Wanita BerKhodam

Wanita BerKhodam
melamar


__ADS_3

Ibu aku bawa kerumah sakit karena kondisi ibu sangat mengkhawtirkan, apa bila ibu terus menerus seperti ini ibu akan semakin parah.


"Agnes, tunggu ibu, bapak mau urus administrasi" kelas bapak.


Aku menunggu ibu di IGD rumah sakit, aku selalu memandang ke wajah ibu yang pucat.


"mbak, biar ibu nya di periksa dokter" jelas suster yang mendekat.


"iya, sus, silahkan" sahut Ku


Aku mundur sebenar dan mempersilahkan dokter untuk memeriksa ibu.


tangan ibu di pasang infus untuk memberi jalan agar obat bisa masuk ke tubuh ibu.


"bapak" sapa arka


"arka" ucap bapak


"bapak kenapa di sini" tanya arka


"ibu sakit ka, makanya bapak bawa kesini" jelas bapak.


"ibu sakit apa pak" tanya arka lagi


"entah, bapak juga belum tau, tadi ibu pingsan lalu kami bawa kesini" jelas bapak


"boleh saya jenguk ibu" tanya arka


Sebanarnya arka bukan hanya bertemu dengan ibu namun ia juga ingin bertemu dengan ku.


"Agnes, Gimana ibu" tanya bapak


"ibu tekanan darahnya tinggi pak, ibu harus rawat inap di sini" jelas ku


saat aku menengok ke arah bapak aku melihat ada arka di samping bapak,


"Kamu" ucap ku ketus kepada arka


"Agnes, bisa aku bicara sebentar" pinta nya


"buat apa, aku tidak ingin membuat bapak ibu ku sedih lagi, aku mohon jauhi aku ka, banyak orang mengira, kami yang menyuruhmu membelikan semua nya, oleh karena itu ibu selalu berfikir yang tidak tidak" jelas ku


"biar kan aku yang menjelaskan kepada semua orang nes, aku mohon aku sangat mencintaimu, aku sayang kamu nes, aku tidak bisa jauh darimu" jelas arka


aku dan arka berbicara di luar UGD banyak orang yang melihat ke arah ku dan arka.


"mas, mbak mohon tenang, ini di rumah sakit" ucap suster


"baik, sus maaf" ucap ku


Aku sedikit keluar dan duduk di bangku yang di sediakan oleh rumah sakit.


"nes, aku tau kamu juga sayang sama aku, tapi kamu tidak mau mengakuinya"


"apa mungkin karena perkataan para ibu ibu yang membuat mu seperti ini" ucap arka

__ADS_1


"ya, karena itu, membuat ibu aku menjadi seperti ini" jelas ku


"Agnes aku mohon, kamu jangan seperti ini, aku tidak bisa tanpa mu" jelas arka


"tapi ka" ucap ku


Saat kami berdua sedang berbicara bapak tiba-tiba mendekati kami berdua.


"nak, kalau memang kalian berdua saling mencintai bapak ikhlas, kalian lanjutkan , bapak tidak ingin memisahkan dua insan yang saling mencintai" jelas bapak


"benar, pak, Andrianto, saya akan mendukung bapak" ucap papah arka yang juga mendekat.


"papah" ucap arka


"iya, nak, lanjutkan, masalah ibu mu papah akan membujuk nya" jelas papah arka


Aku melihat ke arah bapak, bapak tersenyum dan menganguk.


Aku membalas senyuman bapak, tiba tiba arka menggandeng tangan ku dan mengajak ku ke UGD di tempat ibu.


di sana ibu sudah sadar dan ibu mencari ku dan arka.


"ibu" ucap ku sambil memeluk ibu


"nak, lanjutkan apa yang terbaik buat kalian, ibu akan merestui nya" jelas ibu


dengan rasa senang bercampur sedih karena aku melihat ibu dengan kondisi yang lemah seperti ini.


Aku memeluk ibu di samping ku ada arka yang mengelus elus punggungku untuk memenangkan aku.


***


Saat acara lamaran Bu Ruroh tidak bisa hadir karena kondisinya masih belum stabil, hanya papah arka yang datang dan keluarga yang lain.


"assalamualaikum "


"walaikumsalam" sahut keluarga ku


Kami semua mempersilahkan kelurahan arka masuk dan duduk di karpet karena memang di rumah ku tidak ada kursi. Kamu belum bisa membeli kursi karna perekonomian kami yang belum cukup.


saat acara sudah di mulai dari pembukaan yang di wakili oleh keluarga ku dan dari keluarga arka setelah itu acara unti yaitu lamaran atau tukar cincin peningset yang biasa di sebut di daerah kami.


Aku kelaut dari kamar yang di temani oleh bibi Ku, yaitu adik bapak yang usia 10 tahun di atas ku.


"cantik" gumam arka.


saat di dalam kamar aku memang di rias oleh bibi dengan cantik, menggunakan baju kebaya yang di belikan oleh arka.


aku bersalaman kepada semua tamu yang hadir, tak lupa aku tersenyum kepada arka dan menyalaminya.


"cantik sekali" bisik arka saat aku ber salaman dengan nya.


"apa sih" ucap ku sambil tersenyum malu.


Saat ya acara tukar cincin bibi arka memasangkan cincin ke jari manis ku, sedangkan ibu memasangkan cincin di jari manis arka.

__ADS_1


"Alhamdulillah"


Kami semau berdoa agar semua acara berjalan dengan lancar.


setalah itu ramah tamah, dengan beberapa hidangan masakan yang di masak oleh ibu dan para adik bapak. Makanan sederhana yang tidak terlalu mahal.


***


Keesokan hari aku mulai masuk kerja lagi dan setiap hari aku di antar jemput oleh arka. para tetangga yang awal nya tidak suka dengan keluarga ku Meraka sekarang sudah mulai berkomunikasi dengan keluarga ku.


"pagi Bu Wito" ucap arka yang menyapa Bu Wito


"eh, sekarang sudah dapat restu loh, kapan hari ada Acara lamaran di rumah Agnes" ucap Bu Wito


"Bu, sudha ah, jangan suka bergosip, ucapan Bu Wito selalu salah" sahut Bu Ningsih


"iya, Bu jangan suuzon lah" sahut Bu asih juga


"eh, benar bu, tapi Bu Ruroh belum merestui mereka berdua" ucap Bu Wito lagi


"Bu, sudah, jangan di teruskan, nanti saya kena dosa" ucap Bu Ningsih


"udah ah, ayo pulang, jangan dengerin Bu Wito" ucap Bu Ningsih ya g Pulang setelah berbelanja.


"Bu, ibu, saya belum selesai bicara" teriak Bu Wito


"orang aneh suka nya sebar gosip Mulu" gumam Bu Ningsih


"Bu saya, sudah , jadi berapa" ucap Bu asih.


"Bu asih percayakan dengan ucapan saya?" tanya Bu Wito


"maaf, Bu saya duluan" jelas Bu asih


"Bu, Bu asih" teriak Bu Wito


"kenapa semua lari" Gumam Bu Wito


"Bu" saat Bu Wito belum selesai berbicara penjual sayur ingin pergi meninggalkan Bu Wito


"sudah Bu, ya"


" assalamualaikum"


"walaikumsalam"


semua para ibu ibu meninggalkan Bu Wito sendiri, karena Bu Wito memang orangnya terkenal biang gosip.


setelah sampai pabrik aku turun di depan parkiran dan aku masuk ke pabrik sendiri, sedangkan arka sudah di tunggu teman teman nya di parkiran.


"hai, bro, Gimana, sukses lamaranya" tanya teman arka


"sukses dong, minta doa nya semoga lancar sampai hari nikahan kami" ucap arka kepada teman teman nya.


"aamiin, kami akan selalu mendoakan" sahut teman arka.

__ADS_1


bersambung.


__ADS_2