasmine malah duduk bersandar di bawah sebuah pohon sakura tempat nya dulu sewaktu berlatih pedang bersama Matsuyama.
Yasmine menatap cakrawala esok dengan sendu, memikirkan banyak hal.
"ini adalah tempatku" celetuk seseorang dari atas pohon, sontak Yasmine terkejut setengah mati.
"M...Matsuyama..? ahhhh...pagi pagi sudah bikin kaget" keluh Yasmine. Matsuyama meloncat turun lalu duduk di samping Yasmine.
"tadi malam apakah mereka melakukan sesuatu padamu?" Tanya Matsuyama datar seraya tetap menatap cakrawala.
"hampir. untungnya kau datang. terima kasih banyak ya" ujar Yasmine sambil tersenyum.
"aku hanya melakukan tugasku sebagai ketua" ujar Matsuyama dingin.
"bolehkah aku bertanya sesuatu?" Tanya Yasmine ragu.
"hmmm.." Matsuyama mengangguk.
"gadis berambut pirang yang memelukmu hari itu ... apa dia... pacarmu?" Tanya Yasmine terus terang.
"jadi benar dia melihatnya" batin Matsuyama.
Menunggu jawaban dari Matsuyama adalah hal yang paling menegangkan ketimbang penculikan kemarin.
"dia bukan tipeku" ujar Matsuyama datar.
gadis secantik dia bukan tipe Matsuyama?
lalu apalagi dengan gadis payah sepertiku?
ahhh... seperti meraih bintang saja
aku tak akan pantas
Yasmine terdiam bisu dengan raut sedih. Matsuyama yang melihatnya tau apa yang sedang Yasmine pikirkan. Gadis pikun itu pasti sedang meratapi kekurangannya. Dan itu membuat Matsuyama hampir tertawa.
"kau tau hari ini tanggal berapa?" Tanya Matsuyama.
"ini tanggal...ahhh iya hari ini kan hari ulangtahunku!!" Ujar Yasmine girang.
"tumben gadis pikun itu ingat" batin Matsuyama.
"apa?" Tanya Matsuyama setelah Yasmine tiba tiba menengadahkan tangan, isyarat meminta sesuatu.
"mana kadoku?" Ujar Yasmine sambil tersenyum manis.
hal itu membuat Matsuyama ingin terkekeh, tapi ia tahan.
"ini saja" ujar Matsuyama dingin sambil mengulurkan seikat bung biru yang ia ambil dari semak semak di dekatnya.
Yasmine menerima bunga itu dengan terharu.
"wahhh... indah sekali... warnanya biru seperti matamu. aku akan menyimpannya selamanya" ujar Yasmine girang.
"terima kasih ya".
Aneh...
terkadang dia dingin dan menyebalkan seperti orang asing
terkadang dia kembali memainkan peran sebagai sang Lentera
apakah dia sedang mempermainkan aku?
"ahhh... aku akan kembali ke kamarku lalu tidur" ujar Matsuyama dingin sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal lalu melangkah pergi begitu saja. Yasmine tersenyum manis.
"aku tidak akan menyerah padamu" gumamnya.
****
Seorang pemuda berambut acak acakan berlari dengan terburu buru menuju sebuah bangunan yang remang remang.
" berhenti! mau apa kau?" ujar penjaga disana.
"aku mau menyampaikan berita yang penting" ujarnya.
"berita apa?" Ujar seseorang datang dari dalam.
"tuan" para penjaga disana langsung membungkuk hormat.
"saya menemukan gadis dengan kekuatan langka" ujar pemuda itu. "awalnya kami akan menjualnya namun dia berhasil diselamatkan oleh temannya".
"kekuatan langka? apa itu?" Tanya seorang pemuda yang nampaknya berkedudukan tinggi.
"iya dia bisa membekukan orang hanya dalam sekejap mata. untungnya saya bisa kabur tanpa dia dan temannya yang hebat itu ketahui" ujarnya dengan nafasnya yang masih terengah.
"hahaha... bagus. aku akan segera memilikinya" ujar pemuda berkedudukan tinggi sambil tersenyum licik.
***
semilir angin berhembus lembut, menerbangkan dedaunan jingga. Sang surya agak sembunyi dibalik awan kelabu.
Yasmine melangkah pelan menikmati hembusan angin sambil bergumam sendiri.
sudah beberapa hari setelah misi pertama lalu, sejak saat itu hingga sekarang Yasmine masih tak bisa lupa akan perlakuan manis Matsuyama yang tak biasa itu, Namun sejak saat itu hingga sekarang jua Matsuyama tak terlihat lagi. Rindu? tentu saja, Yasmine sangat merindukan pemuda bermata biru yang ia cintai itu.
__ADS_1
Kata Hamada, Matsuyama tengah pergi untuk menjalankan sebuah misi bersama divisi 'elang hitam', Namun sudah beberapa hari, seharusnya sekarang dia sudah kembali kan?
Yasmine sangat getol ingin bertemu dengan Matsuyama, karena ia sudah mantap ingin menyampaikan perasaannya.
"apa kau tau? si mata biru baru saja memusnahkan semua musuhnya dengan sadis. Padahal kalau salah seorang dari mereka tak mati pasti kita sudah dapat informasi penting kan?" Ujar seorang yang juga murid padepokan kepada temannya. Yasmine yang tak sengaja mendengar gunjingan itu langsung tau siapa orang yang sedang mereka bicarakan.
"si monster dari klan Matsu itu? dia memang dingin dan brutal, kekuatannya sangat mengerikan, katanya Hamada sensei sudah pernah menyegel kekuatan itu, namun mungkin segelnya rusak karena kejadian beberapa tahun lalu" timpal teman dari pemuda tadi.
"heh... orang seperti dia seharusnya tidak disini" ujarnya lagi.
Yasmine yang mendengar suara sumbang tentang Matsuyama , langsung bergegas mencari keberadaan pemuda itu. Hujan turun begitu lebat akhirnya, sehingga Yasmine harus membawa payung serta jaket agar tidak kehujanan. Ia mencari keseluruh penjuru padepokan, mulai dari kantin, tempat berlatih, kamar, taman, hingga tempatnya biasa bersantai juga tidak ada. Hujan hujan begini ada dimana Matsuyama? Yasmine yang mulai lelah , berjalan gontai menyusuri jalanan sepi, Namun mimik wajahnya berubah girang setelah ditemukanya seorang pemuda tengah duduk sendirian dipinggir jalan sepi ditengah hujan, Yasmine segera menghampirinya lalu memayungi pemuda itu.
"mau apa kau kesini?" Ujar pemuda itu dingin.
"kamu dari mana saja? aku mencarimu dari tadi" Jawab Yasmine.
"bukan urusan mu!!" Ujar pemuda itu lagi dengan nada yang sangat dingin, nampaknya Matsuyama sudah kembali menjadi Matsuyama yang dingin dan menyebalkan seperti saat dia kembali setelah dikira mati.
"pergilah dari sini! aku muak melihat wajahmu!!" Ujar Matsuyama, jelas menyakiti hati Yasmine.
"seperti kau yang slalu memayungiku saat hujan dulu, aku... ".
"aku tidak butuh bantuan apapun dari gadis payah sepertimu!! berhenti bertingkah sok manis dihadapanku! aku muak!" potong Matsuyama, kini setiap kata yang keluar dari mulutnya seperti pisau yang terus menusuk hati.
"tak apa Matsuyama... aku tau kau adalah orang yang baik... jadi..." baru saja Yasmine ingin menghibur pemuda itu atas semua kejadian yang mungkin menimpanya, Matsuyama langsung membentaknya dan menepis kasar payung Yasmine hingga jatuh.
"Omong kosong! TAU APA KAU TENTANG DIRIKU?? kau hanya orang asing! berhenti bersikap seolah kau mengenalku!!" Bentak Matsuyama ketus.
"hiks... hiks... kau ini kenapa ?!!! aku hanya ingin menghiburmu! aku hanya ingin membantumu! karena aku mencintaimu !! apa salahku? katakan!!" Yasmine tak bisa menahannya, air matanya tumpah seiring air hujan.
"...aku tidak butuh cinta. sebaliknya menjauhlah dariku mulai dari sekarang" ujar Matsuyama dingin sambil menunduk lalu melangkah pergi.
seperti bunga Mawar...
Matsuyama begitu indah...
namun.... duri yang ada dalam dirinya membuatku terluka setiap saat
diantara kebahagian karena keindahan dan luka atas durinya...
"ahhh... kita selalu bertemu disaat yang tepat, disaat hujan" celetuk seseorang yang memayunginya dari belakang .
Yasmine berbalik menghadap pemuda itu, pemuda berambut blonde dengan paras menawan bak malaikat.
" Jae hyun? apa kabar?" Ujar Yasmine sambil tersenyum.
" ahhh agak merasa rindu dengan seseorang" guraunya sambil melirik gadis bersyal merah di depannya.
"dan apa kabar Yasmine yang manis? Kenapa hujan hujanan sendirian?" Tanya Jae hyun khawatir.
"aku tidak papa, tadi aku berjalan jalan namun tiba tiba hujan angin jadi payungku ikut terhempas" jawab Yasmine bohong.
"shhh" potong Jae hyun sambil menempelkan ujung jari telunjuknya diatas bibir ranum Yasmine, menghentikannya berkata bohong lebih jauh, karena sesungguhnya Jae hyun sudah paham.
"apa kau mau jalan sebentar denganku? nanti aku traktir" ujar Jae hyun lembut dengan senyuman yang indah, sembari mengulurkan tangannya.
Sebaliknya...
seperti bunga lotus, Jae hyun indah dan aman
begitu lembut dan damai
"baiklah" ujar Yasmine sambil meraih uluran tangan Jae hyun.
Mereka berjalan bersama menyusuri jalanan sepi Yume barat, sesembari tertawa tawa karena gurauan Jae hyun.
Jae hyun selalu hadir tepat waktu disaat ia membutuhkan, selalu siap membuatnya tersenyum, senyum nya yang hangat dan nada bicaranya yang lembut selalu menenangkan hati yang gundah.
"kau ingin dengar cerita tentang Matsuyama?" kata Jae hyun tiba tiba.
"eh uh... tentu saja kalau tidak keberatan" jawab Yasmine agak merasa gugup, karena Jae hyun tiba tiba membicarakan pemuda itu.
"Matsuyama Rama adalah keturunan ke tujuh klan Matsu dari garis atas, lahir bertepatan dengan munculnya gerhana bulan biru. sesuai ramalan dia akan memiliki mata yang biru dengan kekuatan yang sangat berbahaya, jika matanya berubah menjadi merah maka berarti kegelapan telah menguasai dirinya dan dia tidak akan bisa mengontrol dirinya sendiri" Ujar Jae hyun bercerita panjang lebar, Yasmine terkejut dengan cerita yang baru ia dengar ini.
"benarkah.... lalu mengapa kau bercerita tentang ini pada ku?" Tanya Yasmine, Jae hyun tersenyum.
" agar kau berhati hati, dan agar kau membuka hatimu untukku" ujar Jae hyun.
" kau akan aman bersamaku, kau tak akan pernah terluka lagi, kau akan bahagia..." ujar Jae hyun lagi, dengan lembut jemari Jae hyun menyentuh pipi Yasmine dan menyelipkan helaian rambut coklat Yasmine ke belakang telinga nya.
diantara Mawar dan Lotus...
siapakah yang harusnya kupilih?
sanggupkah aku terus terluka namun bersama dengan bunga kesukaanku
atau bahagia aman dan damai bersama bunga yang tak kusukai...
"jadi apa jawabanmu?" Tanya Jae hyun akhirnya.
"aku...."
To be continued
Yoo Jae Hyun
Anastasia Yasmine
Matsuyama Rama
__ADS_1