
"Agnes, ibu masih belum mengerti apa yang sebenarnya terjadi" tanya ibu yang bigung
"ibu tenang saja, kita akan baik baik saja" jelas Agnes.
bapak yang sepertinya lebih memahami kejadian tadi beliau hanya diam dan sedikit berfikir.
aku mendekati bapak dan duduk di sebelah bapak sambil bersila.
"bapak, bapak kenapa" tanya ku
"Agnes tau, ada sosok hantu kiriman yang di kirim ke rumah ini, apa kita ada salah sama orang lain" jelas bapak
"tidak, pak, bapak sama ibu orangnya baik, Meraka tidak ada yang tidak suka sama kita, biarkan semaunya kembali ke neraka yang berbuat jahat pak, yang penting kita sudah melakukan apa yang terbaik" jelas aku
"iya, nak, kamu yang sabar ya" ucap bapak
Sepertinya bapak tau siapa orang yang telah mengirim semua ini ke rumah, karena bapak sebenarnya juga bisa merasakan sosok makhluk gaib.
"Agnes, ayo tidur nak, sudah malam" ucap ibu
"iya, Bu Agnes mau ke kamar" jelas ku
aku mulai melangkah ke kamar ku dan melihat hp yang kemaren di berikan oleh arka.
"kenapa sih, arka memberiku hp seperti ini, ini kan mahal" gumam ku
Arka tau kalau hp ku tidak pernah ganti dari aku masih SMP dulu,oleh karena itu arka membelikan ku hp baru yang lebih bagus, agar aku bisa bermain internet tanpa susah lagi.
Walaupun sebenarnya aku jarang sekali memegang hp kalau di rumah, karena menurut ku hp hanya di buat untuk komunikasi dengan orang terdekat.
Dari SMP aku tidak pernah memikirkan tentang alat canggih yang lagi tren di kalangan ku, karena aku selalu ingin belajar dan belajar, oleh karena itu jarang sekali aku bermain game atau sosmed yang lainnya.
"kluntang"
"kluntang"
suara notifikasi dari pesan whatwhat ku.
Aku melihat ke layar hap, aku melihat nama arka di sana.
[assalamualaikum, Agnes aku besok tidak bisa menjemput kamu, karena aku besok tidak bisa masuk kerja, mamah sakit, dia jatuh dari tangga]
[maaf ya nes, kalau pulangnya, aku jemput]
Pesan yang di kirim oleh arka
"astaghfirullah, Bu Ruroh jatuh dari tangga" ucap ku kaget.
"besok setalah pulang dari kerja aku akan menjenguk ibu Arka" gumam ku
Aku segera tidur karna aku harus bekerja esok hari, pukul 12 malam aku samih saja belum bisa tidur. Aku juga belum membalas pesan dari arka. Rasanya aku ingin membalas pesan ini namun aku takut kalau orang tua arka melihatnya arka akan di marahi.
__ADS_1
aku mencoba memaksakan untuk memejam kan mata, aku tutup dengan bantal, dan aku mencoba tidur teng kurap, namu semau itu gagal, mata ku rasanya tidak bisa di pejam kan.
"ada Pak sih sebenarnya ini" gumam ku
tanpa aku sadari aku ingat dengan grasia teman hantu kecil ku.
"grasia, sekarang ngapain ya, biasanya kalau aku sudah tidur malam hari, ia menemaniku, dan menepuk nepuk kepala ku hingga aku tidur" batin ku
"mungkin dia sedang menikmati kehidupannya yang sekarang" ucap ku
"Agnes, kamu belum tidur nak" ucap ibu
"Agnes belum bisa tidur bi" jelas ku
"kenapa, apa ada yang di pikirkan" tanya ibu
"ibu, tadi arka mengabari ku kalau ibunya sakit, tadi ibu Arka jatuh dari tangga" jelas aku
"astaghfirullah, gimana keadaan Naya sekarang, nes, Bu Ruroh" tanya ibu
"Agnes belum tau Bu, Agnes gak berani balas whatwhat dari arka" jelas ku
"ibu tadi gimana perasaan mu nak, lebih baik, kata sedikit jaga jarak, biar kita tidak selalu di salahkan dan arka tidak di marahi" jelas ibu sambil mengusap punggungku
"iya, Bu, Agnes faham" ucap ku
"ya, sudah ayo tidur, besok kamu harus kerja" titah ibu
"iya, Bu"
***
Ke esokan hari sepulang kerja, arka sudah menunggu di depan pabrik, arka menggukan mobil, setahun ia melihat ku kelaut dari gerbang pabrik arka, turun dari mobil dan menghampiri ku.
"Agnes" panggil arka
"arka"
"bukannya kamu harus menjaga ibu kamu di rumah sakit" tanya ku
"iya,tapi di rumah sakit ada papah, dan adik mamah, jadi aku bisa menjemputmu" jelas arka
"arka, apa orang tua kamu tau kalau kamu suka sama aku dan kamu selalu mengantar jemput aku" tanya ku ke arka
"belum, aku belum memberi tahu Meraka, aku akan mencari waktu yang tepat untuk bilang ke mereka, tapi kamu mau kan menemani Ku selalu" tanya arka
"tapi" ucap ku ragu
"aku tau kamu masih takut dengan orang tua Ku, aku akan menjelaskan semua nya kepada mereka, tapi kamu harus jawab dulu apa kamu mau menemani ku" tanya arka lagi.
"aku belum bisa menjawabnya ka" jelas ku
__ADS_1
"baik, lah, aku akan menunggu mu, ayok, masuk mobil, akan aku antar kamu pulang" ajak arka
Aku Dan arka masuk mobil dan arka melakukan mobilnya mengantarku pulang, sebenarnya aku ingin sekali menjenguk bi Ruroh mamah arka namun aku takut kalau dia akan memarahiku dan arka.
"mau, makan dulu, neg, aku dari tadi pagi belum makan" jelas arka
"kenapa kamu belum makan ,ka, nanti kalau kamu sakit gimana" jela aku yang sedikit khawatir.
"ayo, makan temenin aku" ajak arka
"iya, ayo" jawab ku
sebenarnya aku ingin menolak ajakan arka, namun kalai aku menolak arka tidak mau makan.
Sekitar 10 menit arak menghentikan mobilnya di depan warung makan tempe penyet.
"ayo turun" ajak arka
aku mulai turun dari mobil dan saat aku melihat ada yang aneh dari warung makan tempe penyet ini, tempatnya bagus, bersih, rindang angin nya Sepoi Sepoi, tapi kenapa sepi seperti ini.
"Agnes, ada yang aneh pada warung ini" ucap Grahan
"oh, ya" tanya Ku
"sore Bu" ucap arka
"sore, Alhamdulillah ada juga yang mampir makan disini" sahut ibu yang sepertinya pemilik warung tempe penyet.
"silahkan" ucap ibu tadi
"ada benda yang di tanam di sekitaran warung makan ini" jelas Grahan
Aku dan arka masuk kedam dan memesan tempe penyet, ayam penyet dan lele penyet dengan 2 jus jeruk.
"arka kenapa banyak sekali kamu pesan nya" tanya ku
"gak, apa aku lapar nes, nanti bawakan bapak sama ibu juga" titah arka
"gak usah, ka, kami selalu merepotkan mu" jelas ku
"tidak apa nes" jelas arka
Sekitar 5 menit makanan kami datang berbagai macam lalapan dan sambel tersedia di atas piring yang terbuat dari tanah liat yang di lapisi daun pisang, yang membuat selera makan menjadi meningkat
"wah, bau sambal nya enak sekali" ucap arka
aku tersenyum melihat kelucuan arka yang kelaparan.
"eemmm, rasanya enak, nes, coba makan"
aku mencoba makan yang di pean arka, dan benar rasanya sangat enak.
__ADS_1
Namun kenapa warung makan ini sepi, apa benar kata Grahan ada benda yang di tanam di pekarangan warung ini.
Bersambung