
arka mengantar ku sampai di depan rumah, padahal arka sudah janji untuk menurunkan Ki di depan gang, namun dia tidak tega melihat ku berjalan dari depan gang ke rumah ku.
Sampainya di depan rumah, aku segar turun dari motor arka, namu Para tetangga masih asik berkumpul di depan rumah ku karena para ibu ibu membeli jajanan cilok yang penjualnya berhenti di depan rumah ku
"eh, Agnes sama arka, masih Beran i mereka berdua boncengan" bisik ibu-ibu
"hus, ibu ibu- ibu jangan begitu, seharus nya kita dukung Agnes sama arka, kalau memang mereka berdua ada hubungan, Bu Ruroh saja yang anti sama orang miskin, seharus nya tidak boleh begitu, membeda bedakan status " ucap salah seorang ibu
"tapi, benar juga Bu Ruroh itu, dia harus milih mantu yang kaya, biar gak ngerepotin dia nantinya" ucap ibu yang lain
"sudah-sudah, itu hak nya Meraka kita tidak usah ikut campur" jelas ibu ber hijab
"hi, hi, hi, iya Bu haji" ucap seorang wanita
Aku dan arka yang mendengarkan ucapan mereka hanya tersenyum saja.
"mari Bu" ucap arka yang memberi salam.
"iya, mas arka" sahut ibu ibu
"mari Bu" ucap ku sambil tersenyum dan melangkah ke dalam rumah.
"assalamualaikum"
"walaikumsalam" sahut ibu yang ada di belakang pintu
"ah, ibu bikin kaget" ucap ku sambil memegang dada
"Agnes, anak ibu, sayang, ibu minta jangan dekati arka nak, nanti kamu kena masalah sama keluarganya" jelas ibu
"ibu, tadi yang maksa nganterin Agnes pulang, arka, Agnes sudah nolak tapi arka tetap saja maksa" jelas ku
"sayang, ibu takut kalau kamu di apa apain sama ibu nya arka nak" jelas ibu.
"insyallah, Agnes bisa jaga diri Bu" jelas ku
"Agnes mandi dulu Bu" jelas ku sambil masuk ke kamar
"iya, nak, setalah itu makan ya" ucap ibu
"iya, Bu" sahut ku
"ya, Allah jaga selalu anak hamba" doa ibu
"pasti aku akan menjaga Agnes Bu" sahut Grahan yang berdiri di dekat ibu.
"ih, aku kok merasa merinding gini ya" sahut ibu yang merasakan hal aneh.
"ih, ini pasti peliharaan nya Agnes" ucap ibu sambil berlari ke dapur.
"hi, hi,hi, iya Bu" sahut Grahan yang sedikit tersenyum
setelah aku selesai mandi aku langsung duduk di meja makan yang masih sederhana, di rumah rumah yang lain sudah berlantaikan keramik, sedangkan di rumah ku masih dengan ubin dari semen yang setiap hari di pel oleh ibu dengan buah kelapa yang sudah di ambil sarinya.
"wah, masak SOP, Bu" ucap ku
"iya, nak, SOP sayur, kesukaan kamu, sama sambel kecap pedas" ucap ibu yang menunjukan beberapa masakan nya.
"wah, bikin Agnes laper Bu" sahut ku
aku langsung mengambil piring dan mengambil sedikit nasi dan sayur tak lupa sambel kecap buatan ibu yang pedas dan enak.
"eemmmh, walaupun hanya, SOP sayur sama sambel.kevao aja rasanya, masyaallah enak sekali Bu" ucap yang masih menikmati masakan ibu
"iya, nes, itu kan makanan kesukaan kamu sejak kecil" sahut ibu yang mengingat kan
"iya, Bu hampir satu Minggu aku minta di masakin SOP sayur" jela ku sambil tersenyum.
"assalamualaikum " ucap Slam dari luar rumah
"walaikum selam" sahut kami berdua yang langsung berdiri.
__ADS_1
"sebentar nak" ucap ibu yang melangkah membukakan pintu.
"ceklek"
"oh, Fahri" ucap ibu
"iya, Tante, ini ada soto ayam sama lauk pauk nya Tante dari ibu" jelas Fahri.
"ayo, Fahri masuk dulu, di dalam juga ada Agnes" jelas ibu
"tidak usah Bu, saya malu, terimakasih" ucap Fahri
"Tante saya langsung saja, karna mau bantu ibu lagi, masih ada yang arus di antar" jelas Fahri
"iya, nak, bilang ke Bu indah, terimakasih" jelas ibu
"iya,Bu, assalamualaikum " ucap Fahri yang berpamitan
"walaikum selam"
Ibu menutup pintu dan berjalan ke ruang makan.
"ada siapa Bu" tanya ku
"ada Fahri, anak Bu indah, yang anak nya ganteng" jelas ibu sambil membuka satu kantong kresek.
"gak, ah, biasa, anak yang jalannya pelan itu, Bu, " ucap ku
"iya, anak nya sopan" jelas ibu
"ibu, dia sopan hanya di lingkungan desa dan di rumah, saat di sekolah dulu dia preman sekolah Bu" jelas ku
"oh, ya, mukulin orang aja dong nes" tanya ibu.
"iya, Bu, sering di panggil ke bapak, Bu" jelas ku
"wah, kalau begitu, gak jadi ah, jodohin kamu ke Fahri, nanti benjo kepala ku terus di toyor toyor Sama Fahri" jelas ibu
"hi, hi, hi, ibu lucu" jelas ku ambil tertawa melihat tingkah laku ibu
Hari ini bapak pulang sedikit telat, sampai ibu khawatir.
"assalamualaikum"
"walaikumsalam" sahut kami
"ibu membukakan Pintu untuk bapak.
"pak, kenapa malem pulangnya" tanya ibu
"iya, Bu tadi motor bapak macet" jelas bapak
"Diaman pak"
"di dekat pabrik Agnes, namun ada arka di sana, katanya habis nganterin ibu nya keruang teman nya" jelas bapak
"tari ada Bu Ruroh gak pak" tanya ibu
"gak, Bu, katanya Bu ruroh nginep di rumah teman nya karena ada acara" jelas bapak
"untunglah" sahut ibu
"arka, anak baik, Bu tidak seperti ibunya" jelas bapak
"iya, pak, tapi kan ibu nya seperti itu, ibu jadi takut kalau nanti keluarga kita jadi bahan gosip lagi" jelas ibu yang sedikit kesal
Saat masih berbincang kami berdua mendengar suara ledakan .
"duuuaarr"
"duuuaarr"
__ADS_1
"duuuaaarr"
"Apa itu nes" ucap bapak.
"bapak jangan liat, di dalam aja" jelas ku
Aku keluar dari rumah menghampiri grahan.
"juuk"
"juuk"
"juuk"
"juuk"
"ggggrrr" erangan Grahan
"Grahan awas" jelas ku
"Agnes masuk" ucap Grahan
Aku berlari dan masuk kedalam.
saat aku mau masuk sosok makhluk yang sepetinya makhluk tak biasa itu mulai menarik ku dengan rambutnya yang panjang
"aku menarik rambut itu dan membantingnya.
"aaaaa"
"Grahan" ucapan ku yang menyuruh grahan. Untuk mengambil alih.
"juukk"
"juukk"
"juukk"
"duar"
"duar"
"duar"
"duar"
Lap duuarr
terlihat petir dari atas langit
"Agnes masuk, berbahaya" ucap Grahan
Aku berlari dan masuk kedalam menutup pintu rapat rapat
"Agnes ada apa" tanya bapak
"ada sosok yang ingin melukai ku pak" jelas Agnes.
"hati-hati Agnes" ucap ibu
"iya, Bu" sahut ku
Setalah itu ibu dan ayah aku ajak ke dalam kamar dan memang benda yang akan membantu Meraka.
"pegang dengan erat Bu pak" ucap ku
Aku mengalunkan doa untuk membantu Grahan
"aaaaa"
"aaaa"
__ADS_1
"bruukk"
Bersambung