Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
Perampok Remaja


__ADS_3

"tolong, jangan sakiti kami" ucap ibu yang meminta mohon


"dek, kami hanya orang biasa, uang kami tidak banyak" sahut bapak


"jangan banyak omong, serahkan semua" ucap kakak yang tinggi badan nya


"udah, habisi saja, do" ucap kakak yang membawa senjata tajam


"yakin, ton, kita habisi" tanya kakak yang berbadan tinggi


"iya, kita ambil uang nya setelah itu kita habisi dan buang jasat nya ke semak-semak" sahut kakak yang berbadan gemuk


"tolong, kasihani kami dek" sahut bapak


"ggggrrrrr" Grahan mengerang


Aku yang berada di belakang bapak sangat ketakutan.


"Agnes, sama ibu" titah bapak


Aku segara memegang tangan ibu dengan sekuat tenaga.


"serang" ucap kakak yang membawa senjata tajam


"bapak yang memasang kuda-kuda langsung menendang perut kakak yang membawa samurai.


"juukk"


"juuk"


"brruuk" kakak yang membawa samurai tersungkur ke belakang dan menghantam tanah.


"aaauu" ucap nya


"Rido,si*lan" ucap kakak yang berbadan tinggi


baoak yang masih memasang kuda-kuda ia menepis tonjokan yang akan di layangkan oleh kakak berbadan tinggi.


"kratak" suara pelintiran bapak kepada tangan kakak berbadan tinggi.


"aaauuuu" kakak berbadan tinggi kesakitan


"kur*Ng aj*r" ucap kakak yang ber badan gemuk


Saat Kakak yang gemuk ingin menendang perut bapak, kaki kakak tersebut di tangkis oleh Grahan dan di cakari nya.


"gggggrrrr"


grasia menampak kan badan dan menghantui para kakak- kakak yang yang jatuh terlebih dahulu. Grasia memegang senjata tajam yang tadi jatuh dan mengacungkan ke para kakak-kakak yang ingin mencelakai bapak dan ibu.


"hah, bisa gerak sendiri" ucap kakak yang ber nama rido.


"hah, ada hantu" ucap kakak yang berbadan tinggi


"ha, ha, hantu" teriak laki laki yang bernama Rido saat melihat wujud grasia yang mengerikan.


"heh, tungguin, ucap kakak yang tadi di cakar oleh Garahan


Mereka bertiga berlari tergopoh-gopoh sampai celananya kakak yang berbadan gemuk melorot.


"hi, hi, hi, dia ketakutan " ucap grasia sambil tertawa.


"Agnes gak apa" tanya bapak


"gak, pak, Agnes baik'saja" sahut ku

__ADS_1


"bapak gimana ada yang terluka" tanya ibu yang khawatir


"gak ada Bu, bapak baik- baik saja" jelas bapak


"gggggrrrrrr" Grahan masih menggerang


Kakak yang gemuk kembali untuk mengambil motor nya yang ketinggalan.


"apa lagi" teriak bapak


"gak, om maafin saya, saya mau ambil motor" jelas kakak yang gemuk


"Awas balik lagi" sahut bapak yang mengintimidasi.


"brruum"


"brumm"


"bruuuuummm"


Suara motor yang di Kendarai kakak gemuk tadi di lajukan sangat cepat.


"ayo kita pulang" ajak bapak


"iya pak" sahut ibu yang mengandung ku


Kami semua pulang kerumah dan beristirahat, aku melihat bapak sangat kelelahan karena tadi bapak melawan kakak- kakak jahat.


"bapak, tadi itu orang jahat ya" tanya ku


"iya, nak, kalau seumpama, Agnes bertemu orang jahat, langsung teriak minta tolong ya, jangan diam saja" jelas bapak


"iya, pak" sahut ku


sesampainya di rumah kami segera beristirahat karena bsok aku harus sekolah.


"Kamu juga hebat garasi, membuat mereka ketakutan" ucap ku


"iyaz orang jahat harus di lawan, nes" jelas grasia


"iya" sahut Grahan


"terima kasih, kalian sudah membantu bapak" jelas ku


"sudah tugas kami untuk membantu keluarga kamu" jelas Grahan


Aku tersenyum saat mendengar ucapan Grahan, aku merasa tenang saat merak semua bisa membantu keluarga ku.


"Agnes tidurlah, besok kau harus sekolah" titah grasia


"iya" aku langsung merebahkan tubuh ku di kasur usang ku, menikmati kasur Ki yang sedikit keras, karena badan ku terasa sangat pegal.


Pagi hari aku segera bangun dan mandi untuk bersiap pergi ke sekolah.


"Agnes, nanti sepulang sekolah kita kerumah kakek yang lama, sama ibu ya" titah bapak


"bapak, Agnes masih. . ." ucapan ku yang tak ku lanjutkan


"bapak tau Agnes masih takut, tapi jangan lama-lama ya nak, takut nya" titah bapak sambil mengelus kepal ku pelan.


"iya, pak" sahut ku


"nanti ibu akan menengok rumah kakek yang sudah lama tidak di tempati, mau ibu bersihkan setelah itu akan ibu kontrakan saja pak" jelas ibu kepada bapak.


"gak apa Bu, yang penting ada yang merawat" jelas bapak

__ADS_1


"Iya, pak, sapa tau setalah di bersihkan ada yang mau ngontrak, kan uangnya bisa kita tabung buat pendidikan Agnes" jelas ibu


"iya, Bu semoga Reski kita semakin lancar, biar bisa memberikan pendidikan yang layak untuk Agnes" jelas bapak


"aamiin," sahut ibu


Aku yang mendengarnya masih bigung dan aku makan sarapan pagi ku hari ini, aku makan dengan nasi goreng dan telur ceplok kesukaan ku.


"Agnes mau nambah" tanya bapak


"gak, pak, Agnes sudah kenyang" jawab ku


"ayo, berangkat nanti telat" ucap bapak


Aku dan bapak langsung berangkat ke sekolah, sedang kan ibu memasak untuk makan siang kami yang akan di bawa ke rumah kakek lama.


***


Sore hari aku dan ibu masih berada di rumah kakek yang lama, aku membantu ibu membersihkan rumah, di dalam rumah aku melihat ada sosok kuntilanak yang berada di dalam.


kuntilanak tersebut selalu melihat ke arah ku, ia sepertinya tau kalau aku bersama dengan grasia dan Grahan


"Agnes, hati- hati" ucap grasia yang mengetahui semua nya


"iya, pasti aku akan hati- hati" jelas ku


ibu mengambil sapu dan membersihkan semuanya, debu yang sedikit tebal membuat udara Yang ada di rumah kakek hanya sedikit, oleh karena itu ibu menyapu dan membersihkan semaunya.


"Agnes, main nya jangan jauh-jauh" titah ibu


"Agnes, cuma di sini Bu" jelas ku


Aku dan grasia memberikan di bagian tengah rumah,


"hi, hi,hi, kenapa kalian berdua di sini" tanya kuntilanak


"ini rumah kakek ku, seharus nya aku yang bertanya, kamu kami ada di wilayah ku" jelas kuyang sedikit berteriak dengan kuntilanak.


"setelah kakek itu meninggal aku yang menjaga rumah ini" jelas kuntilanak


"ini adalah rumah kakek ku, jadi pergi lah jangan sampai aku terpaksa mengusir mu" ucap ku


Aku dan ibu masih memberikan rumah agar bersih dan nyaman di tempati.


"gggrrr" Graham mengerang


"ada apa grahan" tanya ku


"Ada apa " tanya ku kepada grahan


"energi negatif" ucap Grahan yang melihat ke arah bekas kamar kakek


aku mencoba masuk ke dalam kamar tersebut dan merasa bahwa kakek masih ada dan merasa kesepian sendiri di rumah yang besar ini, karena bapak dan ibu jauh dari kakek.


"Agnes, kakak rindu" ucap jin qorin, kakek".


"kakek, Agnes, ada di sini" jelas ku sambil menghampiri jin qorin kakek.


"Agnes, kakek sangat rindu dengan mu" jelas kakek yang memeluk ku.


Bersambung


Jangan lupa untuk like dan share vote, dan jadikan novel "wanita berkhodam" ini sebagai novel favorit mu.


Jangan lupa meninggal kan jejak di novel ini dengan cara berkomentar.

__ADS_1


dukungan kalian adalah semangat bagi ku!!


__ADS_2