
Hari ini aku dan arka berencana untuk melakukan foto prewedding di sebuah wisata yang tidak jauh dari rumah, sekitar 30 menit perjalan kami menuju tempat wisata.
Di wisata yang akan kami tuju disana menyuguhkan pemandangan yang sangat indah, banyak pohon besar dan rindang, air di sana juga dingin dan segar, kami akan ke wisata waduk bendungan air.
" arka, kamu yakin kita akan berfoto disini?" tanya ku kepada arka
"iya, sayang, kita akan berfoto di sini, ada apa?" tanya arka
"tidak apa apa, cuma di sini banyak pohon rindang" jelas ku
"iya, pemandangannya juga indah" jelas arka
Saat kami berdua berbincang kami di kaget kan oleh fotografer yang akan membantu kami berdua foto prewedding.
"mas, gimana sudah siap" tanya fotografer
"iya, mas, siap" ucap arka
Aku dan arka berpose di berbagai tempat, di tempat yang banyak rumput hijau, di bawah pohon dan juga bermain air di tepi waduk.
Aku memandangi air yang membuat ku sedikit merasa aneh.
"Agnes hari hati" ucap Grahan
"ya, penunggu air" jelas ku ke Grahan
"benar, itu penunggu Air" jelas Grahan
"kenapa dia muncul, kalau dia muncul berarti akan ada kejadian yang tidak terduga" ucap kepada Grahan
"iya, kamu harus hati-hati" ucap Grahan
sekitar hampir dua jam aku dan arka berfoto kamu berdua menikmati foto kali ini, namun sebenarnya dalam hati ada perasaan yang sedikit aneh karena kemuncukan penunggu air tadi.
"Agnes, minum dulu" ucap arka memberikan satu botol air mineral.
"arka, apakah masih ada sesi foto lagi" tanya ku yang masih menggunakan gaun panjang
"tinggal satu tempat lagi, sayang" jelas arka
Aku mengganguk dan mengikuti arka
"aaa, tolong" teriak seorang wanita bernama anak kecil yang di gendong nya.
Arka berlari menghampiri wanita tersebut aku pun juga ikut berlari.
"ada apa Bu" tanya arka
"tolong anak saya terbawa arus sungai" jelas ibu tersebut.
"air sungai waduk mulai deras aku melihat anak yang terbawa arus itu dipegangi oleh sosok gaib.
"arka, biar aku saja" ucap ku yang berlari dengan menggunakan gaun panjang.
"Agnes" panggil arka
"kamu disitu saja tenangkan ibu itu" jela aku kepada arka
Aku dan grahan berlari mengikuti gadis kecil yang terbawa arus sungai.
"ibu tolong" teriak gadis tersebut
"ibu, helmp" teriak gadis itu lagi dan kelapa gadis tersebut tenggelam.
Aku langsung menyebutkan tubuhku ke sungai lali aku berenang menyusul gadis tersebut. Aku melihat kaki gadis terbaru dan aku pegang ,aku tendang sosok hantu tersebut dan aku di bantu oleh Grahan, namun di air Grahan tidak bisa terlalu lama karena Grahan takut akan air.
"juukk"
"juukk"
"juukk"
"srrett"
"sreet"
Garahan mencakar sosok hantu tersebut, aku menarik gadis itu dan memegangi badan gadis tersebut.
Grahan masih berupaya untuk mencakar sosok tersebut hingga Grahan kelelahan.
__ADS_1
"juukk"
"juuk"
Badan ku dililit oleh sosok tersebut, aku masih berusaha menendang dan melepaskan lilitannya.
"Agnes" panggil arka
Ada beberapa tim penyelamat dengan menggukan perahu karet dan pelampung.
saat aku kelelahan dan kehabisan nafas ada sosok lain yang membantu.
"byuuar"
"byuuarr"
sosok ular besar dan buaya putih yang membantu ku. sosok tersebut memukul dan melilit sosok hantu air yang melilit ku.
"ssstttt"
"ssttt"
suara ular terdengar, aku memandang ke arah ular yang sudah mengangkat tinggi tubuh ku dan gadis tersebut.
aku melihat ke arah Grahan dia melihatku dengan pandangan yang cemas.
"pergi lah kalian" titah ular
Aku mengangguk dan berdiri menggendong gadis tersebut.
saat sudah jauh dari tepi sungai aku mencoba menolong gadis tersebut dengan pertolongan pertama.
"Agnes" teriak arka yang mendekati ku
"ayo lah nak, kamu pasti kuat" ucap ku yang menekan dada dan memberikan napas buatan untuk gadis tersebut.
"Caca, bangun nak" ucap ibu gadis tersebut.
"uhuuk"
"uhuuk"
"ibu, Caca takut" ucap Gadi yang bernama Caca
"ibu disini nak" ucap ibu Caca yang memeluk Caca sambil menggendong adik Caca
"terima kasih mbak" sahut ibu Caca
"sama sama Bu"
Aku kembali berlari ke tepi sungai dan aku melihat ular dan buaya masih melawan sosok hantu air.
"Agnes" panggil arka
Arka memeluk ku dari belakang, dia sangat cemas.
"Agnes" panggil arka
iya, aku tidak apa apa arka" jelas ku
sosok hantu menghilang ular dan buaya melihat ke arah ku.
"terimakasih" ucap ku kepada mereka
Grahan ikut menunduk kan kepala, mengucapkan terimakasih.
"berhati hati lah" sahut ular.
"iya, terimakasih" ucap ku
mereka berdua mengangguk dan pergi.
"Agnes ayo pergi dari sini" ajak arka
Aku Mengikuti arka dan aku berganti pakaian.
Selai berganti pakaian aku duduk di samping arka, arka memang ku tanpa berkedip.
"kamu kenapa arka" tanya ku
__ADS_1
"Agnes kamu tadi bicara sama siapa?" tanya arka
"emmmh, sama" ucap ku yang tidak aku teruskan
"apa kamu melihat hantu" tanya arka
"hu, hi,hi" aku tersenyum dan mengangguk
"benaran ada hantu, nes?" jelas arka
"iya, arka" sahut ku
Arka mulai clingukan dan melihat kearah ku.
"arka" panggil ku
"masih ada hantunya?" tanya arka
"ada di belakang mu" ucap ku yang bercanda kepada arka
"nes, jangan begitu" ucap arka.
"dia sudah pergi, ka" jelas ku
"Alhamdulillah" sahut arka
Aku tersenyum melihat kelakuan arka yang aneh.
"kamu takut ka?" tanya ku
"iya, eh, tidak" jelas arka yang bigung karena malu.
"sudah bilang saja kalau kamu takut" ucap ku yang meledek arka
"Agnes" panggil arka yang membuat ku geli
"ah, geli, aku denger kami panggil aku kayak gitu" jelas ku
"kamu sih, sudha tau aku takut malah kamu Bercadain" jelas arka jengkel
"ayo pulang" ajak ku
Kami berdua pulang kerumah saat di rumah banyak ibu ibu yang sedang berbelanja di depan rumah seperti biasa Bu Wito berbincang dengan para ibu ibu memberikan berita yang tidak benar.
"tuh, mereka datang" ucap Bu Wito
"biarin lah bi, kan mereka mau menikah" jelas Bu Desi
"tapi kan belum sah, kan .masih mau" jelas Bu Wito.
"sudah lah, Bu Wito, jangan julitin mereka berdua, kasian " jelas Bu Rina
"saya tidak julitin Bu, ibu memnag benar, mungkin Agnes hamil duluan makanya mereka cepat cepat ingin menikah" ucap Bu Wito sambil melirik ke arah aku dan arka
"huss, Bu Wito jangan bilang yang aneh aneh" ucap Bu Desi yang mulai jengkel dengan perkataan Bu Wito
"iya, Bu tidak baik bilang yang belum tentu benar" jelas Bu rina
"sudah sudah, jangan omong sembarangan nanti dosa" jelas Bu asih
"Bu asih kenapa sih selai membela keluarga Bu prias?" tanya Bu Wito
"tidak ada apa apa, Bu , cuma saya mulai jengkel, ibu bilang yang tidak tidak , dan omongan ibu itu belum tentu benar" jelas Bu asih yang mulai emosi
"Bu,sudah"
"apa, itu memang benar kok Bu, kalau tidak hamil duluan apa mungkin dia me nikah dengan buru buru, padahal bu ruroh juga tidak setuju dengan hubungan Meraka berdua" jelas Bu Wito yang mulai egois
"jaga mulut Bu Wito" terbaik Bu asih
"apa"
"apa"
mereka berdua bertengkar di tempat penjual sayur, sayur yang ada di depan mereka berdua di lempar dan mengakibatkan mereka berdua saling lempar sayur.
Bersambung
maaf baru update karena beberapa hari ini aku harus menjaga ibu yang sedang sakit 🙏🏻
__ADS_1