
Aku dan menemani istri bapak yang entah aku tidak mengenal namanya, yang pasti beliau sedang memanggil bidan untuk membantu persalinan istrinya.
"aaaa, sakit" ucap ibu yang akan melahirkan
"Bu, sabar" sahut ku sambil memegang tangan ibu tersebut.
"neng, jangan tinggalkan saya sendiri" ucap ibu tersebut sedikit memohon
"iya, Bu saya akan menemani ibu disini" sahut ku
Aku yang masih belum mengenal keluarga ini, aku sedikit bigung aku harus memanggil ya siapa.
"aaaa"
"Bu, istighfar"
"ikuti, saya, astaghfirullahaladzim" ucapku sambil memegang tangan ibu tersebut
"astaghfirullahaladzim" ucap ibu tersebut
"ayo, Bu, tarik napas, istighfar lagi" sahut ku lagi, agar ibu tersebut tenang.
saat aku menemani ibu tersebut tercium bau anyir yang tak jau dari tempat ku duduk, aku melihat arah Grahan ternyata Grahan sudah keluar rumah.
"duuar"
"duuaarr"
"juuk"
"juuk"
"srrett"
"sreett"
"bruuk"
"kresek"
"juukk"
"duuar"
Aku mendengar suara ledakan dari luar rumah, sepertinya Grahan sedang melawan sosok makhluk gaib yang datang ke rumah ini.
"Grahan" teriak ku dari dalam rumah.
"jaga, ibu itu, nes" teriak Garahan yang sedang melawan makhluk gaib
__ADS_1
Makhluk gaib yang selalu jadi perbincangan Warag sekitar, makhluk gaib yang selalu memakan janin bayi yang baru lahir, iya, kuntilanak pemakan janin, Garahan sedang melawan kuntilanak tersebut dengan sekuat tenaga, karena tenaga kuntilanak tersebut sangat kuat, karena sering kali ia memakan janin baru lahir.
aku membaca doa, agar semua rumah terlindung dari Kuntilanak tersebut.
"huua, ibu" suara tangisan anak kecil dari dalam kamar.
Aku berlari dan menuju ke arah kamar tersebut, di dalam kamar ada anak yang usianya sekitar 3 tahun, dia menangis karena mendengar kegaduhan yang ditimbulkan dari pertarungan antara grahan dan kuntilanak tersebut.
"Hua"
"Hua"
aku mengendong anak tersebut dan kami mendekat di samping ibu yang akan melahirkan.
"Hua"
"cup, cup, cup, sabar ya adik manis, ada kakak disini" ucap ku menenangkan anak tersebut.
"juukk"
"sreeettt"
"duuar"
setalah beberapa menit ayah dari anak terbut datang bersama bidan dan suster. Mereka bertiga berlari masuk kedalam.
"kuntilanak" ucap bapak tersebut.
Aku mulai membaca doa dan menarik napas dalam dalam
"bissmilahirohmanirohhim"
"Allahuakbar" teriak ku yang menyalurkan enkergi baik kepada Grahan
"juuk"
"juuk"
"juuk"
"brruuukk"
"hi,hi, hi,hi" kalian berdua tidak akan kuat menandingi ku" sahut Kuntilanak tersebut.
aku tidak .mendengar kan ucapan kuntilanak tersebut aku masih memukul dan menendang kuntilanak tersebut.
"pergi kamu" ucap Grahan
"tidak akan, ada makanan ku di dalam"
__ADS_1
"Dia bayi ke 100 Ki, aku harus mendapatkan nya" jelas kuntilanak tersebut
aku menendang dan memukul kuntilanak tersebut,saat aku memegang rambut kuntilanak, dia merasa kesakitan dan risih, aku mulai faham ada titik lemah dari makhluk gaib tersebut.
aku memegang rambut kuntilanak terbut dengan erat dan ingin ku memotong dan membakar rambut tersebut.
"Grahan, kepala" ucap ku memberi titah ke garahan
Grahan yang em dengarnya ia langsung menendang kepala makhluk gaib tersebut.
"aaaaaa" teriak kuntilanak tersebut.
"tendang lagi Grahan" ucap ku
Aku mencoba mencari korek api untuk membakar rambut tersebut.
"pak, maaf, apa bapak punya korek api" tanya ku kepada yang punya rumah.
"ada neng, ini" ucap bapak terbit.
Aku bergegas mengambil rambutnya ke.ablo dan mulai membakar rambut tersebut. Saat Grahan masih menendang makhluk gaib tersebut, ada yang mengalihkan pandangan ku, aku melihat ad benda berwarna terang di atas kepala kuntilanak tersebut.
"juukk"
"juuk"
"Aaaa"
",bruukk"
"Kepala Grahan" teriak ku lagi
Aku mulai melompat dan memegang benda berkilauan yang ada di kepala sosok gaib.
"aaaa"
"sreet"
aku menyalakan korek api dan membakar rambut kuntilanak tersebut.
"aaaa"
"aaa"
Teriak kuntilanak dan menghilang.
"Alhamdulillah " ucap ku
"Dia belum musnah, nes, dia cuma menghilang, kami harus hati hati" ucap grahan
__ADS_1
Bersambung